IAMTB Chapter 40

Featured Image

Setelah mendengarkan kata-kata Chen Xili, Shen Chuchu tertegun sejenak dan bertanya, “Apakah akan ada masalah jika berpartisipasi dalam satu, dua atau tiga?”

Sebenarnya, Shen Chuchu tidak begitu mengerti apa yang dilakukan Chen Xili. Tidak hanya perusahaan akan bersaing dengan perusahaan luar, tetapi juga perusahaan internal. Dikatakan bahwa dia ada di bawah kendali Chen Xili, dan karena Sutradara Chang juga bersikeras, jadi Chen Xili pastinya setuju. Pasti ada beberapa alasan yang dia tidak tahu…

Chen Xili berkata perlahan, “Tentu saja ada masalah. Sebagai orang baru yang hanya membuat beberapa iklan dan tidak pernah tampil dalam drama/film, terlalu banyak variety show akan merusak citramu. Jika kamu pemeran utama, itu tidak masalah, tapi kamu adalah pemain nomor tiga. Sebagai pemeran nomor tiga, tidak ada peran tambahan untuk ambil bagian dalam show. Terkadang terlalu banyak paparan bisa menjadi semacam konsumsi berlebihan. Banyak orang mungkin berpikir bahwa kamu mengandalkan beberapa cara yang tidak patut untuk naik. Dan lingkaran hiburan bekerja seperti ini. Selama seseorang meragukanmu, reputasimu tidak akan jelas dalam kehidupan ini. Penafsiranmu salah, dan juga salah jika tidak ditafsirkan.”

Begitu Chen Xili berkata seperti itu, Shen Chuchu mengerti. Sejak dia bergabung dengan lingkaran hiburan, dia telah membentuk kebiasaan menjelajah Weibo setiap hari. Pencarian panas yang sering dilakukan oleh beberapa bintang dapat benar-benar membangkitkan rasa kebencian orang yang lewat, dan beberapa pendatang baru yang tidak dikenal yang tidak memiliki banyak pekerjaan dan tidak memiliki banyak kekuatan juga akan menyebabkan tebakan acak.

“Baiklah, kalau begitu aku akan mendengarkanmu.”

Jawaban ini juga sesuai dengan yang diharapkan Chen Xili. Dia mengangguk dan berkata, “Baiklah, aku pikir akan lebih baik untuk memberimu variety show di stasiun Z, tetapi karena Sutradara Chang, kamu bisa pergi ke stasiun S yang lebih baik. Yang ini cukup untuk memberimu paparan.”

“Terima kasih banyak, Direktur Chen.”

Chen Xili tersenyum dan berkata, “Panggil saja aku Chen-jie. Ngomong-ngomong, aku baru-baru ini mengatur agar seorang guru mengajarimu beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika kamu berada di variety show. Karena ini adalah pertama kalinya kamu akan terlihat di depan orang-orang di seluruh negeri, kamu sebaiknya tidak melakukan kesalahan. Juga, kamu harus berolahraga ketika pulang. Pasti akan ada acara olahraga di variety show. Kamu terlalu lemah dan itu tidak terlalu bagus.”

“… Baiklah.”

Bagi Shen Chuchu, olahraga tidak diragukan lagi adalah hal yang sangat menyakitkan. Untungnya, dia memiliki acara ‘bulanan’ untuk melindunginya hari ini, dan dia bisa mengambil cuti dalam beberapa hari. Dengan cara ini, Shen Chuchu memiliki kelas pertunjukan, kelas variety dan kelas latihan fisik. Pada waktu luangnya, dia membawa Wang Qian ke kantor sales perumahan.

Sejak dia memperoleh 100.000 yuan pertama, Shen Chuchu telah berencana untuk membeli rumah. Dia telah belajar banyak tentang perumahan di Internet. Namun, ini adalah pertama kalinya melihatnya di tempat lokasi. Karena sifat pekerjaannya, dia sangat sibuk sehingga dia tidak punya waktu untuk melihat rumah. Sekarang dia memiliki lebih banyak uang. Dia dibayar ketika dia syuting ‘Xiao Yi’ terakhir kali. Ditambah uang dari peramalan di Taobao, dia jadi tambah punya banyak uang. Selain itu, dia tidak menghabiskan banyak uang pada waktu-waktu biasa sehingga uangnya masih tersimpan/utuh.

Dia harus pergi memeriksa ketersediaan rumah dengan cepat. Kalau tidak, dia mungkin tidak dapat membayar uang muka dalam periode waktu tertentu.

Setelah mendapatkan beberapa, Shen Chuchu masih ingin berbelanja dan tertarik dengan apartemen kelas atas dengan luas lebih dari 80 meter persegi. Untuk memiliki rumah sendiri itu sangat perlu dan penting bagi orang luar. Selain itu, Shen Chuchu tidak terlalu memperhatikan dekorasi rumah. Seseorang dapat menyediakan berbagai macam dekorasi dengan baik, dimana itu menyelamatkan jiwanya.

