DSAIP 59. Pendeta Tao yang Miskin ini akan Mempertunjukkan sebuah Ramalan

Featured Image

Feng Yu Heng merasa bingung, ketika gadis pelayan itu menariknya masuk ke dalam ruangan. Feng Yu Heng kemudian mendengar pelayan berkata kepada Nenek Besar dan semua yang hadir di ruangan itu, “Pendeta Tao Senior yang bernama Zi Yang sudah datang.”

Nenek Besar terkejut. Semua orang yang hadir juga terkejut. Empat kata itu melintas dalam benak Feng Yu Heng, Pendeta Tao Senior Zi Yang. Feng Yu Heng mengingat pada saat insiden dengan keluarga Yao terjadi. Pada saat itu ada seorang Pendeta Tao Senior yang bernama Zi Yang yang datang ke kediaman keluarga Feng dan menunjuk Feng Yu Heng sebagai pembawa bencana.

Tidak heran gadis pelayan ini mengatakan bahwa hal ini ada hubungannya dengan Feng Yu Heng. Ketika Pendeta Tao itu datang pada saat seperti ini, Feng Yu Heng khawatir hal itu akan menjadi sesuatu yang tidak baik.

“Dimana Pendeta Tao Senior itu?” Nenek Besar cukup menaruh hormat kepada Pendeta Tao Senior yang bernama Zi Yang ini.

Gadis pelayan itu menjawab, “Pendeta Tao Senior itu sedang menunggu di halaman depan.”

“Mengapa tidak mengundang beliau ke halaman depan aula utama Peony untuk duduk?” Feng Chen Yu dengan segera memberi perintah kepada pelayan itu, “Pendeta Tao Senior yang bernama Zi Yang itu adalah tamu kediaman keluarga Feng. Bagaimana kita bisa membuat tamu menunggu di halaman depan.”

Nenek Besar juga mengangguk, “Itu benar. Keluarga Feng berterima kasih atas berkah yang diterima selama bertahun-tahun dari Pendeta Tao Senior itu. Sekarang karena Pendeta Tao telah datang tanpa diundang, aku khawatir hal itu …” berbicara sampai titik ini, Nenek Besar segera bangun dengan bantuan nenek Zhao, “Pergi, pergi, pergi, orang tua ini secara pribadi akan menyambut Pendeta Tao Senior itu.”

Sekelompok orang-orang benar-benar bangkit dari duduk mereka dan mengikuti Nenek Besar menuju ke halaman depan.

Feng Yu Heng berjalan dan merenungkan kata-kata yang telah diucapkan oleh Nenek Besar, “Keluarga Feng berterima kasih atas berkah yang diterima selama bertahun-tahun dari Pendeta Tao Senior itu.” Sepertinya sejumlah ide datang dari Pendeta Tao Senior itu. Feng Yu Heng khawatir jika Pendeta Tao itu tidak hanya memanggilnya sebagai pembawa bencana. Pasti ada hal-hal lain yang keluar dari mulut Pendeta Tao Senior yang bernama Zi Yang itu.

Iring-iringan orang-orang itu akhirnya sampai di halaman depan, dan di sana berdiri seseorang di tengah halaman. Orang itu mengenakan jubah berwarna biru keunguan dan rambutnya diikat dengan rapi. Satu tangan orang itu memegang kemoceng ekor kuda sementara tangan yang lain memegang sebuah kompas, sepertinya orang itu terlihat sedang mencari sesuatu.

Nenek Besar dengan cepat maju beberapa langkah dan berkata dengan suara yang keras, “Saya tidak tahu bahwa Pendeta Tao Senior Zi Yang datang ke kediaman keluarga Feng ini. Maafkan saya karena tidak datang untuk menemui anda, saya berharap Pendeta Tao Senior tidak menyalahkan saya.”

Pendeta Tao Senior Zi Yang, melihat bahwa itu adalah Nenek Besar, menjentikkan kemocengnya dan menangkupkan tangannya, sambil menjawab, “Nenek Besar terlalu baik. Pendeta Tao yang miskin ini kebetulan pada hari ini melakukan perjalanan ke ibukota. Melihat ada beberapa perubahan yang tidak biasa di kediaman keluarga Feng ini, saya pikir hal itu mungkin ada hubungannya dengan keluarga Feng selama beberapa tahun belakangan ini, jadi saya segera datang kemari.”

