IBKP 75 [2]. Tertawalah Terus dan Aku Akan Menggigitmu

Featured Image

Namun, Su Yanyi tidak hanya kuat, tetapi dia juga agresif. Ketika dia masih muda, keterampilannya kurang sehingga dia dikalahkan oleh teman-teman pada usia yang sama. Kekalahan itu terlalu memalukan sehingga setiap kali Su Yanyi dilatih untuk sesuatu, dia tidak pernah malas. Tetapi setelah dia mengalahkan teman-teman yang seusia dengannya, dia mulai menantang teman-teman yang lebih tua. Karena ini, dia tidak pernah lengah. Dia akan memberikan pelatihan dan tugas untuk dirinya sendiri. Beginilah caranya dia menempuh jalannya. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan seluruh hidupnya.

Tetapi Su Yanyi merasa bahwa kerja keras dan investasinya bermanfaat. Setidaknya dia akan selalu menang pada akhirnya, dan orang yang menderita kerugian akan selalu menjadi orang lain.

Ketika Su Yanyi mengenang masa kecilnya, dia tidak bisa tidak memikirkan kelompok kecil teman-temannya. Sekarang mereka hidup di seluruh dunia, melakukan berbagai macam pekerjaan. Beberapa temannya membunuh demi uang, sementara yang lain membantu yang sekarat dan menyembuhkan yang terluka. Namun, mereka semua adalah orang yang kuat. Sudah beberapa tahun sejak mereka bertemu sehingga dia tidak tahu bagaimana keadaan mereka. Mungkin dia harus mencari kesempatan untuk membiarkan semua orang bertemu.

Memikirkan hal ini, kilasan inspirasi menghantam Su Yanyi. Dia tiba-tiba ingat bahwa dia tidak perlu mencari kesempatan agar semua orang bertemu. Tahun baru dalam dua bulan. Setiap tahun, keluarga Su akan menjadi tuan rumah pertemuan besar. Pertemuan itu akan selalu terjadi selama Tahun Baru kecuali keadaan yang tidak biasa mencegahnya. Selama mereka generasi muda keluarga Su, mereka semua akan kembali dan berpartisipasi dalam pertemuan itu. Pada saat itu, orang-orang itu tentunya akan pulang. Sepertinya dia harus lebih melatih keterampilannya. Kalau tidak, dia akan dikalahkan oleh orang-orang itu.

Dia tentunya membutuhkan lawan untuk melatih keterampilannya. Tatapan Su Yanyi tidak dapat tidak mendarat di Qin Jiran. Agak bersemangat: “Di masa depan, ketika kau pergi untuk latihan pagi, telepon aku juga. Mari kita lakukan ini bersama.”

Qin Jiran tidak dapat memahami bagaimana alur pikiran Su Yanyi melompat dari apakah latihan ini melelahkan atau tidak — ke latihan pagi. Tapi saran Su Yanyi jelas membuatnya sangat senang. Dia langsung setuju: “Ayo berlatih bersama.”

Gerakan-gerakan Qin Jiran dikembangkan dari usia muda. Tapi sejak awal, dia mulai dari pertengkaran liar atau yang disebut berkelahi di jalanan. Siapa yang membuatnya menjadi yatim piatu dan tinggal di panti asuhan pada usia muda? Berkelahi dan yang lainnya adalah kejadian umum. Jika kau tidak membulli seseorang, orang lain akan membulli mu. Agar tidak diintimidasi, kau harus memahami cara membalas. Oleh karena itu, Qin Jiran secara bertahap menjadi lebih kuat melalui pertarungan. Setelah dia dewasa dan pergi ke sekolah, dia kemudian berencana untuk belajar berbagai jenis teknik bela diri sampai dia punya uang untuk meminta seorang guru untuk mengajarinya. Dari sinilah asal dari keterampilannya yang cukup bagus.

Keduanya mengobrol saat film terus diputar. Tetapi hati mereka tidak ada di sana. Keduanya tidak dapat merasakan suasana romantis di sekitar mereka seperti pasangan normal. Dari waktu ke waktu, orang-orang akan terdengar terkejut atau takut karena film, yang membuat mereka lebih sulit untuk menikmati suasana romantis.

Meskipun begitu, keduanya dalam suasana hati yang cukup baik. Mereka saling memandang tanpa daya dan tidak bisa menahan tawa. Mereka merasa terhubung pada tingkat yang dalam, memiliki rasa nyaman yang samar. Mereka seperti pasangan yang sudah menikah, meskipun tidak romantis, tetapi masih sama bahagia.

