DSAIP 54. Diundang ke Gedung Dewa Terhormat

Featured Image

Ming Tian Xuan tidak menyangkal pujian dari Bai Ze. Kapan penglihatan Ming Tian Xuan menjadi buruk? Jika gadis itu hanyalah seorang gadis biasa, bagaimana mungkin gadis itu dapat tertangkap oleh matanya, Ming Tian Xuan. Bagaimana mungkin gadis itu akan layak untuk mendapatkan pinangan pernikahan dari Ming Tian Xuan.

(Saya tidak yakin mengapa penulis novel ini mengubah namanya, tetapi saya menerjemahkannya seperti apa adanya.)

“Pergilah, beritahu gubernur bahwa raja ini mengatakan bahwa ada beberapa orang yang tidak akan bicara tanpa dipukuli terlebih dulu.”

“Hamba mengerti.” Bai Ze dengan cepat menyembunyikan penampilannya yang santai itu. Wajah Bai Ze menjadi dingin, dan menghilang dalam sekejap mata.

Kembali ke dalam Hundred Herb Hall, Feng Yu Heng tidak mengetahui bahwa setiap gerak-geriknya diawasi oleh orang itu. Feng Yu Heng saat ini sedang menjelaskan mengenai situasi Hundred Herb Hall di masa lalu, “Hundred Herb Hall ini pada awalnya diberikan oleh kakek dari pihak ibu kepada bibi saya sebagai mas kawin. Karena saya dan bibi saya dikirim ke Barat Laut pada beberapa tahun yang lalu, Hunded Herb Hall ini diurusi oleh keluarga saya. Mungkin karena ibu terlalu sibuk dan tidak dapat menemukan waktu untuk mengurus toko ini maka orang-orang yang tidak benar memasuki tempat ini. Hari ini semua orang harus pergi ke toko pengobatan herbal yang berbeda. Saya akan menutup Hundred Herb Hall selama beberapa hari untuk mengatur kembali segala sesuatunya. Ketika kami kembali buka nanti, saya berharap bahwa semua orang akan memberi saya sedikit kepercayaan dan memberi kesempatan lagi pada Hundred Herb Hall ini.”

Para penduduk yang biasa ini sangat jarang mendapat kesempatan untuk mendengar wanita yang terkenal dan anggun seperti itu berbicara. Selain itu, para penduduk itu secara langsung melihat Feng Yu Heng menyingkirkan seorang penjaga toko yang jahat. Pada saat ini, para penduduk itu pasti akan menyatakan bahwa mereka mempercayai putri muda kedua dari keluarga Feng itu. Para penduduk itu berharap bahwa Hundred Herb Hall akan segera dibuka kembali.

Setelah mengantar para penduduk pergi, Feng Yu Heng secara pribadi mengembalikan dua puluh tael kepada pria tua yang telah ditipu itu. Feng Yu Heng kemudian menyuruh seorang pekerja toko, “Bawakan sepotong ginseng kemari.”

Segera, pekerja toko itu membawakan beberapa ginseng. Feng Yu Heng memperhatikan ginseng itu dan memastikan bahwa tidak ada masalah pada ginseng itu. Baru pada saat itulah Feng Yu Heng menyerahkan ginseng itu kepada pria tua itu, “Pak tua, ambil kembali uang ini untuk digunakan dalam keadaan darurat. Sebentar lagi, saya akan meminta seorang pelayan untuk mencatat alamat rumah anda. Besok, saya secara pribadi akan berkunjung ke rumah anda untuk memeriksa bibi.”

Pria tua itu merasa sangat emosional sehingga tidak dapat berkata-kata. Pria tua itu dengan sungguh-sungguh mencoba untuk  mendorong kantong perak itu ke tangan Feng Yu Heng, tetapi Feng Yu Heng dengan tegas menolaknya, “Anggaplah ini sebagai pembayaran. Pak tua, cepatlah pulang, merawat bibi adalah prioritas.”

