IBKP 105 [3]. Sweet Valentine’s Day

Featured Image

“Wuwuwu, sangat sulit bagi Kaisar Film untuk bertarung. Aku dengar di sana dingin dan Kaisar Film sakit. Sekarang aku merasa sangat sedih melihatnya …” Di antara orang-orang yang menonton film di tempat lokasi, ada penggemar yang menangis karena adegan ini.

(*TN: Wuwuwu — suara tangis.)

Di layar, wajah Qin Jiran berwarna biru dan ungu*. Dia telah berguling dengan beberapa penjahat di salju. Adegan perkelahian tidak begitu keras, tapi itu tinju untuk daging**, dan orang-orang yang menonton adegan pertarungan tangan kosong sangat ketakutan. Pada saat yang sama, peran polisi yang diperankan oleh Qin Jiran membuat mereka sangat khawatir dan merasa sakit.

(*TN: Biru dan ungu — luka lebam.)

(**TN: Tinju untuk daging — maksudnya pukulan/tinju yang mengenai tubuh.)

“Orang jahat ini sangat jahat! Dia seharusnya mati lebih cepat!” Beberapa penggemar mulai berteriak dan menangis tak tertahankan, dan pacar mereka yang ada di sebelahnya segera membujuk, membagikan tisu dan menyeka air matanya.

“Itu semua palsu. Kamu hanya melihatnya saja. Kenapa kamu menangis?” Pacar mereka tidak berdaya dan tertekan untuk membujuk kekasih mereka.

“Apa yang palsu dan apa yang asli? Kaisar Film Qin tidak pernah menggunakan pemeran pengganti untuk berakting. Seseorang yang berguling di salju adalah Kaisar Film Qin. Cuaca yang dingin, kamu tidak takut dingin, mengapa kamu tidak berguling di salju juga?”

Gadis itu berhenti menangis dan memarahi pacarnya dengan mata merah, dan lelaki itu juga sangat tak berdaya dan tak mampu berkata-kata.

Su Yanyi mendengar kata-kata ini, juga setuju untuk mengangguk, sekarang penggemar semakin sadar akan rasa sakit.

Secara bertahap film berakhir, dan para penjahat ditangkap satu demi satu. Qin Jiran, yang berperan sebagai polisi, juga terluka saat ini. Khususnya dalam pertarungan terakhir, ia ditembak sampai koma dan dikirim langsung ke rumah sakit …

Di akhir film, Qin Jiran perlahan-lahan terbangun. Tokoh utama wanita pergi mengunjunginya dengan membawa bunga dan buah-buahan, dan para penonton secara bertahap memasang suara tangisan.

Di akhir film, Qin Jiran dan Su Yanyi bergandengan tangan, mendengarkan berbagai jenis komentar dari penggemar film.

“Yanyi, aku akan membawamu ke suatu tempat.” Dia belum memberikannya hadiah untuk Hari Valentine.

Su Yanyi berkedip, dan dia diam-diam juga memikirkan hadiah untuk Hari Valentine. Dia juga berpikir bahwa pria ini tidak boleh melupakan masalah hadiah!

Qin Jiran berkendara sekitar 20 menit kemudian ke kebun botani pribadi. Melihat tempat ini, Su Yanyi memikirkan apa yang dia katakan dan bertanya dengan refleks, “Kamu tidak akan benar-benar mengirimkanku tanaman pot, bukan?”

Dia ingat terakhir kali Qin Jiran mengirim bunga yang ditolak olehnya, dia mengatakan bahwa akan lebih baik untuk mengirim tanaman pot untuk hidup lebih lama. Tapi sekarang pria ini membawanya ke sini, bukankah itu artinya memang begitu?

Qin Jiran berkedip dan mengangguk. Sejak Yanyi mengatakan itu, dia telah mengingatnya dengan sangat hati-hati. Hari ini adalah Hari Valentine, dan semua orang mengirim bunga. Dia tahu bahwa Yanyi tidak suka bunga, jadi dia secara alami berpikir untuk mengirim tanaman pot!

