IBKP 86 [3]. Menjadi Lebih Bodoh

Featured Image

“Presiden Su, ada sesuatu yang harus aku laporkan.” suara Kang Zhong yang tidak pasti datang melalui telepon.

“Bicara.”

“Kemarin pagi, sebuah postingan muncul di semua forum dan situs web utama. Kontennya sangat sederhana, dan menanyakan apa yang telah kamu berikan pada Jiran. Bahkan, ada banyak posting seperti ini. Pada awalnya, kami tidak terlalu memperhatikan tetapi siapa yang tahu sekitar jam tiga pagi, beberapa penggemar lokal mulai membuat gangguan mengatakan bahwa jika kami tidak mengumumkan apa hadiah itu, mereka akan duduk di luar perusahaan di pagi hari. Awalnya, ini seharusnya menjadi lelucon, tetapi sebagian orang benar-benar telah tiba di perusahaan pagi ini. Ada sekitar 20 orang. Bagaimana kita menangani ini?”

Kang Zhong merasa sangat tidak berdaya. Siapa yang tahu para penggemar zaman ini begitu gila dan begitu banyak masalah muncul hanya karena hadiah?

Wajah Su Yanyi menjadi gelap karena laporan ini. Tidak bisakah topik kado tetap di masa lalu? Mengapa orang masih menyebutkan ini?!

Pada saat yang sama, Jiang Xiaobin menyampaikan hal yang sama kepada Qin Jiran. Namun wajah Qin Jiran sedikit aneh.

Setelah keduanya menutup telepon, mereka saling memandang dalam diam.

“Jika kamu berani berbicara tentang hadiah itu …” pada saat yang sama Su Yanyi berbicara, dia membuat gerakan ‘memotong tenggorokan’ dan dengan dingin mengancamnya.

Qin Jiran pikir itu lucu tapi masih menjawab dengan gerakan ‘zip bibir’ dan bertingkah imut.

(Gambar dibawah ini zip bibir)

Su Yanyi mengangkat kepalanya dengan puas dan segera berubah menjadi Ratu Es.

Qin Jiran tidak bisa tidak mencuri kecupan dari sudut bibir Su Yanyi sebelum dia terus menyiapkan sarapannya. Dia memandang Qin Jiran dan berpikir tentang betapa patuhnya dia dan mengindahkannya, jadi dia tidak keberatan untuk ciuman sesekali.

Ketika Su Yanyi tiba di perusahaan, sekitar 20 orang berdiri di luar dan mengangkat bendera kecil dan plakat tulisan tangan. Konten itu semua ada hubungannya dengan hadiah.

Su Yanyi kaget dan tidak bisa mengerti. Tidak apa-apa bahwa para penggemar penasaran bahwa dia memberi Qin Jiran hadiah, tetapi mengapa menggunakan metode seperti itu untuk mengetahuinya? Meskipun mereka mengaku ‘penasaran’, pada kenyataannya, mereka memaksanya. Bagaimana mungkin dia, Su Yanyi, berkompromi dengan mereka mengenai hal ini?

“Mengapa aku harus memberi tahu kalian apa yang aku berikan kepadanya? Ini adalah tempat umum. Aku tidak bisa mengontrol berapa lama kalian ingin berdiri di sini. Para penggemar memiliki hak untuk tahu tetapi itu tidak berarti bahwa para penggemar memiliki hak untuk melanggar privasi idola mereka. Kalian membuat kami merasa kecewa dengan tindakan kalian.” Su Yanyi berjalan dengan bangga ke arah kerumunan, bersenang-senang dengan aura es-nya. Dia sedikit mengangkat dagunya dan mempertahankan sikap angkuh yang mengesankan. Setiap kata yang dia ucapkan jelas dan acuh tak acuh, membuat 20 atau lebih orang merasa malu!

Tentu saja, ada beberapa yang tidak menerima ini sebagai jawaban. Ada seorang gadis cantik, berusia tujuh belas atau delapan belas tahun, yang mulai berteriak setelah mendengar kata-kata Su Yanyi. “Kenapa kita tidak boleh tahu? Qin Jiran adalah milik semua orang dan bukan hanya milikmu. Kamu bahkan tidak akan memberi tahu kami apa yang kamu berikan padanya. Kamu terlalu picik!”

Bagaimanapun, dia masih anak-anak dan tidak akan berlebihan. Tentu saja, untuk Su Yanyi, fans itu memprovokasi dia, terutama dengan kalimat itu: Qin Jiran bukan hanya miliknya … Ini membuat aura di sekitarnya membeku!

