FWIWM 137. Cinta Sepihak (2)

Featured Image

Dia tidak bisa membayangkan bagaimana pria itu akan bereaksi ketika dia tahu mengenai gadis yang ditolongnya. Biarkan  soal dia menyukainya, menjadi rahasianya sendiri, terkubur jauh di dalam hatinya.

Ye Sui diam, karena gadis itu terlalu menyukainya, jadi Song Xiao tidak berani mengatakan perasaannya dengan mudah. Bahkan jika dia akan menghilang, emosi ini tidak pernah diungkapkan.

Hati Ye Sui tiba-tiba merasa sedih, dia mengerutkan bibirnya dan tidak mengatakan apa-apa.

Mungkin itu sudah menjadi keinginannya ketika tubuh Song Xiao perlahan menjadi transparan. Wajahnya masih sangat cantik, tetapi ia menjadi pucat dan tubuhnya perlahan-lahan menjadi mulai menghilang.

Ekspresi Song Xiao sangat santai, dengan senyum di mulutnya. Dia menatap Ye Sui dan berkata dengan tulus, “Terima kasih.”

Pada saat terakhir sebelum Song Xiao menghilang, dia melihat kembali ke arah pelukis dan tersenyum. Song Xiao menghilang, kertas gambar melayang di udara, dan mendarat di tanah dengan santai.

Pelukis itu masih melukis di tepi danau, tetapi dia tidak akan pernah mengetahui bahwa pernah ada seorang gadis yang menatapnya dengan intens saat dia melukis.

Tiba-tiba benaknya terasa kosong sesaat, dan hatinya kosong, seolah-olah ada sesuatu yang hilang.

Melihat ke danau, pelukis itu teringat gadis yang menyelamatkannya, dan dia bergumam, “Kau ada dimana?”

Alasan dia datang ke sini untuk melukis adalah berharap suatu hari dia bisa bertemu dengan gadis yang menyelamatkannya.

Tapi dia tidak tahu, kalau gadis yang selama ini ada di hatinya, Song Xiao, sudah tidak ada lagi, dia benar-benar menghilang. Song Xiao juga tidak tahu bahwa orang yang diam-diam dicintainya sebenarnya juga diam-diam memikirkannya.😥

Pada saat ini, Ye Sui berjongkok, siap mengambil kertas gambar di tanah. Dia sedang memikirkan sesuatu, ketika dengan perlahan mengulurkan tangannya untuk menyentuh kertas gambar.

Pada saat ini, sebuah tangan ramping muncul di depannya yang lebih dahulu mengambil mengambil kertas gambar. Ye Sui berdiri dan Chen Shu menyerahkan kertas gambar padanya.

Ye Sui mengambil kertas gambar tanpa melihat ke pria itu. Dia memandangi gadis cantik di lukisan itu, berpikir bahwa Song Xiao baru saja menghilang di hadapannya, dan dia merasa hatinya terasa berat.

Ye Sui menundukkan kepalanya, dan dia berbisik, “Chen Shu.” Di malam yang sunyi itu, suaranya terdengar halus seperti tersebar di angin.

Chen Shu tahu saat ini Ye Sui tidak bahagia. Dia memandang Ye Sui dan sepertinya terinfeksi oleh kesedihannya.

Chen Shu berbisik pelan, “Ya.”

Ye Sui bertanya, “Apakah menurutmu cuacanya buruk akhir-akhir ini?” Song Xiao tidak ada hubungannya dengan pria itu.(karena tidak bisa melihat Song  Xiao jadi tidak bisa merasakan kesedihan hantu itu)

Chen Shu memandang ke atas, ke arah langit. Di langit yang gelap, beberapa bintang tampak, dan bulan memperlihatkan wujud yang jelas. Besok kemungkinan akan menjadi hari yang cerah.

Chen Shu berkata, “Ini benar-benar buruk.”

Suara Ye Sui sedikit rendah: “Chen Shu, dia menghilang, dia masih sangat muda …” Itu sudah jatuh sebelum mekar penuh.

Chen Shu berjalan beberapa langkah, Ye Sui mendongak, dan menatap mata Chen Shu. Dia mendengar suara Chen Shu terdengar menghiburnya : “Kau telah melakukan pekerjaan dengan baik.”