“Ha ha …” Su Yanyi tidak bisa menahan tawa. Apa yang harus dia katakan tentang pria ini? Apakah dia tidak menyenangkan atau terlalu patuh?

Keduanya memasuki taman botani, dan seseorang segera menyapa mereka. Qin Jiran telah mengaturnya jauh sebelum dia datang. Pengunjung itu membawa keduanya berjalan bersama. Butuh sekitar satu menit sebelum berhenti di sebuah rumah kaca kecil.

“Tuan Qin, Nyonya Qin, ini adalah bunga yang kalian pesan. Bagaimana menurut kalian?”

Su Yanyi memandangi pot bunga di depannya. Corolla itu besar dan berwarna merah muda, dan tepiannya merah muda keemasan. Terlihat anggun dan mewah. Yang paling istimewa adalah ada dua bunga di sebelahnya; saling berdekatan satu sama lain, dimana itu sangat intim.

Bunga-bunga itu terlihat bagus, tetapi Su Yanyi jelas tidak bisa melihat jenisnya, jadi dia bertanya, “Jenis bunga apa ini? Sangat bagus.”

Resepsionis segera menjelaskan: “Ini adalah varietas langka yang dikirim dari selatan. Semua orang menyebutnya bunga kembar, yang sebenarnya merupakan varian dari bunga India Utara (Bunga Datura*). Namun, bunga ini ada kurang dari sepuluh di dunia. Ini sangat langka dan berharga. Inilah yang diminta oleh Tuan Qin secara khusus untuk dicari. Kiasan dari bunga kembar ini adalah untuk hidup bersama dan tidak pernah menyerah.”

(*TN: Kalau di indonesia namanya Bunga Terompet.)

Hidup bersama dan tidak pernah menyerah? Kiasan bunga ini sangat bagus.

“Yanyi, ini untukmu. Apakah kamu menyukainya?” Qin Jiran juga secara tidak sengaja mendengar tentang jenis bunga ini satu kali, dan membuat orang membutuhkan banyak usaha untuk menemukannya.

“Sangat bagus dan sangat indah.” Su Yanyi jelas menyukainya. Dia mengangguk, dan memujinya tanpa ragu.

Pada saat yang sama, suara sistem segera berbunyi.

Selamat kepada Tuan Rumah karena menyelesaikan tugas tiga tingkat satu kali, ditambah satu poin, poin saat ini adalah 27 poin. Silahkan terus bekerja keras!

Su Yanyi menerima poin ini dengan tersenyum, dan juga tersenyum saat menerima hadiah yang sangat berarti ini.

Pot bunga ini tidak terlalu berat. Dalam perjalanan kembali, Su Yanyi duduk di kursi kursi penumpang sambil memegang pot bunga. Qin Jiran mengendarai mobil dengan serius, dan kadang-kadang berbicara tentang beberapa hal tentang pekerjaan. Suasananya sangat damai dan hangat.

“Apakah kamu punya harapan untuk box office? Aku yakin selain kamu, semua pemeran pasti sangat gugup.” Hari ini adalah pemutaran perdana film, Su Yanyi tidak melihat kegugupan Qin Jiran, mau tak mau dia bertanya dengan sedikit ingin tahu.

“Sekarang aku sudah sampai pada titik ini, tidak masalah apakah aku gugup atau tidak. Aku mencoba melakukan apa yang aku bisa, dan membiarkan alam mengambil jalannya untuk sisanya.” Qin Jiran menjawab, ini bukan film pertamanya, dia sudah lama terbiasa dengan penantian seperti ini, tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada harapan, juga tidak bisa berkata tidak ada ketegangan. Dia memiliki kepercayaan diri dalam filmnya sendiri.

“Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” Su Yanyi sangat menghargai penampilan tenang Qin Jiran. Pria ini begitu tenang dan santai kecuali di hadapan dirinya.

