IBKP 106. Perkembangan yang Direncanakan

Featured Image

Hari kedua Hari Valentine adalah Festival Lentera pada hari kelima belas di bulan pertama di tahun lunar. Pada hari ini, ada dua topik terpanas di Internet. Yang satu adalah berbagai jenis berita tentang Festival Lentera, dan yang lainnya adalah berbagai jenis diskusi dan komentar tentang “War of Thrones”.

Mataku bengkak kemarin ketika aku menonton “War of Thrones”, seperti kacang kenari besar! Papa Qin, kamu harus ganti rugi air mataku yang menetes! Kemarin adalah Hari Valentine, bukankah seharusnya filmnya sweet?

Aku sangat bersemangat dan sangat tersentuh. Sejak pertunjukan, kontrol dari film itu adalah seragam. Kaisar Film Qin mengenakan seragam polisi, sangat tampan, teman-teman kecilku ingin menjadi polisi!

Adegan salju di sana sangat indah, lebih indah dari foto. Orang-orang ingin sekali pergi ke sana! Membawa manusia salju kembali sebagai buah tangan!

Plot cerita dari “War of Thrones” sangat bagus, padat dan menegangkan. Mereka yang telah menonton ingin menontonnya sepanjang waktu. Berbagai sisi gelap yang terungkap di dalamnya juga terasa begitu nyata, yang membuat orang merasa takut setelah menontonnya, tetapi ada secercah harapan. Aku pikir itu bagus. Beri aku pujian!

Papa Qin secara alami sangat tampan, tetapi pemeran wanitanya seperti membeli kecap*. Aku tidak tahu apakah skripnya seperti ini, atau secara khusus diubah demi keberadaan Ratu Su. Hei, ketika menonton akting Kaisar Film dan pahlawan lainnya, apakah Ratu Su akan selalu cemburu? Minta jawaban!

(*TN: Membeli kecap — Tidak ada hubungannya dengan masalah ini atau menjadi pejalan kaki (cuma lewat).)

Sebenarnya, aku tidak berpikir kalau plot “War of Thrones” sangat baru. Itu terasa sangat sederhana dan nyata, terutama adegan pertarungan. Tidak ada efek khusus yang indah, tetapi terasa sangat menarik. Karya-karya Kaisar Film berkualitas tinggi, dan tiket filmnya layak untuk ditonton.

Sebagai seorang kritikus film profesional, sehubungan dengan karya “War of Thrones”, aku dapat mengatakan bahwa film ini benar-benar layak untuk ditonton, atau kusebut film polisi dan bandit. Dalam film ini, penggambaran berbagai karakter sangat sukses. Secara khusus, citra polisi yang diciptakan oleh Tuan Qin Jiran, menyoroti titik terang profesi polisi di masyarakat kontemporer, dan sisi gelap masyarakat yang digambarkan di dalamnya juga sangat mendalam. Dapat dikatakan sebagai refleksi langsung dari kebenaran, mereka menggunakan banyak teknik menyindir…

Qin Jiran dan Su Yanyi sedang makan kue beras ketan di rumah sambil menyikat berbagai forum pada saat yang sama. Mereka dikelilingi oleh Ibu Su, Su Nuo kecil dan keluarga Su lainnya. Mereka menikmati kue beras ketan dan memuji keahlian Qin Jiran yang luar biasa sambil memakannya. Dia bahkan bisa membuat kue beras ketan dan rasanya sangat enak.

Ketika keluarga berkumpul, apa yang mereka makan bukanlah hal yang paling penting, tetapi yang utama adalah suasana seperti ini, hangat dan nyaman membuat orang merasa enggan untuk pergi.

“Jiran, bagaimana box office film barumu? Apakah kamu puas?” tanya Ibu Su, peduli terhadap menantunya.

“Di box office telah melampaui 80 juta yuan, tetapi itu masih lumayan.” Qin Jiran jelas tidak puas dengan hasil ini, tetapi tidak ada yang tidak memuaskan tentang hal itu. Bagaimanapun, box office tidak mewakili kualitas film. Terlebih lagi, angka ini sudah sangat tinggi untuk film aksi polisi dan bandit. Bahkan biaya produksi box office dalam satu hari sudah balik modal. Total investasinya dalam film ini, tidak termasuk gajinya sendiri, telah mengambil kurang dari 20 juta. Itu bisa dikatakan panen besar.

“Ha ha, 80 juta yuan masih belum cukup rupanya. Kamu telah menghasilkan banyak uang saat ini. Mengapa kamu tidak melakukan investasi besar lain kali dan biarkan aku berpartisipasi di dalamnya?” Ibu Su bertanya dengan penuh minat, dia juga seorang pengusaha, ah, di mana ada uang, pasti ada pengusaha. Berinvestasi dalam film dapat dianggap sebagai keuntungan besar.

