FG 163 – Asisten

Featured Image

Namun, putera kedua masih bertahan. Keluarga putera kedua sekarang hidup lebih nyaman daripada sebelum berpisah dari cabang utama. Ini membuat suasana hatinya tidak seimbang.

Terutama pada awal musim semi saat mereka melaut, jumlah ikan yang ditangkap lebih sedikit dari Yu Hai. Jumlah uang yang dihasilkan jauh lebih sedikit, setidaknya setengah dari apa yang Yu Hai dapatkan sebelumnya. Ibunya menyangsikan kemampuannya. Fakta-fakta seperti ini menyadarkan kesenjangan antara dirinya dan Yu Hai.

Dia pergi memancing pagi-pagi, dan mengumpulkan makanan laut pada sore hari. Terkadang, dia pergi keluar tengah malam untuk menggali cacing. Dia bekerja tanpa lelah untuk membuktikan bahwa dia tidak lebih buruk dari Yu Hai.

Namun, kenyataan masih membuatnya sedih. Dia telah bekerja tanpa lelah namun hanya mampu menghasilkan dua hingga tiga ratus koin sehari. Yu Hai tidak harus pergi ke laut atau menggali pasir, tapi dia bisa mendapatkan dua hingga tiga kali lipat dari yang dia dapatkan … Jika Yu Dashan bisa membaca, dia pasti berpikir, ‘selalu ada seseorang lebih baik darimu. ‘

Yu Hai, yang tidak tahu ia merasa iri dan dibenci oleh kakak laki-lakinya, saat ini dengan cemas mendiskusikan beberapa masalah dengan keluarganya. Mereka sedang mendiskusikan apakah harus memberikan pekerjaan membeli makanan laut kepada orang lain.

Fang Zizhen menepuk pundak Yu Hai. Menggunakan suara keras dan jelas, dia berkata, “Mengapa ragu-ragu? Jika ingin melakukannya, lakukanlah. Jika tidak ingin, lemparkan ke orang lain. Kenapa begitu rumit?”

Suasana Yu Hai saat ini sangat rumit. Keluarga memiliki banyak bisnis karena upaya puteri bungsunya. Dia hanya peran pendukung dalam usahanya. Dia mengizinkan seorang anak di bawah sepuluh tahun bekerja setiap hari untuk mata pencaharian keluarga. Sebagai seorang ayah, dia merasa bersalah dan tertekan.

Restoran Zhenxiu memberinya kesempatan meningkatkan penghasilan bagi keluarga. Meskipun sibuk, dan lelah, dia merasa bahagia. Namun, tiga mu semangka di ladang hampir matang. Untuk menjaga melon, memanen melon, atau menjual melon, ia tidak bisa meninggalkan ladang. Karena itu, dia berjuang memutuskan apakah harus melanjutkan pekerjaan membeli makanan laut atau mengelola semua yang berkaitan dengan melon.

Ketika Yu Hai mendengar itu, dia dengan pahit tersenyum dan berkata, “Saudara Mingzhe, mudah bagimu mengatakan itu, tetapi aku mendapatkan tiga tael perak hanya dalam sehari. Dalam satu bulan, aku bisa mendapatkan 100 tael, jadi bagaimana aku bisa membuangnya? Namun, kita membutuhkan orang merawat ladang melon di rumah sekarang… ” Yu Xiaocao akhirnya mengerti mengapa ayahnya cemberut beberapa hari terakhir.

Dia dengan lembut tertawa dan berkata, “Ayah, ladang melon dan pembelian makanan laut tidak akan bentrok. Aku tahu Ayah merasa kita membutuhkan lebih banyak orang bekerja di rumah, namun tetap tidak dapat menyeimbangkan kedua pekerjaan secara bersamaan. Aku punya ide; Aku tidak tahu apakah Ayah akan berpikir itu layak atau tidak!” Yu Hai memandang puteri bungsunya dengan penilaian baru sekarang ini. Dia tidak pernah berani memperlakukannya seperti seorang anak.

