FG 40 – Panen Raya

Featured Image

[Berapa kali kukatakan? Yang diserap adalah apa yang tidak dapat diserap manusia, energi spiritual. Sama sekali tidak mempengaruhi efek obat! Namun, kamu masih menolak percaya padaku. Energi spiritual ramuan obat dari rumah You Tua sangat menyedihkan!] Batu ilahi kecil itu mulai menawar.

[Baik! Jika aku pergi ke kota, aku akan memutar ke Balai Pengobatan Tongren dan membiarkanmu menyerap energi spiritual sebanyak yang kamu inginkan!] Menemukan kentang manis lainnya, Xiaocao fokus memanen kentang dan dengan santai menanggapi Batu Ilahi. Lagipula, dia tidak tahu kapan bisa mengunjungi kota lagi.

Nyonya Liu, yang tidak pernah mengelak dari pekerjaan atau tanggung jawab, membungkuk tanpa henti menggali kentang manis. Dia diam-diam berpikir: ‘Tahun-tahun sebelumnya, kentang terbesar yang berasal dari tanah berpasir ini tidak lebih seukuran telapak tangan. Namun tahun ini, sepertinya kentang diisi dengan gas, masing-masing lebih besar dari yang berikutnya.’Dia awalnya berpikir kentang yang baru saja digali puteri bungsunya sudah paling besar. Tetapi dia tidak mengira bahwa kentang manis yang dia gali setelahnya juga tidak kalah besarnya. Beberapa bahkan melampaui ukuran ‘raja kentang’.

“Ibu, ukuran kentang tahun ini jauh lebih besar dari tahun lalu. Sepertinya kita bisa memanen lebih banyak!” Yu Xiaolian merasa tidak percaya. Itu adalah lahan yang sama dengan tahun lalu dan bijinya berasal dari kentang yang sama. Namun, mengapa panen kentang tahun ini semakin banyak? Ukuran kentang juga lebih besar!

Nyonya Li baru saja mulai menggali lalu duduk dan menyeka keringatnya. Dia menundukkan kepalanya dan melihat ukuran ladang kentang keluarganya. Semua daging di wajah Nyonya Li bersentuhan saat tersenyum dan berkata, “Adik ipar, tahun ini, kita memanen banyak. Menurutmu apakah Ibu akan memberi kita beberapa untuk dipanggang dan dimakan?”

Di waktu lalu, saat panen sedikit, kentang manis diiris tipis lalu dijemur. Setelah itu digiling menjadi tepung dan disajikan bersama biji-bijian kasar lainnya sepanjang musim dingin. Kue dadar yang terbuat dari tepung kentang terasa manis dan kenyal. Rasanya jauh lebih enak daripada kue dadar yang terbuat dari tepung milet kasar dan tepung kacang yang berbau aneh.

Setiap tahun, beberapa kentang kecil yang tersisa kadang-kadang direbus dalam baskom. Kentang rebus terasa sangat lembut dan manis. Sangat disayangkan tidak boleh terlalu banyak karena mudah menyebabkan asam lambung. Kentang terasa lebih enak saat dipanggang. Namun, Nyonya Zhang berpikir itu pemborosan karena sebagian dari kulit kentang yang hangus harus dibuang.

“Bibi Sulung, kamu sudah lama beristirahat. Cepat bangun dan mulai menggali. Ada banyak kentang. Jika kita tidak selesai menggali hari ini, nenek akan marah. Saat itu terjadi, kita bahkan tidak bisa makan kulit kentang, apalagi kentang panggang!”

Yu Xiaocao meremehkan Bibi Sulung yang malas dan serakah ini. Dia dan Xiaolian sudah menggali setumpuk kentang, tetapi bibinya belum menggali apapun. Mustahil orang dapat menahan diri tidak mengejeknya!

Nyonya Li mengambil kentang kecil dan melap kotoran dengan lengan bajunya, yang warnanya tak jelas. Dengan mulutnya yang besar, dia menggerogoti kulit kentang. Sementara dia menggigit kulit dengan mulut penuh, dia juga berkata,

“Ini hanya lima bidang tanah! Kita pasti dapat menyelesaikan penggalian hari ini. Jika aku istirahat sebentar, tidak akan menunda apa pun. Kentang tahun ini tidak hanya besar, tetapi juga manis. Rasanya lebih enak daripada kentang sebelumnya.”

Yu Xiaolian memelototinya. Dia tahu mereka tidak pernah bisa mengandalkan Nyonya Li. Yu Xiaolian mengangkat kepalanya melihat adik kembarnya. Dia tidak bisa membantu tetapi berkata, “Xiaocao, istirahat sebentar sebelum kamu mulai menggali lagi. Jangan sampai lelah.”

