DSAIP 61. Xuan Tian Ming, Kau Memiliki Penglihatan yang Bagus

Featured Image

Xuan Tian Ming membuat hati semua orang di keluarga Feng berdegup kencang. Mereka semua melihat noda darah yang langsung muncul di tubuh Feng Zi Hao, tetapi tidak ada seorangpun yang berani mengatakan apa-apa mengenai hal itu.

Feng Jin Yuan mengerti bahwa dia tidak dapat menyinggung perasaan orang suci yang mulia ini, apalagi berbicara dengannya. Jika putranya itu dapat memahami hal ini akibat dari cambukan Xuan Tian Ming itu, maka cambukan itu tidak akan sia-sia.

Feng Zi Hao hanyalah seorang bajingan dan tidak terlalu bodoh. Cambukan Xuan Tian Ming itu menyadarkan Feng Zi Hao. Feng Zi Hao tidak dapat menahan diri untuk mengutuk dirinya sendiri sebagai orang yang bodoh. Apa gunanya mengatakan hal itu di hadapan Xuan Tian Ming?

Karena itu Feng Zi Hao dengan cepat bersujud di tanah, sambil berbisik, “Yang Mulia, tolong selamatkan hidup saya. Yang Mulia, tolong selamatkan hidup saya.”

Xuan Tian Ming benar-benar mengabaikan Feng Zi Hao dan hanya melambaikan tangannya. Seorang kasim yang berada di sebelah Xuan Tian Ming yang membawa sekotak makanan, menghampiri Feng Yu Heng.

Tiba di hadapan Feng Yu Heng, kasim ini menyadari bahwa Feng Yu Heng dan Feng Chen Yu berdiri berdampingan. Kasim ini tidak tahu yang mana di antara mereka berdua yang akan menjadi calon selir dan mau tidak mau kasim ini berdiri di hadapan dua gadis itu sembari tertegun.

Xuan Tian Ming melihat kasim itu menjadi ragu-ragu. Wajah Xuan Tian Ming menjadi tidak senang.

“Bagaimana mungkin kau bahkan tidak tahu yang mana calon selirku?” Pada saat berbicara, Xuan Tian Ming mengulurkan tangannya. Xuan Tian Ming tiba-tiba mengubah nada suaranya dari nada yang malas namun sedikit menyeramkan menjadi nada suara yang begitu manja ketika berbicara dengan Feng Yu Heng, “Heng Heng, kemarilah.”

Feng Yu Heng tersenyum dan berjalan ke arah Xuan Tian Ming, merasa bahwa meskipun orang ini mengenakan topeng emas, dan meskipun topeng itu menutupi wajah yang mampu menghancurkan banyak negara, di bawah sinar matahari yang cerah, cahaya matahari itu memantulkan topeng itu yang membuat orang-orang tidak dapat menahan diri untuk tertarik kepada Xuan Tian Ming.

Kasim itu membeku sesaat sebelum buru-buru mengikuti Feng Yu Heng di belakangnya.

Ketika Feng Yu Heng tiba di sisinya, Xuan Tian Ming akhirnya mengijinkan pengawal untuk meletakkan tandunya. Kemudian, Xuan Tian Ming menggenggam tangan Feng Yu Heng dengan begitu saja, dan berkata kepada kasim itu, “Ingatlah baik-baik yang mana calon selir pangeran ini. Sedangkan orang yang berada di samping itu …” Xuan Tian Ming mengarahkan pandangannya ke arah Feng Chen Yu.

Feng Chen Yu memiliki sebuah masalah. Dia tahu bahwa dirinya dilahirkan dengan wajah yang sangat cantik, sehingga hampir semua pria tidak dapat menolak Feng Chen Yu, jika tidak, Feng Zi Hao tidak akan pernah melakukan hal semacam itu. Sehingga hal ini pada akhirnya membuat tingkat kepercayaan diri Feng Chen Yu menjadi tidak normal. Bukan hanya karena kepercayaan dirinya, Feng Chen Yu juga merasa sangat senang jika ada pria yang menatapnya. Feng Chen Yu akan menggunakan alisnya untuk meningkatkan penampilannya yang terlihat lembut itu.