Yu Hai penuh harapan saat dia berkata, “Cao’er, katakan padaku apa itu.” Xiaocao mengorganisasikan poin bicaranya, dan, setelah memikirkannya, dia berkata, “semangka kita akan matang, jadi kita membutuhkan seseorang menjaganya. Meskipun tidak apa-apa di pagi hari, ladang semangka pasti membutuhkan seseorang pada malam hari. Aku tidak berpikir orang lain berkualifikasi sepertimu merawat melon!”

Fang Zizhen memukul bibirnya, membuat keberadaannya diketahui, dan berkata, “Ini hanya menjaga melon! Aku bisa memanggil Li Li atau Wu Yun kembali untuk menjaga melon, tidakkah itu menyelesaikan segalanya?” Yu Xiaocao tersenyum manis pada ayah baptisnya dan berkata, “Ayah baptis, kedua kakak lelaki sudah sangat sibuk di dermaga. Bagaimana aku bisa menyusahkan mereka dengan masalah pribadi? Selain itu, dibutuhkan lebih dari satu atau dua hari mengawasi melon dan menjualnya. Idemu tidak akan berhasil!”

Fang Zizhen memelototinya dan berkata, “Mereka seharusnya merasa terhormat mengelola masalah pribadi untuk orang tua ini. Di masa lalu, dua anggota baru dan muda ini diselamatkan olehku dari banyak orang mati.” “Ayah baptis, aku tahu kamu luar biasa. Namun, kita seharusnya tidak memaksa mereka melakukan hal-hal sebagai imbalan atas kebaikanmu.

Bahkan jika Saudara Li dan Saudara Wu berinisiatif datang ke sini dan membantuku, aku tidak akan setuju!” Yu Xiaocao jelas tidak ingin ayah baptisnya menderita karena kritik orang lain. Fang Zizhen juga menyadari ini, dan dia merasa sangat tersentuh oleh perhatiannya. Sungguh beruntung memiliki anak perempuan seperti dia. Yu Hai ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia terhenti.

Yu Xiaocao berkata kepada ayah kandungnya, “Aku tahu bahwa kakakku tidak akan mampu menangani pembelian makanan laut sendiri.” Yu Hang membuka mulutnya, tapi enggan menutupnya. Apa yang dikatakan adik perempuannya adalah kebenaran. Usianya baru sebelas tahun. Selain itu, masalahnya adalah orang-orang di desa mungkin tidak percaya padanya karena dia juga perlu menimbang barang dan mengumpulkan uang saat membeli makanan laut.

Dia juga perlu meletakkan barang yang dikumpulkan di tempat yang benar. Itu jelas bukan pekerjaan satu orang. Yu Xiaocao memberinya pandangan yang menenangkan, “Masih banyak pekerjaan yang bisa kita tangani, jadi kita bisa mempekerjakan seseorang untuk membantu kita! Sekarang musim panen, jadi penduduk desa punya banyak waktu luang! Kita dapat menemukan seseorang yang dapat dipercaya untuk membantu ayah melakukan pekerjaannya.

Kami juga tidak akan membuatnya bekerja. Jika dia bekerja sehari, kita akan membayarnya satu hari.” “Maksudmu, kamu ingin mempekerjakan seseorang? Namun, kita semua adalah penduduk desa, jadi mungkin tidak sesuai …”

Yu Hai merasa mempekerjakan seseorang akan membuatnya sama dengan tuan tanah tua kaya yang mengeksploitasi petani miskin. Tidak terasa nyaman sama sekali! “Ayah, mengapa itu tidak pantas? Sama seperti mempekerjakan orang saat membangun rumah. Memberi makan seseorang karena membantumu sama dengan memberi upah! Selain itu, kami tidak mempekerjakannya gratis,” Yu Xiaocao sangat bingung dengan reaksi ayahnya.