Namun, rumah ini jauh lebih mahal daripada rumah-rumah setengah jadi atau rumah-rumah yang belum dibangun. Dia bahkan tidak punya cukup uang untuk membayar uang muka. Benar saja, itu menegaskan kata-kata penyair besar, “tidak mudah tinggal di ibu kota”.

“Nyonya, kamu dapat benar-benar memikirkannya. Kami memiliki dua rumah tangga di satu tangga*. Lingkungan di masyarakat sangat baik, dan langkah-langkah keamanannya juga sangat bagus. Banyak bintang dan pebisnis tinggal di lingkungan kami. Sekarang tingkat huniannya telah mencapai 80%, jika kamu ragu lagi, itu mungkin akan hilang. Seperti yang di lantai 26 ini, jika saja si pemilik tidak meminta refund, itu benar-benar tidak akan ada lantai yang bagus.”

(*TN: Jujur, dibagian ini aku kurang mengerti.)

Shen Chuchu berpikir, dia juga tahu bahwa rumah di sini bagus, dan dia juga ingin membelinya.

“Atau haruskah aku tunjukkan kepadamu untuk melihatnya sebelum kamu membuat keputusan?”

Shen Chuchu dengan tegas berkata, “OK.”

Jika dia ingin melihatnya, dia secara alami akan melihat lantai di mana dia akan lebih puas. Setelah tiba di lantai 26, staff penjualan membuka pintu dan berkata, “Nona Shen, itu masih baru di dalam. Mantan pemilik sebelumnya bahkan tidak datang untuk mengambil kunci dan meminta refund secara langsung. Dikatakan bahwa ia akan pergi beremigrasi ke Amerika Serikat. Kamu dapat yakin bahwa ini jelas bukan barang bekas.”

Shen Chuchu melihat dekorasi sederhana dan mewah, dan benar-benar lebih puas! Selain itu, saat berdiri di balkon, dia bisa melihat danau di bawah dan tiupan angin membawa udara yang menyegarkan. Rumah semacam ini benar-benar langka. Dia bertanya-tanya apakah dia akan meminjam uang dari orang tuanya dan kemudian meminjam uang dari teman-teman sekelasnya untuk membayar uang muka. Lagi pula, dia memiliki sumber uang yang stabil sekarang, dan dia dapat menghasilkan uang jika dia menerima drama/film itu.

Berpikir seperti ini, Shen Chuchu berjalan keluar dengan enggan.

Akibatnya, begitu dia keluar, Shen Chuchu melihat orang yang dikenalnya keluar dari arah yang berlawanan.

“CEO Han?”

Han Xingyan telah tinggal di sini selama satu malam hanya beberapa hari yang lalu sejak dia mendapatkan properti itu, tetapi dia meninggalkan dokumen di sini dengan tergesa-gesa hari itu. Jadi, dia mampir siang hari untuk mencarinya. Tidak berharap melihat Shen Chuchu yang baru saja keluar.

“Nona Shen.”

Melihat kenalan Shen Chuchu dengan para pemilik di sini, si wiraniaga merasa bahwa hunian akan lebih mungkin untuk terjual hari ini, jadi dia berkata dengan senang, “Lihat, Nona Shen, temanmu juga tinggal di sini, kamu dapat bertanya kepadanya tentang pengalaman perumahannya. Rumah-rumah di sini pasti bernilai baik. Dan jauh lebih nyaman untuk hidup dengan orang yang kamu kenal baik.”

Shen Chuchu sedikit malu ketika mendengar ini. Bagaimana dia dan CEO Han bisa berteman? CEO Han kurang lebih adalah penyokongnya, mereka berdua sama sekali bukan dari dunia yang sama. Dia tersenyum dan diam saja.

(*TN: Penyokong disini lebih ke arah positif.)

Setelah mendengarkan ini, Han Xingyan memandang Shen Chuchu dan bertanya, “Nona Shen ingin membeli rumah di sini?”

Shen Chuchu mengangguk dan berkata, “Itu benar. Memang ada rencana seperti itu.”

Han Xingyan sedikit mengangguk, dan tidak mengatakan apa-apa lagi.

Sekarang, setelah memasuki lift, beberapa orang terdiam. Jika saja Shen Chuchu merasa malu sekarang, itu akan memalukan bagi sekelompok orang. Bahkan staf penjualan yang fasih pun terdiam.

Ketika mereka keluar dari apartemen, staf penjualan ingin mengantarkan mereka kembali ke kantor sales dengan mobil listrik. Han Xingyan berkata, “Nona Shen, tunggu sebentar.”