Nyonya Liu meluruskan pinggangnya dan dengan lembut menyeka tetesan keringat di dahinya. Dengan suara penuh perhatian, dia berkata, “Cao’er, kamu belum pernah bertani sebelumnya. Mengapa tidak duduk di pinggir lapangan dan bermain? Adikmu dan aku bisa menyelesaikannya.”

Dalam kehidupan lalunya, Yu Xiaocao terbiasa bertani. Meskipun keluarganya tidak pernah menanam kentang, tidak ada teknik atau keterampilan khusus untuk menggali kentang. Hanya sebentar dia mulai menggali kentang. Setelah beristirahat empat hingga lima bulan, dan latihan yang didapatnya dari mendaki gunung dan melaut, dia bukan lagi Yu Xiaocao yang sama yang kakinya lemah setelah berjalan dua langkah. Dia tersenyum pada ibunya dan melanjutkan pekerjaan.

“Hei, Kakak Ipar, jenis pupuk apa yang digunakan tahun ini? Kentangnya besar-besar. Lihat itu! Kentang ini setidaknya beratnya tujuh hingga delapan catty!” Setelah Yu Jiang selesai menggali kentang manis di ladang keluarganya, ia datang membantu Nyonya Liu. Namun, saat dia melihat kentang seukuran bola, dia sangat terkejut.

Nyonya Liu menggelengkan kepalanya dan menjawab sambil tersenyum, “Pupuk yang kami gunakan tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Terbuat dari kotoran yang sama. Mungkin, tahun ini cuacanya sangat baik untuk menanam.”

Yu Jiang mengambil cangkul yang dilempar Nyonya Li ke tanah. Dengan terampil mulai menggali, dan berkata, “Jika alasannya karena cuaca, lalu mengapa panen keluargaku sama dengan tahun lalu? Cuaca baik bukan sebabnya. Kakak ipar kedua, jika ada cara rahasia menghasilkan panen berlimpah, tolong jangan sembunyikan dariku!”

Yu Xiaolian tahu bahwa Paman Ketiga suka bercanda, jadi dia berkata, “Paman Ketiga, jika kami memiliki cara rahasia, akankah kami menyembunyikannya? Pupuk yang kami gunakan tahun ini dibuat oleh ibuku dan aku. Itu pupuk yang sama seperti tahun lalu. Mengenai mengapa ada panen yang begitu besar tahun ini, kami juga tidak tahu.”

“Kamu tidak tahu, tapi aku tahu!” Yu Xiaocao berpikir dalam hati. Dengan menundukkan kepalanya, dia terus bekerja dan berkata, “Bukankah Ibu mengatakan bahwa saat kita bertani, kita mengandalkan Dewa. Mungkin, Dewa senang melihat keluargaku, jadi Dewa memberi kami hasil tinggi tahun ini.”

“Hei! Aku tidak berharap bahwa Xiaocao serius menanggapinya, kami berdua suka menceritakan lelucon. Akankah Dewa juga menjadi bias terhadap orang-orang tertentu? Namun, para Dewa mungkin melihat Ibu dan saudaramu tidak pernah punya cukup makanan untuk dimakan. Karena itu, dibenarkan jika Dewa memberimu lebih banyak makanan.”

 

Yu Jiang sudah lama tidak suka dengan istri kedua paman keduanya. Dia adalah bagian dari generasi muda dan bukan bagian dari rumah tangga kedua, jadi dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya bisa membantu ipar kedua yang menyedihkan dan anak-anaknya melakukan pekerjaan berat sebanyak yang dia bisa. Dia berusaha membantu sebanyak mungkin.

“Keluargamu mungkin memanen setidaknya 2.000 catty, yang jauh lebih banyak daripada panen keluarga lain! Jika ladang kami mampu menghasilkan setengah dari jumlah yang dihasilkan ladangmu, aku akan tertawa!” Meskipun pidatonya menunjukkan ia iri, tangannya tidak pernah berhenti bekerja. Dia tentu saja seorang profesional sejati saat mengerjakan pekerjaan fisik. Kecepatan kerjanya lebih cepat dari gabungan tiga orang.

Yu Dashan dan Yu Hai datang membantu di sore hari setelah mereka kembali memancing. Jadi, dengan bantuan tambahan, dan Paman Ketiga, yang adalah pekerja lepasan, akhirnya mereka bisa selesai sebelum gelap. Semua kentang di lima ladang selesai digali dan ditempatkan di gerobak untuk diangkut pulang.

Wajah Nyonya Zhang yang selalu terlihat suram, melihat kentang yang menumpuk di halaman, berseri-seri seperti bunga. Diperkirakan panen kentang tahun ini mencapai 3.000 catty. Ini lebih dari dua kali lipat jumlah panen tahun lalu.

