KMM 66. Pertunjukan yang Bagus dan Hadiah

Featured Image

Apakah tidak ada bukti? Mata indah Shen Qinglan berkilat, hatinya berdebat.

Dia membawa Xiaoxuan ke toko jajanan pinggir jalan di dekatnya dan menemaninya dari satu ujung jalan ke ujung lain.. Akhirnya, wajah Xiaoxuan yang tidak tersenyum menunjukkan sedikit senyuman.

“Qinglan, kau baik sekali.” Saat mereka akan berpisah, Yu Xiaoxuan berbicara secara emosional. Dia awalnya ingin memeluk Shen Qinglan, tetapi ingat bahwa Shen Qinglan tidak suka kontak fisik dengan orang lain, jadi dia menyerah.

Shen Qinglan tersenyum ringan. “Kembalilah dan tidurlah dengan baik, ingatlah untuk minum obat. Jangan pikirkan audisi untuk saat ini.”

Shen Qinglan membuat pernyataan yang bermakna. Menurut pendapat Xiaoxuan, dia hanya berpikir dia menghiburnya, tersenyum padanya dan kembali ke asramanya.

*****

Setelah kepergian Xiaoxuan, Shen Qinglan kembali ke rumah sakit, khawatir apakah Fu Hengyi sudah makan, dia membelikannya beberapa makanan di jalan. Tepat ketika dia sampai ke pintu bangsal, dia mendengar suara Shen Xitong. Shen Qinglan tidak jadi masuk ke bangsal.

Di bangsal, Shen Xitong berdiri di depan tempat tidur, menatap Fu Hengyi dengan cemas.

Dia belum pernah melihatnya sejak dia memberi tahu Fu Hengyi perasaannya, dan dia ditolak. Jika dia tidak pulang hari ini dan secara tidak sengaja mendengar pembicaraan Shen Junyu dengan Kakek Shen, dia tidak akan tahu bahwa dia telah kembali ke Beijing dan terluka.

Dia menanyakan alamat rumah sakit Fu Hengyi pada Bibi Song, dan bergegas pergi tanpa berhenti.

“Hengyi, aku dengar kau ada di rumah sakit, jadi aku datang menemuimu.”

Shen Xitong menatap langsung ke Fu Hengyi dengan mata penuh kasih sayang. Fu Hengyi tampak tenang seolah-olah dia tidak melihat mata penuh kasih sayang itu sama sekali. “Terima kasih banyak.” Berbicara dengan sopan dan asing.

Wajah tersenyum Shen Xitong membeku, tapi dia langsung pulih. “Aku membuatkanmu sup yang sangat bergizi. Apakah kau ingin meminumnya?” Dia sudah akan membuka termos di tangannya.

“Jangan repot-repot, aku sudah makan.”Tangan Shen Xitong membeku, dan dengan malu-malu meletakkannya. “Kalau begitu tunggu sampai kau lapar untuk memakannya. Aku baru saja merebusnya  hari ini selama beberapa jam, kau akan menyukainya.”

Fu Hengyi tidak berbicara.

Dia mengirim SMS ke Shen Qinglan dengan ponsel di tangannya, menanyakan kapan dia akan kembali. Shen Qinglan memperhatikan getaran ponselnya dan melihatnya.

[Masih dalam perjalanan, sekitar setengah jam.]

Shen Qinglan Membalas.Fu Hengyi tampak pucat dan tahu bahwa Shen Qinglan akan kembali dalam setengah jam, kurang minat.

Fu Hengyi tidak berbicara, juga Shen Xitong yang tidak tahu harus berkata apa. Atmosfernya dipenuhi dengan suasana canggung. Seolah dia tidak bisa merasakannya; Mata Shen Xitong terpaku erat ke wajah Fu Hengyi. Meskipun dia menghilang hampir sebulan yang lalu, dia masih sangat tampan sampai baju rumah sakitnya tidak mengurangi pesonanya.

“Kalau kau tidak punya sesuatu untuk dikatakan, kau bisa keluar.” Fu Hengyi berbicara. Dia tidak mati; bagaimana mungkin dia tidak bisa merasakan tatapan yang membara?

“Aku baik-baik saja, hari ini aku di sini khusus untuk melihatmu. Apakah kau ingin buah? Aku akan mengupas apel untukmu.” Shen Xitong pura-pura tidak mengerti arti ‘meminta dengan sopan seseorang untuk pergi ‘Dalam kata-katanya dan berbicara sambil tersenyum.

(TN: izinkan aku menerjemahkan … “Enyah!” * Sopan *)

“Istriku akan segera kembali, aku tidak ingin dia salah paham tentang hubungan kita, jadi tolong tinggalkan bangsalku sekarang.”Shen Xitong bersedia berpura-pura tuli dan bisu, tetapi Fu Hengyi tidak mau bermain dengannya. Kata-katanya tidak ada basa basi.

Wajah Shen Xitong langsung berubah jelek. “Hengyi, apakah kau sangat peduli padanya?”

Dia menatap Fu Hengyi dengan wajah terluka, seolah-olah dia sedang melihat seorang pria yang mematahkan hatinya.

Alis Fu Hengyi sedikit berkerut, “Ya. Bisakah kau pergi sekarang?”

“Fu Hengyi, apa yang bagus tentang Shen Qinglan? Apakah pantas kau melakukan ini untuknya? Apakah aku tidak lebih baik darinya? Apa ada yang bisa dia bandingkan denganku kecuali wajahnya?”

