FG 156 – Mengantar Mereka

Featured Image

Zhao Han memandang Yu Xiaocao sebentar. Begitu pergi ke ibukota, dia tidak yakin kapan melihatnya lagi. Dia akan selalu ingat sosok kurus dan lemah, namun secara bersamaan kuat. Bahkan di lubang penderitaan, gadis kecil itu selalu tersenyum manis, dan dia selalu berhasil membawa harapan kepada orang lain dan menciptakan banyak kejutan … dia tidak tahu apakah dapat melihatnya lagi di masa depan!

Setelah selesai makan, jenderal tua, Zhao Zimo, kembali lebih awal. Zhao Bufan dan Yu Hai menatap bulan bersama saat minum sedikit alkohol. Mata mereka berkabut karena mabuk dan mereka mengobrol sendiri. Bibi Zhao menarik Nyonya Liu ke salah satu kamar untuk mendiskusikan beberapa masalah pribadi.

Setelah Zhao Han dan Yu Hang menyelesaikan pembicaraan, dia melihat Xiaocao sibuk menyingkirkan mangkuk dan sumpit. Akhirnya, dia tidak bisa menahan diri dan berkata, “Xiaocao, apakah punya waktu untuk berbicara sebentar?”

Xiaolian memperhatikan mata Zhao Han dan menyeringai, “Adik perempuan, silakan! Aku bisa menyelesaikannya!”

Yu Xiaocao mencuci tangannya, lalu menuju ke Zhao Han. “Besok, aku akan pergi. Apakah kamu mau berjalan-jalan denganku?” Zhao Han menunduk dan memandangi gadis yang membantunya hanya setinggi dadanya.

Suaranya lembut, seolah takut dia akan menerkamnya. Yu Xiaocao mengangguk dan berjalan menuju gerbang. Angin malam berhembus di antara pepohonan. Dedaunan yang baru tumbuh berdesir lembut ditiup angin. Pada malam hari, Gunung Barat tampak seperti monster hitam raksasa, dan menjulang tinggi di tepi Desa Dongshan. Kadang-kadang, tampak seperti pelindung desa, dengan kepalanya menunduk menonton seorang anak kecil …

Dua sosok terlihat samar, satu tinggi dan pendek, satu kokoh dan satu lemah. Mereka berjalan di sepanjang jalan tanah yang kasar. Zhao Han menunduk untuk melihat diam-diam ke Xiaocao yang tenang. Dia akhirnya menjadi yang pertama memecah kesunyian, “Aku akan pergi, apa ada yang ingin kau katakan padaku?” Saat ini Yu Xiaocao sedih dan enggan.

Dapat dikatakan Zhao Han adalah salah satu teman pertama sejak kepindahannya. Dialah yang mengajarinya cara memasang jebakan dan membantunya memperoleh penghasilan pertamanya. Dialah yang melindungi adik laki-lakinya dari pengganggu, Heizi, dan menjadi santo pelindung mereka.

Dialah yang memercayai dan memaafkannya meskipun banyak tindakan aneh dan kekhasannya, dan yang tidak pernah meragukan atau mempertanyakannya! Jarang bisa memilikii teman yang mendukungnya tanpa syarat. Segala macam perasaan mengalir dan dari ribuan kata di dunia, hanya satu yang terlintas di benaknya saat ini, ‘berharga’.

Saat Zhao Han menatap wajah mungil, pucat, kecil, yang menatapnya, tiba-tiba ada dorongan nekat untuk memeluk Xiaocao dan membawanya pergi. Namun akhirnya gagal mengambil tindakan gila itu. Zhao Han berkata dengan sedikit harapan dalam suaranya, “Xiaocao, ikutlah ke ibukota!

Kamu dapat menggunakan bakatmu dan memulai karir. Bukankah kamu selalu berpatokan pada Pakaian Indah Jiang Siniang sebagai contoh wanita yang menunjukkan bakat mereka?” Mata besar Yu Xiaocao yang jernih tampak berbicara ketika mereka memandangnya. Dia bisa melihat bayangannya sendiri.

Namun, pada akhirnya, Xiaocao perlahan menggelengkan kepalanya. Alasan apa lagi yang harus dia katakan untuk pergi bersamanya? Yu Xiaocao merasakan perasaan kehilangan dan kekecewaan Zhao Han. Dia dengan lembut menarik lengan bajunya dan berkata, “Kakak Han, aku tahu kamu tidak ingin berpisah dariku, Shitou, dan kami semua. Kami juga tidak ingin melihatmu pergi.

Namun, di ibu kota, kamu dan Paman Zhao, serta anggota keluarga lain dapat menjadi yang sesungguhnya dan mencapai impian. Kami hanya bisa mendukungmu di sini.” Dia terdiam sesaat untuk melihat bayangan Desa Dongshan. Desahan terdengar sebelum melanjutkan, “Aku tidak sama denganmu!