Mendapatkan panen yang melimpah, Nyonya Zhang akhirnya mengalah dan meninggalkan sebagian kentang kecil di ruang bawah tanah untuk dikukus atau direbus untuk dimakan selama musim dingin. Mengambil keuntungan dari matahari awal musim dingin, sisa kentang dipotong-potong dan dijemur. Saat dibutuhkan, mereka bisa menggilingnya menjadi tepung kentang.

“Ini semua berkat kebaikan kaisar saat ini.” Yu Tua memandangi tumpukan kentang dengan puas, seolah-olah dia tidak perlu panik selama ada makanan di tangannya. “Saat aku masih muda dan kelaparan, aku harus makan kulit pohon dan akar rumput. Saat aku sangat lapar, aku bahkan memakan kotoran untuk mengisi perut. Saat itu, banyak orang yang mati kelaparan!”

Yu Tua berhenti sejenak dan bernostalgia masa lalunya lalu melanjutkan, “Setelah kentang diimpor dari luar negeri, kami juga mengalami kelaparan lain. Kentang dijual mahal dan dapat disimpan untuk waktu yang lama. Karena itu, kentang dan tepung kentang, serta tanaman merambat lainnya, sangat menolong kami bertahan dari kelaparan selama tiga tahun yang mengerikan.”

Nyonya Zhang mengangguk dan berkata, “Itu benar. Kentang memang tanaman yang baik. Namun, mengonsumsi kentang dan tepung kentang dua kali sehari akan membuat perut kembung. Makan terlalu banyak kentang akan menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Kentang juga akan membuatmu kentut dan mulas. Akan sangat menyenangkan jika ada tanaman menguntungkan tetapi tidak membuatmu mulas!”

“Jangan puas dengan apa yang kamu miliki! Kamu sudah memiliki makanan, tetapi kamu masih memikirkan ini dan itu!” Yu tua memelototi wanita itu, lalu kembali menyaksikan mereka mengiris kentang menjadi irisan tipis.

Tidak banyak pisau dapur di rumah, jadi bahkan sabit dan potongan-potongan besi dari cangkul digunakan. Namun, masih belum ada alat yang cukup untuk digunakan semua orang. Selain itu, kecepatan potong mereka juga lambat. Kapan mereka bisa menyelesaikan pemotongan 10.000 catty kentang?

Yu Xiaocao ingat dalam kehidupan sebelumnya saat tetangganya memotong kentang, alat yang ia gunakan adalah pisau cukur dengan satu sisi bilah terbuka di ujung bilahnya. Bilah akan diperbaiki di tengah papan kayu. Saat kentang besar didorong ke bawah bilahnya, kentang akan dipotong-potong. Selain itu, sangat aman digunakan karena tidak mudah melukai tanganmu.

Yu Xiaocao berdiskusi dengan ayahnya sebentar. Keesokan harinya, saat ayahnya kembali dari kota, dia membeli beberapa pisau yang diminta. Setelah mengerjakannya sepanjang sore, ayahnya yang terampil akhirnya selesai membuat beberapa irisan kentang.

Yu Xiaocao menggunakan pakaian rusak yang tidak bisa lagi mereka pakai dan membuat beberapa pasang sarung tangan tebal. Dengan sarung tangan tebal, mereka tidak perlu khawatir potong tangan dengan alat ini.

Nyonya Liu mengenakan sarung tangan yang compang-camping dan mengangkat papan kayu dari alat itu. Kemudian, dia mengambil kentang besar dan menaruhnya di atas bilah. Dengan dorongan keras, potongan kentang berukuran sedang jatuh dari bilahnya.

Nyonya Zhang juga mencoba alat itu dan jarang memberi pujian, “Alat ini sangat nyaman digunakan. Tidak hanya cepat memotong kentang, tetapi juga tidak membutuhkan banyak tenaga. Cukup bagus!”

Nyonya Li, yang tertarik dengan alat baru ini, menjadi rajin selama beberapa hari memotong beberapa ratus catty kentang.

Berkat alat pemotong kentang, mereka mampu memotong 10.000 catty kentang dalam waktu kurang dari sepuluh hari. Awalnya, akan sulit menyelesaikan pemotongan 10.000 catty kentang dalam sebulan. Tetapi dengan usaha gabungan antara wanita dan pria di rumah, serta alat pemotong, mereka dengan cepat menyelesaikannya.

