FWIWM 153. Membuat Mantau (2)

Featured Image

Seorang bibi datang untuk membeli mantau dan dia membeli sepuluh buah dengan bangga, ternyata dia mempunyai tujuan lain. Detik berikutnya, bibi yang antusias mengambil tangan Ye Sui: “Gadis kecil ini terlihat sangat cantik, apakah sudah ada pacar?”

Ye Sui: “?????”

Bibi menunjuk mantau di mulut Gao Yue dalam satu kalimat, merujuk pada orang yang dipasangkan dengannya dalam program itu.

Membuat mantau, mengukusnya, menjual mantau … ini adalah kegiatan mereka dalam satu hari tanpa akhir. Pada sore hari, ada gerakan tiba-tiba di ujung jalan, dan pedagang di sekitarnya melarikan diri.

Para tamu yang tidak memgetahui sebabnya mengikuti, dan Ye Sui ingin menarik gerobak untuk ikut pergi.

“Jangan khawatir tentang beberapa mantau!” Gao Yue berteriak kembali ke Ye Sui, “ Itu managemen kota/ pamong praja!”

Netizens mengamati kelompok artis yang berlari di jalan, terlepas dari situasinya. Kamera di belakang mereka, gerobak jualan disita oleh manajemen kota.

【Selebriti populer yang menjual mantau di jalan bertemu manajemen kota, tetapi mereka tidak punya pilihan selain meninggalkan gerobak dan melarikan diri】

“Ha ha ha ha ha pertunjukan ini di luar dugaanku, bagaimana alur syuting?”

“Tim sutradara terlalu buruk, jadi dia menyerahkan pada manajemen kota.”

“Aku bersumpah itu pasti bukan rencana tim sutradara! Tidakkah kau melihat semua staf melihat manajemen kota dan melarikan diri?”

Karena munculnya manajemen perkotaan, syuting hari ini dihentikan.

Orang-orang di tim program menemukan restoran, membentuk meja, dan berangkat setelah makan malam.

Di bus kembali, Gao Yue duduk di depan Ye Sui. Gao Yue ingat kondisi fisik Ye Sui ketika dia datang di pagi hari. Dia bertanya, “Apakah kau masih mabuk?”

Ye Sui menggelengkan kepalanya dan menambahkan kalimat setelah memikirkannya: “Terima kasih sebelumnya.”

Sejak awal pembicaraan, Gao Yue memperhatikan kata-kata Ye Sui dan berkata, “Maaf, sejak episode pertama dari acara ini, aku belum meminta maaf kepadamu.”

Pada saat itu, Gao Yue tidak tahu karakter Ye Sui, dan mendekatinya sesuai dengan arahan perusahaan, tetapi akhirnya menyentuh prinsip pribadi Ye Sui. Dia menjelaskan: “Spekulasi cp dibuat oleh perusahaanku. Aku hanya bisa mendengarkan tim managemen.”

Ye Sui tersenyum dan berkata, “Aku tidak pernah mendengarkan arahan agenku.” Karena Renjie adalah orang yang tidak cerdas, bila mendengarkan dia akan membawanya ke jalan buntu.

Malam semakin larut dan topiknya terbuka. Gao Yue tidak bisa tidak menghela nafas dengan emosi: “Apakah kau tahu bahwa aku dan perusahaan membagi pendapatan menjadi tiga – tujuh.”

Ye Sui: “Kau Tujuh?”

Gao Yue menggelengkan kepalanya dan mengatakan angka tiga digit. Dia menandatangani kontrak penjualan lima belas tahun. Jika dia tidak bisa meraih nilai jual yang tinggi, dia harus berada di perusahaan ini seumur hidupnya.

Gao Yue harus melakukan semua yang dikatakan agen itu. Melihat Ye Sui bukan tipe orang yang digosipkan oleh dunia luar demi hal tidak bermoral, Gao Yue menyatakan penyesalannya: “Maaf, untuk hal sebelumnya, jangan salahkan aku.”

