DSAIP 58. Mengatakan Pengkhianatan dan Pengkhianatan akan Datang

Featured Image

Chen Shi mundur beberapa langkah karena takut, dengan gemetar berkata, “Bagaimana bisa aku menyembunyikan uang? Dengan kediaman keluarga Feng yang sebesar ini, bagaimana mungkin tidak ada banyak biaya. Uang itu telah digunakan untuk membiayai kediaman keluarga Feng ini. Juga … juga, lima puluh hingga enam puluh ribu tael yang aku sebutkan tadi hanyalah merupakan perkiraan dan aku mengatakannya tanpa berpikir terlebih dulu. Benar seperti itu.” Chen Shi memiliki ide, “Hal itu disebabkan karena aku marah pada gadis itu! Aku merasa marah hingga sampai pada titik dimana aku bahkan tidak dapat bicara! Suami, kau juga tahu kepribadianku. Setiap kali aku marah, aku dapat mengatakan apa saja.  Aku benar-benar dapat berbicara dengan kasar tetapi benar-benar tidak ada niat buruk di dalamnya.”

Feng Jin Yuan juga merasa apa yang dikatakan oleh Chen Shi itu benar. Chen Shi hanyalah orang yang tidak memiliki otak. Begitu Chen Shi menjadi marah, sangat mungkin bagi Chen Shi untuk mengucapkan kata-kata omong kosong. Feng Jin Yuan merasa sedikit mempercayai Chen Shi.

Feng Yu Heng tidak merasa bingung dan berkata dengan tenang, “Tidak apa-apa. Hari ini, ketika aku keluar, aku kebetulan bertemu dengan Yang Mulia Pangeran Yu. Yang Mulia melihat bahwa aku cukup lelah mengelola toko dan berkata bahwa besok dia akan mengirim seseorang untuk membantu memeriksa rekening toko. Ketika semua rekening telah diperiksa, tentu saja akan dapat membuktikan bahwa ibu tidak bersalah.”

“Adik kedua!” Feng Chen Yu merasa bahwa jika dia tetap tidak melakukan apapun, maka posisi ibunya tidak akan mungkin dapat untuk dipertahankan! Begitu Chen Shi tidak lagi menjadi istri utama, akan menjadi seperti apa dia yang berkedudukan sebagai putri dari istri utama? Maka Feng Chen Yu dengan cepat berkata, “Terlepas dari apakah ibu melakukan kesalahan, kakak perempuanmu ini akan meminta maaf kepadamu sekarang. Sedangkan mengenai masalah uang …” Feng Chen Yu menoleh dan menatap Feng Jin Yuan, “Jika ayah memahami dan bersimpati pada anak perempuannya ini dan bersedia memberikan lebih banyak mas kawin ketika putrinya ini nanti menikah, maka dapatkah putrinya ini menggunakan mas kawinnya kelak untuk mengganti uang adik kedua?”

Feng Jin Yuan merasa sangat emosional. Putri sulungnya ini benar-benar pengertian.

“Chen Yu.” Feng Jin Yuan menepuk bahu Feng Chen Yu dengan lembut, “Apapun yang ayah katakan, hal itu tidak akan membuatmu bersedih. Mas kawinmu kelak akan menunjukkan siapa sebenarnya keluarga Feng itu. Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil mas kawinmu itu.” Ketika Feng Jin Yuan berbicara, dia menatap ke arah Feng Yu Heng.

Feng Yu Heng menaikkan alisnya, “Mengapa ayah menatapku? A Heng tidak mengatakan bahwa A Heng menginginkan mas kawin kakak perempuan. Singkatnya, rombongan Pangeran Yu akan mengirimkan seseorang untuk membantu putrimu ini memeriksa rekening, jadi putrimu ini akan menentukan sikap dengan jelas terlebih dulu. Jika ditemukan bahwa toko-toko itu kehilangan uang, maka uang yang digunakan untuk membiayai keluarga Feng ini, tentu saja akan diganti oleh putrimu ini. Jika ditemukan adanya laba atau keuntungan, maka mengenai uang itu, putrimu ini tidak menginginkannya. Anggap saja uang itu merupakan kompensasi bagi ayah dan nenek karena selama ini telah mengurus semua masalah dalam keluarga ini.” Kemudian sambil menatap Xiang Rong dan Fen Dai, Feng Yu Heng menambahkan, “Dan juga, A Heng berharap bahwa uang itu, tidak peduli apakah jumlahnya banyak ataukah sedikit, dapat digunakan untuk mensubsidi mas kawin adik-adik perempuanku kelak.”