Akhirnya, semua masalah di luar telah diselesaikan. Feng Yu Heng menyuruh pekerja toko untuk menutup pintu. Feng Yu Heng kemudian menghampiri pekerja toko yang masih muda yang membawa ganoderma yang mengkilap dan bertanya, “Siapa namamu?”

Pekerja muda itu orang yang cerdas. Mendengar majikannya menanyakan sebuah pertanyaan kepadanya, dia dengan cepat meresponnya, “Nama saya adalah Wang Lin. Saya tinggal di pinggiran timur ibukota. Ayah dan Ibu saya juga sama-sama pembantu.”

Feng Yu Heng mengangguk dan melanjutkan, “Aku adalah orang yang teliti mengenai hubungan antara majikan dan pekerja. Meskipun aku tidak benar-benar memahamimu dan aku tidak terlalu mengenal toko ini, menurut bagaimana hari ini kau mengingatkanku mengenai genoderma yang mengkilap itu, bagaimana kau akan dapat memahami perasaan sebagai penjaga toko di Hundred Herb Hall ini. Dapatkah kau melakukannya?”

Setelah mendengar kata-kata ini, pria muda bernama Wang Lin itu tertegun selama sesaat sebelum jatuh berlutut. Menghadapi Feng Yu Heng, Wang Lin berkata dengan sungguh-sungguh, “Selama majikan menginginkan saya, maka saya dapat melakukannya!”

“Bagus sekali.” Feng Yu Heng menyukai orang-orang muda dengan semangat seperti ini. Bersikap rendah hati sepanjang waktu tidaklah efektif, “Mulai hari ini, Hundred Herb Hall akan dikelola olehmu. Selain itu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu. Kau datang kemari hanya untuk melakukan pekerjaan kasar dan belum menjual dirimu sendiri, bukan?”

Wang Lin mengangguk, “Saya datang kemari untuk melakukan pekerjaan kasar. Saya dibayar bulanan dan saya tidak pernah menjual diri saya sendiri.”

“Lalu, apakah kau ingin menjual dirimu kepadaku? Jangan khawatir, aku tidak akan bersikap keras kepadamu, dan aku hanya akan membelimu selama lima tahun. Setelah lima tahun, jika kau ingin terus mengikutiku, maka kita akan memperbarui kontraknya. Jika kau ingin pergi, maka aku akan segera membebaskanmu.”

Wang Lin memikirkan mengenai hal itu dan berkata, “Dapatkah majikan mengijinkan saya untuk kembali ke rumah dan membicarakan mengenai hal ini dengan ayah dan ibu saya?”

“Ya.” Hal itu memang merupakan hal yang masuk akal. Feng Yu Heng memahami akan hal itu, “Mulai hari ini, Hundred Herb Hall akan tutup sementara. Hari ini aku akan mulai mengatur kembali dan mengubah tempat ini. Adapun mengenai pekerja yang tinggal dan pergi, kau dapat memutuskannya. Aku tidak ingin kroni-kroni yang dibawa oleh penjaga toko yang sebelumnya masih tetap berada di tempat ini. Aku bahkan menginginkan orang-orang yang lebih sedikit untuk menghindari adanya orang-orang yang sama seperti penjaga toko sebelumnya. Pertimbangkan keadaan ketika mengambil keputusan. Aku akan kembali sehari setelah besok. Pada saat itu, laporkan kepadaku berapa banyak kau kekurangan tenaga kerja.”

Wang Lin mengangguk, “Tolong jangan khawatir, majikan. Saya akan menyelesaikan tugas-tugas ini dengan baik.”

Feng Yu Heng kemudian berbalik dan berbicara kepada orang lain, “Hal-hal yang baru saja aku katakan, kalian semua sudah mendengarnya. Kata-kata seperti itu tidak akan diulangi lagi setelah hari ini. Aku hanya akan datang dan mengamati. Jika ada orang yang memiliki niat buruk, maka orang itu sebaiknya berkemas dan pergi. Sisanya, jika ada orang yang ingin mencoba keberuntungan mereka dan aku mengetahuinya, maka hal itu tidak akan menjadi sesuatu sesederhana seperti dilaporkan pada para petugas.”