Orang-orang mengatakan bahwa menjadi romantis adalah sesuatu yang ekstra di atas romansa. Namun, kebahagiaan adalah detail kecil dalam romansa. Yang terakhir lebih penting.

Setelah film selesai, keduanya berjalan keluar dengan berpegangan tangan. Karena mereka mengenakan topi dan syal, mereka seperti pasangan normal dan tidak membawa perhatian pada diri mereka sendiri.

“Ingin berjalan sebentar?” Qin Jiran melihat waktu itu dan merasa bahwa itu masih sore. Dia mengambil inisiatif untuk mengundangnya.

“Hm.” Tidak mungkin Su Yanyi menolaknya kan? Dia setuju dengan sedikit senang.

Di luar film ada taman kecil. Keduanya berjalan masuk. Meskipun agak dingin, masih ada banyak orang yang berjalan-jalan. Beberapa adalah kakek atau nenek sementara yang lain adalah pasangan atau yang sudah menikah. Mereka berjalan bersama dalam kelompok dua atau tiga. Di bawah kontras lampu jalan, tampaknya agak sibuk dengan aktivitas. Tidak ada tipe perasaan musim dingin yang melankolis.

Su Yanyi dan Qin Jiran beringsut melalui kerumunan, tidak benar-benar mengobrol. Namun, sudut bibir mereka terangkat sedikit tersenyum seolah-olah dalam suasana hati yang hebat.

Untuk orang-orang yang biasanya sibuk atau bahkan mencoba mengecoh satu sama lain, hal yang sangat menyenangkan untuk dapat berjalan di dalam kerumunan orang dengan santai. Mereka tampak benar-benar santai dan bahkan bernapas saja sudah menyenangkan.

“Mari kita sering berjalan-jalan di masa depan. Rasanya sangat menyenangkan.” Qin Jiran merasakan suasana hati Su Yanyi yang penuh sukacita dan perasaan rindunya sendiri muncul dari lubuk hatinya.

“Oke.” Su Yanyi sangat menikmati perasaan ini. Mungkin arti kelahiran kembali baginya, selain hidup untuk balas dendam dan tergerak oleh Qin Jiran, dia perlu menambahkan pernyataan lain: Senang bisa hidup!

Merasakan kehangatan sementara menjadi orang biasa dan menikmati kebahagiaan di dalam diri membuat orang berpikir tentang frasa: untuk puas dengan apa yang dimiliki. Ini mengandung banyak alasan.

Keduanya pulang larut. Setelah berjalan, Su Yanyi agak lapar. Dia mengedipkan matanya, menatap Qin Jiran: “Aku lapar. Aku ingin makan.”

Pada saat ini, Qin Jiran hatinya melunak hingga titik tertinggi, di mana ia hampir bocor air. Dia tidak bisa tahan pada Yanyi yang imut!

Qin Jiran bergegas ke dapur bahkan tanpa mengganti bajunya. Dia takut dia akan membuat Yanyi kelaparan jika dia jalan perlahan. Dia menyiapkan semangkuk mie dengan cepat, hanya menggunakan sekitar dua puluh menit atau lebih. Dia memberi Su Yanyi semangkuk besar penuh mie sebelum menghela nafas.

“Cepat makan, jangan membuat dirimu kelaparan.” Nada suara Qin Jiran dipenuhi dengan hati-hati. Memberi makan Su Yanyi menjadi salah satu kegiatan favoritnya.

(penerjemah: aku mau dong satu yang kaya gitu … yang di rumah tukar tambah aja… hak hak hak XD )

Su Yanyi awalnya ingin tertawa karena melihat pria itu terlihat gugup. Tetapi dia tidak tahu mengapa dia ingin sedikit menangis malu sekarang. Tapi bagaimana bisa Ratu yang dingin menangis? Akibatnya, dia berkonsentrasi memakan makanannya, hampir mengubur kepalanya ke dalam mangkuk.

Dia bahkan tidak bisa bercanda dengan pria ini karena merawatnya dengan cara yang begitu bodoh. Dia sangat tersentuh olehnya. Bagaimana mungkin pria ini sebaik itu padanya?