Fen Dai merasa senang mendengar hal-hal semacam ini dan langsung tertawa. Dengan suara yang jelas, Fen Dai menjawab, “Terima kasih, kakak kedua!”

Xiang Rong juga bangkit dan mengucapkan terima kasih dengan suara yang jelas, “Xiang Rong berterima kasih pada kakak kedua.”

Han Shi tertawa kecil dengan mulut yang tertutup selama sesaat sebelum menoleh dan berkata pada tetua, “Nyonya besar telah mengatakan bahwa toko-toko itu dapat menghasilkan lima puluh hingga enam puluh ribu tael. Bahkan jika angka-angka itu terlalu tinggi, aku tidak berpikir bahwa kita akan sampai pada titik kehilangan uang. Selir ini benar-benar harus berterima kasih kepada nona muda kedua atas nama nona muda keempat dan berterima kasih kepada tetua atas perhatiannya.”

Feng Yu Heng tahu bahwa dia tidak pernah dapat memulihkan keuntungan yang didapat pada tahun-tahun sebelumnya. Feng Yu Heng mungkin hanya akan membagikan kekayaan secara merata. Ketika kekayaan ditumpuk, orang-orang akan pergi. Ketika kekayaan dibagikan, orang-orang akan berkumpul bersama. Logika seperti inilah yang dimengerti oleh Feng Yu Heng. Dengan ini, Feng Yu Heng tidak hanya membantu Xiang Rong dan Fen Dai, tetapi juga menghormati ayahnya dan neneknya. Feng Jin Yuan mungkin dapat berkilah bahwa dia tidak menginginkan uang itu demi menjaga kehormatan dirinya sendiri, tetapi tetua pasti tidak akan dapat menolak kesempatan ini.

Seperti yang diharapkan, “Kemudian besok, kita akan menyambut orang yang dikirimkan oleh rombongan Pangeran Yu untuk memeriksa dengan cermat. Jika benar-benar terdapat laba atau untung, Chen Shi, aku akan memberimu waktu selama sepuluh hari untuk menunjukkan semua uang itu!”

Tetua telah mengumumkan pemecahan terakhir dari masalah ini. Chen Shi tidak memiliki kekuatan untuk mendebatnya. Feng Chen Yu juga tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ibu dan anak itu secara mental merasa lelah karena campur tangan dari Feng Yu Heng.

Ibu dan anak itu saling menatap satu sama lain. Dan mereka berdua sama-sama melihat isyarat yang sama di mata masing-masing, singkirkan Feng Yu Heng.

Malam itu di paviliun Tong Sheng, ketika lampu bersinar redup, Feng Yu Heng menyerahkan sebotol obat kepada Huang Quan, “Pergilah ke halaman Jin Yu dan antarkan obat ini untuk Man Xi. Ingatlah untuk pergi secara diam-diam dan jangan sampai terlihat oleh siapapun juga.”

Huang Quan langsung mengerti, “Jadi Man Xi berada di pihak kita?”

Feng Yu Heng mengangguk, “Ya. Di masa yang akan datang, obat ini harus dikirimkan setiap lima hari sekali. Jangan lupa untuk mengingatkanku akan hal ini.”

Huang Quan menurut, “Hamba telah mengingatnya dan akan segera pergi.”

Huang Quan bergegas untuk pergi tetapi tidak melewati gerbang utama. Tidak diketahui apa yang dilakukan oleh Huang Quan, tetapi tiba-tiba saja dia menghilang tanpa jejak.

Ketika Huang Quan kembali, dia membawa berita dari Man Xi, “Nona muda, Man Xi mengatakan bahwa Chen Shi diam-diam telah mengirimkan surat kepada keluarganya, tetapi Man Xi tidak mengetahui apa yang tertulis pada surat itu. Tetapi Man Xi mengatakan bahwa orang-orang yang berasal dari keluarga Chen Shi baru-baru ini berada di ibukota. Man Xi memperkirakan bahwa akan membutuhkan waktu paling lama sekitar satu jam untuk mengantarkan surat itu.”

