FG 162 – Iri

Featured Image

Di Desa Dongshan, Tuan Muda Ketiga Zhou mempercayai Yu Hai membantunya membeli barang-barang. Tentu saja Yu Hai dibayar. Restoran Zhenxiu memberinya sepuluh persen keuntungan sebagai imbalan. Desa Dongshan bukan satu-satunya desa nelayan di sekitar situ, jadi Restoran Zhenxiu memilih staf yang bertanggung jawab di desa-desa nelayan lainnya.

Makanan laut seperti tiram dan cacing terlalu umum, dan tidak banyak orang yang memakannya, sangat sedikit orang yang mau membelinya. Bahkan dengan akuisisi sesekali, sulit menjualnya dengan harga tinggi. Namun, harga yang ditawarkan Restoran Zhenxiu untuk barang-barang ini lebih tinggi dari harga pasar: sepuluh koin logam untuk satu catty tiram dan dua puluh koin logam untuk cacing.

Meskipun menawarkan harga lebih tinggi untuk cacing, itu hanya sementara untuk obat. Restoran Zhenxiu, di sisi lain, membeli cacing sepanjang tahun.

Setelah berita itu keluar, banyak orang yang datang mengunjungi kediaman Keluarga Yu. Mereka bertanya tentang harga tiram dan cacing pasir. Setelah mereka menerima informasi yang dipercaya dari Yu Hai, penduduk desa tua dan muda di Desa Dongshan mulai menggali cacing pasir dan mengumpulkan tiram.

Laut memberikan kelimpahan bagi warga. Setiap ada ombak, orang-orang akan berbondong-bondong ke pantai dan pergi saat ombak naik. Bahkan saat air surut di malam hari, orang masih akan membawa lentera dan bekerja keras sepanjang malam.

Selama seseorang mau bekerja, pasti akan ada hasil. Rata-rata orang dewasa bisa menggali setidaknya sepuluh catty cacing pasir dalam sehari. Yang tua, lemah, perempuan, dan anak-anak juga bisa memanen beberapa tiram. Dengan cara ini, selama setiap rumah tangga di Desa Dongshan mau berkontribusi, mereka bisa mendapatkan beberapa ratus koin logam dalam sehari dengan mudah.

Ada kestabilan tiram dan cacing yang dibeli. Yu Hai menangkap lebih dari seribu catty makanan laut. Semua produk makanan laut dibawa ke dermaga. Karyawan pabrik bumbu adalah semua pelayan yang telah menandatangani kontrak selamanya dengan Keluarga Zhou. Apakah saus tiram atau MSG, resepnya harus dirahasiakan. Jadi, karyawan inti harus melayani Keluarga Zhou selama beberapa generasi. Lima puluh orang dipilih dengan hati-hati untuk bekerja di sana, tetapi saat dihadapkan dengan perintah tanpa akhir, mereka masih kekurangan tenaga kerja.

Membersihkan cacing adalah pekerjaan padat karya. Dengan demikian, Tuan Muda Ketiga Zhou menetapkan aturan pembelian baru: harga untuk tiram yang sudah dibersihkan dan cacing akan dua kali lebih tinggi dari yang belum dibersihkan. Tentu saja, makanan lautnya harus tetap segar. Apa yang tidak dimiliki penduduk desa? Pekerjaan dan waktu. Meskipun tiram tidak buruk, tidak terlalu menguntungkan setelah kulitnya dikeluarkan. Sebaliknya, cacing tidak akan kehilangan berat badan bahkan setelah pasir dikeluarkan.

Harga cacing pasir lebih mahal daripada daging babi, jadi meskipun butuh lebih lama, penduduk desa bersedia. Untuk sementara, Yu Hai memiliki lebih banyak pekerjaan daripada yang bisa ditangani. Semua makanan laut yang dibersihkan dan tidak bersih harus ditimbang dan dibayar secara terpisah, mereka juga harus disimpan secara terpisah. Keluarga Yu menanam seluruh halaman mereka dengan sayuran.

Untuk mencegah orang-orang datang ke rumah mereka menjual makanan laut dan merusak kebun mereka, Yu Hai secara khusus mendirikan gudang kayu di sisi barat untuk pembelian makanan laut. Terlalu banyak pekerjaan hanya untuk satu orang, jadi dia meminta Yu Hang membantu. Ayah dan anak itu sangat sibuk dan tidak bisa menangani semuanya. Yu Hai semakin ketat dalam pembelian makanan laut sejak mengetahui puterinya memiliki saham.

Dia tidak menerima cacing pasir yang belum dibersihkan, makanan laut yang tidak segar, dan juga penipuan dengan memasukkan air ke dalam cacing untuk menambah beratnya … Meskipun dia menyinggung beberapa orang yang ingin mengambil keuntungan, reputasi Yu Hai di desa itu masih cukup bagus.

