KADA 02. Saran

Featured Image

“Jadi ini adalah dapur…” Wu Xuan bahkan tidak pergi ke dekat dapur ketika dia menangkap aroma menggiurkan. Ingatan yang telah diterimanya memberitahunya tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Meskipun dia sudah tahu apa yang terbayang dari ingatan yang telah dia warisi, dia masih menghela nafas saat melihat dapur.

Gudang tempat dia berada tidak jauh dari dapur. Itu hanya perjalanan singkat. Tidak ada seorangpun di sekitar dan diapun tidak bertemu siapapun di jalan. Ini adalah halaman belakang – selain seseorang yang tidak dapat mempraktekan seni bela diri, sisa dari murid-murid itu mungkin tidak memasuki area ini.

Selain datang kemari untuk mengambil makanan, mereka tidak memiliki ketertarikan dengan tempat ini.

Ketika Wu Xuan memasuki dapur, dia mengevaluasi semua peralatan di dapur. Tidak ada peralatan dapur modern. Asap disekitar dapur sangat tebal dan berat, dan banyak koki yang sedang memasak makanan di wajan mereka. Setiap orang merasa sangat berat. Tersebar di atas meja di dekat mereka beberapa makanan yang sudah siap untuk dihidangkan. Porsi makanannya sangat besar.

Klan Wu adalah salah satu dari klan terbesar di kota Xuanlong, dan memiliki banyak murid. Ada sekitar 200 lebih murid. Karena itu, setiap hari, para koki harus memasak banyak makanan untuk semua murid itu. Juga, makanan yag dibuat harus enak. Ini adalah ujian dari keterampilan para koki itu.

Beruntung bagi Wu Xuan, dia telah ditugaskan untuk bekerja dengan paman Wu. Paman Wu adalah koki yang baik, dan dia hanya harus melayani berbagai kepala klan dan sesepuh klan. Jumlah makanan yang harus dia masak tidak banyak, tetapi ini tidak mudah. Sebagai gantinya, itu menciptakan lebih banyak tekanan untuk paman Wu. Ini dikarenakan jika makanan yang dia buat tidak enak sesepuh dan kepala klan akan menyalahkannya, dan ini artinya hukman yang sangat parah.

Dia masih memiliki beberapa waktu sebelum melayani para VIP, tapi paman Wu sudah mulai memasak lebih awal. Wu Xuan telah belajar banyak  keterampilan memasak dari paman Wu. Biasanya, dia bisa membantu untuk mengambil beberapa tekanan dari paman Wu, tapi hari ini pengecualan untuk pengaturan itu.

Wu Xuan hanya memandangi para koki yang sedang bekerja sebentar, dan langsung berjalan menuju pondok kayu kecil di samping. Di sini adalah tempat dimana paman Wu memasak. Di sini adalah satu-satunya dapur pribadi di klan Wu. Itu lebih baik daripada dapur umum.

Seperti yang diharapkan, asapnya tidak tebal di dapur paman Wu. Itu juga lebih bersih. Setelah dia memasuki dapur, paman Wu mengangkat kepalanya dan bertanya, “Xuan kecil, kenapa kamu ada di sini? Tidakkah aku memintamu untuk libur dan istirahat hari ini?”

Wu Xuan tersenyum saat dia berjalan masuk, “paman Wu, aku baik-baik saja. Biarkan aku membantumu.”

Wu Xuan merasa bosan. Dia pikir dia harus berjalan-jalan sebentar dan melihat sekitar lebih jauh. Juga, Wu Xuan tertarik dalam memasak. Karena itu, dia ingin melihat apa jenis bahan dan makanan yang ada di dunia ini.

Paman Wu bersikeras dan menolak bantuannya, “tidak! Kamu terluka dan kamu harus istirahat! Jika kamu meneruskan untuk bekerja ketika kamu terluka, lukamu akan menjadi lebih serius. Ini hanya akan membuat standar memasakmu turun. Kamu haru memikirkan gambaran besarnya jangan bertingkah!”

Wu Xuan tahu paman Wu khawatir padanya. Dari cara paman Wu merawatnya, lagipula dia tahu bahwa dia tidak akan bisa meyakinkan paman Wu.

Karena itu, Wu Xuan tidak memiliki pilihan lain selain menyerah, “lalu aku hanya akan melihat dari samping. Apakah itu baik-baik saja denganmu?”

Paman Wu berpikir sejenak dan menganggukkan kepalanya. Dia melanjutkan pekerjaannya. Dia membuka pot dan aroma yang menggugah selera melayang keluar. Mencium ini, wajah paman Wu terlihat bahagia.

Wu Xuan melirik. Hidangan ini adalah ayam goreng. Kulit ayam goreng itu digoreng hingga kulitnya berwarna kuning keemasan. Terlihat lapisan kulit yang tipis pada ayam itu. Lapisan itu seharusnya dibuat dengan telur.

Wu Xuan melihat kukusan besar di dekatnya, dan menangkap keharuman dari hidangan itu. “yi, apakah hidangan ini untuk makan malam para sesepuh juga?”

