FG 117 – Berebut Sayuran

Featured Image

“Tunggu!” Melihat staf Restoran Zhenxiu ingin mengambil keranjang, Pelayan Yao panik dan berteriak, “Peraturannya yang pertama yang dilayani! Aku sudah memesan sayuran ini! Gadis kecil, ambil uangnya. Jika tidak cukup, minta lagi padaku!”

Pelayan Yao langsung memberikannya karena khawatir dia tidak menerimanya. Xiaocao tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Setidaknya ada dua puluh atau tiga puluh tael. Misalnya, selada romaine, sayuran yang paling mahal, harganya dua puluh lima koin per catty. Dengan dua puluh atau tiga puluh tael, dia bisa membeli lebih dari seribu catty selada. Paling tidak ada empat hingga lima ratus catty sayuran dalam keranjang. Bagaimana bisa diberikan sebanyak itu?

Demi restoran mereka, Qian Xiaoduo tidak menyerah pada kesempatan ini. Dia tidak mundur dan berkata, “Pelayan Yao, Kota Tanggu memiliki hukum dan ketertiban yang jelas dan melarang pembelian dan penjualan secara paksa! Nona Yu tidak mengatakan ingin menjualnya kepadamu, jadi tidak ada gunanya bahkan jika memberinya uang!”

Pelayan Yao sangat marah. Dia menunjuk Qian Xiaoduo dan berteriak, “Siapa yang secara paksa membeli dan menjual barang? Gadis kecil itu menjual sayur-sayuran, sementara aku ingin membeli sayuran. Ini kesepakatan yang adil! Bahkan jika kita membawanya ke hakim daerah, aku akan tetap pada pendirianku!! Jangan mengira karena mendapat dukungan dari Restoran Zhenxiu dan Keluarga Zhou, kamu dapat merubah putih menjadi hitam dengan beberapa kata!”

“Kamu mau membeli, tetapi apakah mereka mau menjual? Kamu langsung memberikan uang ke mereka, itu sama saja dengan membeli paksa…”

Keduanya terus bertengkar, dan mereka masing-masing memiliki alasan sendiri. Dari dulu hingga sekarang, banyak orang yang penasaran jika terjadi perselisihan. Dalam waktu singkat, mereka berempat dikelilingi kerumunan orang.

Keduanya terus bertengkar, dan masing-masing memiliki alasan sendiri. Dari dulu hingga sekarang, selalu ada penonton yang penasaran. Dalam waktu singkat, mereka berempat dikelilingi kerumunan orang.

Yu Xiaocao dan ayahnya saling memandang. Mereka tidak bisa membiarkan terus berdebat seperti menyabung ayam.

Xiaocao maju dan menarik Qian Xiaoduo mundur beberapa langkah, lalu berkata kepada Pelayan Yao, “Pelayan Yao? Bisakah tuanmu menghabiskan semua sayuran ini dalam sehari? Jika tidak bisa, sayuran tidak akan segar lagi!”

Pelayan Yao sangat cemas sehingga dahinya berkeringat, “Gadis kecil, aku akan memberitahumu dengan jujur! Besok adalah jamuan ulang tahun tuan kami. Yang lain sudah disiapkan dan kami sangat membutuhkan sayuran ini!”

Betapa terhormatnya jika mereka bisa menyajikan sayuran segar untuk jamuan makan selama musim ini? Pelayan Yao berpikir bahwa jika dia bisa menyelesaikan tugas ini, tuannya akan memperlakukannya dengan baik. Kepala pelayan sudah tua dan sudah waktunya pensiun. Mungkin dia bisa menggunakan kesempatan ini untuk mendapat promosi!

Dengan pemikiran itu, nada bicara Pelayan Yao semakin mendesak, “Gadis kecil, menjadi tulus dan jujur ​​sangat penting. Jujur saja, bukankah aku yang lebih dulu mengatakan ingin membeli sayuran ini?”

Qian Xiaoduo juga cemas. Putera Hakim Kabupaten Wu secara pribadi memesan meja di Restoran Zhenxiu dan mengatakan bahwa mereka sedang menjamu tamu terhormat dari ibukota. Dia meminta dapur bersiap dan pastikan menyiapkan makanan mengesankan untuk tamu.

Manajer mengatakan bahwa, dengan latar belakang Hakim Kabupaten Wu, maka tamu yang datang juga ‘tamu terhormat’. Restoran Zhenxiu terkenal dengan hidangan saus tiramnya. Tapi saus tiram biasanya digunakan untuk sayuran. Di mana mereka menemukan sayuran hijau? Dia juga datang dengan mentalitas mencoba, tetapi dia tidak berharap akan benar-benar menemukan mereka.

Namun, orang lain sudah mengklaim sayuran itu! Untungnya, penjual sayur itu adalah seorang kenalan lama dari Restoran Zhenxiu dan berhubungan baik dengan bos muda mereka. Karena itu, dia berani bertarung memperebutkan sayuran.