Ke manapun Nyonya Zhang pergi, ia selalu mendengar: Keluarga XX memperoleh uang XX dari menjual makanan laut; Keluarga XX mampu membayar utang selama beberapa tahun akibat kelaparan hanya dalam sepuluh hari; Keluarga XX tidak memiliki apa pun untuk dimakan atau dipakai, tetapi sekarang mereka dapat membeli daging…

Dengan demikian, hati wanita tua itu mulai goyah. Tentu saja, dia tidak berani membuat masalah di kediaman lama. Utusan kekaisaran tinggal di rumah tua Zhao dan makan semua makanan di rumah Keluarga Yu. Dengan Buddha sebesar itu, bahkan jika Nyonya Zhang diberi keberanian tiga kali lebih banyak, dia masih tidak berani.

Tetapi di rumahnya, Yu Tua dan puteranya harus melaut setiap hari. Jadi, dia memikirkan Nyonya Li dan Yu Heizi. Yu Heizi rajin bekerja di dermaga setiap hari, tetapi dia kembali tanpa membawa satu koin logam. Jika mereka semua serakah, dari mana dia mendapatkan uang untuk mahar puterinya? Dari mana dia mendapatkan uang membayar pendidikan puteranya yang lebih muda?

Dia tidak tahan membiarkan puterinya, yang akan menikah di musim gugur, pergi ke pantai di bawah matahari dan angin. Jadi, dia memaksa Nyonya Li dan Yu Heizi pergi ke tepi laut menggali cacing. Satu catty cacing yang dibersihkan bernilai lima puluh koin logam. Dengan Nyonya Li dan puteranya bekerja, seharusnya bisa mendapatkan dua atau tiga ratus koin logam dalam sehari!

Yu Heizi bukan penurut. Meskipun dia bisa mendapatkan uang dengan menggali cacing, dia tahu tidak akan menerima uangnya. Jadi mengapa membuang tenaga mendapatkannya? Setelah sebulan latihan fisik, Yu Heizi tidak terlihat pendek dan gemuk seperti dulu. Meskipun kulitnya masih gelap, dia jauh lebih kuat, dan tidak berlemak. Dia juga tumbuh lebih tinggi, sekarang dia tampak bersemangat.

Untuk bersembunyi dari neneknya, dia pergi sebelum matahari terbit. Nyonya Zhang tidak bisa menangkap Heizi, jadi dia memaksa Nyonya Li pergi ke pantai setiap hari. Tetapi Nyonya Li tipe pemalas. Setelah menggali beberapa kali, dia mengeluh. Namun, Nyonya Zhang bukan orang yang berhati lembut. Terlebih lagi, dia juga telah mengambil alat dan pergi menggali cacing di pantai dengan kepala menunduk. Bagaimana dia bisa membiarkan Nyonya Li bersantai?

Melihat ibu mertuanya juga bekerja, dia bisa bersantai, jadi dia hanya menerima nasibnya dan menggali sedikit di sana-sini. Baik ibu mertua dan menantu perempuan tidak berpengalaman menggali cacing. Selain itu, Nyonya Li tidak bisa diandalkan karena dia akan mengambil setiap kesempatan beristirahat.

Dalam sehari, orang lain dapat menggali sekitar sepuluh catty cacing, tetapi pasangan mertua dan menantu hanya menggali dua hingga tiga catty cacing. Ketika Nyonya Zhang melihat orang lain berhasil memanen lebih banyak dibanding mereka, dia merasa kesal. Saat sampai di rumah, dia memarahi Nyonya Li, Yu Tua yang tidak berdaya, dan Yu Dashan karena tidak bisa mengendalikan istrinya … Seluruh Keluarga Yu diselimuti kemarahannya.

Yu Dashan terjepit di antara ibu dan istrinya, dan dia juga tidak bisa menyampaikan perasaannya. Untuk mengembalikan kedamaian keluarga, ia berinisiatif menggali cacing dengan Nyonya Zhang saat gelombang surut setelah kembali dari laut. Ada fenomena aneh di Keluarga Yu. Semakin banyak mereka bekerja, semakin sedikit hasilnya. Di mata Nyonya Zhang, ini baik-baik saja. Yu Hai dulu seperti ini, dan sekarang Yu Dashan juga mengalami hal yang sama. Mereka bekerja lebih banyak, tetapi menerima lebih banyak keluhan! Nyonya Li tidak seperti Nyonya Liu, yang rela menanggung kesusahan tanpa keluhan dan menyaksikan semua uang hasil jerih payah yang ia dan suaminya peroleh masuk ke saku ibu mertuanya.

Tidak masalah jika uang itu digunakan untuk mereka. Mereka sekarang mendapatkan setidaknya beberapa ratus koin dari memancing dan mengumpulkan makanan laut, yang seharusnya sekitar tiga hingga lima tael perak sebulan. Namun, mereka masih makan roti pipih yang gelap dan kasar dan direbus tanpa minyak. Nyonya Li menjadi tidak puas. Dia memandang suaminya yang menderita dan menyentuh wajahnya yang kecokelatan.