Orang-orang perlu tahu bahwa ibu Su dan ayah Su, bahkan kakek Su yang paling menyukainya dan kakak laki-laki Su yang melindunginya, tidak akan pernah selembut, perhatian, dan halus seperti Qin Jiran. Terlepas dari kenyataan bahwa keluarga itu mencintai dan merawatnya, mereka tidak seperti Qin Jiran yang takut bahwa dia mungkin terlalu dingin atau terlalu panas dan mungkin lapar atau haus, seolah-olah setiap suasana hati sama pentingnya. Pada titik di mana dia menempatkannya di dalam hatinya dan membuatnya; yang biasanya tidak berperasaan, jelas tentang perasaan Jiran terhadapnya.

“Jangan hanya menatap dengan bodoh. Kau bisa makan juga.” Su Yanyi meraih beberapa lauk dan meletakkannya di mangkuk Qin Jiran dengan sumpitnya. Apakah pria ini mengira dia sendiri bisa kenyang hanya dengan menatapnya dengan bodoh?

Qin Jiran kemudian tersenyum dan mulai makan. Siapa yang membiarkan Yanyi makan dengan begitu bahagia sehingga ia linglung?

Qin Jiran makan mie dengan cepat. Dia selesai sebelum Su Yanyi dan terus menatapnya makan. Ini membuatnya agak tidak nyaman, mengambil suapan-suapan besar dan mendorong mie ke mulutnya. Dia akhirnya tidak bisa tidak memelototi Qin Jiran.

“Makan perlahan. Apakah kau kenyang? Apakah kau ingin aku mengambil tambahan? Ada lebih banyak di pot.” Qin Jiran ingin tertawa. Su Yanyi terlalu imut.

Yanyi dengan cepat menelan mie, menjawab dengan sedikit marah: “Hanya babi yang makan sebanyak itu,”

Qin Jiran tertawa kecil kali ini. Tawanya samar tapi dalam, membuat orang tertarik pada suaranya. Itu memiliki kemampuan untuk memikat orang.

Wajah Su Yanyi agak merah tapi dia memicingkan matanya. Dia paling tidak suka digoda. Pria ini selalu menertawakannya saat makan. Dia harus dihukum!

Su Yanyi dengan cepat bangkit dan menarik Qin Jiran, dengan kasar menggigit bibirnya!

Itu hanya gigitan, bukan ciuman! Kecepatan, kekuatan, aksi, itu benar-benar langsung dan efisien. Dia terlalu mendominasi!

Qin Jiran samar-samar mengernyitkan alisnya dari rasa sakit, tetapi sebagian besar matanya memiliki tampilan yang memanjakan dan tak berdaya. Itu adalah jenis kebahagiaan yang bisa digigit Su Yanyi. Beberapa saat yang lalu, gambar ini adalah yang paling dia nantikan. Dia bisa tertawa bahagia bersama Yanyi dan ini membuatnya merasa diberkati di dalam hatinya.

(penerjemah: ya ampun! Dasar mas-okis!)

“Teruslah tertawa dan aku akan menggigitmu!” Seru Su Yanyi dengan suara dingin, berusaha mengancam dengan wajah yang sangat indah. Tetapi jika Jiran melihat dengan cermat, dia bisa melihat bahwa Su Yanyi sedang tersenyum. Dia bahkan tidak marah.

Qin Jiran ingin tertawa lebih banyak setelah melihat wajah Su Yanyi. Dia tidak bisa tidak menggoda: “Yanyi, aku memiliki luka di bibir ku. Semua orang akan bertanya tentang hal itu ketika aku pergi untuk syuting besok. ”

“Memang kenapa jika mereka bertanya?” Huh, Yanyi tidak peduli. Bagaimanapun, dialah yang akan kehilangan mukanya bukan Jiran. Ini disebut bergerak untuk diri sendiri dan menderita akibatnya!

“Jika mereka bertanya tentang hal itu, aku akan memberitahu mereka kau yang menggigitnya.” Seru Qin Jiran polos. Dia mengatakan yang sebenarnya. Dia hanya tidak tahu bagaimana penonton akan bereaksi terhadap ini. Apakah mereka akan menganggap Yanyi gagah berani atau Jiran yang cium secara paksa? Tidak peduli apa, dia merasa itu akan sangat menarik.

Menunjukkan kasih sayang di depan umum, dan hal-hal seperti itu. Kaisar Film Qin mengungkapkan kegemarannya akan hal ini.

Mata Qin Jiran memantulkan senyum dan Su Yanyi melihat ini. Yanyi tentunya tahu bahwa Jiran bercanda dengannya. Namun, dia percaya ini juga tidak seburuk itu.

Dia suka berinteraksi dengan Qin Jiran, tanpa dibatasi atau gugup. Suasananya menyenangkan dan dia benar-benar bahagia.

