IBKP 75. Tertawalah Terus dan Aku Akan Menggigitmu

Featured Image

Qin Jiran membuat makan malam sambil membiarkan pikirannya kemana-mana. Tiba-tiba, dia mendengar suara Yanyi.

“Apa yang kau pikirkan?” Suara Su Yanyi berdering, mengejutkan Qin Jiran.

Qin Jiran menjawab jujur, sedikit malu: “Aku sedang memikirkan tentang kencan kita berikutnya.”

Su Yanyi mengangkat alisnya, percaya bahwa pria ini akhirnya mulai menjadi pintar. Dia benar-benar tahu untuk merencanakan kencan mereka berikutnya.

“Kalau begitu, kencan ya. Ke mana kau ingin pergi?” Su Yanyi sangat kooperatif dalam masalah kencan. Mungkin pengalaman kehidupan masa lalu yang membuatnya mengerti sedikit lebih banyak. Dia merasa pekerjaan tidak lagi terlalu penting. Jika memungkinkan, ia bersedia menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersantai dan bersenang-senang, serta menghabiskan waktu bersama orang-orang yang diinginkannya.

Su Yanyi setuju dan Qin Jiran tentunya senang. Namun, ketika Yanyi menanyakan lokasi, sakit kepala mulai terbentuk. Kemana mereka harus pergi? Dia hanya memikirkan masalah ini tetapi dia tidak mempunyai jawaban!

“Yanyi, kau suka nonton film? Bagaimana kalau kita menonton film?” Qin Jiran tidak dapat menemukan ide dan pemikiran untuk menyalin prosedur kencan yang khas. Pergi makan, berbelanja, dan menonton film. Dia bisa melewati dua yang pertama.

“Menonton film? Baik. Mari kita pergi setelah makan.” Su Yanyi sedikit terkejut tetapi masih setuju dengan jelas. Selain keperluan bekerja, dia sepertinya tidak pergi ke teater hanya untuk menonton film. Siapa yang membiarkan pekerjaannya sering mengharuskannya untuk menonton film atau acara tv untuk memahami perkembangan pasar dan tuntutannya. Karena itu, film tidak memiliki hiburan untuknya.

Makan malam dengan cepat disiapkan di antara percakapan dua orang. Steak dan anggur merah, bersama dengan beberapa lauk yang sangat indah. Su Yanyi agak kaget dengan makan malam ini. Dia tersenyum penuh arti pada Qin Jiran setelah dia memikirkan sesuatu. Telinga Jiran memerah, sedikit tidak nyaman.

Kenapa sepertinya Yanyi memandangnya dengan aneh, seolah-olah dia telah merencanakan sesuatu pada Yanyi? Dia merasa bersalah bukan ini yang seharusnya terjadi. Dia hanya ingin mengubah gaya makanan untuk Yanyi dan dia tidak memiliki pemikiran lain. Dia bisa bersumpah pada bola lampu di langit-langit!

“Um, aku hanya mengubah rasanya. Kita tidak bisa selalu makan makanan China.” Qin Jiran buru-buru menjelaskan, berharap Yanyi tidak akan berpikir dia menyembunyikan niat jahat. Tapi Yanyi memandangnya seolah-olah dia mengerti segalanya, yang membuat Jiran merasa bahkan seakan-akan dia tidak bisa menjelaskan kenyataan.

Su Yanyi tersenyum tanpa mengatakan apapun. Ini membuat Qin Jiran lebih tenang. Mereka hanya makan makanan gaya barat. Mengapa suasananya tiba-tiba menjadi ambigu? Jiran cukup malu.

“Di masa depan, kau bisa sering mengubah rasanya. Aku tidak keberatan.” Sebelum wajah Qin Jiran hampir memerah, Su Yanyi menjawab dengan tenang. Tidak yakin mengapa, tapi Qin Jiran percaya Yanyi menggodanya.

Setelah mereka makan malam yang lezat dan memuaskan, keduanya memutuskan untuk keluar setelah berdandan. Ini memberi mereka perasaan sebagai pasangan yang sudah lama menikah dan mereka akan pergi berkencan.

Keduanya memutuskan untuk mengganti sepatu mereka didekat pintu ketika kura-kura emas kecil yang berkilau naik di atas sepatu Qin Jiran. Dia memberi orang perasaan seolah-olah dia ingin dikantongi dan dibawa. Mata bergerak berputar-putar, mengeluarkan ekspresi cerdas dan lucu.

