KMM 92. Menang Mana Taruhannya?

Featured Image

Tapi segera dia tidak bisa tertawa. Dia dikejutkan oleh roda kemudi milik Shen Qinglan. Bagian depan mobil yang mana menghantam pagar pembatas dengan tiba-tiba berbalik. Mobil itu melayang indah ketika kehilangan ekornya. Selanjutnya, setiap orang di tempat kejadian melihat pertunjukan drift terus menerus.

(TN: Drift (Drive Rightly IFalse Turn), jadi drift sendiri adalah teknik menyetir di mana pengemudi berusaha membuat mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungki)

Gu Yang dan Gu Kai. Yang memperhatikan Shen Qinglan, wajah mereka telah berubah.

“Apa yang mau dia lakukan?” Gu Yang berteriak

Mata Gu Kai sangat dalam dan berat  menjerat hatinya dengan erat. Dia bahkan bisa mendengar lonjakan tekanan darahnya.

“Ya, tuhanku!” Gu Yang membuka mulutnya lebar-lebar dan melihat drift indah Shen Qinglan.

Dia dengan keras mempercayai penglihatannya, tapi ini belum berakhir. Shen Qinglan menggunakan tiga drift sekaligus untuk menyebrang belokan lanjutan, dan kecepatannya tidak menurun dari awal hingga akhir.

Mulutnya sekarang bisa disumpal sebuah telur. Dia menyeret tangan Gu Kai. “Gu Kai, beritahu aku kalau aku bermimpi.”

Gu Kai sama sekali tidak merasakan rasa sakit di tangannya, karena dia juga terkejut dengan Shen Qinglan saat ini.

“Bukankah kau bilang Kakak Ipar tidak pernah bermain mobil balap?” Gu Kai berkata. Kalau Shen Qinglan yang katanya tidak pernah balapan saja sebagus ini, trus mereka itu apa?

“Dia,,,itu yang dia bilang padaku.” Gu Yang tergagap. Sekarang, dia tidak mengerti. Dia dikhianati oleh Shen Qinglan.

Kalau saja dia tahu bahwa teknik Shen Qinglan sangat bagus, dia tidak perlu khawatir tentang merajut wol dan hanya menunggu uang di kumpulkan.

Gu Yang  samar-samar menyesal karena 50 juta sangat rendah. Kalau saja dia tahu begini, dia seharusnya memasang taruhan 100 juta saat itu.

“Lalu kau bisa dapet 100 juta” Gu Kai berkata dengan dingin. Gu Yang mengatakan apa di dalam kepalanya.

Penyiar masih menyiarkan acara besar ini, tapi kali ini, perhatiannya telah berganti ke Shen Qinglan, Si Kuda Hitam.

(TN: Arti dari kuda hitam adalah sesuatu atau seseorang yang pada awal suatu peristiwa atau kegiatan tidak terlalu mendapat perhatian namun berhasil memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap inti dari sebuah peristiwa bahkan sampai mengubah hasil atau akibat dari peristiwa tersebut.)

Di jalur perlombaan, Shen Qinglan bergegas ke trek lap kelima lebih cepat dari Lin Hao. Lin Hao bereaksi dari keterkejutan awalnya. Wajahnya berubah jelek dan mengetat. Dia menginjak pedal gas untuk mengejar ketinggalan.

Tetapi pada saat ini, Shen Qinglan tidak lagi menatap Lin Hao. Matanya tertuju pada mobil balap merah di depan. Kakinya secara bertahap mengerahkan kekuatan. Begitu dia menginjak pedal gas sampai akhir, kecepatan mobil melonjak. Satu dua tiga…

Perlahan-lahan, selain dua mobil pertama, semua mobil lainnya ditinggalkan olehnya. Dua mobil di depan masih terpaku tapi tiba-tiba melihat seekor kuda hitam muncul dari belakang. Perasaan krisis menghantam. Pria di mobil hitam mengikuti mobil merah; dengan memiliki tampilan yang sengit. Kemudi sedikit bergerak, badan mobil berbelok ke samping, dan mobil merah membuka jarak, tetapi juga berhasil memblokir jalan Shen Qinglan. Jika Shen Qinglan ingin lewat, dia harus melewati dua mobil tersebut.

Angka-angka di dashboard Shen Qinglan masih melonjak, dan ada tampilan kegembiraan yang langka di wajah Shen Qinglan seolah-olah darah di seluruh tubuh mendidih.

Wajah Shen Qinglan seperti sedikit kesurupan, perasaan seperti darah mendidih sepertinya jauh darinya, begitu jauh bahkan dia berpikir itu hanyalah mimpi.

Menyentuh setir yang sudah dikenalnya, mata Shen Qinglan menyala gila, kecepatannya melonjak lagi, jarak antara mobil biru dan mobil hitam itu tiba-tiba menyempit, dan hampir menabrak.

Ada teriakan memilukan dari penonton, banyak orang bahkan menutup mata mereka, mereka bisa membayangkan adegan berdarah yang akan mereka lihat selanjutnya.

Itu bukan jeritan panik, tapi lautan sorakan. Ternyata mobil Shen Qinglan tiba-tiba miring sedetik sebelum menabrak mobil hitam itu. Kemudian ia melewati celah sempit antara mobil hitam dan merah dan kemudian mendarat dengan mantap.

Dengan sebuah akselerasi, langsung menuju ke garis finish, sorak-sorai mengelilingi Shen Qinglan seperti gelombang.

(TN: Akselerasi yaitu sebuah kecepatan kendaraan dari kecepatan  rendah ke kecepatan tinggi.)

