KADA 08. Menyalahkan [2]

Featured Image

“Bahkan jika meridianmu terbuka, usiamu cukup tua. Ini akan membuatmu lebih sulit untuk meng-kultivasikan seni bela dirimu.”

Setelah mengatakan ini, dia tiba-tiba mengubah topik dan tersenyum, “Tapi makanan yang kamu buat lumayan, dan aku sangat senang dengan makanan itu. Nanti, datang ke paviliun elixir dan ambil dua elixir untuk menguatkan tubuhmu dariku. Ketika kamu kembali ke kamarmu, kamu masukkan elixir ini ke air dan berendamlah di dalamnya. Ini akan membuat tubuhmu lebih kuat.”

Mata Wu Xuan langsung menyala dan dia berterimakasih pada sesepuh.

Elixir ini digunakan untuk menguatkan tubuh, tapi Wu Xuan lebih tertarik pada hal yang disebut alkemi dan elixir.

Saat ini, paman Wu langsung menarik lengan bajunya. Wu Xuan mengerti apa yang paman Wu coba minta dia lakukan. Dia menggaruk kepalanya canggung, dan mengambil kesempatan dari suasana hati para sesepuh yang baik saat dia malu-malu berkata, “Sebenarnya, saya harus memberitahu anda sesuatu, sesepuh kesembilan*. Saya berharap mendapat pengampuan anda.”

*Aku yakin sebelumnya nyebutin kotak itu punya sesepuh ke – 8, tapi di sini sesepuh ke-9.

“Yi? Apa yang telah kau lakukan hingga membutuhkan pengampunanku?” Sesepuh kesembilan berikir sejenak. Wu Xuan tidak melakukan sesuatu yang salah.

“Err…Saya memasak rumput naga es anda…”

“Puii..”

Para sesepuh sedang menikmati teh mereka. Ketika mendengar kata-kata Wu Xuan, mereka langsung meludahkan* tehnya, dan meja dipenuhi dengan air teh.

*Aku kurang yakin menggunakan kata ini….

“Hahahaha! Dia menggunakan rumput naga es untuk memasak. Hanya seorang koki sepertinya yang bisa memikirkan ini….hahahaha…sesepuh kesembilan, ini aneh!”

Semua sesepuh tertawa hingga air mata keluar dari mata mereka. Terdapat banyak orang yang bertindak bodoh sebelumnya, tapi pria ini melampaui mereka semua. Ketika mereka menatap perban di kepala Wu Xuan, mereka percaya dia keterbelakangan mental dan telah melakukan ini.

Mata Sesepuh kesembilan melebar saat dia berkata, “Kamu memasak rumput naga es? Pemborosan semacam ini. Meskipun itu tidak terlalu mahal, seharusnya tidak seboros ini. Apakah kamu tidak tahu jika kamu memasak mereka, energi spiritual dan karakteristik spiritual dari rumput naga es akan hilang?”

Sesepuh kesembilan adalah kepala paviliun elixir dan menyukai bahan spiritual. Ketika dia mendengar rumput itu digunakan untuk memasak, dia sangat marah hingga matanya terbuka lebar dan dia sulit bernapas. Jika tidak karena fakta dia tidak bisa menelan kembali perkataanya, dia tidak akan ragu untuk mengambil kembali dua elixir yang telah dia hadiahkan kepada Wu Xuan.

Mata Wu Xuan berkilau. Dia tidak masalah dimarahi – dia pantas menerimanya. Awalnya, dia tidak percaya paman Wu. Dia pikir paman Wu sedikit bodoh dan tidak tahu bahwa itu mungkin untuk tetap menjaga karakteristik spiritual dari rumput spiritual dengan memasaknya.

Tapi dia percaya sesepuh kesembilan. Lagi pula, sesepuh kesembilan adalah pemimpin paviliun elixir dan tidak ada alasan untuk membohonginya.

Karena mereka berkata bahan- bahan itu tidak bisa dimasak, lalu ini pasti benar. Kekuatan dari rumput itu pasti berkurang.

Tapi pada saat yang sama, dia mengkonfirmasi kemampuan khususnya itu unik.

“Lalu apakah kamu menambahkan rumput naga es di hidangan tadi?” Sesepuh kesembilan bertanya.

Wu Xuan menggelengkan kepalanya, “Aku memasak itu dan mencobanya sendiri…”

Wajah sesepuh kesembilan berkedut. Jika itu diletakkan di dalam kristal naga, dia telah memakannya dan tidak akan menyalahkan Wu Xuan. Tapi ini dimakan sendiri olehnya….

Sesepuh kesembilan tidak pernah menganggap Wu Xuan bisa menjaga karakteristik dari tanaman spiritual. Di pikirannya, semua energi tanaman pasti telah disia-siakan. Itu tidak pernah terpikir olehnya Wu Xuan bisa menjaga karakteristik spesial dari tanaman ketika dia memasaknya.

Saat ini, paman Wu tiba-tiba berdiri, “Sesepuh kesembilan. Wu Xuan telah melukai kepalanya, dan pikirannya tidak sehat. Dia telah membuat kesalahan. Tolong maafkan dia!”

Wu Xuan tidak peduli tentang klan, tapi dia sangat berterimakasih pada paman Wu. Selama bertahun-tahun, paman Wu telah memperlakukannya seperti seorang putra. Sangat menyedihkan mantan dirinya telah meningggal.

Mendengar perkataan paman Wu, sesepuh kesembilan menatap tajam Wu Xuan dan menggerakan tangannya, “Rumput naga es ini tidak terlalu mahal. Aku hanya merasa ini membuang-buang sumber daya. Aku tidak sekejam itu untuk menghukumnya hanya karena membuat kesalahan. Aku harap kamu tidak akan melakukan kesalahan lagi atau menyia-nyiakan bahan spritual lagi.”

Sebagai pemimipin paviliun elixir, menyia-nyiakan bahan spiritual seperti memotong daging dari tubuhnya.

Wu Xuan langsung mengakui, “Paham, sesepuh kesembilan. Saya tidak akan berani melakukannya lagi!”

Di dalam hatinya, Wu Xuan tidak menyerah. Jika ada lain waktu, dia tidak akan membiarkan mereka tahu.

“En, pergi dan ambil elixirmu. Biarkan murid itu tahu aku yang menyetujui ini.” Sesepuh kesembilan membubarkan mereka.

Setelah Wu Xuan dan paman Wu pergi, ruang makan dipenuhi tawa lagi. Ini adalah hal terlucu yang pernah mereka dengar. Wu Xuan ini sangat bodoh. Tapi mereka tidak marah karena kehilangan satu rumput spiritual. Itu tidak terlalu masalah untuk mereka.

 

Hai chapter ini yang terbaru ya?

Yang 2 tadi,  udah per nah Aku publish.  Aku publish ulang karena ternyata Aku salah publish sebelumnya ??? maaf ya..  

Kalau ada kata-kata yang kurang pas atau typo silahkan komen.

Nantinya mungkin ada kata yang aku terjemahin dengan kata lain (bukan yang sebelumnya aku pake) kalau dirasa itu lebih cocok…. 

KADA 07. Menyalahkan [1]
KADA 09. Konflik

Leave a Reply

Your email address will not be published.