Feng Yu Heng merasa sangat puas karena Man Xi telah menyampaikan informasi seperti ini.

Huang Quan bertanya, “Apakah anda ingin menghalangi pengiriman surat itu?”

Feng Yu Heng menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu. Aku juga ingin bertemu dengan orang-orang dari keluarga Chen. Aku ingin melihat kemampuan seperti apa yang dimiliki oleh keluarga bangsawan itu.”

“Baik.” Huang Quan tidak mengatakan apa-apa lagi. Setelah membantu Feng Yu Heng membersihkan diri, Huang Quan-pun mengundurkan diri.

Feng Yu Heng masih belum terbiasa ditemani oleh seorang gadis pelayan di kamarnya pada saat dia tidur. Terlepas dari permintaan Yao Shi setelah insiden yang terjadi antara dirinya dengan Feng Zi Hao, Feng Yu Heng masih merasa bahwa dia tidak dapat tidur jika ada seseorang yang duduk di dalam kamarnya.

Terlebih lagi, jika memang benar-benar ada seseorang yang setiap malam ingin membunuhnya, hal paling buruk yang akan dilakukan oleh Feng Yu Heng adalah dia akan tidur di ruang istirahat di ruang obat-obatan yang dimilikinya.

Mengingat ruang obatnya, membuat Feng Yu Heng langsung teringat pada kaki Xuan Tian Ming.

Meskipun jauh lebih baik daripada dunia ini, sebenarnya, Feng Yu Heng tidak terlalu yakin apakah dia dapat memperbaiki patah tulang yang parah di jaman ini di mana peralatan medis masih sangat langka.

Mengelus tanda lahirnya, Feng Yu Heng memasuki ruangannya dan langsung menuju ke lantai dua.

Lantai dua ruang obat-obatan itu utamanya berisi persediaan alat bantu medis. Terdapat beberapa peralatan medis yang sederhana, tetapi yang paling penting, terdapat peralatan bedah di ruang istirahat Feng Yu Heng. Tidak hanya semua jenis pisau bedah, terdapat juga beberapa persediaan peralatan bedah yang biasa digunakan.

Feng Yu Heng mulai mencari-cari di dalam kotak peralatan bedah. Tidak lama kemudian, Feng Yu Heng mengambil beberapa kotak paku baja untuk menstabilkan tulang. Feng Yu Heng juga mengeluarkan beberapa kotak potongan besi yang dipakai untuk menyambung atau menyangga tulang yang patah. Feng Yu Heng kemudian perrgi ke luar, ke ruangan pribadinya dan menemukan beberapa plester untuk meng-gips kaki.

Meskipun semua peralatan ini terlalu sedikit untuk melakukan pembedahan dengan baik, tetapi tidak ada alternatif lain yang dapat dilakukan. Dalam keadaan darurat pada saat ini, yang terpenting adalah keterampilan dan bukan peralatan.

Feng Yu Heng percaya bahwa dia adalah orang yang bersikap secara teknis. Mengingat tahun itu di Timur Tengah, ketika mereka telah menyelamatkan seorang kawan mereka, situasinya jauh lebih buruk daripada sekarang ini. Pada saat itu seluruh tubuh Feng Yu Heng berlumuran tanah, namun Feng Yu Heng masih berhasil mengembalikan hidup kawannya itu.

Feng Yu Heng membawa barang-barang yang diambilnya dari lantai dua ruang obat-obatannya itu. Pencariannya itu telah memakan waktu selama empat jam penuh sebelum Feng Yu Heng selesai mempersiapkan segala yang diperlukan untuk memperbaiki tulang Xuan Tian Ming. Feng Yu Heng bahkan telah mempersiapkan bantal, garam, suntikan glukosa, dan kantong infus.