Jadi, ketika Xuan Tian Ming menatap ke arahnya, Feng Chen Yu tentu saja menunjukkan sikapnya yang lembut itu.

Tetapi Feng Chen Yu lupa, orang yang menatapnya adalah Xuan Tian Ming.

“Apakah dia juga putri keluarga Feng?” Xuan Tian Ming masih bergumam, kemudian bertanya kepada Feng Jin Yuan, “Melihat usia gadis itu, seharusnya dia menjadi putri sulungmu, bukan?” Xuan Tian Ming memperhatikan Feng Chen Yu, Feng Chen Yu lebih tua daripada Heng Heng-nya.

Feng Jin Yuan menjawab dengan jujur, “Menjawab Yang Mulia, dia memang putri tertua saya.” Kemudian Feng Jin Yuan berbalik dan berbicara kepada Chen Yu, “Cepat beri salam kepada Yang Mulia!”

Chen Yu menyapa Xuan Tian Ming dengan patuh dan memanfaatkan daya tarik yang dimilikinya itu untuk berkata, “Hamba Chen Yu, memberi salam kepada Yang Mulia Pangeran Yu.”

Xuan Tian Ming terdengar mengeluarkan suara ‘Hm?’ dan bertanya, “Bagaimana kau menyebut namamu tadi?”

Chen Yu menjawab, “Nama hamba adalah Feng Chen Yu.”

“Oh.” Xuan Tian Ming menganggukkan kepalanya, dan tiba-tiba saja menyadari, “Nama ini sebenarnya sudah cukup pas.”

Rasa percaya diri Feng Chen Yu meningkat sekali lagi.

Meskipun Pangeran Kesembilan akhir-akhir ini terluka parah hingga menjadi seperti ini, sisa-sisa kecermelangan Pangeran Kesembilan dan dukungan dari Kaisar masih ada. Bahkan jika Feng Chen Yu tidak dapat membentuk aliansi melalui pernikahan, dengan menjilat, sedikit lebih banyak hal itu bukanlah hal yang buruk. Jika Pangeran Kesembilan ini dapat memuja dirinya, maka Feng Chen Yu dapat menangani Feng Yu Heng kapanpun dia mau, dan hal itu akan semudah membalikkan tangannya.

Memikirkan hal ini, senyum Chen Yu menjadi lebih menawan. Feng Chen Yu bahkan berani untuk mengangkat matanya dan menatap mata Xuan Tian Ming.

Sayangnya, Feng Chen Yu lupa. Dia adalah Xuan Tian Ming. Pangeran Kesembilan yang tidak pernah bertindak sesuai akal sehat, Xuan Tian Ming.

Chen Yu bahkan belum menyelesaikan mimpi indahnya itu sebelum dia mendengar Xuan Tian Ming berkata, “Sangat jelek, bahkan ikanpun tenggelam dalam ketakutan.”

Pft!

Feng Yu Heng tidak dapat menahan tawanya. Feng Yu Heng dengan cepat berbalik menghadap Xuan Tian Ming, dan batuk-batuk selama beberapa saat sebelum akhirnya dapat menenangkan diri.

Xuan Tian Ming tidak berpikir bahwa apa yang dia katakan sangat lucu. Feng Yu Heng terus saja batuk, sementara Xuan Tian Ming menepuk punggung Feng Yu Heng, sambil berulangkali berkata, “Lebih baik berhati-hatilah. Kau bisa mencekik dirimu sendiri meski hanya dengan bernafas saja. Bodoh sekali!” Meskipun kata-kata Xuan Tian Ming kasar, tetapi tidak ada celaan sedikitpun, Xuan Tian Ming sedang memanjakan Feng Yu Heng, “Para gadis harus benar-benar menjadi seperti Heng Heng kami untuk dapat dikatakan cantik. Bagaimana menurut kalian?”

Kerumunan orang-orang yang terdiri dari berbagai jenis orang itupun menjawab, “Yang Mulia benar.”

Orang-orang kediaman keluarga Feng tertegun selama beberapa saat. Feng Yu Heng diam-diam mengangkat ibu jarinya ke arah Xuan Tian Ming, “Kau memiliki penglihatan yang bagus.”

Mata Feng Chen Yu dipenuhi dengan air mata karena merasa marah, tangan Feng Chen Yu mengepal erat ke dalam lengan pakaiannya.