Su Yanyi yang berpikiran sempit dan posesif, membenci orang yang mencoba memprovokasi dia. Qin Jiran adalah miliknya dan hanya miliknya!

“Karena aku adalah istrinya yang sah dan dia mencintaiku dan mendengarkan semua kata-kataku. Aku berani mengatakan bahwa dia adalah milikku dan hanya milikku. Tidak peduli seberapa terobsesi kamu dengan dia, dia tidak akan pernah menjadi milikmu!” ini adalah pertama kalinya Su Yanyi berkelahi dengan seorang gadis remaja. Dia pikir itu sedikit tidak dewasa karena dia memperebutkan kasih sayang Qin Jiran. Sejujurnya, Su Yanyi cukup senang dengan ini. Dia harus mengumumkan bagaimana Qin Jiran miliknya dan bagaimana tidak ada yang berani mencuri darinya!

Tapi itu sudah cukup untuk hanya membicarakannya. Dia tidak ingin melanjutkan pertarungan ini dengan gadis remaja itu. Dia meminta petugas keamanan memperhatikan dan memastikan tidak ada insiden sebelum dia masuk ke perusahaan dengan aura dingin.

Di belakangnya, sekelompok gadis remaja saling memandang tanpa berkata-kata. Tepat setelah itu, seseorang berteriak dengan bersemangat. “Dia layak menjadi Ratu kita. Dia sangat cantik, keren dan penuh dengan sikap yang mengesankan!”

“Heh. Aku awalnya datang untuk melihat Ratu. Tentu saja, dia penuh dengan sikap yang mengesankan. Aku seorang penggemar Ratu sejati. Apakah kalian ingin bergabung? Kami memiliki banyak saudara perempuan dalam kelompok kami dan mereka semua adalah penggemar Ratu.” gadis remaja lainnya yang lebih tenang berkata dengan mata cerah.

“Ah, kita memiliki pikiran yang sama. Aku mengambil kesempatan ini untuk melihat dua ‘Mr. & Mrs.’. Meskipun aku belum melihat Tuan Qin, aku telah melihat Ratu Su. Ini masih layak dikunjungi.” gadis remaja lainnya yang mengenakan kacamata ikut berkata. Matanya juga berkilau dan cerah.

“Hei, bagaimana … bagaimana kalian bisa seperti ini? Bukankah kita datang karena kita ingin tahu apa hadiah itu? Kalian tidak marah dengan bagaimana dia berbicara kepada kita?” ini adalah gadis yang menanyai Su Yanyi. Wajahnya mengerut saat dia memandang semua orang seolah-olah mereka telah berbuat salah padanya.

“Kami ingin tahu apa hadiah itu, tetapi seperti apa yang dikatakan sang Ratu, itu urusan pribadi mereka. Akan lebih baik jika kita tahu tetapi bukan masalah besar jika kita juga tidak tahu. Bagaimanapun, keduanya berkencan. Aku hanya ingin melihat mereka secara pribadi dan ketika aku melewatkan acara amal karena aku ada di tempat lain, aku datang ke sini ketika aku punya waktu.”

“Ah. Itu sama untukku. Mari berjabat tangan, berjabat tangan. Kita akan menjadi teman di masa depan. Jika ada kejadian tentang Tuan Qin atau Ratu Su, kita bisa pergi bersama …”

Gadis-gadis itu mulai mengobrol, dan itu jauh lebih ribut daripada suasana hening mereka. Penjaga keamanan yang seharusnya ‘merawat mereka’ merasakan garis-garis hitam turun* di kepala mereka. Mereka merasa bahwa mereka dibuat terdiam oleh anak-anak muda yang tak tahu malu ini. Bukankah mereka terlalu manipulatif?

(*TN: Maksudnya, seperti kerutan di dahi. Tapi karena mereka penjaga keamanan jadi, itu lebih cocok kalau garis-garis ketegasan/kegarangan.)

Tidak lama kemudian, di forum dan situs web utama, terutama yang di bawah Weibo Su Yanyi, ada topik baru.

Sang Ratu perkasa. Sang Ratu mendominasi. Ini semua digambarkan dalam video.

Ini jelas seseorang yang hadir dan telah merekam video tanggapan Su Yanyi. Setelah mereka merekam video, mereka dengan bersemangat mengunggahnya. Meskipun sudutnya tidak ideal, pemandangannya masih jelas.