Feng Yu Heng benar-benar bersyukur atas usahanya yang baik untuk masuk ke dalam ruang obat-obatan ini pada saat itu. Feng Yu Heng memiliki setiap jenis obat yang dia inginkan. Feng Yu Heng benar-benar merasa senang karena dia cukup tamak. Dari waktu ke waktu, Feng Yu Heng akan mengambil beberapa barang bagus dari Korps Marinir dan membawanya ke sini untuk dijual. Mengingat saat-saat sebelum berpindah, Feng Yu Heng baru saja minum obat. Sebelum Feng Yu Heng memiliki kesempatan untuk memberi label pada obat-obatan itu dan menjualnya, helikopter yang ditumpangi oleh Feng Yu Heng jatuh dan meledak dengan keras, bersama dengan hidup Feng Yu Heng.

Melihat ruang obat-obatan miliknya itu, Feng Yu Heng merasa bahwa tidak ada yang harus disia-siakan di sini. Di dunia dimana tidak ada resep yang dipersiapkan terlebih dulu, seluruh dunia ini berada pada jaman dimana meminum obat itu biasa dilakukan dengan meminum sup obat-obatan yang rasanya pahit. Jika Feng Yu Heng perlahan-lahan mengeluarkan obat-obatan ini, bukankah uangnya akan langsung masuk begitu saja ke dalam kantongnya!

Pada saat itu, Feng Yu Heng bisa berubah menjadi Nona Sempurna dan menikah dengan Tuan Sempurna dan mencapai puncak kehidupan?

Dalam sekejap, sepertinya Feng Yu Heng melihat Xuan Tian Ming yang duduk di kursi roda, kembali berdiri! Ya, pria itu berdiri untuk pertama kalinya di hadapan Feng Yu Heng … Tetapi sebelum Feng Yu Heng dapat merasa bahagia, Feng Yu Heng mendengar sedikit suara dari dunia luar.

Alis Feng Yu Heng bergetar. Dan saraf-saraf Feng Yu Heng yang seakan melompat keluar dari tempatnya dengan segera dipulihkannya kembali. Mengingat posisi tempatnya berada, Feng Yu Heng berjalan menyusuri ruangan itu setengah lantai dan mengambil beberapa langkah ke kiri sebelum menyentuh tanda lahirnya.

Ketika Feng Yu Heng kembali muncul, Feng Yu Heng menggantung dengan sempurna pada tiang penyangga yang ada di kamarnya. Dari sana, Feng Yu Heng melihat bayangan bergerak dengan hati-hati dari pintu melalui aula luar, menuju ke ruangan dalam.

Feng Yu Heng menggunakan kakinya untuk mengait balok yang terdapat pada tiang penyangga. Seluruh tubuh Feng Yu Heng-pun terbalik. Feng Yu Heng seakan-akan menyaksikan semua kejadian itu dengan santai, ketika bayangan itu mendekati tempat tidurnya.

Feng Yu Heng mengayunkan tubuhnya beberapa kali, hampir menyerupai ayunan. Ketika Feng Yu Heng mencapai ketinggian tertentu, Feng Yu Heng dapat melihat melalui sekat dan dapat melihat setiap gerakan orang itu.

Orang itu berjalan menuju tempat tidur Feng Yu Heng, membungkuk, dan melemparkan sesuatu ke bawah tempat tidur Feng Yu Heng. Orang itu kemudian dengan cepat berjalan keluar, tanpa pernah melihat kembali ke belakang. Orang itu membuka pintu dengan perlahan hingga sedikit terbuka dan kemudian keluar.

Feng Yu Heng akhirnya bergerak. Tiba-tiba di udara, Feng Yu Heng berbalik dan mendarat dengan mulus di atas lantai.

Feng Yu Heng melakukan beberapa latihan. Mencoba gerakan yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi untuk pertama kalinya dengan tubuhnya yang sekarang ini, dan Feng Yu Heng merasa puas dengan hasil percobaannya itu.

Tetapi orang yang baru saja masuk itu …

Feng Yu Heng mengerutkan alisnya rapat-rapat. Berpikir sebentar, dan akhirnya diapun mengendurkan alisnya.

Nenek Sun masuk seperti yang sudah diduga oleh Feng Yu Heng.

Mereka bertiga telah dikirim ke Barat Laut selama tiga tahun. Kediaman keluarga Feng sebelumnya telah mengusir sejumlah besar pelayan, jadi mengapa masih tetap mempertahankan nenek Sun. Juga nenek Sun masih terus dapat melayani Yao Shi, hal ini benar-benar tidak dapat dipahami.