Yu Hai merenungkannya dan alasannya sepertinya masuk akal. Dia menjawab dengan ragu, “Kalau begitu … menurutmu siapa yang harus kita pekerjakan? Berapa kita harus membayarnya sehari?” “Orang ini harus baik dan jujur ​​serta mampu!” Kata Yu Xiaocao sambil tersenyum. Dia sudah memiliki kandidat di benaknya.

Yu Hang mengerutkan bibirnya. Dia diam tetapi sekarang dia akhirnya angkat bicara, “Aku pikir Paman Ketiga adalah kandidat yang pas untuk pekerjaan ini. Setiap kali kita sibuk, dia selalu datang membantu. Kita semua tahu tentang kejujuran dan karakter baiknya! Ayah, jika masih merasa bersalah karenanya, bisa membayar Paman Ketiga lebih banyak lagi!” Yu Hai memikirkannya. Sepupunya yang lebih muda, Yu Jiang, berpikiran fleksibel dan dia adalah teman baik bagi keluarga. Dia memang kandidat terbaik untuk pekerjaan itu, jadi dia setuju. Keesokan harinya hari cerah.

Matahari menyinari tubuh mereka dengan hangat. Yu Hai pergi ke rumah pamannya pagi-pagi dan memberi tahu keluarga pamannya bahwa dia berharap Yu Jiang dapat membantunya. Dia sedikit malu saat secara singkat menyebutkan berencana membayarnya. Paman tertua Yu Hai, Yu Lichun, sangat marah pada awalnya.

Dia merasa mereka adalah kerabat, akan merusak hubungan jika membayar hanya untuk membantu. Yu Jiang juga berulang kali menekankan bahwa ia akan pergi membantu mereka, tetapi ia tidak akan menerima uang untuk pekerjaan itu. Yu Hai sangat tersentuh. Dia menerima cinta keluarga yang hilang dari keluarga paman sulungnya.  “Paman Sulung, aku tidak mengundang Jiang Kecil untuk membantu selama satu atau dua hari. Aku berencana memperkerjakannya untuk waktu yang lama. Sebenarnya, aku menerima keuntungan 10% dari Restoran Zhenxiu yang membeli makanan laut. Bagaimana aku memperkerjakan adik lelakiku secara gratis sementara aku mendapat keuntungan? Jangan marah, biarkan aku menjelaskan dulu! Pabrik bumbu Restoran Zhenxiu membutuhkan pasokan makanan laut jangka panjang. Aku juga mengambil keuntungan dari kalian karena kita bersaudara … ”

Yu Jiang berpikir bahwa itu adalah ide bagus bagi kedua keluarga untuk bekerja sama berbisnis karena keluarga sepupunya tidak dapat menangani semua pekerjaan. Ketika mendengar ini, dia dengan cepat membantu Yu Hang mendapatkan keadilan dan berkata, “Sepupu yang lebih tua, meskipun Yu Hang masih muda, dia dapat melakukan pekerjaan orang dewasa. Bahkan jika Yu Hang tidak menggunakan sempoa, tidak ada akuntan di kota dapat mengalahkan Yu Hang!”

Tentu saja, Xiaocao sudah mengajarkan tabel perkalian kepada saudara-saudaranya, jadi tidak sulit bagi mereka menghitung. Yu Lichun akhirnya setuju setelah Yu Hai mengulangi permintaannya dengan tulus. Namun, apa pun yang terjadi, ia tidak setuju dengan Yu Hai tentang membagi pendapatan secara merata di antara kedua keluarga. Yu Lichun mengerti bahwa Yu Hai bisa mendapatkan pekerjaan yang menguntungkan karena persahabatannya dengan Restoran Zhenxiu.

Pada akhirnya, mereka sepakat membagi empat puluh enam puluh persen. Yu Jiang akan menerima empat puluh persen dan Yu Hai akan menerima enam puluh persen. Yu Hai merasa sangat malu karena dia merasa seperti mengambil keuntungan dari keluarga pamannya. Yu Jiang muncul pagi-pagi. Bertepatan dengan waktu surut. Sudah ada penduduk desa yang datang menjual tiram dan cacing pasir yang belum diproses. Yu Jiang telah membantu beberapa kali sebelumnya, jadi bisa menangani dengan sangat cepat.