Melihat tatapan Yu Xiaocao, dia hanya bisa mengatakan yang sebenarnya, “Nona kecilku ah! Kebutuhan kamipun mendesak!! Tamu terhormat Hakim Daerah Wu akan segera tiba di restoran!!”

Segera setelah Pelayan Yao mendengar bahwa Restoran Zhenxiu membeli sayuran untuk melayani tamu terhormat Hakim Daerah Wu, ia tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa melihat Yu Xiaocao dan ayahnya dengan harapan mereka akan membuat penilaian yang adil.

Yu Xiaocao menggigit bibir bawahnya dan berpikir sejenak, lalu berkata, “Pelayan Yao, perjamuan ulang tahun tuanmu besok, jadi mari kita lakukan ini! Berikan sayuran ini ke Restoran Zhenxiu terlebih dahulu karena mereka membutuhkannya untuk makan siang. Tolong tinggalkan alamat Pelayan Yao kepada kami. Kami akan kembali dan mengambil setumpuk sayuran, lalu mengirimkannya kepadamu. Setuju?”

Pelayan Yao memahami prinsip ‘rakyat jelata tidak boleh bertarung dengan seorang pejabat’. Dia sudah kehilangan harapan saat staf Restoran Zhenxiu menjabarkan alasannya. Namun, ketika Yu Xiaocao mengatakan bahwa keluarganya masih memiliki sayuran di rumah, percikan harapan muncul kembali.

Dia memikirkannya dan berkata, “Nona Yu, aku tidak akan merepotkanmu mengirimkannya kepada kami. Mengapa tidak menunggu sebentar dan aku akan ikut denganmu?”

‘Tinggalkan alamat? Jika tidak mengirimkannya kepada kami, kemana kami mencari kalian? ‘Karena masih ada lebih banyak sayuran, mereka bisa membantu Restoran Zhenxiu.

“Baik! Pelayan Yao, kami akan menunggumu di pintu belakang Restoran Zhenxiu!” Jaraknya cukup jauh dari Desa Dongshan ke kota, jadi tentu saja Yu Xiaocao senang tidak perlu melakukan perjalanan ekstra.

Pelayan Yao mengangguk dan cepat-cepat pergi. Dia harus bergerak cepat jangan sampai mereka kesal menunggu. Jika itu terjadi, dia akan sangat menyesal!

Qian Xiaoduo langsung gembira karena sudah mendapatkan sayuran. Ada orang yang bertanya tentang harga sayuran, jadi dia melambaikan tangannya dan berteriak, “Maaf, Restoran Zhenxiu sudah membeli semua sayuran. Silakan datang lebih awal besok!”

Dia tidak membutuhkan Xiaocao mengatakan apa pun dan dengan bijaksana memindahkan keranjang ke gerobak keledai. Pada saat Yu Xiaocao kembali dengan keledai kecil dan sekantong kacang yang berasal dari orang tak dikenal, empat atau lima ratus catty sayuran telah ditumpuk rapi di gerobak keledai..

Qian Xiaoduo tertawa datar dan berkata, “Nona Yu, keledaimu bagus. Harganya beberapa tael, kan?”

Yu Xiaocao menarik kereta keledai dan berjalan ke Restoran Zhenxiu. Dari waktu ke waktu, dia akan mengobrol dengan Qian Xiaoduo. Orang ini biasanya tampak pendiam, tetapi sekarang ia berubah menjadi mesin bicara!

Untungnya, Restoran Zhenxiu tidak terlalu jauh. Hanya perlu beberapa menit untuk sampai ke sana. Saat kereta keledai memasuki pintu belakang, manajer, yang telah mendengar berita itu, bergegas karena terkejut.

“Ah! Kakak laki-laki, Nona Yu! Kalian benar-benar bintang keberuntungan besar bagi Restoran Zhenxiu! Sayuran ini datang tepat waktu!! Cepat turunkan sayuran!” Sikap manajer terasa terlalu berlebihan.

Manajer tersenyum seperti bunga krisan saat melihat keranjang sayuran dipindahkan ke dapur, “Cepat istirahat di kamar pribadi Tuan Muda Ketiga! Xiaoduo, buat sepoci teh untuk Saudara Yu dan Nona Yu.”

Yu Hai merasa sangat tidak nyaman dengan sikap manajer itu. Dia melambaikan tangannya dan berkata, “Tidak perlu, kita masih harus bergegas kembali…”

“Sudah hampir siang. Kamu harus makan dulu! Tuan muda ketiga pergi ke dermaga lebih awal dan akan segera kembali. Jika dia mengetahui aku membiarkanmu dan puterimu pulang kelaparan, dia pasti menyalahkanku! Pergi pergi! Nikmati hidangan baru Kepala Koki Wang!” Manajer itu menarik lengan Yu Hai dan membawa pasangan ayah-anak itu ke ruang pribadi Tuan Muda Ketiga Zhou.

Mereka keluar pagi-pagi dan berada di pasar selama setengah hari, jadi Yu Xiaocao mulai haus. Dia meniup teh, meminumnya dalam satu tegukan,— teh yang cukup enak dan sangat harum!