“Perubahan yang tidak biasa?” Nenek Besar menjadi takut setelah mendengar kata-kata ini, “Perubahan tidak biasa apa yang sedang dibicarakan oleh Pendeta Tao Senior ini? Apakah hal itu tidak baik bagi keluarga Feng?”

Zi Yang mengangguk, “Pendeta Tao yang miskin ini tadi malam telah mengamati tanda-tanda astrologi, tetapi melihat bahwa bintang bencana yang telah meninggalkan keluarga Feng bertahun-tahun yang lalu telah kembali dengan diam-diam. Setelah bintang itu kembali, beberapa fluktuasi muncul pada ramalan keluarga Feng. Selain itu, ada beberapa bintang yang sudah jelas tidak stabil.”

Feng Yu Heng mengerutkan alisnya, bintang bencana, apakah yang sedang dibicarakan oleh Pendeta Tao itu adalah dirinya?

“Nenek Besar.” Kata Feng Chen Yu dengan santai, “Sebelumnya marilah kita mengundang Pendeta Tao Senior ini untuk duduk di aula utama. Jika ada masalah, dapat dibicarakan secara perlahan-lahan.”

“Perlahan-lahan!” Zi Yang tiba-tiba saja menyela kata-kata Feng Chen Yu. Pendeta Tao tua itu menatap Feng Chen Yu dengan penuh perhatian. Pendeta Tao itu menatap dan merenung, kemudian merenung dan menggelengkan kepalanya.

Chen Yu bertanya dengan khawatir, “Pendeta Tao Senior?”

Zi Yang tiba-tiba menunjuk Chen Yu dan berkata, “Bintang keluarga Feng semakin meredup. Saya takut kehidupan nona muda tertua akan terpengaruh oleh bintang bencana itu.”

Hanya dengan beberapa kata-kata ini, semua orang yang hadir merasa terkejut.

Chen Yu, bertahun-tahun sebelumnya, juga telah ditunjuk oleh Pendeta Tao sebagai orang yang hidupnya berhubungan dengan Phoenix, dan menjadi ibu dari semua orang yang hidup di bawah langit. Ditambah lagi bahwa Chen Yu lahir dengan penampilan seperti ini, orang-orang di kediaman keluarga Feng tentu saja percaya dengan pasti bahwa Chen Yu akan memiliki masa depan yang cerah.

Tetapi sekarang, Pendeta Tao ini sekali lagi mengatakan bahwa bintang keluarga Feng telah meredup, yang berarti …

“Mengapa kau berada di sini?” Zi Yang mengalihkan perhatiannya kepada Feng Yu Heng. Hanya dengan melihat Feng Yu Heng menyebabkan Zi Yang sangat terkejut, “Tidak mengherankan ramalan keluarga Feng terlihat seperti ini. Benar saja, bintang bencana telah kembali, keadaan di sekitar gadis ini benar-benar gelap!”

“Klenik macam apa itu!” kata Huang Quan dengan dingin, “Dia ini adalah selir Pangeran Yu di masa depan. Di mana bintang bencana yang anda bicarakan itu? Nona muda kedua keluarga Feng ini baru-baru ini ditetapkan untuk menikah dengan Pangeran Yu. Perbintangan mereka berdua telah diperiksa dan hadiah pertunangan telah dikirimkan, bahkan jika nona muda kedua adalah bintang bencana, hal itu tidak akan berpengaruh pada keluarga Feng. Pendeta Tao Senior, mengapa anda tidak pergi saja ke istana Pangeran Yu untuk melihat apakah bintang di istana Pangeran Yu telah meredup?”

Begitu Huang Quan memperingatkan seperti itu, Nenek Besar, yang ingin mengatakan sesuatu, tidak jadi mengatakan sepatah katapun. Feng Yu Heng menjadi bintang bencana adalah sesuatu yang sudah diikhlaskan secara emosional oleh Nenek Besar. Baru-baru ini, ada rombongan Pangeran Yu yang menekan keluarga Feng. Tidak mungkin bagi keluarga Feng untuk menyuruh Feng Yu Heng agar pergi lagi. Untungnya, pada saat ini Feng Yu Heng tidak tinggal bersama dengan anggota keluarga Feng yang lain. Meskipun terdapat sebuah pintu kecil yang dibuka, tetapi masih dianggap sebagai dua bangunan yang berdiri terpisah. Bahkan akta dua bangunan itu juga terpisah, jadi seharusnya semuanya baik-baik saja.