Qin Jiran tanpa daya menempatkan kura-kura emas kecil dari sepatunya ke samping sebelum mengenakan sepatunya. Dia menyaksikan kura-kura emas kecil menggunakan cakarnya untuk meraih ujung celananya dan menatap penuh harap pada Qin Jiran. Qin Jiran tidak memiliki perlawanan terhadap binatang lucu. Karenanya, dia tidak tega menariknya.

“Kau juga ingin pergi?” Qin Jiran tidak tahu mengapa dia bisa memahami ekspresi sang kura-kura. Tapi dia mengerti, tanpa berkata-kata.

Kura-kura kecil itu menganggukkan kepalanya dengan keras, takut bahwa tuan mungkin mengira dia menggelengkan kepalanya!

Aku benar-benar ingin melihat dunia di luar! Sejak aku datang ke Bumi, aku tidak pergi keluar untuk melihat-lihat. Siapa yang tahu jika ada saudari kura-kura yang cantik di luar. Aku tidak ingin menjadi kura-kura yang kesepian dan menonton tuan memperlihatkan kemesraan di depan umum!

Garis-garis hitam terlihat di kepala Qin Jiran. Sekarang, dia agak takut pada kura-kura emas kecil yang menganggukkan kepalanya. Apakah dia perlu melakukan ini secara kebetulan setiap waktu? Apakah dia benar-benar mengerti kata-katanya?

“Tidak.” Qin Jiran bingung dengan apa yang harus dilakukan ketika Su Yanyi menjawab, langsung menolak kura-kura kecil itu. Mengapa mereka membawa bola lampu pada kencan mereka? Ini jelas tidak boleh terjadi!

(bola lampu = orang ketiga pengganggu.)

Ekspektasi kura-kura kecil langsung tenggelam. Dia berhenti memegang ujung celana Qin Jiran dan meletakkan cakarnya ke bawah, menyusut menjadi bola. Dia memasuki cangkangnya dan menggunakan tindakannya untuk mengekspresikan kesedihannya.

Jika tuan laki-laki yang menolaknya, dia masih bisa bersikap imut, memeluknya, dan memintanya untuk membawanya. Tapi tuan perempuan itu yang menjawab, jadi dia menyerah. Siapa yang menyuruh tuan laki-laki hanya mendengarkan kata-kata tuan perempuan itu!

Qin Jiran benar-benar terdiam oleh rantai tindakan kura-kura kecil itu. Dia menatap Su Yanyi dengan bertanya, seolah bertanya: apakah kau tidak berpikir ada yang berbeda dengan kura-kura kecil ini? Apakah benar-benar tidak masalah untuknya memiliki IQ setinggi itu?

Su Yanyi tentunya menyadari kebingungan Qin Jiran. Tapi dia tidak bisa menjelaskan bahwa kura-kura ini dihadiahi oleh sistem dan dia tidak tahu dari mana jenis kura-kura ini berasal. Dia tetap diam, mengabaikan Qin Jiran.

Namun, dia pikir sangat menarik untuk melihat penampilan Qin Jiran yang kehabisan kata-kata serta garis-garis hitam yang jatuh di wajahnya.


 

Keduanya pergi ke salah satu bioskop di bawah nama Majestic Entertainment. Ketika mereka membeli tiket, Qin Jiran tentunya mencari pendapat Su Yanyi. Yanyi; orang dalam lingkaran hiburan yang hanya melihat menonton film sebagai bagian dari pekerjaannya, tidak memiliki preferensi untuk film apa pun. Akibatnya, dia memberi Qin Jiran pilihan untuk memilih yang dia sukai.

Qin Jiran punya beberapa preferensi untuk film. Dengan cepat, dia membeli dua tiket serta seember popcorn. Perlu ada suasana saat menonton film, kan? Dia melihat bahwa pasangan-pasangan lain telah membelinya.

Su Yanyi mengikutinya tanpa bertanya apa jenis tiket mereka. Qin Jiran membeli tiket untuk pasangan. Tempat itu dekat sofa dan sekitarnya memiliki desain sederhana, membentuk ruang kecil yang berdiri sendiri. Ini mengeluarkan perasaan tersembunyi dan berada di bagian depan tengah sehingga kualitas visualnya pastilah cukup bagus.

