FWIWM 129. Kisah Hantu Air (2)

Featured Image

Di bawah cahaya redup, emosi yang tak bisa dijelaskan ada dalam pikiran Chen Shu.

Selama pernikahan mereka, dalam dua bulan ini mereka selalu rukun. Sebelumnya,  Chen Shu tidak pernah mengenal Ye Sui.

Ye Sui yang telah mengambil inisiatif untuk mendekatinya. Meskipun malu-malu, dia selalu menunjukkan niat baik kepadanya … Kepribadiannya yang baik terekspos sedikit demi sedikit.

Dia menjadi sosok yang begitu berbeda di hatinya, menjadi sesuatu yang special di dunianya.

Chen Shu sedang berbaring di sofa, sambil bengong menatap langit-langit. Sudut-sudut mulutnya naik, dan dia diam-diam tersenyum.

Keesokan harinya, mereka sangat lelah berjalan-jalan sehingga tidur sampai siang dan langsung pergi makan siang di hotel.

Chen Shu telah memesan seluruh hotel; oleh karena itu, tidak ada tamu lain.

Dengan kata lain, setiap karyawan di hotel ini hanya melayani Chen Shu dan Ye Sui dalam beberapa hari terakhir.

Restoran hotel juga mengandalkan pemandangan danau, melalui kaca, mereka bisa melihat sinar matahari yang terpantul didanau yang tenang dan damai.

Ketika memesan, Ye Sui menutup kepalanya. Topi itu menutupi sebagian besar wajahnya, dan kacamata hitam menutupi matanya. Ini adalah penyamaran yang sering digunakan oleh wisatawan.

Seperti memakai satu set perlindungan penuh dari sengatan matahari.

Hanya mereka yang ada di ruang makan. Setelah pelayan pergi, Ye Sui akhirnya mengangkat kepalanya.

Setelah mengantarkan makanan, pelayan itu sering memandangi mereka. Chen Shu tampan, sementara Ye Sui mengenakan rok panjang, tapi orang masih bisa melihat sosoknya yang indah dalam sekejap. Namun, wajahnya tidak bisa dilihat dengan jelas.

Akhirnya, pelayan itu menyimpulkan bahwa Ny. Chen adalah seorang sangat menjaga kecantikan wajahnya, bahkan ketika makan di restoran, ia takut terbakar matahari.

Ketika Chen Shu dan Ye Sui sedang makan malam, mereka mendengar para pelayan bergosip. Karena seluruh restoran dipesan oleh mereka, suara-suara di restoran kosong itu keras dan jelas di telinga.

Kata-kata “legenda hantu air” sedang disebutkan dalam diskusi saat ini. Ye Sui menjadi sangat waspada ketika dia mendengar cerita hantu dan segera memiringkan kepalanya.

Ye Sui sangat asyik sehingga dia lupa makan siang.

Chen Shu segera memperhatikan tindakan Ye Sui. Dia melirik topinya, dan detik berikutnya, dia mengulurkan tangannya, menarik pinggiran topi Ye Sui ke bawah.

Ye Sui terkejut dan berbalik untuk menatapnya, Chen Shu menarik pinggiran topinya untuk memastikan wajah Ye Sui tidak akan terlihat.

“Pelayan.” Chen Shu memanggil pelayan. Pelayan yang diam-diam berbicara tadi muncul dengan cepat.

“Ada sesuatu yang anda butuhkan?”

Chen Shu menunjuk pelayan lain yang berdiri di dekatnya, “Ceritakan lagi apa yang Anda katakan padanya tadi.”

Pelayan itu tertegun dan malu pada saat yang sama. “Maaf mengganggu makan anda,” katanya.

Chen Shu memandang Ye Sui. “Istriku sangat tertarik dengan legenda Hantu Air. Dia ingin tahu semua tentang cerita itu.”

Melihat Chen Shu tidak mempermasalahkan kelalaian tugasnya, pelayan segera menjelaskan apa yang baru saja mereka gosipkan.

Ternyata ada legenda yang beredar di tempat ini. Suatu ketika ada seorang gadis muda yang meninggal di air. Setelah kematiannya, jiwanya berkeliaran di air dan menjadi hantu air, tidak bisa pergi.

Hantu Air itu menakjubkan dan menarik jiwa orang-orang untuk membuat menemaninya. Dia akan datang ke pantai, lagi dan lagi, menyeret orang-orang dekat air ke dalamnya.

Jadi, banyak orang yang terpeleset ke dalam air, ada yang mengenai kepala mereka dan ada yang langsung jatuh.

Namun, ada solusinya. Hantu air hanya muncul setelah tengah malam. Dan saat dia menatapmu, hindari menatapnya selama lebih dari lima detik. Jangan terpancing olehnya, dan kemudian cari kesempatan untuk melarikan diri .

Mulut pegawai itu sudah kering, dan dia hampir terkejut dengan kemampuannya sendiri untuk bercerita. Tiba-tiba, dia mendengar suara celepuk yang terlalu cepat, yang menyela ceritanya dan hampir menghentikan jantungnya.

[maxbutton id=”52″ ]

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.