Dia mengeluh kepada Yu Dashan yang ada di belakangnya, “Ayah Heizi, kita bekerja sampai mati, tetapi tidak menghasilkan! Semuanya dihabiskan untuk Caidie dan Xiaobo! Apa gunanya kita berkerja keras?” Yu Dashan tidak memiliki kekuatan saat berbaring di ranjang kang. Matanya setengah tertutup, dan dia tampak seperti akan tertidur. Dia adalah pria yang jujur, jadi pelan, dia menjawab, “Kamu tidak bisa bicara seperti itu! Bukankah adik perempuanku akan segera menikah? Kondisi keluarga calon ipar di masa depan tidak buruk, jadi jika mahar sedikit, dia akan dianiaya setelah menikah. Kakak ketiga perlu mengikuti ujian selama dua tahun ini, dan tidak bisa ditunda… ”

Nyonya Li sangat marah sehingga mencubit lengannya dan berkata, “Yah, bagus untukmu, hanya memikirkan adik-adikmu. Tetapi apakah kamu sudah memikirkan anak kita? Heizi berusia empat belas tahun, sudah waktunya mulai mencari-cari istri. Namun, ibumu belum menyebutkan ini sama sekali! Dia bahkan ingin Heizi menyerahkan uang yang dihasilkan! Sebagai kakak laki-laki, kamu menghasilkan uang membesarkan adik-adikmu, tetapi tidak masuk akal jika keponakanmu yang mendapatkan uangnya!”

Yu Dashan menggosok lengan dan berbalik, “Heizi masih muda! Belum terlambat baginya mencari istri tahun depan. Selain itu, saat Heizi menikah, hadiah pertunangan akan diambil dari keuangan umum. Jangan khawatir tentang itu! Tidurlah, aku harus pergi ke laut besok pagi!” Nyonya Li punya banyak pikiran, jadi bagaimana dia bisa tertidur? Dia berkata dengan kesal, “Aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang saudaramu karena dia harus belajar setiap hari. Tetapi adik perempuanmu memiliki tangan dan kaki, jadi mengapa dia tidak bisa bekerja? Ibumu memperlakukannya seperti wanita yang mulia! Saat berrumahtangga, dia tidak tahu melakukan apa pun. Akan heran jika dia tidak dipukuli!”

Yu Dashan tidak bisa tertidur karena berisik, dengan kesal dia berkata, “Kamu tidak tahu apa-apa, tetapi apakah ada yang menyalahkanmu?” “Kamu berani?! Aku memiliki beberapa saudara lelaki yang akan mendukungku. Selama bertahun-tahun, keluarga ibuku telah memberi subsidi kepada keluarga kita. Dengan makanan di rumah, itu adalah keajaiban kita tidak mati kelaparan. Menurutmu bagaimana kita bisa tetap begitu gemuk dan sehat?”

Ketika Nyonya Li berbicara tentang keluarga ibunya, pinggang dan punggungnya akan lurus. Yu Dashan memandangi lemak yang menumpuk di tubuhnya dan mendengus, “Sebaiknya kamu menurunkan berat badan! Lihatlah putera kami, Heizi. Setelah langsing, dia semakin mirip aku, pria sejati!” Nyonya Li menyentuh lemak di pinggangnya (Catatan penulis: Di mana pinggangnya? Apakah kamu memiliki pinggang?) Dan menghela nafas.

Dia berkata, “Melihatnya sekarang, sepertinya bukan ide buruk bagi cabang kedua untuk pindah. Lihatlah bagaimana mereka hidup! Aku dengar ia menghasilkan setidaknya beberapa ratus koin dalam sehari hanya dengan membantu pemilik restoran Zhenxiu membeli makanan laut! Seandainya kita juga pindah waktu itu..”

“Jangan berani berpikir! Ibu tidak akan mengizinkan kita pindah!! Bukannya kamu tidak tahu situasi saat Saudara Kedua pindah; mereka diusir dan ditinggalkan. Saudara Kedua dapat menanggungnya karena takdirnya … Dia juga seseorang yang beruntung!”

Suasana hati Yu Dashan sangat rumit saatmemikirkan saudara tirinya yang lebih muda, yang hanya beberapa bulan lebih muda darinya. Kemampuan Yu Hai membuatnya terlihat biasa-biasa saja. Dia juga bekerja sangat keras, tetapi tidak bisa mengejar jejak Yu Hai. Pada satu titik, saat Yu Hai terluka dan dokter mengatakan bahwa Yu Hai tidak akan selamat dari cedera, ia merasa lega. Dia berpikir beban besar yang menekan kepalanya akhirnya jatuh.

 

FG 161 - Merasa Iri
FG 163 - Asisten

One thought on “FG 162 – Iri”

Leave a Reply

Your email address will not be published.