Keduanya datang pada saat yang tepat. Film akan segera dimulai, dua menit setelah mereka duduk. Judulnya muncul dan saat Su Yanyi melihat judulnya, dia tahu jenis filmnya. Meskipun dia belum pernah melihat ini sebelumnya, dia mendengar namanya. Itu adalah film menegangkan yang cukup terkenal dengan alasan di dalamnya.

“Kau suka menonton film yang menegangkan?” Su Yanyi bertanya, menantikan jawabannya. Ketika dia membiarkan Qin Jiran memilih film yang disukainya, dia menunggu ini. Mendapatkan poin bonus sistem dan yang lainnya, dia telah mengharapkan ini setiap hari!

Seperti yang diharapkan dan tanpa kekecewaan, suara sistem berdering. Ini adalah suara yang dia tunggu-tunggu.

[Selamat kepada tuan untuk menyelesaikan misi tingkat kedua. Poin telah ditambahkan. Anda memiliki sembilan belas poin di level ini sekarang. Mohon terus bekerja keras!]

Su Yanyi puas. Sembilan belas poin. Dia kurang satu lagi. Akhirnya hampir waktunya untuk naik level. Semuanya datang kepada siapa pun yang sabar menunggu.

“Cukup oke. Sangat menarik.” Qin Jiran tentu saja tidak membantahnya. Hanya saja definisinya yang menarik berbeda dari Su Yanyi. Dia menikmati menonton film-film menegangkan tetapi poin utama mengapa dia menyukainya menyebabkan orang menjadi tanpa kata-kata.

Film itu tentang seorang penari yang kehilangan kedua kakinya setelah kecelakaan mobil dan ilusi mereka. Dalam ilusi mereka, penari ini memiliki tubuh normal dan tidak hanya bisa berjalan, tetapi mereka juga bisa menari. Kemudian, dia menari siang dan malam di rumah.

Ketika dia melihat adegan ini, Qin Jiran mengkritik: “Tampilan penari itu tidak benar. Dia harus lebih bersemangat. Sosok si aktor sangat cocok tetapi aktingnya tidak cukup baik.”

Su Yanyi melihatnya dan berpikir sama, sehingga dia mengangguk setuju. Dia berpikir bahwa Qin Jiran layak disebut Kaisar Film. Dia menaruh banyak perhatian pada akting aktor.

Pada periode waktu berikutnya, dari akting ke plot, dari dialog ke artikel pakaian, Qin Jiran telah membahas puluhan tempat yang tidak cocok. Ini membuat Su Yanyi kehabisan kata-kata.

Sayang, kau di sini berkencan untuk menonton film atau di sini untuk menjadi kritikus? Tidakkah lebih cocok bagi mu untuk menulis ulasan film? Apakah kau ingin kolom khusus untuk mu sendiri, sayang?

Su Yanyi diam-diam menaruh kritiknya sendiri akan Jiran dalam-dalam di hatinya. Dia menjawab dengan tenang: “Sangat menarik untuk menonton film yang menegangkan.”

Qin Jiran tertegun sejenak sebelum berbalik canggung setelahnya. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan penyakit pekerjaannya lepas kendali.

“Maaf, aku hanya berbicara setiap kali aku menonton sesuatu.” Qin Jiran tahu bahwa dia memiliki masalah ini juga. Ini adalah kebiasaan yang dihasilkan dari dia berusaha meningkatkan aktingnya di masa lalu. Waktu itu, tidak peduli apakah dia menonton film atau acara TV, semua agar dia bisa mengambil pengalaman untuk menyempurnakan aktingnya. Ini menyebabkan dia mengkritik terus hingga sekarang. Setelah dia cukup lama bergaul dengan lingkaran hiburan, dia belajar lebih banyak hal tentunya, dia menemukan banyak masalah lagi.

“Ini penyakit pekerjaanmu?” Sebenarnya, Su Yanyi juga memiliki masalah ini, tetapi dia tidak mengkritik seperti Jiran. Karena dia bukan seorang aktris, tetapi seorang pengusaha, selama film memiliki nilai bisnis, akan bernilai baginya untuk berinvestasi di dalamnya.

“Di masa lalu, untuk berlatih akting aku, aku selalu merenungkan penampilan dan tindakan aktor. Itulah asal usul kekurangan ku,” Qin Jiran menjelaskan dengan sederhana. Namun dalam kenyataannya, untuk memperkuat aktingnya, ia telah membayar harga yang sangat besar untuk itu.