Shen Xitong tidak bisa mempertahankan citra seperti wanita terhormat. Dia selalu bisa menahannya, tetapi ketika dia bertemu Fu Hengyi, daya tahannya benar-benar runtuh.

Fu Hengyi terlihat acuh tak acuh, “dan wajahmu tidak bisa dibandingkan dengan wajahnya.”

Shen Qinglan berdiri di luar pintu dan mendengar kata-kata Fu Hengyi. Matanya tersenyum. Dia tidak menyangka Fu Hengyi memiliki lidah yang beracun.

Shen Xitong tampaknya sangat terpukul. Dia sedikit melangkah mundur dan menatap mata Fu Hengyi. Dia tidak bisa mempercayainya.

“Baik! Fu Hengyi, kau tidak berperasaan!” Wajah Shen Xitong pucat tetapi air matanya tidak bisa jatuh. Dia menatap lurus ke mata Fu Hengyi dengan kebencian. Itu kebencian, kebencian untuknya, dan kebencian untuk Shen Qinglan.

“Fu Hengyi, aku akan membuatmu menyesal tidak memilihku hari ini!” Shen Xitong bergegas keluar, tetapi bertemu Shen Qinglan berdiri di koridor. Shen Qinglan bersikap dingin seperti biasa, menatapnya tanpa emosi.

Shen Xitong menatapnya dengan kejam, “Shen Qinglan, jangan bangga pada dirimu sendiri! Apa yang bukan milikmu tetap tidak akan menjadi milikmu!”

(TN: Yaiyalah elah!)

Shen Qinglan mengangkat bahu dan tidak memandangnya. Dia langsung pergi ke bangsal, tetapi dia memiliki sepasang mata yang tersenyum.

“Apakah kau sudah cukup melihat drama itu sekarang?”

Shen Qinglan mengangguk dengan santai, “Aku sudah cukup melihat, ini tidak buruk. Ini adalah drama selamat malam darah anjing yang bagus.”(Ou [gou xue] / darah anjing = berarti sesuatu yang klise / memalukan / melodramatik / berlebihan yang perlu dinetralkan dengan darah anjing.)

Fu Hengyi menatapnya tanpa daya dan melihat kotak makan siang di tangannya. “Apakah kau membelinya untuk ku? Kenapa kau tidak memberikannya pada ku?”

Shen Qinglan meliriknya. “Kau memiliki semua wanita cantik yang mengirimimu makanan secara langsung, tetapi masih belum cukup?”

“Bisakah aku mengaggapnya kalau kau cemburu?” Fu Hengyi bertanya sambil tersenyum.

Shen Qinglan tersedak, “Aku suka makanan pedas, bukan makanan asam.” menyerahkan Fu Hengyi kotak makan siang di tangannya.

(Asam = cemburu)

“Aku membelikanmu beberapa saat berangkat kesini.”

Fu Hengyi mengambilnya tetapi tidak membukanya. Sebaliknya, dia bertanya, “Apakah kau sudah makan?”

Mata Shen Qinglan bergerak sedikit. Ini bukan pertama kalinya Fu Hengyi bertanya padanya apakah dia sudah makan. Setiap kali dia memberikan makanan kepadanya, hal pertama yang dia tanyakan adalah apakah dia sudah makan.”Aku sudah makan, dengan Xiaoxuan.” Jadi, ini khusus dibawa untuknya …

Fu Hengyi baru saja membuka kotak makan siang dan mulai makan.

Shen Qinglan duduk di satu sisi dan menatapnya dengan tenang. Dia makan dengan cepat tetapi dengan anggun.

“Mau sup?” Pandangan Shen Qinglan jatuh pada termos isolasi dari Shen Xitong.

Fu Hengyi merapikan kotak makan siang perlahan dan melemparkannya ke tempat sampah. “Aku takut mendapatkan gangguan pencernaan.”

Shen Qinglan: “…”

Dia tidak keberatan, tapi dia melodramatik.

“Sia-sia membuangnya. Aku akan membawanya ke stasiun perawat untuk perawat kecil disana.” Shen Qinglan berkata begitu, dan benar-benar berdiri dan mengirim termos sup bergizi  itu, yang katanaya telah dimasak oleh Shen Xitong sendiri selama beberapa jam, ke stasiun perawat.

“Nyonya, aku  melakukannya dengan sangat baik hari ini. Apakah ada hadiah?” Fu Hengyi menatap Shen Qinglan, yang telah kembali, dan bertanya dengan berbisik.  Shen Qinglan memandang Fu Hengyi dan berkata, “Mau hadiah?”Fu Hengyi mengangguk.

Shen Qinglan tidak berbicara, perlahan berjalan ke Fu Hengyi, duduk di samping tempat tidurnya, dan kemudian perlahan mendekatinya. Aroma wanita itu masih melekat di ujung hidungnya, dan mata Fu Hengyi semakin gelap.

Wajah keduanya semakin dekat dan dekat. Tepat ketika Fu Hengyi akan meraih pinggang Shen Qinglan, Shen Qinglan tiba-tiba mengatakan sesuatu di telinganya dan kemudian dengan cepat mundur.”Performa yang bagus,  hadiah untukmu.”


 

 

 

KMM 65. Menyusun Rencana
KMM 67. Kecantikan dan Menghasilkan Uang untuk Keluarga

4 thoughts on “KMM 66. Pertunjukan yang Bagus dan Hadiah”

Leave a Reply

Your email address will not be published.