Memalukan! Ini benar-benar memalukan!

Sampai sekarang ini, tidak ada yang berani mengatakan bahwa Feng Chen Yu itu jelek. Jika penampilan Feng Chen Yu bisa menakuti ikan hingga tenggelam, maka gadis-gadis yang lain mungkin juga tidak akan bisa hidup.

Orang lain yang berada di kediaman keluarga Feng juga berpikiran sama seperti Feng Chen Yu. Terlepas dari Chen Shi, penampilan Chen Yu pada dasarnya cukup baik. Chen Yu selalu sopan terhadap para ibu selir dan bahkan memperlakukan putri dari para selir itu dengan berhati-hati. Terlebih lagi, Chen Yu terlahir dengan penampilan yang luar biasa cantik. Bukankah Pangeran Kesembilan ini hanya berbohong secara terang-terangan?

Feng Xiang Rong diam-diam mengangguk. Tampaknya Yang Mulia dan kakak kedua benar-benar cocok satu sama lain. Kemampuan untuk berbohong itulah yang menyatukan mereka berdua. Kemampuan mereka berdua untuk membuat orang menjadi semakin marah membuat keduanya cocok seperti yang sudah dikehendaki oleh Langit! Xiang Rong sendiri merasa bahwa dia harus berusaha lebih keras lagi. Kakak kedua yang disukai oleh Xiang Rong sejak dirinya masih kecil ini benar-benar menakjubkan, sehingga Xiang Rong tidak boleh sampai ketinggalan. Jika tidak, kakak kedua akan berlari terlalu jauh ke depan, dan Xiang Rong tidak akan dapat untuk mengikutinya.

Sedangkan yang duduk di sebelah Xiang Rong, Feng Fen Dai benar-benar terpesona oleh aura Xuan Tian Ming dan tidak dapat melepaskan dirinya dari jerat pesona Xuan Tian Ming itu. Mata Feng Fen Dai menatap lurus ke arah laki-laki yang mengenakan topeng emas itu. Meskipun jelas-jelas mengetahui bahwa wajah dibalik topeng emas itu sudah hancur, Feng Fen Dai masih merasa bahwa wajah Xuan Tian Ming sangat tampan. Bahkan meski mengenakan topeng sekalipun, wajah Xuan Tian Ming tetap terlihat tampan.

Terutama ketika Xuan Tian Ming memegang tangan Feng Yu Heng, menepuk punggung Feng Yu Heng … Jika orang yang diperhatikan oleh Xuan Tian Ming itu adalah dirinya, dan bukanlah Feng Yu Heng, betapa hebatnya hal itu, pikir Feng Fen Dai.

Sementara benar-benar tenggelam dalam imajinasinya itu, pergelangan tangan Feng Fen Dai dicubit oleh seseorang.

Merasa terkejut, Feng Fen Dai menoleh dan mendapati Han Shi sedang menatapnya dengan tajam, tatapan Han Shi itu mengandung peringatan untuknya.

Han Shi bisa mengontrol hampir semua masalah, tetapi masalah ini adalah satu-satunya masalah yang tidak dapat dikontrol oleh Han Shi.

Apakah Pangeran Kesembilan adalah orang yang dapat diprovokasi oleh siapapun saja? Atau apakah Feng Fen Dai dapat menekan Feng Yu Heng?

Bahkan jika Feng Yu Heng bukan lagi merupakan putri dari istri pertama, Feng Yu Heng tetap merupakan Selir Yu. Fen Dai, hanya merupakan putri seorang selir belaka, tidak akan pernah bisa mencapai posisi sebagai selir utama Pangeran.

Selain itu, sejak Feng Yu Heng kembali, tidak ada satu haripun di kediaman keluarga Feng yang dilalui dengan penuh kedamaian. Satu per satu, Feng Yu Heng menjelaskan bahwa dirinya ingin mencari keadilan atas apa yang terjadi pada Yao Shi pada tahun itu. Feng Yu Heng menjelaskan bahwa dia ingin membalas dendam kepada Chen Shi. Han Shi sangat berharap bahwa Feng Fen Dai tidak akan mengikutinya berjalan menuju perairan yang berlumpur ini. Han Shi khawatir ketika saatnya tiba nanti, dia sendiri bahkan tidak akan tahu bagaimana dia nanti akan mati.

