KCYM 8 – Apakah Kau Mengingatku?

Featured Image

Tidak ada bedanya dengan rata-rata mahasiswa yang menjadi pasangan, Zhao Fanzhou dan Zhou Xiao juga awalnya bertemu di perpustakaan.

Pada suatu sore hari yang cerah, Zhao Fanzhou sedang studi individu di perpustakaan. Dia suka duduk di tempat duduk yang menghadap jendela dengan kaca yang sangat besar sampai ke langit-langit ruangan. Sinar matahari dari luar menembus ke lantai perpustakaan melalui dedaunan dari pohon-pohon di luar, menghasilkan cahaya yang berbintik-bintik. Zhao Fanzhou sedang membaca buku sambil minum teh. Sebuah sore yang sangat tenang dan nyaman. Tetapi ketenangan ini dengan cepat dirusak oleh dua gadis yang duduk di meja seberangnya. Dua gadis yang perbedaannya sangat kontras, yang satu kurus, tinggi dan wajahnya cantik; yang satu lagi gempal, mungil, dan wajahnya terlihat jahil — jahil, tidak tahu kenapa bisa muncul kata-kata seperti ini di benaknya. Apa yang terjadi kemudian membuatnya merasa bahwa indera keenamnya benar-benar akurat.

Zhao Fanzhou kembali menunduk dan membaca buku. Shasha… Shasha — suara kantong plastik, hua hua… hua hua — suara menuang air, da… da — suara orang memutar-mutar pena. Walaupun temperamen Zhao Fanzhou biasanya sangat baik, tetapi kali ini dia kesal. Dia mendongak dan menatap gadis mungil itu cukup lama, tetapi dia cukup berkecil hati karena orang itu tidak sedang memandang ke arahnya. Jadi, sia-sia sudah waktu yang dia habiskan untuk menatap gadis mungil itu. Sebaliknya, gadis tinggi yang di sebelahnya menyadari tatapannya, menyenggol gadis mungil itu dengan tangannya dan berbisik, “Kamu mengganggu orang lain.” Gadis itu mendongak dan menatap ke arah Zhao Fanzhou, tersenyum dengan sedikit merasa bersalah, kemudian kembali menunduk untuk membaca buku. Zhao Fanzhou juga kembali menundukkan kepala untuk membaca buku, tetapi secara tidak sadar beberapa kali dia diam-diam menatap gadis yang mengganggunya itu sedang memasang wajah aneh. Dia sedikit merasa kesal, tapi juga lucu, orang macam apa ini!

Hening sejenak, kemudian ada suara ‘peng..’, Zhao Fanzhou mendongak secara refleks, melihat gadis itu bergegas membereskan mejanya dan menjatuhkan sebuah cangkir. Ah — sepertinya sore ini sudah menjadi kacau. Dia mengeluarkan sebungkus tissue dan menyerahkannya. Gadis itu menerima tissue dan tersenyum dengan penuh terima kasih kepadanya, lalu mengelap air agar tidak menyebar di atas meja. Setelah selesai membersihkan mejanya, tiba-tiba dia memeluk kepalanya di atas meja, bahunya sedikit bergetar. Zhao Fanzhou sedikit terkejut, apakah mungkin begitu saja sudah menangis? Menunggu sampai dia mendongakkan kepalanya, Zhao Fanzhou baru melihat bahwa matanya sangat bersinar, wajahnya penuh tersenyum merona dan dia tertawa dengan sangat senang. Apakah begitu lucu?

Benar saja, sepanjang sore ini dia terus memperhatikan gadis itu menjatuhkan barang ini, barang itu, pergi ke toilet, meminjam buku, dan menuang air. Setiap kali gadis itu melakukan sesuatu yang menimbulkan suara, dia akan diam-diam mengintip ke sekitarnya, lalu menundukkan kepalanya selama sepuluh menit.

‘Fanzhou, mau makan malam bersama? Jia Yichun.’ Ponsel itu bergetar di atas meja, dia mengangkatnya dan melihat gadis pendek di seberangnya berbisik kepada gadis di sebelahnya, “Suara getaran ponselnya seperti suara orang buang angin.” Gadis itu mendorongnya kemudian keduanya tersenyum bersama.

‘Boleh, nanti ketemu di depan kafetaria saja.’ Dia membalas pesan teks itu, lalu membereskan barang dan bersiap-siap untuk pergi. Sebelum pergi dia masih sempat memandangi gadis itu, dia sedang menundukkan kepala dan terlihat sangat serius sampai tidak memperhatikan kepergiannya.

Dia bertemu dengan Jia Yichun di depan kafetaria. Jia Yichun tersenyum dan berkata, kamu tiap hari belajar sampai menjadi seperti kutu buku, apakah buku ‘Securities Investment Analysis’ yang aku pinjamkan kepadamu waktu itu sudah selesai dibaca? Zhao Fanzhou baru tersadar, sepanjang sore ini dia terus memperhatikan gadis yang duduk di seberangnya itu, hampir tidak membaca buku, jadi dia hanya tersenyum dan menggeleng.

Dua hari kemudian, di Gedung Jurusan Bahasa Inggris, Zhao Fanzhou melihat gadis yang waktu itu di perpustakaan sedang berbicara dengan gembira dengan seorang orang asing. Gadis yang mungil seperti itu, berdiri di samping orang asing, terlihat sangat lucu. Seperti tenggelam di antara orang-orang yang berbadan tinggi. Dia membalikkan punggungnya, sepertinya merasakan tatapan mata Zhao Fanzhou, tetapi tatapan matanya kembali berbalik dan berbicara dengan orang asing itu lagi. Zhao Fanzhou sedikit kecewa, dia tidak menyombongkan diri dan berpikir bahwa gadis itu harus mengingat dirinya, tetapi baru saja dua hari lalu bertemu. Dua hari lalu, Zhao Fanzhou mengalami sepanjang sore yang sangat berisik karenanya, dia masih memasang wajah aneh untuknya, bahkan dia masih memberikan sebungkus tissue kepadanya. Sekarang bahkan menatapnya selama dua detik saja tidak, apakah dia begitu tidak meninggalkan kesan untuknya?

Ini adalah sebuah fenomena yang aneh, ketika kamu sedang memperhatikan seseorang, sepertinya kamu akan sering bertemu dengannya di saat-saat yang tidak terduga.

Kampus yang begitu besar, Zhao Fanzhou tampaknya selalu dapat bertemu dengan gadis ini: Kafetaria, dia sedang makan di deretan meja depannya; Perpustakaan, dia kebetulan sedang mengantre berjarak tiga orang di depannya untuk mengembalikan buku; Toko Koran, dia sedang berdiri di sampingnya dan membaca majalah; Supermarket, dia mendorong troli dan melewatinya… Hal yang membuatnya merasa kecil hati adalah bahwa gadis ini tidak pernah menyadari keberadaannya. Setidaknya dia juga termasuk pria yang punya tampang, sejak kecil dia bahkan tidak sedikit menerima surat cinta, bagaimana bisa di hadapan gadis seperti ini dia hanya menjadi seorang pejalan kaki yang lewat saja?

KCYM 7 - Semanis Madu
KCYM 9 - Ingatlah Padaku

Leave a Reply

Your email address will not be published.