Manajer menyaksikan Yu Hai dan puterinya, yang tidak menyadari minum teh yang sangat baik yang harganya selusin tael per ons tanpa berpikir. Namun, dia tidak berani menunjukkan penghinaan dan buru-buru mengisi ulang gelas mereka. Ketika manajer Restoran Zhenxiu melayani pejabat tinggi dan bangsawan, ia biasanya tidak bersikap rendah hati atau sombong. Tetapi pada saat ini, ia berbicara dengan Yu Hai dan puterinya dengan cara yang mudah dimengerti.

Di tengah percakapan mereka, pintu ruang pribadi didorong terbuka dan Tuan Muda Ketiga Zhou datang dengan kantong kertas minyak.

“Untungnya, aku kembali tepat waktu, jika tidak kalian sudah pergi!” Zhou Zixu menyerahkan kantong kertas minyak kepada manajer dan melanjutkan, “Aku sibuk di pabrik setelah tahun baru. Kupikir aku bisa bertemu denganmu di dermaga, tapi selalu saudara kembarmu yang datang. Oh benar, bagaimana kabar kakak laki-lakimu yang terluka? Pabrik sangat sibuk, jadi aku belum sempat berkunjung.”

Yu Xiaocao meletakkan cangkir di tangannya dan melihat kertas minyak yang sudah dikenalnya. Dia menjawab, “Kakakku sudah bisa bangun dari tempat tidur. Terima kasih atas perhatianmu, Tuan Muda Ketiga!”

“Kamu bersikap seperti kita orang asing!” Zhou Zixu memperhatikan bahwa Yu Xiaocao sedang melihat kantong kertas minyak yang dia bawa, jadi dia tersenyum dan berkata, “Makanan rebus keluargamu benar-benar luar biasa! Aku ketagihan setelah mencoba beberapa kali! Favoritku adalah mulut dan kuping babi. Jika tidak tahu, siapa yang mengira bahwa makanan lezat seperti itu dibuat dari bahan-bahan yang tidak disukai?”

Yu Xiaocao berkata sambil tersenyum, “Jika Tuan Muda Ketiga suka memakannya, aku bisa membawa beberapa saat aku datang lagi!”

“Tentu, itu bagus! Kamu tidak tahu betapa sulitnya membeli makanan direbus. Antriannya panjang. Benar-benar tidak mudah!” Zhou Zixu membuat ekspresi gelisah dan berhasil menghibur Yu Xiaocao.

Yu Xiaocao tertawa dan berkata, “Untuk menenangkan hatimu, aku yang langsung membuat ‘kuping babi iris pedas’ dan ‘daging kepala babi dengan bawang putih tumbuk’ untukmu. Aku jamin pasi ketagihan!”

“Tentu, aku mau!!” Zhou Zixu mengikuti Yu Xiaocao ke dapur.

Untuk menjamu tamu terhormat dari ibukota, Hakim Kabupaten Wu telah memesan Restoran Zhenxiu. Dengan demikian, seluruh dapur sibuk mempersiapkan tamu misterius di ruang pribadi paling mewah.

Ketika Kepala Koki Wang, yang telah dipromosikan menjadi koki eksekutif, melihat Yu Xiaocao datang, dia menyapanya dengan senyum, “Nona Yu, sudah lama tidak bertemu! Aku mengembangkan hidangan baru lagi. Cicipi dan beri masukan!”

“Paman Wang, kamu seorang koki terkenal di Kota Tanggu. Aku tidak berani menunjukkan ketrampilanku di depan seorang ahli!” Yu Xiaocao mencuci tangannya dan menyibukkan dirinya di dapur tanpa ragu.  Untuk dua hidangan, butuh waktu mencampurkan minyak cabai, tetapi yang lain sudah selesai. Selain itu, ia mendapat bantuan dari staf dapur yang berlomba menjadi asistennya. Dengan demikian, dalam waktu singkat, ‘kuping babi iris yang menggiurkan’ dan ‘daging kepala babi dengan bawang putih tumbuk’ selesai!

Kepala Koki Wang, tentu saja, tidak melewatkan kesempatan untuk belajar. Dia menghentikan pekerjaannya dan dalam hati menghafal semua langkah mencampurkan minyak cabai. Tidak hanya dia secara terang-terangan mempelajari metode rahasia, tetapi dia juga mengajukan pertanyaan, “Bisakah minyak cabai yang digunakan untuk kuping babi juga digunakan untuk hidangan dingin lainnya?”

“Tentu saja! Dengan kecerdasan dan kebijaksanaan Kepala Koki Wang pasti dapat membuat lebih banyak hidangan lezat!” Setelah Yu Xiaocao selesai membuat dua hidangan dingin, ia meninggalkan dapur agar proses memasak bisa terus berlanjut.

FG 116 - Sang Pangeran
FG 118 - Tamu Terhormat

Leave a Reply

Your email address will not be published.