FWIWM 130. Kisah Hantu Air (3)

Featured Image

Ye Sui menundukkan kepalanya. Baru saja, dia tidak memegang sumpit dengan kuat, menyebabkannya terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai. Namun, dia tidak akan pernah mengakui bahwa sebenarnya dia takut.

Chen Shu membungkuk dan dengan tenang mengambil sumpit di tanah lalu menyerahkannya kepada pelayan. “Tolong, bawa sepasang sumpit lagi.”

Begitu pelayan pergi, Ye Sui segera menyakinkan dirinya sendiri. “Cerita ini pasti tidak benar.” Nada suaranya sangat positif.

Chen Shu melihat pelayan kembali dan menbawa sumpit yang bersih. “Ingatlah untuk tidak menjatuhkan ini lagi.” Chen Shu meredam ketakutan Ye Sui.

Ye Sui: “…”

Ye Sui hanya bisa menghibur dirinya sendiri. Dengan Chen Shu di sampingnya, dia tidak perlu takut.

Bahkan jika hantu air muncul, melihat sikap Chen Shu, dia mungkin menarik rambutnya, menariknya keluar dari air, dan memanggangnya di bawah sinar matahari sepanjang hari.

Ketika Ye Sui berpikir begitu, dia tidak lagi takut.

Setelah makan, telepon Chen Shu tiba-tiba berdering. Ye Sui kembali ke kamarnya dulu. Dia membuka semua tirai. Sinar matahari yang hangat memenuhi ruangan, tidak meninggalkan tempat bagi hantu untuk bersembunyi.

Setelah gorden dibuka, jendela memperlihatkan pemandangan danau. Di siang hari, itu tampak tenang. Hanya angin yang bertiup di telinga Ye Sui yang membuatnya tenggelam dalam keheningan.

Ye Sui sedang duduk di tepi lantai kayu, riak-riak air di kakinya menyebar, dia hampir ingin menutup matanya dan tidur siang di sini.

Di sore yang tenang, riak-riak di permukaan air tiba-tiba mulai membesar dari jauh dan semakin me dekat. Ye Sui menatap tajam ke arah pemandangan aneh.

Detik berikutnya, kepala muncul dari air. Bahkan dalam bayangan, kulit gadis itu terlihat putih dan bersinar seperti mutiara.

Rambut panjang dan basah tergantung di bahunya, dan beberapa helai jatuh dengan bebas, menutupi pipinya.Namun, dia bisa melihat sekilas wajah misterius dan cantik itu.

Tiba-tiba, riak-riak air naik lagi, gadis itu perlahan mengulurkan kedua tangannya yang putih dan meletakkannya dengan lembut di tanah.

Gadis itu menatap Ye Sui dengan kepala sedikit miring, matanya yang cerah mengamati Ye Sui, pemandangan itu tampak seperti gambar yang indah.

Ye Sui melirik kaki gadis itu. Dan itu memang kaki, bukan ekor. Karena itu, gadis cantik ini bukan putri duyung, tapi hantu air dari legenda.

Dialah yang menarik jiwa orang dan menyeretnya ke air.

Ye Sui tidak menunggu hantu air mendekat dan segera berdiri dari lantai. Semua hantu yang dia temui sebelumnya cantik, jadi dia nyaris tidak perlu membujuk dirinya untuk hidup damai dengan mereka.

Tapi hantu air ini tidak sama, dia berbahaya.

Ye Sui teringat cara untuk berurusan dengan hantu air dan memalingkan matanya secepat mungkin, tidak melihatnya.

Ye Sui hendak melarikan diri kembali ke kamar ketika suara Chen Shu tiba-tiba berdengar, “Ye Sui, kau ada di luar?”

Baru saja, Ye Sui terlalu gugup sehingga tidak mendengar suara pintu terbuka dan tidak tahu Chen Shu sudah masuk. Saat berbicara, dia keluar dari jendela geser dan berdiri di depannya.

Chen Shu langsung memperhatikan reaksi aneh Ye Sui. Alisnya sedikit berkerut, “Ada apa? Melihat hantu lagi?”

Detik berikutnya, Chen Shu berbalik untuk melihat permukaan air dan mencari-cari, mencoba mencari tahu seperti apa hantu legendaris itu. Namun, dia kecewa; dia adalah musuh hantu dan tidak bisa melihat mereka bahkan jika dia ingin .

Ye Sui melihat tindakan Chen Shu, dan hatinya menjadi panik. Pada saat ini, dia lupa kalau pria itu dapat mengendalikan hantu, karena takut Chen Shu akan terpikat oleh hantu air yang indah.

Insting Ye Sui lebih cepat dari pikirannya, dia mengulurkan tangannya dan menutupi mata Chen Shu.

“Jangan lihat; hantu itu akan menarikmu.”

[maxbutton id=”52″ ]

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.