“Gadis ini benar,” Nenek Besar ikut bicara, “Pangeran Yu telah berencana untuk menikahi keluarga kami, A Heng. Bintang pembawa bencana itu bukan lagi merupakan bintang pembawa bencana. Pendeta Tao Senior, tolong jangan membahas lagi mengenai hal itu! Sedangkan Chen Yu …” Nenek Besar melirik Chen Yu, “Saya harap Pendeta Tao Senior akan menemukan cara untuk melindungi masa depan cucu perempuan saya.”

Zi Yang bukanlah orang yang bodoh. Hanya dari mendengarkan, Zi Yang dapat menyimpulkan bahwa Yang Mulia Pangeran Yu bukanlah seseorang yang dapat disinggung oleh keluarga Feng, maka Zi Yang-pun tidak mengajukan pertanyaan apapun mengenai hal ini. Setelah berpikir sebentar, Zi Yang berkata, “Apakah ada hal aneh yang terjadi pada kediaman keluarga Feng hari ini? Adakah yang bertingkah aneh?”

Semua orang berpikir sebentar. Sepertinya tidak ada yang aneh. Tetapi Feng Chen Yu mengerutkan keningnya dan membuat ekspresi berpikir yang sangat serius.

Setelah beberapa lama, Feng Chen Yu tiba-tiba berkata, “Kakak laki-laki! Kakak laki-laki akhir-akhir ini tidak normal!”

Nenek Besar mengingat apa yang dilakukan oleh Feng Zi Hao. Bicara jujur, Nenek Besar percaya bahwa Feng Zi Hao telah mengangkat beberapa selir muda, tetapi naik ke atas tempat tidur saudari perempuannya di tengah malam, dalam hal ini Nenek Besar setuju dengan perkataan Zi Yang. Tidak peduli bagaimana Nenek Besar memikirkannya, Nenek Besar merasa bahwa Feng Zi Hao bertingkah aneh.

“Benar.” Nenek Besar mengangguk, “Tingkah laku Zi Hao sedikit aneh.”

Zi Yang tidak mengatakan apa-apa lagi. Tangan Zi Yang memegang kompas, dan mengitari halaman sebanyak satu kali, ketika Zi Yang kembali di hadapan semua orang, dia berkata, “Ada sesuatu yang mempengaruhi tuan muda tertua. Tempat itu adalah kediaman keluarga Feng tetapi juga bukan merupakan kediaman keluarga Feng. Tempat itu dikatakan bukan merupakan bagian dari kediaman keluarga Feng, tetapi terhubung dengan kediaman keluarga Feng. Sayangnya, selama dua puluh tahun, mereka disatukan tetapi tidak mengetahuinya. Baru pada akhir-akhir ini saja semuanya terlihat jelas.”

Cara Zi Yang berbicara terlihat aneh, tetapi orang-orang dari keluarga Feng mengerti.

Terutama ketika Zi Yang mengulurkan tangannya dan menunjuk. Zi Yang meunjuk ke arah paviliun Tong Sheng milik Feng Yu Heng, “Tempat itu berada di sana!”

Wajah Nenek Besar tiba-tiba menjadi gelap.

Ketika hal itu menyangkut putra keluarga Feng dari istri pertama, Nenek Besar samasekali tidak merasa khawatir. Nenek Besar segera bertanya kepada Feng Yu Heng, “Apa sebenarnya yang kau masukkan ke dalam paviliun itu?”

Feng Yu Heng membuka matanya yang polos itu, “Bagaimana saya bisa mengetahuinya? Jika Pendeta Tao Senior ini memiliki pikiran seperti itu, maka saya takut dia bisa membuat batu biasa terlihat seperti barang curian.”

Feng Chen Yu menasehati Feng Yu Heng, “Adik kedua jangan berbicara seperti itu. Pendeta Tao Senior Zi Yang adalah Pendeta Tao dengan peringkat yang tinggi. Beliau adalah tamu kediaman keluarga Feng ini.”

Yao Shi melihat bahwa Nenek Besar telah membuat Feng Yu Heng merasa sedih maka diapun memotong kata-kata Feng Chen Yu dengan kecewa, “Nona muda kedua kami tidak akan mengambil inisiatif untuk menyakiti hati orang lain. Dia bersembunyi di tempat yang begitu jauh untuk tinggal, mengapa masih saja ada orang yang membuat masalah tanpa alasan?”