Shen Qinglan turun dari mobil, dan Gu Yang dan Gu Kai menyambutnya.

“Kakak Ipar Kecil, kau sangat keren! Aku tudak mengira kemampuanmu mengendarai mobil akan sangat bagus.” Gu Yang tampak bersemangat, tetapi nadanya penuh kemarahan.

“Kau bertanya padaku apakah aku pernah bermain.” Shen Qinglan berkata dengan mudah. Dia benar-benar baru saja melewati kompetisi sengit, tetapi tidak ada fluktuasi di wajahnya. Bahkan wajahnya tidak berbeda dari sebelum kompetisi.

“Kau pasti bercanda!” Lin Haoyin datang dengan wajah berat. Jika dia tidak tahu bahwa dia telah dibodohi oleh Shen Qinglan, dia tidak akan menjadi Lin Hao.

Ketika dia memikirkan kelemahan yang disengaja Shen Qinglan di empat putaran pertama, giginya bergetar dan tumbuh sangat besar (menjadi sombong). Dia selalu mempermainkan orang lain, di mana-mana selalu mebodohi orang lain, tetapi hari ini dia terjebak dan dipermainkan oleh wanita.

“Itu karena kau tidak terampil seperti yang lain, dan sekarang kau berani melawan balik. Lin Hao, di mana wajahmu?” Gu Yang membuat suara.

Meskipun Gu Kai tidak berbicara, dia berdiri di samping Shen Qinglan dengan postur protektif dan menatap Lin Hao dengan dingin.

“Kalau kau setuju untuk bertaruh, kau harus terima kalau kau kalah. Pada akhirnya, kau kalah juga.” Shen Qinglan memandang Lin Hao dan berkata dengan tenang.

Mata Lin Hao berkilat mengeluarkan cek dari sakunya dan melemparkannya. “Lima puluh juta, terbayar.” lalu dia akan pergi.

“Tunggu sebentar.” Shen Qinglan berbicara.

“Apa lagi?” Wajah Lin Hao penuh ketidaksabaran.

“Apa kau lupa sesuatu?” Shen Qinglan mengingatkannya.

Begitu wajah Lin Hao berubah, dia secara alami tidak melupakan taruhannya, dan dia ingat apa yang dia katakan. Dia berpikir bahwa selama dia tidak menyebutkannya, itu akan berakhir. Lagipula, dia sudah memberi 50 juta yuan.

“Itu benar, Lin Hao. Kau setuju untuk bertaruh maka kau harus terima kalau kau kalah. Baru saja, aku tidak tahu siapa yang berteriak bahwa dia tidak berani bermain. Apa, kau ingin teledor ketika kau kalah sekarang?” Gu Yang merasa sombong.

Lin Hao menatap Gu Yang dengan jahat, “Gu Yang, jangan keterlaluan.”

Gu Yang menyeringai, “Aku memang keterlaluan, Lin Hao. Aku bertanya padamu,  kalau hari ini kita kalah, apa kau akan membiarkannya begitu saja?”

Tentu saja tidak. Lin Hao tanpa sadar berpikir bahwa jika dia menang, dia harus “mencintai” kecantikan kecil ini.

Hanya saja hal semacam ini hanya bisa digunakan untuk dirinya sendiri. Jika orang lain berani melakukan ini padanya, Lin Hao tega membunuh satu sama lain.

Begitu Gu Yang tahu apa yang dipikirkan Lin Hao, dia berkata dengan suara dingin, “Lin Shao, apakah kau ingin aku mengingatkanmu tentang apa yang kau katakan sebelumnya?”

(* TN: Beberapa minggu yang lalu, saya lupa memberi kalian informasi tentang apa artinya ‘Shao’ itu (^. ^ ”) Maafkan aku!‘ Shao ‘artinya tuan muda atau putra keluarga kaya.)

Matanya secara tidak sengaja menyapu lutut Lin Hao.

Wajah Lin Hao semakin gelap. Alih-alih peduli dengan Gu Yang, dia menatap Shen Qinglan secara langsung. “Cantik, perhatikan kelakuanmu dan tinggalkan garis depan agar kita bisa bertemu satu sama lain di masa depan.”

(TN: Ingetkan di part2 sebelumnya Lin Hao berkata kalo dia mau kowtow sama Lan-Lan wkwkwkwk)

Ada ancaman yang kuat terhadap kata-kata Lin Hao..

Shen Qinglan tidak tergerak. “Apa yang aku sukai dari orang ini adalah balas dendam, mengeluh untuk membalas dendam, dan tidak suka membalas kejahatan dengan kebaikan.”

Kali ini, wajah Lin Hao benar-benar lebih gelap daripada pantat panci.

“Apakah kau tidak takut akan pembalasan dari Keluarga Lin?” Ancaman Lin Hao tidak disamarkan saat ini.

Gu Yang dan Gu Kai tertawa ketika mereka mendengar ini. Jika mereka adalah orang lain, mereka akan benar-benar tersentak. Tetapi Shen Qinglan, pertama-tama, tidak perlu menyebutkan tentang Keluarga Fu dan Keluarga Shen; Shen Junyu saja sudah cukup untuk keluarga Lin untuk ketakutan.


Jangan lupa follow ig kami yha @translateindo

Tolong dimatikan addblock nya, untuk men-support para penerjemah kami ^_^

Feel free to give me saran dan kritik tentang terjemahan ini ,Lya disini siap membenahi ^_^

-Thanks in Advance-

KMM 91. Dia Bangkit
KMM 93. Akan Baik Bagi Kita Untuk Tidak Bertemu Di Masa Depan

4 thoughts on “KMM 92. Menang Mana Taruhannya?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.