Ayah baptisku sebelumnya mencoba membujuk pergi ke ibu kota dan menemani ibu baptis. Dia bilang ingin memberiku kehidupan yang baik. Namun, Desa Dongshan adalah rumahku, orang tua, saudara lelaki dan perempuanku semua ada di sini. Aku tidak bisa melepaskannya dan menjalani kehidupan mewah sendiri.

Jika harus meninggalkan Desa Dongshan, itu harus dengan keterampilan dan prestasiku sendiri, sehingga dapat membawa seluruh keluarga. Dengan begitu, kita semua bisa menikmati kehidupan yang nyaman bersama.” Ibu Zhao Han lahir dari keluarga kaya pada dinasti sebelumnya. Sejak kecil, dia diperintahkan dalam tiga perintah dan empat kebajikan.

Dengan demikian, Zhao Han selalu melihat wanita sebagai orang yang lemah, halus, pemarah yang mengandalkan suami. Di depan Xiaocao, yang terus-menerus berjuang untuk perbaikan, dia tiba-tiba menyadari bahwa perempuan juga bisa mandiri dan kuat. Mereka juga dapat bekerja untuk mendukung keluarga…

Di bawah cahaya bintang yang redup, wajah Yu Xiaocao yang penuh percaya diri memancarkan sedikit cahaya yang menerangi hutan gunung dan juga menyalakan cahaya yang tidak bisa padam dalam hati Zhao Han. “Baik! Aku menghormati keputusanmu! Aku berharap, di masa depan kita akan bertemu lagi. Aku yakin kamu dapat lebih berkembang di ibu kota!” Zhao Han menarik kembali pandangannya dan mengubur kekecewaan yang ia rasakan jauh di dalam hatinya.

Dia tidak tahu kapan bisa bertemu dengannya lagi. Yu Xiaocao tersenyum secerah bulan purnama. Suaranya bergema tanpa henti di dalam semak-semak hutan, “Pasti! Mari kita bertepuk tangan dan bersumpah: bertemu lagi di ibukota!” Telapak tangan yang kokoh dan kaku menyentuh telapak tangan yang lembut, menimbulkan suara jernih. Suara itu terdengar sangat keras di malam hari dan mengejutkan sekelompok burung yang sedang beristirahat di semak-semak.

Berita bahwa Keluarga Zhao telah menjadi keluarga jendral penting dan akan pergi ke ibukota untuk mengambil jabatan tersebar ke seluruh Desa Dongshan. Ketika mereka pergi, Fang Zizhen memanggil satu skuadron pria dan kuda. Bahkan ada enam kereta kuda yang datang. Untuk menunjukkan betapa dia menghargai Keluarga Zhao, kaisar memberi rumah mewah.

Selain beberapa barang berharga, mereka tidak perlu membawa banyak barang. Namun, tampilan mencolok ini menjadi bahan percakapan Desa Dongshan untuk waktu yang lama. Pada hari Keluarga Zhao pergi, seluruh desa keluar mengantar mereka. Kepala desa, yang mewakili Desa Dongshan, tergagap saat mengungkapkan pikiran dan ketulusannya. Mereka yang berhubungan dengan Keluarga Zhao juga datang untuk mengatakan beberapa kata dengan harapan bahwa mereka tidak akan meremehkan hadiah ini. Benar-benar lelucon!

Keluarga Zhao sekarang sangat penting bagi kaisar. Jika mereka bisa berhubungan dengan pejabat tinggi, bahkan jika hanya mengatakan beberapa kata, di masa depan mereka masih bisa membual. Mereka yang tidak berhubungan dengan Keluarga Zhao atau mungkin memiliki beberapa masalah, hanya bisa berdiri di samping, menonton dengan iri.

Adapun Keluarga Yu, yang paling dekat dengan keluarga Zhao, mereka hanya membantu mereka menaruh barang bawaan di gerobak. Pikiran mereka sudah disampaikan malam sebelumnya. Nyonya Li menyaksikan dengan iri ketika Nyonya Liu membantu menantu Keluarga Zhao membawa koper. Dia perlahan datang mencoba memanfaatkan kesempatan, “Kakak ipar kedua, koper itu mungkin sangat berat. Biarkan aku membantumu …”

“Tidak perlu, tidak berat. Aku akan membawanya sendiri!” Istri Zhao Bufan tidak memiliki kesan baik tentang Nyonya Li. Namun, demi Nyonya Liu, dia tidak ingin memperlakukan wanita dengan kasar dan dengan sopan menolak bantuannya. Nyonya Li menarik kembali tangannya karena malu, “Menantu Keluarga Zhao, kamu dapat hidup dengan nyaman di rumah besar di ibukota. Kamu bahkan akan memiliki pelayan dan pelayan senior. Ckckc, bahagianya. Aku sudah lama mengatakan bahwa kamu bernasib baik!”

“Terima kasih atas kata-katamu.” Wanita itu menjawab netral. Dia berbalik dan menarik tangan Nyonya Liu dan berulang kali mengingatkannya bahwa, jika dia memiliki kesempatan pergi ke ibukota, dia akan mengunjungi mereka. Nyonya Liu menahan air matanya saat mengangguk.