Feng Zi Rui juga ikut menambahkan beberapa kata-kata yang kekanak-kanakan, “Mengapa kakak laki-laki tertua datang ke tempat tinggal kami pada larut malam? Apakah dia sedang bermain petak umpet?”

Nenek Sun akhirnya bereaksi pada saat ini, tetapi dengan wajah penuh kesedihan, Nenek Sun berkata kepada Yao Shi dan Feng Yu Heng, “Ibu Selir, nona muda kedua, karena mereka tidak mempercayai kalian, biarkan saja mereka untuk mencarinya! Orang yang tidak bersalah pasti akan dibuktikan bahwa dia memang tidak bersalah.”

Feng Yu Heng setuju dengan Nenek Sun, “Kalau begitu, pergi dan carilah. Tetapi Pendeta Tao Senior, mari kita membicarakan hal-hal buruknya terlebih dulu. Jika anda benar-benar menunjuk batu sialan sebagai penyebabnya, jangan salahkan saya karena telah memusuhi anda.”

Setelah beberapa saat, kediaman keluarga Feng mengerahkan pelayan yang tidak terhitung jumlahnya dan menyuruh mereka semua untuk pergi ke paviliun Tong Sheng. Mereka semua berlari, seakan-akan mereka takut untuk ketinggalan.

An Shi menatap Feng Yu Heng dengan khawatir. Melihat Feng Yu Heng sedikit menggelengkan kepalanya ke arahnya, An Shi menjadi tenang. Sepertinya nona muda kedua telah membuat beberapa persiapan.

Letak paviliun Tong Sheng cukup jauh. Untuk datang dan pergi ke paviliun itu, juga untuk mencari-cari di paviliun itu, memerlukan waktu selama dua jam penuh.

Tetapi ketika sekelompok pelayan itu keluar dari paviliun Tong Sheng, tangan mereka semua kosong. Para pelayan itu belum menemukan apapun.

Nenek Sun sedikit panik. Nenek Sun tidak dapat menahan diri untuk berkata, “Apakah kalian semua sudah mencari dengan hati-hati? Jangan lupa untuk memeriksa di segala tempat. Jika perlu untuk melakukan pencarian yang kedua, halaman nona muda kedua bukanlah tempat yang dapat dimasuki oleh siapapun.”

Pelayan yang bertanggung jawab dalam pencarian itu menghadap Nenek Besar dan memberi hormat sambil berkata, “Nenek Besar, paviliun Tong Sheng milik nona muda kedua benar-benar tidak memiliki sesuatu yang istimewa! Kami mencari ke setiap tempat, dari halaman ke kamar-kamar, dan tidak ada yang ditemukan.”

Nenek Besar mengangguk kemudian berkata kepada Pendeta Tao Zi Yang, “Pendeta Tao Senior, apakah mungkin anda telah menunjuk ke arah yang salah?”

Zi Yang menggelengkan kepalanya, “Jika Pendeta Tao yang miskin ini tidak memiliki kemampuan seperti ini, maka saya tidak akan berani membiarkan Nenek Besar memanggil saya dengan sebutan Pendeta Tao Senior.”

Namun, Feng Yu Heng, diam-diam maju ke depan. Memperhatikan kompas di tangan Pendeta Tao tua itu, Feng Yu Heng mempelajarinya sebentar kemudian tiba-tiba menoleh dan bertanya kepada Feng Fen Dai, “Hah? Mengapa kau mencurigaiku? Orang ini menunjuk secara acak ke suatu arah, jadi apakah sudah pasti bahwa yang ditunjuk itu adalah halamanku?”

Kata-kata ini benar-benar diucapkan seperti sedang mengobrol biasa. Feng Fen Dai benar-benar tidak siap dan tanpa sadar berkata, “Siapa yang mengatakan kepadamu untuk membenci kakak laki-laki tertua?”

Feng Yu Heng mengangguk, “Oh, jika kau yakin bahwa aku akan membalas dendam atas masalah yang terjadi pada malam itu, maka …” Feng Yu Heng tiba-tiba melihat ke arah Feng Chen Yu, “Kakak laki-laki tertua tidak hanya memasuki halaman satu orang saja.”

Kata-kata ini mengingatkan semua orang. Berbicara mengenai kesalahan Feng Zi Hao, bukan Feng Yu Heng saja yang merasa marah atas tindakan yang dilakukan oleh Feng Zi Hao itu.

Jin Zhen, yang sebelumnya diam saja, menambahkan, “Malam itu, nona muda tertua menangis dengan sedih. Selir ini, sampai sekarang, masih mengingatnya.”