Penampilan pertama Feng Yu Heng di hadapan orang-orang yang ada di Hundred Herb Hall mengejutkan semua orang. Tidak ada seorangpun yang menyangka bahwa gadis kecil yang berusia dua belas tahun itu akan memiliki keberanian seperti itu. Nona muda kedua keluarga Feng memamerkan kekuatannya untuk yang pertama kalinya sebelum yang lainnya. Hal ini meninggalkan kesan yang mendalam pada semua orang yang menyaksikannya secara langsung.

Feng Yu Heng sekali lagi memberi saran kepada Wang Lin untuk memperhitungkan semua bahan obat-obatan palsu yang dijual oleh penjaga toko sebelumnya dan untuk mengklasifikasikan kembali bahan obat-obatan yang sudah tersedia ke dalam kategori yang berbeda untuk dijadikan inventaris toko. Kemudian mereka menemukan sebuah jurnal akun pribadi, yang diserahkan kepada Qing Yu untuk diamankan. Baru kemudian, Feng Yu Heng pergi dengan dua orang pelayan.

Feng Yu Heng membacakan alamat toko perhiasan yang tertulis pada akta kepada Huang Quan. Gadis yang tumbuh di ibukota itu mengangguk dan menyatakan bahwa dia mengetahui dimana tempat itu berada. Membimbing Feng Yu Heng dan Qing Yu, Huang Quan menuju ke toko perhiasan yang dimaksud.

Di seberang jalan di kedai teh, Xuan Tian Ming mengangkat alisnya. Dia mengetukkan kedua tangannya pada kursi roda tempat dia duduk, dan kursi roda itu tiba-tiba terbang keluar dari jendela yang ada di lantai dua kedai teh itu. Ketika Xuan Tian Ming berada di tengah-tengah udara dan hendak mendarat, dia bertemu dengan Bai Ze yang sudah kembali.

Toko perhiasan itu memiliki nama yang sangat populer: Paviliun Phoenix.

Feng Yu Heng merasakan beberapa perasaan emosional pada kata Phoenix. Hal itu disebabkan bukan hanya karena nama keluarganya adalah Feng, tetapi juga karena Feng Yu Heng memiliki tanda lahir berbentuk Phoenix di pergelangan tangannya, tidak peduli seperti apa kehidupan masa lalu ataupun kehidupannya yang sekarang ini.

Seperti biasanya, ketiga gadis itu berdiri agak jauh dari pintu utama. Mereka melihat ke arah Paviliun Phoenix.

Paviliun Phoenix adalah bangunan yang memiliki dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk menjual barang-barang yang dapat dibeli oleh wanita biasa. Lantai kedua digunakan untuk menjual barang-barang yang dikhusukan untuk para wanita yang kaya dan terkenal.

“Hmph.” Feng Yu Heng mendengus, memperhatikan orang-orang yang berduyun-duyun tanpa henti di Paviliun Phoenix. Samasekali tidak mungkin cocok dengan jurnal akun yang dibawa oleh Chen Shi, “Rupanya tempat ini kehilangan tiga ribu tael setiap bulannya?”

Qing Yu, yang berada di samping Feng Yu Heng, memperhatikan beberapa saat kemudian tiba-tiba berbisik, “Dalam waktu yang diperlukan bagi sebatang dupa untuk terbakar habis, lima belas orang memasuki lantai pertama. Dua belas dari mereka membeli sesuatu. Untuk lantai yang kedua, tiga orang nona muda dan dua orang wanita masuk ke dalam. Sepertinya hanya satu dari mereka yang kecewa. Berdasarkan perhitungan ini, rata-rata pendapatan toko ini adalah lima tael, sedangkan lantai kedua memiliki rata-rata lima puluh tael per orang. Paviliun Phoenix ini seharusnya menghasilkan antara 500 dan 800 tael per harinya. Jika seorang yang kaya datang untuk membeli banyak barang, maka sangat mungkin untuk menghasilkan 1.000 tael. Setelah dikurangi biaya-biaya, seharusnya ada keuntungan sebesar 300 tael.

