FWIWM 6. Suamiku, Aku Takut! (2)

Featured Image

“Kau ada dimana?”

Chen Shu menghembuskan napas di detik kesebelas dan bersikap tenang. Takut Chen Shu akan berubah pikiran, Ye Sui segera memberitahukan alamat perusahaan.

Sepuluh menit kemudian, mobil Chen Shu tiba di pintu masuk perusahaan. Ye Sui memandang matahari yang nyaris tenggelam. Dia tidak berani memicingkan matanya, setelah mengenakan masker dia segera masuk ke mobil Chen Shu.

Bibir Chen Shu merentang lurus, dan emosinya tampak jelas. Dia terlihat muram karena tidak pulang sesuai dengan waktu yang telah dia tetapkan.

Ye Sui tahu Chen Shu tidak suka berbicara dengan orang. Dia tahu sifatnya dengan sangat baik, jadi dia tidak berbicara. Mobil itu begitu sunyi meskipun kebanyakan orang tidak tahan dengan suasana yang sunyi, tetapi Ye Sui merasa cukup nyaman.

Ketika mobil melaju, malam mulai tenggelam dan gelap gulita. Ketika mobil Chen Shu memasuki lingkungan rumah mereka, Ye Sui melihat waktu di ponselnya, setengah jam lebih lambat dari waktu biasanya Chen Shu pulang.

Ye Sui memandang dari sudut matanya, mata Chen Shu terlihat suram, alisnya sedikit berkerut. Ye Sui beruntung  Chen Shu berkarakter halus dan tidak mengusirnya keluar dari mobil.

Akhirnya mobil berhenti dan mereka keluar dari tempat parkir, Ye Sui mendengar musik dari plaza kecil yang jauh.

Ye Sui melirik, membuat kakinya terlalu lemah untuk berjalan.

Awalnya, terlihat beberapa wanita paruh baya di komunitas mereka yang memilih untuk melakukan Yoga pada waktu makan malam. Selain orang-orang itu, ada juga lebih banyak hantu bibi di alun-alun umum sekarang.

Plaza itu begitu ramai sehingga tidak ada ruang yang tersisa.

Masing-masing hantu bibi itu sebelumnya mati dengan cara yang aneh, beberapa tanpa kepala, beberapa dengan usus mereka terayun keluar, dan beberapa bahkan matanya tercungkil.

Ye Sui benar-benar menjadi kaku, dan secara tidak sadar mendekati Chen Shu, tetapi meskipun demikian, dia ingat nasehat ayah Chen Shu tentang hal-hal yang berkaitan dengan Chen Shu.

Chen Shu tidak suka menyentuh orang, dan tentu saja dia tidak suka orang menyentuhnya. Meskipun Ye Sui takut, tetapi dia hanya bisa berdiri setengah meter dari Chen Shu.

“Ya ampun, Tanganku!” Terdengar raungan keras.

Biasanya suara keras itu akan mengganggu orang lain selain Ye Sui. Tetapi orang-orang di sebelahnya masih melanjutkan kegiatan mereka, bahkan tidak menoleh ke arahnya.

Schlip——

Tangan itu jatuh terguling beberapa kali dan tak terduga berhenti dekat kaki Ye Sui. Jika Ye Sui melangkah maju satu langkah lagi, dia akan menginjaknya.

“Tunggu sebentar,” Ye Sui berbicara dengan susah payah.

Chen Shu menghentikan langkahnya ketika dia mendengar suara Ye Sui, dan melihat ke arahnya. Pada saat ini, Ye Sui sudah pucat.

Chen Shu ragu.

Ye Sui pura-pura tidak melirik ke samping, tetapi sebenarnya, dia telah mengawasi hantu bibi yang mencoba mengangkat tangannya.

Hantu bibi itu menjadi lemah, dan menatap wajah Chen Shu dengan takut. Di sisi lain dia membungkuk mendekati mereka, terlihat seperti remaja yang pemalu.

Hantu bibi berjongkok, tangannya gemetar, berusaha mengangkat tangan satunya. Karena tindakan bibi hantu, hantu-hantu lain yang berisik tiba-tiba terdiam.

Semua hantu bibi tampak cemas melihat Ye Sui. Gerakan mereka konsisten, dan bersama-sama tetap menatap kedua orang itu.

Semakin dekat hantu bibi ini ke Chen Shu, semakin Ye Sui merasa ketakutan dan dia semakin ingin menangis.

Tapi Ye Sui tidak beruntung !!

Dang!

Tangan hantu Bibi berguling-guling di kakinya, dia megap-megap.

Karena naluri untuk bertahan hidup, dalam sekejap Ye Sui menggenggam tangan Chen Shu .

Dang!

Ketika Ye Sui membuka matanya, semua yang seharusnya tidak terlihat menghilang dari sana. Jumlah orang yang menari di alun-alun kembali normal, dan tangan yang patah dibawah kakinya menghilang.

Kali ini, sekitar Ye Sui benar-benar sepi.

Ye Sui pertama-tama mengalihkan pandangannya.

Oh tidak! Dia memegang tangan Chen Shu dengan erat. Setelah dia menaikkan pandangannya, dia bertemu dengan mata Chen Shu.

Mata Chen Shu hitam pekat dan bersinar. Ketika mata hitam pekat itu menatap Ye Sui, dia merasa seperti sedang mengambil keuntungan dari Chen Shu.

Jelas, Chen Shu sedang menunggu penjelasan darinya, tetapi bagaimana dia bisa menjelaskan hal-hal ini? Karena dia terlalu takut untuk melihat hantu?

Suasananya kaku. Tiba-tiba terdengar anjing menggonggong dari belakang. Ye Sui memikirkan ide bagus dan dengan cepat memiliki alasan yang bagus.

“Suamiku, aku takut pada anjing.” Penjelasan ini masuk akal, dan dia juga tidak punya cara yang lebih baik untuk menjelaskannya.

Tidak lama anjing penyelamat muncul dari belakang. Anjing itu diikat dan berlari dengan kaki pendeknya.

Mengapa anak anjing itu muncul begitu cepat? Itu sama saja memberitahu Chen Shu bahwa apa yang baru dia katakan adalah bohong!

Sosok miniatur itu berjalan dengan anggun, Chen Shu mungkin mengira dia bisa melihat hantu.

FWIWM 5. Suamiku, Aku Takut! (1)
FWIWM 7. Tangan Yang Bermasalah (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.