Tidak sulit bagi orang seni pertunjukan yang tidak terspesialisasi untuk memasuki lingkaran hiburan. Tetapi jika mereka ingin tetap berada dalam lingkaran itu dan bergaul dengan baik, maka mereka perlu banyak mengalah. Pada awalnya, ketika dia tidak memiliki perlindungan dari Su Yanyi, dia hanya ingin berakting dengan serius dan membentuk reputasi di dalam lingkaran hiburan sehingga Yanyi dapat menyadari keberadaannya. Dia juga bisa lebih dekat dengan Su Yanyi melalui jalan ini.

Pada waktu itu, sebagai yatim piatu, dia tidak memiliki latar belakang atau keterampilan akting. Dia memasuki lingkaran hiburan, mengandalkan penampilannya yang luar biasa dan hati yang tulus yang rela mengorbankan apapun untuk Su Yanyi. Jelas sekali kesulitan yang dia alami.

Mungkin semuanya datang kepadanya setelah sabar menunggu. Meskipun dia belum berhasil, dia bergantung pada penampilan dan usahanya dan membuat dirinya dikenal dalam lingkaran hiburan. Dia bahkan memasuki Majestic Entertainment, bergerak lebih dekat ke Su Yanyi.

Kemudian, dia tanpa alasan mengapa Su Yanyi menemukannya dan keduanya menandatangani kontrak pernikahan. Majestic Entertainment juga mulai membina dan melindunginya. Namun terlepas dari ini, ia telah melunasi banyak usaha dan berkeringat agar dapat berjalan ke posisi hari ini. Dia berubah menjadi Kaisar Film yang cakap, bukan hanya idola yang mengandalkan penampilannya.

Qin Jiran telah banyak memikirkan masa lalunya dari apa yang dia nyatakan tetapi dia tidak ingin memberi tahu Yanyi, bahkan jika ini berarti dia bisa lebih dekat dengannya.

Hanya karena dia tidak mengatakan apa-apa, bukan berarti Su Yanyi tidak tahu. Untuk menjadi terkenal di kalangan hiburan, harga yang dibayar tidak terbayangkan oleh orang normal.

“Ini sangat melelahkan?” Tanya Su Yanyi, menatap Qin Jiran dengan lembut. Dia selalu tahu bahwa pria ini mencoba yang terbaik sepanjang waktu. Kalau tidak, bagaimana asal akting hebatnya? Bukan hanya aktingnya tetapi juga bidang karir lainnya. Ketika membuktikan keberhasilan Qin Jiran, pada saat yang sama, ini menunjukkan upaya yang harus dilalui Qin Jiran. Jika tidak ada upaya, lalu dari mana keuntungan itu berasal?

Qin Jiran tidak tahu Su Yanyi sangat tertarik sehingga dia bisa merasakan ini dari kata-katanya. Dia sangat tersentuh di dalam hatinya, sedikit menggelengkan kepalanya: “Tidak melelahkan. Itu sepadan.”

Tentunya ada keuntungan dari upaya. Dia telah memilih jalan ini dan harga yang dia bayarkan, tidak hanya membayarnya kembali dengan status dan prestasi yang tidak dapat dicapai oleh siapa pun, tetapi juga membantunya berjalan ke sisi Su Yanyi. Poin terakhir membuatnya merasa semua upaya itu sepadan. Tidak peduli seratus atau seribu kali usaha dibayar, dia percaya itu pasti sepadan!

Su Yanyi tidak tahu apa yang dipikirkan Qin Jiran di dalam hatinya, tetapi dia setuju dengannya. Masalahnya sepadan dengan waktu. Jika tidak ada investasi, bagaimana mungkin ada hasil menguntungkna? Seperti dirinya. Yanyi telah menginvestasikan banyak waktunya untuk berjalan ke hari ini.

Sejak usia muda, Su Yanyi mengikuti berbagai jenis orang dalam mempelajari berbagai jenis pengetahuan. Jika semuanya ada di buku teks, maka itu jauh lebih mudah. Lagipula, IQ Su Yanyi sudah cukup untuk mempelajari ini. Tetapi keluarga Su perlu mempelajari berbagai jenis teknik bela diri. Itu sangat melelahkan. Konten untuk pelatihan pasti tidak jauh dari prajurit pasukan khusus. Paling-paling, mereka mengendurkan intensitas untuknya. Mereka tidak memaksa Su Yanyi, seorang gadis, untuk mencapai tingkat tertentu.

 

 

IBKP 74 [3]. Kenyamanan
IBKP 75 [2]. Tertawalah Terus dan Aku Akan Menggigitmu

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.