FWIWM 127. Hantu Air (2)

Featured Image

Chen Shu membuka meja di samping tempat tidur. Dia mengeluarkan sertifikat villa dari laci dan meletakkannya di atas meja.

Sebelum datang ke Dali, Chen Shu membeli sebuah vila yang menghadap laut. Sebelum tidur, Chen Shu telah menanyakan pendapat Ye Sui, ternyata dia menyukainya.

Besok dia akan mencari kesempatan untuk memberi kejutan pada Ye Sui .

Sebelumnya Chen Shu sudah mencari info mengenai Dali di internet. Dia menemukan iklan perusahaan real estat, dan punya ide untuk memberi villa pada Ye Sui.

Cintailah dia dan beri dia rumah, Bohai Villa menunggu Anda untuk membeli.

Kata-kata di iklan ini meluluhkan perasaan Chen Shu, dia tahu, Ye Sui akan menyukainya. Setelah Chen Shu dengan puas memasukkan akte rumah ke dalam laci, ia kembali tidur dengan tenang.

Hari berikutnya, setelah Ye Sui bangun pagi-pagi, dia dan Chen Shu berjalan-jalan di Kota Kuno Shuanglang sampai sore hari. Setelah kembali ternyata sudah menjelang malam hari, mereka menunggu di hotel untuk menyaksikan matahari terbenam.

Ye Sui bersenang-senang, tetapi dia tidak merasakan suasana hati Chen Shu yang tegang, padahal dia telah bersamanya sepanjang hari.

Dari pagi sampai sekarang, Chen Shu memikirkan tentang satu hal, yaitu bagaimana membuat Ye Sui menemukan sertifikat villa di meja samping tempat tidur.

Permukaan air di kejauhan telah diwarnai dengan lapisan kemerahan dari matahari terbenam. Mereka duduk di bawah sinar matahari, menyaksikan matahari terbenam yang semakin menghilang.

Ye Sui akhirnya memberi tahu Chen Shu kalau dia bisa melihat hantu. Dia mengatakan segalanya.

“Pada waktu kita naik bus yang salah, aku hampir mati ketakutan. Pada saat itu, diseluruh mobil penuh dengan hantu. Hanya kita berdua yang manusia, menurutmu bagaimana aku tidak panik?”

Chen Shu mengingat kejadian pada waktu itu. Ternyata Ye Sui duduk dengan hantu mobil ke terminal pada malam itu. Ye Sui yang pada dasarnya penakut jadi benar-benar ketakutan.

Ye Sui: “Apakah kau melihat berita mengenai perusahaan permen?”

Chen Shu menggelengkan kepala, pura-pura tidak tahu.

Ye Sui mengatakan yang sebenarnya: “Orang yang mewarisi puluhan miliar warisan adalah aku.”

“Waktu aku pergi ke rumah sakit bersamamu adalah untuk membantu Chen Yuexi melihat Sun Jianguo, mereka adalah pasangan cinta pertama …” Ye Sui menceritakan kisah cinta mereka kepada Chen Shu.

Selama matahari terbenam, Chen Shu hanya diam mendengarkan cerita Ye Sui.

Pada malam hari, Ye Sui mengatakan: “Kisah cinta mereka sungguh membuatku iri.”

Chen Shu: “Jika seseorang seperti Sun Jianguo, mendirikan perusahaan permen untukmu, dan membuat perusahaan permen terbesar di negara ini, apakah kau akan menyukainya?”

Ye Sui dengan serius menjawab: “Cinta tidak bisa diukur dengan uang. Jika dua orang benar-benar jatuh cinta, bahkan jika mereka miskin, mereka tetap bersama.”

Ye Sui memikirkan situasi mereka dan menyemangati Chen Shu: “Tetapi bahkan jika tidak ada uang, selama kita bekerja bersama, kita pasti akan menghasilkan uang di masa depan, kan?”

Namun, Chen Shu secara otomatis menerjemahkan makna kalimat ini ke dalam tindakannya yang membeli vila Bohai, sangat kecil bila dibandingkan dengan perusahaan permen.

Untungnya, Ye Sui belum melihat sertifikat villa. Chen Shu harus menyembunyikannya sebelum Ye Sui menemukannya.

“Ya, ada satu hal lagi yang ingin kukatakan padamu.” Nada bicara Ye Sui agak menyesal. “Selama ini aku selalu mencari alasan untuk mendekatimu, karena ketika aku melakukan kontak denganmu, aku tidak bisa melihat hantu-hantu itu.”

Chen Shu: “…”

Ketika matahari terbenam di saat-saat tenang, seketika terdengar suara sesuatu yang pecah, Chen Shu seperti mendengar hatinya yang hancur. Ternyata Ye Sui dekat dengan dirinya, hanya agar dia bisa menghindari melihat hantu.

Pada saat ini, matahari sudah terbenam, dan langit menjadi gelap di detik ini.

Ye Sui dan Chen Shu sudah keluar seharian dan kaki mereka sangat lelah. Setelah makan malam, mereka hanya tinggal di hotel.

Chen Shu selalu memperhatikan meja samping tempat tidur untuk berjaga-jaga agar Ye Sui tidak melihat sertifikat vila di dalam laci. Ketika Ye Sui tidur, setelah beberapa saat, Chen Shu bergerak dengan perlahan ke tempat tidur Ye Sui.

Chen Shu mengeluarkan sertifikat villa dan perlahan-lahan menutup laci lalu menghela napas lega.

Ternyata, Ye Sui tiba-tiba berbalik karena mendengar gerakan di sebelahnya. Dia membuka matanya dan kebetulan melihat Chen Shu yang sedang menutup laci.

Ye Sui yang baru saja bangun masih memiliki suara sengau, ketika dia melihat gerakan Chen Shu, menjadi heran.

“Apa yang sedang kau lakukan?”


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan;

Ye Sui menyemangati Chen Shu: Tidak masalah jika kau tidak punya uang, karena kau masih bisa menghasilkan uang nanti.

Shen Shu: Aku tidak bisa membuatnya berpikir aku tidak punya uang.

Dua orang yang sirkuit otaknya tidak berada di saluran yang sama terlibat dalam percakapan yang tidak nyambung.

FWIWM 126. Hantu Air (1)
FWIWM 128. Kisah Hantu Air (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.