“Diam!” Nenek Besar mencaci-maki Jin Shen kemudian berkata kepada Feng Yu Heng, “Mereka berdua adalah saudara yang memiliki hubungan darah. Mereka berdua merangkak keluar dari perut seorang ibu yang sama. Tentu saja, kondisinya berbeda.”

“Oh?” Feng Yu Heng menaikkan alisnya kemudian kembali memperhatikan kompas milik Pendeta Tao Zi Yang, “Berapa banyak uang yang telah diberikan oleh majikanmu kepadamu? Aku akan membayarmu tiga kali lipat lebih banyak dari yang diberikan oleh majikanmu kepadamu.” Kata-kata ini diucapkan Feng Yu Heng dengan suara yang sangat lirih, sehingga hanya Feng Yu Heng dan Zi Yang saja yang dapat mendengarnya.

Zi Yang tertegun dan tanpa sadar melirik Feng Yu Heng.

Pada saat ini, Feng Yu Heng memutar pergelangan tangannya dan menarik keluar sebuah magnet kecil, dan meletakkan magnet itu di telapak tangannya. Feng Yu Heng kemudian menempatkan magnet itu di bawah kompas dan mengubah arahnya. Melihat jarum logam kompas itu langsung bergerak dari posisinya semula, Feng Yu Heng mengarahkan jarum kompas itu ke tempat yang berbeda.

“Pendeta Tao Senior, tolong lihatlah!” Feng Yu Heng berseru, “Kompas anda kembali bergerak!”

Untuk sementara, semua orang yang berada di kediaman keluarga Feng datang untuk melihat. Mereka melihat jarum kompas itu berhenti kuat-kuat pada suatu arah tanpa bergerak sedikitpun juga.

“Oh!” Jin Zhen berkata dengan terkejut, “Arah itu … itu adalah arah halaman Ru Yi di mana Nyonya Besar dan nona muda tertua tinggal!”

(Saya rasa apakah pengarang melakukan kesalahan? Jin Zhen sekarang tinggal di halaman Ru Yi, sementara halaman Jin Yu adalah tempat tinggal Chen Yu dan Chen Shi.)

Feng Chen Yu menjadi marah, “Omong kosong! Bagaimana mungkin aku dan ibuku menyakiti saudaraku sendiri!”

“Menyakiti atau tidak, kita akan mengetahuinya setelah melakukan pencarian!” ekspresi Feng Yu Heng menjadi dingin. Feng Yu Heng menoleh dan berbicara kepada para pelayan yang hadir di situ, “Pergilah kalian ke halaman Jin Yu dan lanjutkan pencarian!”

Para pelayan itu tidak berani untuk bergerak.

“Nenek Besar!” Feng Yu Heng mengarahkan pandangannya ke arah Nenek Besar, “Berprasangka kepada orang-orang adalah hal yang wajar, tetapi jika Nenek Besar melakukannya dengan terang-terangan, maka hal itu tidak akan terlihat baik.”

Apa lagi yang bisa dikatakan oleh Nenek Besar? Nenek Besar hanya dapat melambaikan tangannya, “Pergilah mencari!” kemudian kepada nenek Zhao, yang berada di sampingnya, Nenek Besar berkata, “Kau juga pergilah melihat.”

Chen Yu merasa sangat sedih. Bersembunyi di samping, Chen Yu diam-diam menyeka air matanya.

Han Shi berpura-pura menghibur Chen Yu selama beberapa saat, tetapi Chen Yu menangis semakin keras.

Namun, pada saat ini, orang lain datang untuk mengacau. Di koridor, terlihat ada Feng Zi Hao yang dikawal oleh dua orang pelayan. Ketika Feng Zi Hao berjalan, dia bertanya, “Aku mendengar seseorang ingin menyakitiku! Siapa sebenarnya orang itu? Nenek Besar, kau harus bertanggung jawab untukku!”


Mulai chapter ini, saya akan mengganti sebutan Tetua menjadi Nenek Besar agar lebih enak untuk dibaca dan lebih mudah untuk dimengerti 🙂

 

Table Of Content

DSAIP 58. Mengatakan Pengkhianatan dan Pengkhianatan akan Datang
DSAIP 60. Pangeran ini Sedang Berbicara, Kapan Kau Mendapat Giliran untuk Menyela

Leave a Reply

Your email address will not be published.