“Bu, ketika resor milik Ayah berencana untuk menemuimu untuk berinvestasi di dalamnya, kamu tidak setuju. Sekarang, kamu ingin berinvestasi pada kami untuk membuat film, tidakkah kamu takut kalau Ayah akan cemburu?” Su Yanyi menggoda ibunya yang terlalu aktif dan selalu melakukan hal-hal yang tidak terduga.

“Ada begitu banyak resor yang membosankan dan ada begitu banyak resor dalam keluarga, tetapi ayahmu begitu sibuk sehingga dia bahkan tidak punya waktu untuk pergi berlibur. Betapa ironisnya membangun sebuah resor. Aku tidak suka, ah. Tetapi, investasi dalam film itu berbeda. Kamu sekarang berada di garis depan negeri ini. Selanjutnya, apakah kamu memiliki rencana untuk go-internasional? Aku tahu beberapa sutradara luar negeri. Bagaimana kalau aku memperkenalkan mereka padamu? Dengan kekuatanmu, itu tidak sulit untuk memasuki pasar internasional. Yanyi dan aku akan mendukungmu.”

Ibu Su berkata dengan mata cerah seolah itu juga sesuatu yang dinanti-nantikan untuk melatih menantunya untuk menjadi bintang film internasional.

“Bu!” Su Yanyi juga berkata dengan sangat tak berdaya kepada ibunya yang terlalu bersemangat. Ibunya tidak bisa mengendalikannya, tetapi sebaliknya dia juga tidak bisa mengendalikan ibunya.

“Apa, kamu tidak suka itu?” Ibu Su bertanya pada Su Yanyi.

“Tidak, biarkan Jiran mengambil keputusan sendiri. Dia akan memikirkannya.” Su Yanyi hanya berpikir bahwa Qin Jiran akan memiliki ide-idenya sendiri dan tidak perlu bagi dia (SY) untuk terlalu memikirkannya.

“Aku akan mengambil cuti untuk sementara waktu, dan aku akan mempertimbangkan saran ibu.” Qin Jiran juga memikirkan tentang berkembang ke dunia internasional, tapi sekarang dia agak ragu-ragu. Dia jelas akan lebih sibuk dalam waktu mengembangkan karir di luar negeri, dan dia tidak ingin meninggalkan Yanyi terlalu lama.

Ibu Su memandang Qin Jiran dan Su Yanyi, dan tiba-tiba bertanya, “Jiran, kamu begitu ragu karena tidak mau meninggalkan Yanyi, ‘kan?”

Harus dikatakan, ibu Su mengatakan yang sebenarnya lagi.

Qin Jiran terdiam, yang dianggap sebagai persetujuan. Su Yanyi mengangkat alis dan berkata dengan tenang, “Apakah itu tidak normal untuk tidak pergi?”

“Kamu benci berpisah dengannya, ‘kan?” Ibu Su menggoda putrinya. Meskipun Yanyi tidak mengubah ekspresinya, tetapi Jiran telah berada di luar rumah selama kurang dari sepuluh hari dan Yanyi pergi mengikutinya. Tidak bisa membiarkan Jiran pergi ke manapun lebih lama.

Kali ini, Su Yanyi diam-diam menyetujuinya. Dia sedikit benci untuk berpisah. Jika Qin Jiran pergi, siapa yang akan memasak untuknya, ah!

“Ck ck, pasangan muda ini!”

Sementara keluarga Su makan kue beras ketan bersama-sama, Wang Zhilin dalam suasana panik di penjara. Selama lebih dari setengah bulan, dia menderita penyiksaan fisik dan mental. Yang lebih membuatnya takut adalah bahwa tidak satu pun dari kedua pria itu pernah datang melihatnya, atau bahkan ibunya. Hanya satu orang; pengacara yang datang pada awalnya. Dan kemudian sepertinya dia ditinggalkan.

Pada awalnya, dia bisa bertahan dan menunggu, tetapi ketika dia menunggu, dia menjadi semakin putus asa. Ketika dia dulu berpura-pura gila dan bersikap bodoh, sekarang dia bahkan merasa bahwa dia benar-benar abnormal. Sekarang dia tidak bisa tidur sama sekali di siang atau malam hari, atau dia dibangunkan oleh dua iblis itu ketika dia tertidur. Dia sering merasa seperti hantu, tidak seperti orang sama sekali!

Pada saat ini, wajah Wang Zhilin pucat, putus asa dan panik. Dia meringkuk di sudut seperti tikus bau. Suara apa pun bisa membuatnya gemetar. Kebanyakan dari ini adalah kontribusi dari dua saudara perempuan kecil. Mereka mungkin tidak meninggalkan banyak bekas luka pada Wang Zhilin, tetapi mereka pasti meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di hati Wang Zhilin, dan ini adalah tujuan Su Yanyi.

IBKP 105 [3]. Sweet Valentine’s Day

Author: Blue Shine

Jadilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang kamu suka. -IAMTB

Leave a Reply

Your email address will not be published.