Meskipun dia tidak yakin akan memiliki kesempatan pergi ke ibukota, dia masih dengan lembut berjanji pada wanita lain. Nyonya Li memperhatikan kedua wanita itu, yang tampak sedekat dua saudara perempuan, dengan iri hati dan kecemburuan. Matanya berkedip-kedip, seolah-olah merencanakan sesuatu. Di bawah tatapan tulus dari sesama warga desa, Keluarga Zhao akhirnya berangkat.

Rumah mereka di pegunungan dibangun dengan kokoh dan, sebelum mereka pergi, mereka memberikannya kepada Yu Hai dan keluarganya, yang membuat banyak penduduk desa merasa iri dan cemburu. Fang Zizhen membawa satu skuadron laki-laki dan kuda untuk mengawal Zhao secara pribadi.

Dia duduk dengan mantap di atas kuda dan memandang kerumunan gadis kecil itu. Dia tiba-tiba berteriak dengan suara nyaring, “Xiacaou! Bagaimana jika kamu sekalian mengunjungi ibu baptismu? Ibu baptismu telah lama ingin bertemu secara pribadi…”

Teriakan yang satu ini membuat Yu Xiaocao dan anggota keluarga Yu lainnya segera menjadi sasaran tatapan semua orang di sekitar. Fakta bahwa Jenderal Fang Zizhen ada di sini sebagai utusan kekaisaran dan bertugas mengawasi pembangunan pelabuhan adalah berita yang telah lama menyebar. Selama sebulan terakhir, utusan kaisar sering muncul di Desa Dongshan.

Jenderal Fang adalah murid Jenderal Zhao, jadi tidak mengherankan ia sering datang. Namun, utusan kekaisaran tingkat tinggi ini tampaknya lebih sering pergi ke Kediaman Keluarga Yu, dan itu menyebabkan banyak orang di desa tidak memahami situasinya. Bahkan, dia dengan bijaksana menolak beberapa undangan dari kepala desa untuk mengunjungi rumahnya!

Jadi, apa yang dimiliki Keluarga Yu ini yang membuat Jenderal Fang memperlakukan mereka dengan sangat penting? Selain Keluarga Zhao dan beberapa orang yang memiliki hubungan baik dengan Keluarga Yu, tidak ada orang lain yang tahu bahwa Fang Zizhen telah mengambil Xiaocao sebagai anak angkatnya. Selain itu, beberapa orang luar yang mengetahuinya, tahu bagaimana menahan lidah mereka.

Tanpa seizin Keluarga Yu, mereka tidak akan memberikan informasi ini. Dengan demikian, hubungan antara Fang Zizhen dan Keluarga Yu tidak diketahui Desa Dongshan selama sebulan penuh. Sejak Yu Hai berpisah dari keluarga utama, sepertinya semuanya berjalan sesuai keinginannya. Tidak hanya kakinya, yang sebelumnya direkomendasikan oleh dokter untuk diamputasi, pulih sepenuhnya, tetapi kehidupannya tampak semakin baik setiap hari.

Pertama, mereka mengeluarkan satu koin logam per porsi makanan direbus yang sangat populer di dermaga. Dikabarkan bahwa sekarang penghasilan mereka dari menjual makanan adalah sekitar seratus koin logam sehari. Selain itu, mereka sekarang dapat memproduksi sayuran sebulan lebih awal dari orang lain dan juga menjadi pemasok tunggal Restoran Zhenxiu.

Namun, sebelumnya, tidak ada yang tahu bahwa Yu Hai adalah seorang ahli pertanian. Penghasilan dari menjual sayuran juga tidak sedikit. Mereka juga mendengar bahwa pemilik Restoran Zhenxiu berhubungan baik dengan Keluarga Yu! Sekarang, seolah-olah Yu Hai telah memperoleh kekayaan delapan generasi dari kehidupan sebelumnya karena puteri bungsunya menarik perhatian utusan utusan kekaisaran dan sekarang menjadi puteri angkatnya.

Ini adalah keberuntungan besar! Puteri bungsu Keluarga Yu telah hampir kehilangan nyawanya beberapa kali karena sakit, tetapi tidak ada yang menyangka setelah musibah akan datang keberuntungan. Sekarang, tubuhnya sehat, dia juga berbakat dalam memasak, dan dia telah diadopsi oleh seorang pejabat… semua penduduk desa ikut bahagia. Mereka yang memiliki keturunan laki-laki seusia Xiaocao mulai membuat rencana.

Yu Xiaocao menahan tekanan tatapan semua orang dan mencibir ayah baptisnya, “Ayah baptis, aku tidak akan pergi bersamamu kali ini. Tolong jaga ibu baptis sebagai gantinya!” Fang Zizhen sudah memperkirakan dia akan menjawab seperti ini dan tersenyum padanya. Dia takut, ketika dia pergi, anak baptisnya akan diganggu orang lain, jadi dia melakukan ini untuk memberinya dukungan.

 

FG 155 - Enggan Kembali
FG 157 - Cacing Pasir

One thought on “FG 156 – Mengantar Mereka”

Leave a Reply

Your email address will not be published.