Sayangnya, Feng Fen Dai tidak pernah suka mendengarkan nasehat dari Han Shi. Jelas-jelas Feng Fen Dai melihat tatapan mata Han Shi yang penuh peringatan terhadap dirinya itu, tetapi Feng Fen Dai masih tidak ingin melepaskan tatapan matanya dari sosok Xuan Tian Ming.

Hati Han Shi terasa dingin. Feng Fen Dai selalu menjadi anak yang memiliki cita-cita yang tinggi. Sejak kecil, Feng Fen Dai tidak puas menjadi putri seorang selir di kediaman keluarga Feng. Tidak peduli apakah itu milik Feng Yu Heng atau milik Feng Chen Yu, Feng Fen Dai selalu ingin berkelahi untuk memilikinya. Bahkan jika Feng Fen Dai tidak berhasil mendapatkannya, Feng Fen Dai setidaknya menyebabkan cukup banyak keributan untuk melampiaskan amarahnya itu.

Yang paling ditakuti oleh Han Shi adalah Feng Fen Dai akan berkelahi dengan Feng Yu Heng demi untuk mendapatkan Pangeran Kesembilan. Jika hal itu benar-benar terjadi, maka semuanya akan menjadi masalah besar.

Selama beberapa saat, semua orang yang berada di kediaman keluarga Feng dibuat bungkam oleh Xuan Tian Ming. Berharap dapat menghilangkan situasi yang memalukan itu, Feng Jin Yuan berkata dengan ragu-ragu, “Yang Mulia, silakan duduk di dalam.”

Xuan Tian Ming menggelengkan kepalanya, “Di luar sini dingin.”

Apanya yang dingin? Jelas-jelas matahari bersinar dengan terik dan menyeramkan di atas sana.

Bahkan Feng Yu Heng juga menyeka keringat di alisnya dan melotot pada Xuan Tian Ming.

Tetapi pada saat ini, Feng Yu Heng mendapat sebuah pesan. Xuan Tian Ming sepertinya berkata kepada Feng Yu Heng, ‘Jangan terburu-buru, masih ada permainan bagus untuk dilihat.’

Benar saja, Xuan Tian Ming-pun berkata, “Kedatanganku ke kediaman keluarga Feng pada hari ini karena ada dua alasan utama. Alasan utama yang pertama adalah untuk mengantarkan makanan pada keluarga kami Heng Heng. Alasan utama yang kedua, pangeran ini ingin bertanya, apakah toko yang bernama ‘Rumah Harta yang Berharga’ yang berada di ibukota adalah milik keluarga Feng?”

Mendengar Xuan Tian Ming membahas mengenai masalah itu, Feng Yu Heng mengerutkan kening dan berkata dengan tenang, “Mengapa kau menanyakan hal ini? Toko itu adalah milikku.”

Xuan Tian Ming membelai tangan Feng Yu Heng dengan lembut dan menatap Feng Yu Heng dengan tenang.

Feng Jin Yuan tidak pernah bisa mengingat berapa banyak jumlah toko yang dimiliki oleh keluarganya, apalagi mengetahui nama tokonya. Feng Jin Yuan hanya bisa menoleh ke arah Nenek Besar.

Nenek Besar dengan cepat berkata, “Menjawab Yang Mulia, Rumah Harta yang Berharga adalah toko yang diatasnamakan ibu selir Yao. Baru-baru ini A Heng mengambil alih pengelolaan toko itu.”

Xuan Tian Ming mengangguk, “Hm, baru-baru ini. Kemudian di masa lalu?” ketika bertanya, Xuan Tian Ming memainkan cambuk yang ada di tangannya. Hati Nenek Besar terasa tercabik-cabik ketika melihatnya, Nenek Besar merasa takut jika orang suci yang mulia ini akan mencambuknya jika dia merasa tidak senang.