Paman Wu menghela nafas lega. Dia akhirnya menyelesaikan semua hidangan, dan dia tersenyum saat dia menjawab, “itu benar! Semua hidangan ini adalah untuk makan malam para sesepuh dan kepala klan. Kukusan adalah hidangan terakhir. Ketika itu selesai, makan malam dapat dihidangkan kepada mereka.”

“lalu bolehkah aku melihat hidangan apa ini?” mata Wu Xuan tidak meninggalkan kukusan.

Paman Wu tersenyum, “tentu saja kamu boleh! Kamu bukan orang luar. Tapi kamu tidak boleh memakan makanan ini diam-diam.”

Ketika dia mendapat persetujuan, Wu Xuan membuka penutup kukusan. Di dalamnya adalah makanan untuk makan malam hari ini. Karena paman Wu menyelesaikan masakan lebih cepat,dia menaruh hidangan ke dalam kukusan untuk menjaga makanan tetap hangat.

Wu Xuan hanya melihat sekali, dan dia langsung menutupnya. Dia tampak tercengang. Dia mencari ingatannya dan tampak memahami sesuatu.

Paman Wu juga terkejut dengan perilakunya. Dia tidak tahu apa yag ingin dilakukan Wu Xuan. Sejak dia jatuh dari tangga, dia telah berubah. Di masa lalu, dia sangat pemalu dan hormat, dan sangat berhati-hati dengan ucapannya. Dia takut menyinggung seseorang.

Paman Wu tidak terlalu memikirkan hal itu. Hal yang paling penting adalah Wu Xuan baik-baik saja. Perubahan perilakunya cukup bagus.

Beberapa saat kemudian, Wu Xuan berbalik dan bertanya, “paman Wu, akhir-akhir ini, bagaimana perasaan para sesepuh?”

Pertanyaan tiba-tiba ini membuat paman Wu tercengang. Mengapa Wu Xuan bertanya suatu pertanyaan yang aneh? Tapi paman Wu tetap menjawab, “Para sesepuh tidak merasa baik. Akhir-akhir ini ada rumor di dalam klan…mengapa kamu bertanya hal ini?”

Wu Xuan berpikir sejenak dan berkata, “Paman Wu, aku pikir hidangan-hidangan itu tidak cocok untuk sesepuh. Ini akan membuat mereka lebih jengkel.”

“Apa? Kamu berkata hidanganku tidak cocok untuk sesepuh?” paman Wu menatap tajam Wu Xuan. Ini adalah spesialisasinya! Tidak seorangpun yang suka dikiritik dan paman Wu menegaskan kembali, “hidangan-hidangan ini adalah kesukaan sesepuh klan. Bagaimana bisa kamu mengatakan mereka tidak cocok!”

Wu Xuan melihat paman Wu merasa tidak senang, dan dia menyeringai, “Aku tidak mengatakan makananmu tidak enak. Semua orang tahu kamu adalah koki terbaik di klan Wu. Tapi paman Wu, pikirkan itu sejenak. Semua hidangan yang kamu masak cukup panas, dan rasanya tebal. Dan cuaca sangat panas beberapa hari ini. Jika kamu menghidangkan makanan ini kepada sesepuh, tidakkah mereka akan lebih muah tersinggung.”

Paman Wu telah merawatnya, dan Wu Xuan dengan hati-hati menyanjung paman Wu sebelum menasihatinya. Dengan pujian, logika dan bujukan, dia dapat mengubah pikiran paman Wu.

Paman Wu mengerutkan kening, dia setengah percaya dengan apa yang dikatakan Wu Xuan.

Melihat ini, Wu Xuan menyerang saat besi masih panas, “Paman Wu, pikirkanlah, beberapa hari ini, sesepuh tidak makan banyak?”

Berdasarkan ingatannya, sesepuh tidak memiliki selera makan. Tetapi mereka juga tidak menyalahkan paman Wu. Mereka frustasi oleh beberapa hal yang menekan, dan selera makan mereka berkurang.

Tentu saja, paman Wu tahu tentang selera makan mereka. Dia adalah satu-satunya yang memasak dan menyajikan mereka. Dan juga satu-satunya yang membersihkan setelah mereka selesai makan. Ketika dia melihat itu tersisa banyak, dia khawatir kehilangan pekerjaannya dan disalahkan.

“Oh sayang, apa yang harus kita lakukan? Tidak banyak waktu yang tersisa! Bahkan jika aku ingin membuat penggantinya, itu akan sangat terlambat!” Paman Wu menggelengkan kepalanya. Dia tidak mengetahui banyak resep dan hanya tahu beberapa spesialisasi ini.

Wu Xuan menepuk dadanya, dan berhasil membuat dirinya terhuyung. Badan ini terlalu lemah! Dia memantapkan dirinya dan tersenyum, “Paman Wu, tenang! Kamu masih memiliki aku! Aku tahu bagaimana caranya memasak!”

 

 

 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.