Ye Sui memandang Chen Shu dan sepertinya bisa melihat bayangannya di dalam mata pria itu. Mata Chen Shu bersih, seolah-olah dia bisa melihat sekilas kedalaman matanya.

Namun, ketika dia melihat lebih dekat, akan terlihat suasana hatinya yang muram, dan matanya selalu tak bisa menipunya.

Ye Sui tiba-tiba teringat semua orang mengatakan bahwa Chen Shu itu keras. Dia tampak diam, tidak pernah menjelaskan, dan jarang berbicara dengan orang lain. Bagaimana dia bertahan selama bertahun-tahun?

Chen Shu melihat Ye Sui yang bingung lagi. Dia berkata dengan dingin, “Apakah kau lupa mengenai penerbanganmu malam ini?”

Ye Su tiba-tiba menjawab: “Ups, lupa mengepak koper!” Hampir saja, Ye Sui tertinggal.

Ye Sui berjalan cepat ke hotel: “Ayo kembali!” Melihat kepanikan Ye Sui, Chen Shu tidak berbicara lagi dan bibirnya sedikit ditarik, lalu keduanya kembali ke hotel.

Ye Sui dan Chen Shu mengepak koper mereka dan naik ke pesawat. Chen Shu masih mencarter kabin kelas satu, tapi kali ini, ada lebih banyak orang dari Studio Ye Sui di kabin kelas satu.

Chen Shu agak tidak senang dan merasa orang-orang ini mengganggunya dan Ye Sui.

Ye Sui melihat sekeliling dan bertanya-tanya, “Mengapa mereka duduk sejauh itu?” Dia dan Chen Shu duduk di depan, dan sekitarnya kosong. Renjie dan Xiao Liu jauh dari mereka.

Chen Shu dengan ringan berkata: “Mungkin mereka menyukai posisi itu.”

Xiao Shu dan Renjie ingin menciptakan ruang pribadi untuk Ye Sui dan Chen Shu, jadi secara sadar menjauh dari mereka: “…”

Chen Shu memandang Ye Sui dan memikirkan Ye Sui yang berkata dia ingin merawatnya, tiba-tiba dia berkata, “Kau tidak perlu menabung untukku di masa depan, aku juga bisa merawatmu.”

Ye Sui tidak peduli, dia menepuk pundak Chen Shu: “Tidak peduli berapa banyak uangmu, kita juga perlu menabung bersama. ”

Diam-diam Chen Shu berpikir bahwa uangnya tidak sedikit, Ye Sui tidak akan bisa menghabiskannya selama hidupnya bahkan jika dia menghabiskan waktu hanya dengan bersantai.

Dalam perjalanan ke Yunnan ini, Chen Shu memamerkan kekayaannya di depan umum bahkan didepan Ye Sui, tetapi kesan Ye Sui tentang Chen Su hanya berubah dari “Dana Perwalian keluarga Chen” menjadi “Chen Shu memiliki sedikit tabungan. “.

Tampaknya Chen Shu memiliki jalan panjang untuk membuktikan bahwa dia tidak perlu bergantung pada Ye Sui untuk dirawat.

Di bandara, sebelum beberapa orang keluar, Renjie menemukan penggemar menjemput mereka, ternyata setelah Ye Sui pergi ke Yunnan, banyak orang datang untuk menjemput.

Renjie terkejut mengetahui bahwa Ye Sui terkenal di Internet, dan tidak pernah ada situasi di mana para penggemar menjemputnya.

Sementara Renjie bahagia, dia memberi tahu Ye Sui tentang hal itu dan menyuruhnya pergi bersama Chen Shu. Chen Shu pergi dulu, lalu Ye Sui menyusulnya. Jika Ye Sui difoto bepergian dengan seorang pria, Internet akan meledak.

Jadi Chen Shu berjalan lebih dulu, tapi dia tidak pergi, menunggu Ye Sui di luar. Setelah beberapa saat, Ye Sui keluar dan dia dikelilingi oleh penggemar.

Chen Shu, sebagai suami sah Ye Sui, duduk diam di mobil di luar.

Bagaimana perasaan Anda ketika diduakan?

Table Of Content

FWIWM 136. Cinta Sepihak (1)
FWIWM 138. Memuji (1)

One thought on “FWIWM 137. Cinta Sepihak (2)”

Leave a Reply

Your email address will not be published.