“Aku akan mengambil cuti. Jika ada yang bisa kamu lakukan, aku juga bisa bekerja untukmu.” Sebelum syuting “War of Thrones”, Qin Jiran mengatur jadwalnya dengan sangat ketat, dan naskah yang ia dapatkan dari Yanyi adalah rencana yang bagus untuk difilmkan, tetapi selama pembuatan film “War of Thrones,” ide Qin Jingran agak berubah. Dia merasa bahwa dia harus menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang ingin dia temani, alih-alih menghabiskan semuanya untuk bekerja. Lagipula, dia tidak perlu lagi bergantung pada karir akting ini untuk mendapatkan ketenaran atau uang, tentu saja, yang paling penting adalah dia tidak perlu bergantung pada karir akting ini untuk mendapatkan cinta yang telah dia kejar!

“Bukankah kru drama kostummu sedang dalam persiapan sepanjang waktu?” Su Yanyi bertanya dengan ragu-ragu bahwa dia tahu lebih banyak tentang pekerjaan Qin Jiran melalui Kang Zhong, dan dia juga berpikir bahwa Qin Jiran akan segera mengabdikan dirinya untuk syuting drama kostum setelah pembuatan film “War of Thrones” tapi sekarang tampaknya Qin Jiran jelas tidak memiliki niat seperti itu.

(*TN: Drama kostum — syuting bertema kerajaan.)

“Butuh waktu untuk bersiap-siap, dan aku tidak terburu-buru sekarang. Aku akan mengambil cuti sebelum mulai bekerja.”

“Baiklah, kamu dapat mengambil keputusan sendiri. Jika kamu punya waktu, datanglah ke perusahaan untuk membantuku. Jika kamu berencana untuk berada di belakang layar, kamu dapat mengikuti orang-orang di perusahaan dan menonton.” Su Yanyi sebenarnya tidak peduli dengan apa yang dipilih Qin Jiran. Dia hanya peduli tentang apa yang mau dilakukan Qin Jiran. Selama itu adalah pilihan Qin Jiran sendiri, dia akan mendukungnya.

Su Yanyi juga berbeda dari wanita biasa dalam hal ini. Meskipun dia sangat haus akan keterampilan memasak Qin Jiran, dia tidak benar-benar meminta Qin Jiran untuk berputar di sekelilingnya. Apakah itu Qin Jiran yang pulang untuk memasak makan malam, atau beberapa hal lainnya. Qin Jiran secara spontan mengambil inisiatif untuk melakukannya, alih-alih memaksanya untuk melakukannya; seperti yang disyaratkan oleh Yanyi.

Su Yanyi dapat menikmati cinta Qin Jiran dengan nyaman, tetapi dia tidak akan bersikap keterlaluan dan berubah-ubah untuk meminta cintanya, yang merupakan kebanggaan Su Yanyi, tetapi juga termasuk alasan dan cintanya.

Selain itu, dia tidak akan memaksa, atau bahkan mengganggunya terlalu banyak, tetapi akan menghormati pendapat Qin Jiran sendiri, tidak peduli kapan dia awalnya menolak Qin Jiran, atau kemudian menerima atau bahkan menyukai Qin Jiran. Dia tidak terlalu banyak campur tangan dalam alasan dan pilihan Qin Jiran, dia hanya akan mengawalnya setelah dia (QJ) memilih, sehingga jalan yang telah dia pilih akan lebih lancar dan lebih mulus!

Dan inilah bagaimana dia mencintainya, menghormatinya dan mendukungnya!

Su Yanyi mungkin tidak begitu lembut dan penuh perhatian, dan mungkin sulit untuk bertindak sebagai wanita yang centil, menyenangkan, dan menggemaskan seperti beberapa wanita kecil lainnya, tetapi dia juga memiliki kebanggaan dan kekuatan sendiri, yang tidak bisa dilakukan oleh banyak wanita.

