FM 36(2)

Featured Image

Jiang Li menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Oke, jika kamu bertemu dengan pria yang membuatmu merasa aman dan terjamin, aku tidak akan menghentikanmu.  Tapi untuk alasan selain itu, tidak perlu membuang nafas membicarakannya.

Jika aku memberitahu Jiang Li alasan mengapa aku tergoda …… akankah dia mencekikku?

Aku: “Tapi …… kamu selalu mem-bully-ku.”

Jiang Li mengaitkan mulutnya, “Kalau begitu kamu juga bisa mem-bully-ku.”

Persetan denganmu!!   Tentu saja aku ingin melakukan itu. Masalahnya terletak pada fakta apa yang selalu terjadi setelah aku selesai mem-bully-mu.

Jiang Li tampaknya telah menebak seperti yang telah aku tebak dalam hati dan dengan bangga berkata, “Sebenarnya aku tidak hanya akan mem-bully-mu, aku juga akan melindungimu.  Jangan selalu fokus pada kekuranganku. ”

Apakah kamu bercanda, melindungiku?  Ok, meskipun kamu memang membantuku, tapi itu …… motivasimu tidak murni!

Jiang Li bertindak seolah-olah dia membaca pikiranku. Dia berkata dengan tidak tahu malu, “Prosesnya tidak masalah, toh hasilnya tidak berubah.  Dan hasilnya adalah aku bisa melindungimu. ”

Aku sedikit marah, tetapi tidak tahu bagaimana membantahnya. Dia selalu punya alasan dan ketika dia melakukan sesuatu yang salah, kata-katanya akan membuat orang lain merasa apa yang dia lakukan benar …… Orang ini benar-benar penuh kebencian dan menakutkan ah……

Jiang Li melihat bahwa aku agak yakin, jadi dia menambahkan, “Apakah kamu tidak senang memiliki suami sepertiku?  Aku punya mobil dan rumah, orang tua berpendidikan, tampan, ini perangkat kerasnya. Aku tidak merokok, aku tidak banyak minum, dan tidak memiliki kebiasaan buruk, semua ini adalah kriterianya…… ​​bukankah itu benar? ”

Dengan ragu aku menganggukkan kepalaku. Ok, aku akui.

Jiang Li melangkah lebih jauh, “Selain itu, aku orang yang ramah, dan biasanya tidak akan mulai pertengkaran denganmu.”

Aku hanya bisa mengangguk dengan lelah.  Itulah yang disebut pembunuhan tanpa melihat darah, meneriaki orang tanpa mengeluarkan kata-kata kotor.

Jiang Li: “Aku baik padamu, kan?  Juga, bukankah aku selalu menjemputmu dari tempat kerja serta membantumu melawan mantan suamimu?”

Sekali lagi, aku menganggukkan kepala. Meskipun kamu mengambil keuntungan di antaranya, tapi kurasa itu bisa dihitung sebagai …….. membantuku?

Jadi Jiang Li mengangkat alisnya, berkata dengan sengit, “Lalu apa lagi yang kamu tidak puas?”

“Aku ……” Aku terdiam, bagaimana bisa Jiang Li bisa begitu tak tahu malu, menyanjung dirinya sendiri seperti ini……

Tanpa menunggu tanggapanku, Jiang Li menambahkan, “Satu-satunya alasan mengapa kamu selalu mengatakan bahwa aku mem-bully-mu adalah karena kamu berpikiran sempit, dan kamu berani menggunakan alasan ini untuk menceraikanku?”

Jadi aku merefleksikan diriku sendiri dalam diam, apakah aku benar-benar berpikiran sempit?  Mungkin sedikit……

Jiang Li terus menyerang, “Aku tahu kamu memiliki banyak pemikiran tentang aku, tetapi pikirkan tentang hal itu, pada saat kamu membutuhkan bantuan, apakah aku meninggalkanmu sendirian?”

Aku berpikir …… dia cukup sering bertindak tepat waktu?  Berpura-pura di depan ibuku dan He Zi, mengejar Yu Zi Fei ……

Dan Jiang Li mengakhiri pidatonya, “’Seorang pria bergaul dengan orang lain, tetapi tidak harus setuju dengan mereka.’*  Guan Xiao Yan, meskipun kita sangat berbeda dalam kecerdasan, pandangan tentang kehidupan, nilai dan dunia, tetapi kita dapat berinteraksi dan berbaur dengan satu sama lain dengan baik, intinya adalah kamu harus memiliki sikap positif, atau hidup akan menyakitkan.  Aku dapat memastikan ini; jika kamu menceraikanku, kamu akan lebih menderita lagi. ”

*Dari ‘Analects of Confusius’

Aku menggelengkan kepalaku, terpana, tidak bisa membantah.

Jiang Li membelai kepalaku dengan kepuasan, “Tidurlah lebih awal, jangan menyusahkan diri, perceraian bukanlah solusi untuk segalanya. Tapi tentu saja,” Dia berhenti, menatapku dengan tatapan mengancam,”  Jika kamu benar-benar ingin bercerai, aku bisa membuatmu selesai terlebih dahulu.”

Kupikir aku seperti anak kucing yang penurut saat ini…… masalahnya adalah aku bahkan tidak bisa berperilaku buruk.  Aku sebenarnya agak kaget, semua yang dia katakan masuk akal dan tak terbantahkan, ditambah fakta dia akan “menyelesaikanku”…… aku benar-benar seorang pengecut……

Jadi aku ‘bersikap baik’ dan langsung tidur, tidak berbicara lagi.

Astaga, semua gerakan pemberontakanku malam ini dikalahkan oleh beberapa kata Jiang Li, aku bahkan tidak bisa memulai krisis pernikahan dan itu sudah berakhir.  Aku merasa seolah-olah aku menggunakan semua kekuatan aku dan akhirnya hanya meninju kapas, merasa sangat rendah.

Tetapi di sisi lain apa yang dikatakan Jiang Li benar-benar masuk akal, Guan Xiao Yan ah, jangan fokus pada kekurangan orang lain; saat berurusan dengan orang lain, Jiang Li pasti berdiri di sisiku.

Aku sedang memikirkan beberapa hal secara acak.  Jiang Li menghela nafas di sampingku, “Guan Xiao Yan ah, kamu tidak memiliki keteguhan hati.”

Aku menutup mataku dan mengabaikannya.

Jiang Li berkata lagi, “Agar tidak dibodohi, jangan dengarkan kata-kata siapa pun.”

Aku membuka mataku, “Termasuk kata-katamu?”

Jiang Li mengangkat alisnya. “Kamu boleh mencobanya.”

Aku, “……”

Aku menutup mata dan terus menjadi mayat.

FM 36(1)
FM 37(1)

One thought on “FM 36(2)”

Leave a Reply

Your email address will not be published.