Ye Sui membeku sebentar, lalu tersenyum: “Sikapmu yang malu saat ini membuatku juga malu, kenapa kau masih meminta maaf padaku?”

“Aku benar-benar iri padamu karena memprotes secara terbuka di acara itu untuk menolak gosip dipasangkan.” Gao Yue tidak akan berani memikirkan hal seperti itu. Gao Yue takut jika memberontak, dia akan disingkirkan oleh perusahaan pada hari berikutnya.

Gao Yue: “Apakah layak dimarahi oleh seluruh jaringan?”

Ye Sui bercanda: “Tidak takut pada apa pun, pernahkah kau mendengar bahwa hitam secara alami berwarna merah di kedalaman*? (= Popularitas adalah sebuah gelembung, itu akan pecah begitu Anda menusuk, tetapi kekuatan tidak akan mengkhianati Anda).

Gao Yue: “…”

Pertunjukan itu hampir berakhir. Gao Yue akhirnya menemukan kesempatan untuk meminta maaf kepada Ye Sui. Dia merasa lega, akhirnya sebuah batu besar di hatinya disingkirkan.

Bus berhenti, dan mobil-mobil van para artis menjemput mereka. dalam perjalanan pulang, Ye Sui tertidur pulas.

Indera keenam Ye Sui tampaknya sangat sensitif. Ketika dia membuka matanya, dia telah mencapai pintu apartemen. Dia meraih teleponnya dan mengirim WeChat ke Chen Shu: “Aku sudah pulang.”

Mobil van menuju ke rumah Ye Sui, itu adalah malam yang tenang.

Sudah sangat larut, tetapi ketika melihat ke atas, gedung bertingkat tinggi itu gelap dan ada rumah yang terang.

Chen Shu menyalakan lampu di rumah. Saat ini ia berdiri di bawah lampu jalan, dan sosoknya yang tinggi terlihat jelas di malam hari. Dia meletakkan satu tangan di sakunya dan melihat ke arah Ye Sui.

Setelah turun dari mobil, Ye Sui berlari ke Chen Shu. Ye Sui hanya ingin pulang dan beristirahat dengan cepat, dan tidak melihat ekspresi Chen Shu.

Mereka lalu berjalan dan tiba-tiba Chen Shu berkata: “Apakah kau lapar?”

Ye Sui menjawab dengan pelan: “Ya.”

Chen Shu: “Aku baru saja mencoba membuatkan makan malam.” Dia mendengar bahwa pria yang bisa memasak sangat menawan. Jika ingin mendapatkan hati seorang wanita, harus terlebih dahulu mendapatkan perutnya.

Ye Sui berseru: “Kau, kau … betulan kau memasak?”

Karena dia merasa Chen Shu diintimidasi oleh keluarga Chen, dia ingin melindungi si kecil yang menyedihkan ini, akhirnya dia perlahan-lahan keluar dari kesepian, sekarang menjadi lebih semangat.

Dia memiliki keluarga tetapi seperti tidak memiliki keluarga, dia tidak tahu apa arti keluarga sejak lahir. Sekarang Chen Shu adalah keluarganya.

Ye Sui tiba-tiba teringat kata-kata Gao Yue. Apakah dia rela dimarahi oleh seluruh jaringan? Apakah itu layak?

Jawabannya adalah, itu sepadan.

Ketika mereka berjalan ke koridor, udara terasa agak sunyi, seolah-olah sesuatu akan meledak di detik berikutnya.

Chen Shu merasa lebih baik membiarkan dia mempersiapan diri terlebih dahulu: “Dapur di rumah diledakkan olehku.”

Ye Sui menggertakkan giginya: “Chen Shu!!”

Dalam sedetik, dia menyesali keputusannya yang ingin Ye Sui mempersiapkan diri sebelumnya.

[maxbutton id=”52″ ]

 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.