“Pada masa lalu …” Nenek Besar tidak tahu apa maksud Pangeran Kesembilan menanyakan hal ini. Sewajarnya, bukankah Rumah Harta yang Berharga letaknya tidak berdekatan dengan Pangeran Kesembilan? Karena tidak memahami maksud Pangeran Kesembilan di balik pertanyaan yang diajukannya itu, Nenek Besar memutuskan untuk berkata dengan jujur, “Sebelum A Heng kembali, istri utama yang membantu mengelola toko itu.”

Feng Yu Heng merenung beberapa saat kemudian menambahkan, “Pada hari dimana saya bertemu dengan Yang Mulia di Gedung Dewa Terhormat, pada saat itulah akta toko itu dikembalikan oleh ibu ke tangan A Heng. Saya sendiri masih belum punya waktu untuk mengunjungi toko Rumah Harta yang Berharga.”

“Jika seperti itu, maka hal itu benar.” Xuan Tian Ming duduk sedikit lebih tegak, sambil berkata kepada Feng Jin Yuan, “Tuan Feng, pada hari dimana pangeran ini kembali ke pengadilan bersama dengan pasukannya, aku mengirim seorang pelayan ke Rumah Harta yang Berharga untuk memilih barang yang ada di sana untuk menyenangkan hati ibu dari calon selir. Siapa yang menyangka bahwa ternyata barang itu palsu.”

Feng Jin Yuan ketakutan dan dengan cepat bertanya, “Yang Mulia, apa maksud ucapan anda ini?”

“Hm? Apakah pangeran ini tidak cukup jelas?”

Feng Jin Yuan berkeringat dingin.

“Bawa orang itu ke depan.” Xuan Tian Ming tiba-tiba menurunkan nada suaranya, dan berteriak dengan dingin dan kejam.

Segera setelah itu, dua orang pengawal membawa seseorang maju ke depan.

Orang itu dibawa ke hadapan Xuan Tian Ming, dimana orang itu jatuh berlutut. Orang itu berteriak dengan keras, “Yang Mulia, tolong lepaskan saya! Saya hanya diberi perintah. Nyonya Besar keluarga Feng yang menukar barang dagangan yang ada di toko dengan barang palsu dan menyuruh saya untuk menjualnya! Yang Mulia tolong lepaskan saya! Ampuni nyawa saya!”

Feng Yu Heng menaikkan alisnya. Barang-barang di toko barang antik telah ditukar? Barang-barang di toko itu menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan dengan tanaman obat-obatan.

“Orang ini adalah penjaga toko Rumah Harta yang Berharga. Lukisan yang dilukis oleh Tang Zheng Xiang (Lukisan Qingshan) didapatkan dari orang ini. Tanyakan sendiri pada orang ini, apa yang dia berikan kepada pangeran ini?”

Berbicara mengenai penjaga toko ini, Nenek Besar mengenalinya. Maka, tanpa menunggu Feng Jin Yuan berbicara, Nenek Besar buru-buru bertanya, “Katakan, apa sebenarnya yang kau lakukan?”

Karena sudah sampai sejauh ini, bagaimana mungkin penjaga toko itu berani untuk menyembunyikan sesuatu. Sambil berlutut dan memegangi kepalanya, penjaga toko itu mengungkapkan semuanya, “Sepanjang tahun ini, Nyonya Besar terus saja menukar barang-barang yang ada di toko. ‘Lukisan Qingshan’ itu pada awalnya berasal dari seniman yang terkenal pada dinasti sebelumnya, yang bernama Tang Zheng Xiang. Tetapi sekitar setengah tahun yang lalu, Nyonya Besar memproduksi, entah dari siapa dan dimana, replika sempurna dari ‘Lukisan Qingshan’ itu dan mengirimkannya ke toko. Lukisan yang asli diambil oleh Nyonya Besar! Orang rendahan ini benar-benar tidak tahu bahwa yang membeli ‘Lukisan Qingshan’ palsu itu adalah orang suruhan Yang Mulia Pangeran Yu. Jika orang rendahan ini mengetahuinya, bahkan jika orang rendahan ini dipukuli sampai mati, orang rendahan ini tidak akan berani untuk menjualnya!”


Table Of Content

DSAIP 60. Pangeran ini Sedang Berbicara, Kapan Kau Mendapat Giliran untuk Menyela
DSAIP 62. Mencambukmu yang tidak Tahu Malu Hingga Mati

Leave a Reply

Your email address will not be published.