“Huh. Katakan. Aku tidak takut.” Ketika saatnya tiba, semua orang akan tahu bahwa pria ini adalah miliknya. Mereka yang ingin mencurinya semua harus menyingkir. Yang terbaik adalah jika mereka mengunggah beberapa gambar ke internet dan membiarkan Wang Zhilin, wanita itu, melihat ini. Akan lebih bagus lagi jika dia pingsan karena melihat ini!

Ratu yang terhormat, semua orang tahu bahwa Kaisar Film adalah milik mu, bahkan jika kau tidak melakukan ini. Kau benar-benar tidak perlu mencap ini. Orang-orang akan iri dengan pertunjukan kasih sayang yang begitu jelas!

Pagi berikutnya, keduanya pergi untuk latihan pagi bersama. Tapi setelah Qin Jiran bangun dari tempat tidur, dia tidak melihat Su Yanyi. Dia berpikir untuk mengetuk pintu Yanyi. Setelah beberapa kali, masih belum ada jawaban. Dia melihat waktu di jam dan ini menyebabkan Qin Jiran menjadi sedikit cemas. Mungkinkah Yanyi belum bangun? Haruskah dia masuk dan memanggilnya?

Qin Jiran mengingat kembali bagaimana Su Yanyi masuk ke kamarnya langsung tanpa mengetuk pintu. Dia bertanya-tanya apakah dia harus mencoba melakukan ini juga, sehingga dia berusaha membuka pintu. Kemudian, tiba-tiba, pintu itu terbuka.

Baik. Tidak mengunci pintu ketika tidur di dalam rumah adalah kebiasaan yang baik. Bukan saja dia punya kebiasaan ini, tapi sepertinya Yanyi juga.

Qin Jiran batuk dengan lembut. Dia membuka pintu dan berjalan dengan hati-hati. Dia mencoba yang terbaik untuk mengendalikan diri dari melihat-lihat sekitar, terutama tempat tidur!

Tapi, dia tidak punya pilihan untuk tidak melihat ke sana. Misinya adalah memanggil Su Yanyi. Tapi … bagaimana tidak ada orang di tempat tidur? Kemana dia pergi?

Qin Jiran hanya bingung sejenak karena dia mendengar air mengalir di kamar mandi. Ternyata, Yanyi sedang mandi. Qin Jiran menghela nafas dan tidak bisa tidak melihat-lihat sekeliling. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia masuk, dia tidak berani terlalu sombong. Sudah waktunya baginya untuk melihat-lihat lagi sekarang karena Yanyi tidak ada di sini. Siapa yang membuat ruangan ini menjadi seperti tempat terbatas baginya?

Pada saat ini, air berhenti. Qin Jiran dengan keras tersentak dari lamunannya. Tanpa berpikir, dia berbalik dan ingin pergi. Namun, dia tidak tahu sejak kapan dia berjalan ke tengah ruangan. Dia berbalik untuk melihat Su Yanyi yang berjalan keluar dari kamar mandi!

Su Yanyi hanya mengenakan handuk di tubuhnya. Menutupinya dari dada hingga kaki. Dia berjalan keluar dengan rambut masih menetes-netes. Dia mengangkat kepalanya untuk berkontakmata dengan Qin Jiran. Dia mengangkat alisnya, menjawab seolah dia mengerti segalanya: “Kau di sini untuk membangunkanku? Tunggu sebentar. Aku akan selesai sebentar lagi.”

Su Yanyi bukan seseorang yang menyukai satu hal dan mendiskriminasi yang lain. Karena dia bisa masuk ke kamar Qin Jiran tanpa mengetuk, dia tentunya tidak akan keberatan jika Qin Jiran melakukan hal yang sama padanya. Oleh karena itu, dia bereaksi dengan tenang ke titik dia bahkan tidak bereaksi. Dia sepertinya merasa seolah-olah tidak ada yang salah dengan hanya berjalan keluar dengan handuk. Qin Jiran tidak tahu harus berkata apa!

Qin Jiran ingin tetap tenang juga tetapi melihat kecantikan ini berjalan keluar dari kamar mandi, dia agak tidak tenang. Apakah dia benar-benar perlu melihat pemandangan yang luar biasa di pagi hari?

 

 

IBKP 75. Tertawalah Terus dan Aku Akan Menggigitmu
IBKP 75 [3]. Tertawalah Terus dan Aku Akan Menggigitmu

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.