KMM 52. Penolakan

Featured Image

Setelah sosok Shen Qinglan benar-benar tidak terlihat, beberapa orang yang hanya bersembunyi di balik rumput bergegas keluar.

“Shengyu, bagaimana? Apakah Si cantik Shen menjanjikannya?” Seorang pemuda jangkung kurus bertanya dengan bersemangat.

“Ini tiadk perlu ditanyakan, dari melihatnya saja sudah jelas ditolak, yak an, Shengyu?” Pembicara itu pemuda yang lebih pendek.

Ada juga pemuda ketiga, mengenakan kemeja kotak-kotak biru muda, dengan senyum nakal di wajahnya, “Akui saja kalau kau kalah taruhan.”

Sebenarnya ketiga orang itu tidak sengaja melihat Yan Shengyu dan Shen Qinglan berdiri bersama untuk mengobrol hari itu. Setelah kembali ke asrama, mereka bertaruh bahwa Yan Shengyu dapat mengundang Shen Qinglan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kumpul-kumpul akhir pekan. Jika demikian, mereka bertanggung jawab untuk membersihkan asrama selama satu bulan, dan jika tidak, Yan Shengyu membantu mereka mencuci kaus kaki selama seminggu.

Yan Shengyu bukan orang yang suka berkumpul dalam kegiatan seperti ini. Kali ini, dia berjanji untuk melakukannya dengan cara yang inovatif. Tiga orang lainnya tentunya lebih bersemangat.

Yan Shengyu melirik mereka bertiga. “Ada dua hari lagi sebelum akhir pekan. Kenapa terburu-buru?”

Tiga orang cemberut mulutnya dan tidak membantah perkataannya. Kaula muda usia dua puluhan adalah orang-orang yang sangat kompetitif, Yan Shengyu tidak terkecuali.

Penolakan Shen Qinglan, sebaliknya, merangsang keinginannya yang mendalam untuk menaklukkan.


 

“Nona Shen, kita bertemu lagi. Ayo makan bersama.” Yan Shengyu berdiri di depan Shen Qinglan, tersenyum, rasa malu karena di tolak pagi hari itu tak terlihat di wajahnya.

Sekarang setelah dia ditatap oleh Shen Qinglan, Yan Shengyu tidak lagi mencari kesempatan untuk bertemu. Dia jelas-jelas mengikutinya sekarang.

Shen Qinglan tidak terlihat curiga dan sama sekali mengabaikannya.

Tapi, tidak tahu siapa yang mengambil foto situasi ini dan meneruskannya ke forum sekolah. Segera semua orang tahu bahwa Shengyu, mahasiswa pascasarjana tahun kedua Universitas B, mengejar Shen Qinglan, bunga Universitas B.

Begitu berita itu keluar, semuanya langsung mendidih di kampus. Yang optimis menjodohkan mereka berdua, tentu saja, ada juga yang mengutuk dalam kegelapan. Para pemuda sebagian besar senang dengan kemalangan yang lainnya. Tiga tahun di perguruan tinggi, tidak sedikit orang yang mengejar Shen Qinglan, tetapi mereka belum pernah melihat Shen Qinglan senang kepada siapa pun atau bahkan teman teman pria masa kecil yang dekat di sampingnya.

Dan Yan Shengyu memang luar biasa, luar biasa sampai-sampai mereka hanya bisa memandang tinggi, tapi memang kenapa? Ketika Shen Qinglan pertama kali kuliah tidak ada yang menghubungkan mereka, tetapi tiga tahun kemudian, mereka yang tidak bergerak sama sekali, tiba-tiba ada berita seperti itu. Yan Shengyu mengejar Shen Qinglan, siapa yang percaya?

Dan gadis-gadis cemburu, cemburu dengan keberuntungan Shen Qinglan. Mereka ingin mendapatkan perhatian Yan Shengyu. Siapa yang tidak tahu bahwa Yan Shengyu berasal dari keluarga yang terkenal selama tiga generasi. Dia sangat tampan dan cakap. Dia adalah murid yang baik di mata para guru dan contoh yang baik untuk teman-teman sekelasnya. Apa yang dimiliki Shen Qinglan, selain wajah dan prestasi, dia tidak punya kelebihan lain. Hanya dingin dan sombong.

Yan Shengyu adalah pangeran yang menawan hati gadis-gadis. Dalam mimpi mereka, dia adalah ‘Qingren’, sementara Shen Qinglan adalah siluman rubah yang menggoda sang pangeran.

(情人/ Qingren = kekasih impian.)

Shen Qinglan, seberapapun dia acuh tak acuh, dia menyadari sikap tidak bersahabat teman-teman sekelasnya. Dia mendengar desas-desus samar dan merasa semua itu konyol di hatinya. Agar bersih, dia tinggal di rumah selama seminggu. Tentu saja, cerita-cerita ini berakhir.

Shen Qinglan tidak memperhatikan Yan Shengyu, dan Yan Shengyu tidak malu. Mengikuti Shen Qinglan, “Teman sekelas Shen. Aku tidak punya niat jahat, tetapi hanya ingin mengundang mu untuk makan. Was-was mu tidak perlu. Meskipun keluarga ku baik-baik saja, aku pikir aku memiliki karakter yang baik dan aku tidak akan bermain seperti itu. permainan licik yang kau katakan. ”

Yan Shengyu hanya berpikir bahwa Shen Qinglan menganggapnya sebagai playboy yang suka bermain dengan perasaan wanita, jadi dia sangat membenci dirinya sendiri, jelasnya.

Mendengarkan kata-kata Yan Shengyu, Shen Qinglan akhirnya mengerti mengapa Yan Xi sangat suka mengobrol. Tampaknya ini turun-temurun, tetapi Yan Xi hanya membuat Shen Qinglan merasa senang, sementara pria di depannya hanya mengatakan hal-hal kosong.

Jika Yan Shengyu tahu bahwa Shen Qinglan menilai dia seperti ini, dia akan menangis.

“Yan Shengyu, aku sudah mengatakan. Tidak peduli apa tujuanmu, tolong berhenti di sini. Aku tidak akan mengabulkan permintaan apa pun dari mu, dan jika kau terus bersikeras, maka aku tidak akan sopan lagi kepadamu.”

 

 

KMM 51. Yan Shengyu
KMM 53. Dipilih oleh Kru

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

13 thoughts on “KMM 52. Penolakan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.