Tetapi demi untuk menghindari kecurigaan, bahkan ketika begitu banyak hal yang terjadi, pihak lain memanfaatkannya, dan nenek Sun tidak dimanfaatkan oleh mereka. Feng Yu Heng memikirkan hal ini dengan keras selama beberapa saat. Majikan yang berada di belakang nenek Sun sepertinya bukanlah Chen Shi.

Sebenarnya, Feng Yu Heng tidak memiliki terlalu banyak keraguan mengenai nenek Sun. Sebagian besar, Feng Yu Heng hanyalah menebak-nebak mengenai hal itu. Menurut perasaan pribadi Feng Yu Heng, nenek Sun mengkhianati mereka bukanlah merupakan masalah yang terlalu besar; Namun, ketika Yao Shi mengetahuinya, Feng Yu Heng khawatir Yao Shi akan sangat terluka.

Tetapi Feng Yu Heng berpikir bahwa dia tidak dapat menyembunyikan hal ini. Semakin Feng Yu Heng mengalami kekejaman dalam kediaman keluarga Feng, semakin Feng Yu Heng merasa kecewa. Cepat atau lambat, akan tiba suatu hari ketika Feng Yu Heng telah menyelesaikan semua yang ingin dia lakukan, atau jika tiba-tiba saja Feng Yu Heng kehilangan minat pada semua hal itu, Feng Yu Heng akan pergi begitu saja. Pada saat itu, Yao Shi dan Zi Rui pasti akan pergi bersama Feng Yu Heng.

Feng Yu Heng perlahan-lahan harus meningkatkan rasa kecewa Yao Shi. Hanya dengan melakukan hal ini, Yao Shi tidak akan menolak untuk pergi ketika tiba saatnya untuk pergi.

Feng Yu Heng dengan cepat berjalan ke sisi tempat tidurnya, berjongkok, dan meraih ke bawah tempat tidurnya itu. Dengan setengah tubuhnya berada di bawah tempat tidur, Feng Yu Heng akhirnya berhasil mengeluarkan benda itu.

Feng Yu Heng berjalan di sisi tempat tidurnya. Meminjam cahaya bulan yang masuk melalui jendela, Feng Yu Heng melihat bahwa benda itu adalah boneka kain kecil yang penuh dengan jarum jahit. Feng Yu Heng membalik boneka itu, dan melihat selembar kertas yang bertuliskan tiga kata, ‘Feng Zi Hao’ yang ditulis dengan huruf besar. Di bawahnya tertulis hari kelahiran Feng Zi Hao.

Feng Yu Heng tertawa. Benar-benar trik lama.

Tetapi Feng Yu Heng tidak pernah berpikir, meskipun hal itu merupakan trik lama, pihak lain akan menyiapkan alat yang meyakinkan seperti itu …

Pada hari itu, ketika akan memberikan penghormatan pagi, Yao Shi dan Zi Rui juga pergi, jadi tentu saja nenek Sun harus ikut pergi untuk mengurus mereka.

Feng Yu Heng memperhatikan kata-kata dan tindakan nenek Sun, tetapi Feng Yu Heng melihat bahwa pihak yang diamatinya itu bertindak secara wajar. Jika Feng Yu Heng tidak melihatnya secara langsung tadi malam, maka Feng Yu Heng tidak akan melihat adanya masalah apapun.

Mereka terus berjalan ke halaman Shu Ya. Tepat ketika mereka melewati kolam kecil, Zi Rui ditabrak dari belakang oleh seorang pelayan yang terburu-buru.

Nenek Sun yang pertama membuka mulutnya, “Untuk apa kau terburu-buru?”

Ketika pelayan itu melihat Feng Yu Heng, dia segera mengeluarkan suara ‘oh’ dan dengan cepat berkata, “Hal ini sebenarnya ada hubungannya dengan nona muda kedua. Nona muda kedua, ikutlah bersama saya untuk menemui tetua!”


Table Of Content

DSAIP 57. Sebenarnya Berani untuk Menyembunyikan Tabungan Rahasia
DSAIP 59. Pendeta Tao yang Miskin ini akan Mempertunjukkan sebuah Ramalan

Leave a Reply

Your email address will not be published.