Jadi, lobak dan kol masing-masing memiliki selera cintanya, kamu mencintai kolmu, aku suka Tyrannosaurus Rex-ku, masing-masing memiliki keindahannya sendiri.

“Kalau begitu aku akan pergi ke perusahaan terlebih dahulu.” Qin Jiran juga bermaksud untuk berada di belakang layar, tetapi yang paling penting adalah pergi ke perusahaan untuk melihat Yanyi untuk waktu yang lebih lama. Tujuan utama ketidakhadiran sementara dari pekerjaan adalah untuk menemani Yanyi.

“Mm-hmm.”

Ketika mereka sampai di rumah, mereka mengirim tanaman pot ke rumah kaca bersama. Rumah kaca di sini jauh lebih besar daripada di pondok. Ibu Su juga seorang wanita yang sangat mencintai bunga, dan Bibi Ketiga, sang hortikultura, merawat rumah kaca di sini dengan sangat indah. Berjalan masuk seperti berjalan ke hutan kecil. Ada segala macam bunga dan tanaman tinggi, pendek, gemuk, tipis, dan aroma pohon yang semerbak juga membuat orang merasa sangat nyaman.

Ini adalah kunjungan pertama Qin Jiran di sini, dan dia sedikit terkejut.

“Ini indah di sini,” Qin Jiran berseru dengan terus terang.

“Yah, aku dulu datang ke sini ketika aku masih kecil.” Inilah sebabnya dia juga membangun rumah kaca di pondok, dimana aromanya bisa membuat orang tenang.

“Kita harus sering datang ke sini untuk jalan-jalan di masa depan.” Qin Jiran menyarankan.

“Oke.”

Keduany memilih sudut yang tenang, meletakkan tanaman pot kecil di sana, dan menemukan Bibi ketiga, dan kemudian kembali ke gedung.

Pada Hari Valentine, di Malam Valentine, Su Yanyi secara pribadi memasak sepiring makanan dengan sepiring kue telur berbentuk hati, sementara Qin Jiran mengajak Su Yanyi untuk menonton film dan secara khusus menyiapkan pot bunga kembar sebagai hadiah. Pada kenyataannya, ini mungkin tidak terlalu istimewa, tetapi ada kehangatan, pengertian dan sukacita yang diam-diam, dan semua jenis kebahagiaan terakumulasi sedikit demi sedikit, membuat orang merasa sangat nyaman dan bahagia.

“Yanyi, Selamat Hari Valentine.” Ketika Qin Jiran memeluk Su Yanyi di ranjang, dia berkata dengan penuh kasih sayang di telinga Su Yanyi.

“Selamat Hari Valentine!”

Saat kata-kata Su Yanyi jatuh, jarak antara keduanya berangsur-angsur menyipit, saling memandang satu sama lain, dan mereka saling berciuman dalam, tak tertahankan.

Belum lama ini, Qin Jiran dan Su Yanyi mengunggah sekelompok foto di Weibo masing-masing. Kaisar Film Qin memposting serangkaian kue telur, dengan banyak gambar diambil dari sudut atas dan bawah, yang dapat dikatakan tidak menarik.

Di sisi lain, Ratu Su menyerahkan dua foto pot, dengan bunga kembar yang berdekatan, seperti sepasang kekasih yang saling berpelukan, mengungkapkan semacam keindahan yang mempesona dan lamunan yang tak terbatas.

Tentu saja, dua set foto ini juga telah menyebabkan banyak spekulasi, tetapi kesimpulan akhirnya jelas hanya ada satu, yaitu, Sang Aktor dan Sang Ratu memamerkan cinta mereka lagi!

Hadiah Hari Valentine dan sebagainya, tolong jangan terlalu mencolok. Itu akan membuat iri semua orang!

……

Table Of Content

IBKP 105 [2]. Sweet Valentine’s Day
IBKP 106. Perkembangan yang Direncanakan

Author: Blue Shine

Jadilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang kamu suka. -IAMTB

Leave a Reply

Your email address will not be published.