Sementara mereka memotong kentang, beberapa penduduk desa mampir ke rumah mereka dan melihat pemotong kentang. Setelah mereka bertanya kepada Yu Hai tentang pemotong kentang, mereka pergi ke pandai besi di kota dan membawa beberapa potong pisau cukur. Kemudian, mereka meminta Yu Hai untuk membantu mereka membuat pengiris kentang saat sedang santai. Keluarga mana yang tidak memiliki saudara di desa lain? Segera, penggunaan pemotong kentang menyebar dari Desa Dongshan ke desa-desa lain.

Di masa depan, setiap kali musim panen kentang, orang membicarakan Keluarga Yu dari Desa Dongshan. Yu Xiaocao tidak pernah membayangkan bawa penemuan kecil yang dibajaknya dari orang lain akan membuat reputasi Keluarga Yu melambung tinggi di sekitar desa-desa terdekat. Dia hanya membuat pemotong kentang untuk kenyamanan keluarganya. Yu Xiaocao sedang memikirkan makanan lezat apa yang bisa dibuat dengan tepung kentang.

Dengan sedikit kombinasi pengalaman yang dimiliki dalam kehidupan sebelumnya dan improvisasinya sendiri, dia mampu menghasilkan banyak resep yang menggunakan biji-bijian kasar sebagai bahan dasarnya.

Sebagai contoh, sudah ada beberapa cara membuat mie kentang.

Cara paling sederhana membuat mie adalah menggunakan parutan besar.  Untuk merobek adonan kentang yang baru diuleni di atas teko air mendidih. Mie yang dibuat seperti ini menjadi tebal. Ketebalannya sama dengan jari seorang anak.

Tapi jujur ​​saja, tanpa bumbu dan minyak, semangkuk besar mie seperti itu tidak akan membuat kenyang. Tak lama setelah memakannya, perut akan segera kelaparan lagi.

Jenis hidangan mie yang paling enak adalah mie yang disajikan dengan kuah kental. Langkah pertama adalah menggunakan tepung ayakan untuk menyaring tepung kentang. Selanjutnya, air matang hangat harus dicampur ke dalam tepung sambil menguleni adonan menjadi bola. Panci diisi air mendidih, sobek adonan dan biarkan mie kentang jatuh ke air mendidih. Saat api terus menyala, orang harus merobek-robek dengan cepat, jika tidak mie akan larut di air.

Namun, membuat mie membutuhkan banyak tenaga. Dia hanya bisa membuat mie saat ayahnya di rumah. Meskipun Yu Hai memiliki tenaga yang kuat, setiap kali dia membuat mie, keringat akan memenuhi seluruh tubuhnya. Ada sekitar selusin orang di Keluarga Yu. Untuk memastikan semua orang bisa makan, Yu Xiaocao harus memasak banyak. Jadi, bahkan saat musim dingin mendekat, pakaian Yu Hai masih akan basah oleh keringat.

Namun, mie yang dimasak menjadi bening tembus cahaya. Saat dimakan, tekstur mie halus dan kenyal. Saat mie dipadukan dengan sup kerang, daun bawang cincang, dan sedikit bumbu, hidangan itu sangat sedap. Ini adalah contoh klasik dari hidangan mie kentang.

Cara lain membuatnya adalah memotong adonan yang baru diuleni menjadi untaian mie di atas talenan. Setelah membuat mie, masukkan saja ke dalam panci berisi air mendidih. Setelah mie matang, bisa langsung dimakan. Mie yang dibuat dengan cara ini akan terasa gurih dan manis. Kuah sup juga bisa ditambahkan ke mie untuk membuatnya menjadi mie kuah. Namun, tekstur mie yang dibuat dengan metode ini tidak sehalus dan sebaik yang dimasak langsung dalam air mendidih.

Ada juga cara lain memakannya, yaitu kombinasi mie tipis dan tebal. Pertama, adonan kentang manis akan dibungkus dengan adonan gandum untuk membuat mie dengan tangan. Setelah memotong adonan menjadi dua, adonan hitam dan putih sangat jelas. Saat dimakan, mie terasa halus. Mie juga bisa dimakan bersama dengan kaldu sesuai selera. Jenis hidangan ini juga lezat. Tapi ada seorang wanita tua pelit mengawasinya di rumah. Kecuali paman mudanya pulang ke rumah bersama keluarganya, dia tidak akan membiarkannya menyentuh tepung gandum.

Selain itu, tepung kentang dapat digunakan membuat roti lapis, roti dadar, atau roti jagung kukus. Bisa juga dibuat menjadi roti sayuran kukus, pangsit, dan lainnya. Dengan kemampuan Xiaocao membuat berbagai hidangan dari tepung kentang, Keluarga Yu jarang pergi membeli makanan di musim dingin.

FG 39 - Ucapan Terima Kasih
FG 41 - Sakit Parah

2 thoughts on “FG 40 – Panen Raya”

Leave a Reply

Your email address will not be published.