Ini membuat rantai pernyataan deklarasi Su Yanyi yang dominan tak tertandingi untuk publik. Banyak penggemar bahkan mengkonfirmasi keabsahan video dan ini berkontribusi pada banyak komentar.

“Sang Ratu layak menjadi Sang Ratu. Dia jelas cukup dominan!”

“Mengapa aku merasa seperti Ratu dan Kaisar Film memamerkan kasih sayang mereka?”

“Aku benar-benar ingin tahu apa hadiah itu juga. Tapi karena Ratu merahasiakannya, kita hanya bisa menghormatinya dan menelan keingintahuan!”

“Apakah kalian mendengar poin utamanya? Ada satu kalimat yang Ratu katakan membuatku merasa sentimental. Apakah kalian memperhatikan? Cepat tanggapi. Katakan padaku ‘kalimat mana yang paling kalian sukai’ atau ‘kalimat paling dominan’!”

“Itu pasti ‘dia hanya milikku’. Tidak ada kalimat lain yang lebih dominan dari kalimat ini!”

“Seharusnya- ‘dia hanya mencintaiku’. Lihat betapa percaya diri dan mendominasinya dia?! Ini menunjukkan betapa Kaisar Film mencintai Ratu!”

“Tidak tidak Tidak. Seharusnya ‘dia hanya mengindahkanku’. Ternyata, inilah yang terjadi. Menjinakkan Kaisar Film dan yang lainnya benar-benar membuatnya dominan. Ratu, kamu jelas-jelas idola kami!”

Berdasarkan analisis ini, percakapan berkisar pada kata-kata yang sama. Berangsur-angsur, kata-kata, “dia hanya mengindahkanku” mendapatkan popularitas dan persetujuan banyak orang untuk beberapa alasan.

Tentu saja, beberapa komentar tentang Su Yanyi dan bahkan ada beberapa berita negatif. Itu dengan cepat digulingkan oleh aliran orang yang stabil dan segera ditenggelamkan di lautan komentar. Itu bahkan tidak menghasilkan dampak negatif bagi Su Yanyi atau Qin Jiran. Ini cukup bukti betapa stabilnya status Su Yanyi dan Qin Jiran.

Pada saat ini, Qin Jiran juga menonton video ini dan komentarnya saat di lokasi syuting. Dia tetap tenang saat Jiang Xiaobin berusaha yang terbaik untuk melihatnya. Dia tidak bisa mengatakan apa arti ekspresi Qin Jiran. Apakah dia senang atau tidak?

“Saudara Qin, katakan padaku. Apa yang Presiden Su berikan kepadamu? Kami benar-benar ingin tahu dan melihat bagaimana penggemarmu duduk di depan perusahaan dan menuntut jawaban.”

Qin Jiran bahkan tidak peduli dengan Jiang Xiaobin. Dia terus syuting adegannya. Hadiah apa yang―jangan pernah terpikir untuk mencari tahu. Kalau tidak, begitu berita itu menyebar, dia pasti akan dibunuh oleh Yanyi! Gambar Yanyi yang mengancamnya pagi ini masih jelas di benaknya. Dia galak dan imut.

Ketika dia selesai syuting adegan terakhir, itu sudah sore. Qin Jiran buru-buru menelpon Su Yanyi, tidak memedulikan fakta bahwa dia belum makan apa pun.

“Aku baru saja selesai syuting adegan. Haruskah aku pergi dan menjemputmu sekarang?” saat Qin Jiran mengatakan ini, dia berjalan ke arah tempat parkir. Namun, begitu dia menyelesaikan kata-katanya, dia melihat sosok cantik berdiri di samping mobilnya dan memegang teleponnya, menatapnya. Jika bukan Yanyi, siapa itu?

“Yanyi, kenapa kamu datang? Apakah kamu sudah lama di sini? Kenapa kamu tidak masuk dan menunggu? Apakah kamu lelah?” Kaisar Film yang tak berperasaan segera berubah menjadi orang yang berbelas kasih.

“Aku lapar. Ayo cepat pulang. Ibu sudah memasak makan sore dan sedang menunggu kita.”

Ketika Su Yanyi mengatakan ini, Qin Jiran berhenti bertanya. Dia tidak melihat mobil Su Yanyi tetapi dia (SY) menunggu di sisi mobilnya, jadi dia (QJ) secara alami akan pulang bersamanya. Qin Jiran membuka pintu untuk Su Yanyi sebelum mengambil alih kemudi dan berangkat.

Author: Blue Shine

Jadilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang kamu suka. -IAMTB

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.