Dia bertanggung jawab menimbang dan menempatkan makanan laut, sementara Yu Hang bertanggung jawab atas pembukuan dan menyelesaikan tagihan. Yu Hang mengikuti adiknya selama beberapa bulan, belajar membaca dan menulis. Sekarang, dia bisa membaca dan menulis sebagian besar kata yang biasa digunakan. Kedua orang itu bekerja sama dengan sangat baik.

Pembelian makanan laut keluarga Yu Hai selalu jujur; mereka tidak pernah memberi sedikit untuk nilai makanan laut mereka. Mereka juga tidak menyukai orang-orang yang bertanggung jawab di desa-desa lain di mana mereka akan menurunkan harga pembelian makanan laut. Oleh karena itu, tidak hanya penduduk di Desa Dongshan yang menjual kepada mereka tetapi juga beberapa nelayan di beberapa desa terdekat bersedia berjalan sedikit lebih banyak untuk menjual makanan laut mereka.

Akibatnya, jumlah makanan laut yang dibeli Keluarga Yu terus meningkat setiap hari. Meski kerja keras, penghasilan mereka meningkat banyak. Pada malam hari, saat menghitung pendapatan, Yu Jiang terkejut mendapatkan satu hingga dua tael perak. Tenaga kerja lelaki berbadan sehat di kota hanya bernilai sepuluh atau lebih koin. Dia tidak perlu bekerja berat, dan, saat ada sedikit orang, dia bisa beristirahat sementara waktu.

Namun, dalam satu hari, dia bisa mendapatkan lebih dari satu tael perak … Yu Jiang tidak yakin dan bahkan curiga bahwa sepupunya telah memberinya lebih banyak uang. Yu Hang menjelaskan kepadanya, dan Yu Jiang tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata-kata. Dia berpikir bahwa dia hanya akan menghasilkan sedikit uang dengan membantu sepupunya dengan bisnisnya.

Tetapi siapa yang menyangka ia akan dapat menghasilkan empat puluh hingga lima puluh tael perak dalam sebulan? Ini adalah sesuatu yang dia tidak pernah pikirkan sebelumnya! Dia tidak memiliki keahlaian berdagang yang terampil, jadi jika dia bekerja sepanjang tahun dengan melakukan pekerjaan tidak terampil, dia bisa mendapatkan lima hingga enam tael dalam setahun. Itu sudah cukp. Sekarang, dia tidak perlu bekerja berat dan mampu menghasilkan empat puluh hingga lima puluh tael dalam sebulan.

Dia bisa mendapatkan lima ratus hingga enam ratus tael dalam setahun… Yu Jiang tiba-tiba merasa pusing seolah-olah bermimpi. Dalam perjalanan pulang, Yu Jiang memegang pecahan-pecahan perak yang rusak yang menambahkan hingga satu tael dan tiga ratus koin di tangannya dengan erat. Yu Lichun merawat kebun sayur, dan kakak laki-lakinya, Yu Xi, sedang memotong kayu bakar, memperhatikannya yang gelisah. Mereka berhenti bekerja dan menatapnya prihatin.

“Apa yang terjadi? Kamu tidak pergi membantu kakak kedua? Kenapa kembali sepagi ini? Apakah tubuhmu merasa tidak nyaman?” Yu Lichun ingin menyentuh telapak tangannya, tetapi dia menyadari bahwa Yu Jiang memegang tangannya erat. Yu Jiang akhirnya menyadarkannya dan mengepalkan tinjunya dalam kegembiraan, mengungkapkan keping-keping perak di dalamnya.

 

FG 162 - Iri
FG 164 - Menyerah

Leave a Reply

Your email address will not be published.