Shen Chuchu akan pergi bersama Wang Qian. Setelah mendengarkan ini, dia berdiri diam dan menatap Han Xingyan dengan ragu.

Staf penjualan berkata dengan tegas: “Kalian pasti sibuk, jadi aku akan pergi dulu. Nona Shen dapat menghubungiku kapan saja jika kamu mau, tetapi kamu harus memikirkannya sesegera mungkin, atau rumah di sini akan dijual.”

Shen Chuchu mengangguk dan berkata, “Baik, ya, terima kasih.”

Setelah menunggu staf kantor penjualan pergi, Han Xingyan berkata, “Nona Shen, lingkungan di sini sangat baik. Jika kamu ingin membeli rumah di sini, kamu dapat memberi tahuku. Aku kenal CEO Lin dan dia bisa memberimu diskon.”

Shen Chuchu tidak berharap Han Xingyan menghentikannya untuk mengatakan hal seperti itu. Dia menatap Han Xingyan dengan terkejut dan bertanya, “Berapa banyak diskon yang bisa aku dapatkan?”

Han Xingyan menatap ekspresi serius Shen Chuchu, dan tiba-tiba terdiam. Berapa banyak diskon yang bisa dia dapatkan … dia tidak tahu. Hanya melihat ekspresi bersemangat Shen Chuchu, dia dengan santai mengatakan angka acak: “Sekitar 20% atau lebih.”

Shen Chuchu menjatuhkan rahangnya ketika dia mendengar angka ini. Diskon 20%? Kamu pasti bercanda denganku. Akan menyenangkan untuk memberikan diskon 5% atau bahkan setidaknya diskon 1% untuk harga internal. Dia mengatakan itu adalah diskon 20%.

Melihat penampilan terkejut Shen Chuchu, Han Xingyan tiba-tiba merasa seolah-olah dia mengatakan hal yang salah. Dia belum pernah membeli rumah, dan rumah itu juga hadiah dari seorang teman, jadi dia tidak begitu jelas tentang detailnya. Hanya saja, apakah diskon 20% terlalu tinggi atau terlalu rendah?

Setelah menenangkan diri sejenak, Shen Chuchu berkata, “Tampaknya hubungan antara CEO Han dan CEO Lin harus sangat baik.”

Han Xingyan mengangguk dan berkata, “Yah, cukup baik.” Sebenarnya, mereka adalah teman yang tumbuh bersama.

Sejujurnya, diskon yang ditawarkan oleh Han Xingyan membuat Shen Chuchu sangat bersemangat. Hanya saja diskonnya sepertinya terlalu banyak, yang membuat orang merasa begitu… Yah, tidak pantas menerimanya. Lagi pula, mereka bukan teman yang sangat dekat, dia masih tidak mau mengambil keuntungan dari tawar-menawar semacam itu.

Memikirkan hal ini, Shen Chuchu menolak dengan tersenyum: “CEO Han, terima kasih banyak. Lebih baik untukku melihatnya lagi.”

Han Xingyan melihat penampilan Shen Chuchu, dan tahu bahwa diskon yang baru saja dia katakan tampaknya terlalu banyak, tetapi itu kontraproduktif*. Dia berpikir sejenak dan berkata, “Nona Shen, kamu tidak harus melakukan ini. Banyak harga rumah di sini dinaikkan. Bahkan jika dia mendapat diskon 20%, dia masih menghasilkan uang. Bahkan, para pengembang sudah mulai menghasilkan uang ketika mereka bisa menjual kurang dari sepertiga produk. Dia telah menghasilkan banyak uang sekarang. Nona Shen benar-benar tidak perlu menabung untuk orang-orang seperti itu. ”

(*TN: memiliki kebalikan dari efek yang diinginkan.)

Shen Chuchu merasa bahwa Han Xingyan begitu banyak bicara sehingga kata-katanya masuk ke dalam hatinya. Dia sangat ingin membelinya. Dia mulai goyah setelah mendengarkannya. Hanya saja…

“Namun, dalam hal itu, bukankah CEO Han akan berutang budi kepada pengembang?”

Han Xingyan mendengar ini dengan senyum di matanya dan berkata, “Tidak, dia sudah berutang budi padaku.”

Shen Chuchu mengerucutkan bibirnya dan berkata dengan malu-malu, “Kalau begitu aku berutang budi padamu. Tampaknya aku selalu berutang budi padamu.”

Han Xingyan tersenyum dan berkata, “Bagaimana mungkin? Bukankah Nona Shen memberiku satu juta yuan?”


Blue Note: Hai semuanya! Maaf… IAMTB telat update; itu dikarenakan ada jadwal real life yang berantakan belum lagi ortu juga sakit… jadi sedikit terhambat. Sekali lagi Blue Shine minta maaf, ya? 🙂

Author: Blue Shine

Jadilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang kamu suka. -IAMTB

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.