Huang Quan memandang Qing Yu dengan keheranan, “Luar biasa!”

Feng Yu Heng juga tidak menyangka bahwa Qing Yu memiliki kemampuan seperti ini. Berpikir sejenak, Feng Yu Heng bertanya, “Apakah seseorang yang ada dalam keluargamu menjalankan sebuah bisnis?”

Feng Yu Heng sangat memperhatikan ketika dia memilih pelayan wanita tingkat pertama untuknya. Gadis-gadis ini tidak memiliki bentuk tubuh yang kekar. Sebaliknya, para gadis ini kebanyakan kurus dan lemah. Melihat bahwa Qing Yu sekarang ini dapat menghitung akun semacam ini, merupakan hal yang wajar untuk mempertimbangkan asal-usul Qing Yu.

Mendengar Feng Yu Heng menanyakan hal ini, Qing Yu menghela nafas dengan segan, “Saya tidak akan menyembunyikannya dari nona muda kedua, keluarga hamba ini pernah kaya. Ayah memiliki bisnis sutra di luar propinsi. Sejak kecil, saya belajar untuk melakukan perhitungan dengan ayah. Pada saat itu, saya dan ibu tinggal di sebuah halaman dengan tiga baris rumah dan memiliki pelayan yang berjumlah sekitar dua puluh orang. Tetapi pada tahun itu, ayah saya dirampok oleh pencuri. Para pencuri itu tidak hanya merampok barang dagangan ayah, mereka juga mengambil nyawa ayah. Ketika berita itu sampai di rumah, ibu sedang belajar membuat beberapa makanan yang disukai oleh ayah dari juru masak. Ibu membuat sedikit kesalahan kecil, dan menyebabkan dapur terbakar. Dengan cepat, seluruh halamanpun terbakar. Ibu meninggal di dalam lautan api itu, sedangkan saya diselamatkan oleh salah satu pelayan keluarga saya dan saya dijual kepada saudagar yang menjual para pelayan.”

Ketika Qing Yu berbicara, hanya ada sedikit kesedihan di wajahnya, tetapi tidak ada terlalu banyak kesedihan di wajah Qing Yu. Seolah Qing Yu sedang menceritakan kisah orang lain.

Tetapi Feng Yu Heng mengetahui tipe orang semacam ini. Semakin orang itu terlihat masa bodoh dengan kisah hidupnya sendiri, akan semakin menjelaskan bahwa kecelakaan itu telah memberikan pukulan yang besar bagi dirinya. Qing Yu hanyalah tidak memiliki cara untuk mengubahnya. Jika Qing Yu ingin terus hidup, maka dia harus melupakan masa lalunya. Dari seorang putri yang kaya menjadi seorang gadis yang harus menjual dirinya sendiri, ini adalah satu-satunya cara yang dapat dilakukan oleh Qing Yu untuk terus melanjutkan hidupnya.

Feng Yu Heng menggenggam tangan Qing Yu dan menepuk punggung Qing Yu dengan lembut, “Tidak apa-apa. Semuanya sudah berlalu.”

Qing Yu tersenyum pada Feng Yu Heng, “Terima kasih, nona muda kedua.”

“Qing Yu,” usul Feng Yu Heng, “Karena kau mengerti mengenai hal-hal seperti ini, kau akan membantuku mengurus masalah yang ada pada ketiga toko ini! Bagaimanapun juga, aku juga tidak memahaminya dengan baik, dan aku benar-benar tidak percaya pada orang luar.”

Mata Qing Yu akhirnya menunjukkan tanda-tanda kecerdasannya. Qing Yu merasa sangat senang sehingga tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya itu, “Apakah nona muda sungguh-sungguh?”

Feng Yu Heng, yang melihat kejadian ini, tidak dapat menahan tawanya. Jika orang-orang yang berada di sekelilingnya sebaik Qing Yu, maka betapa baiknya hal itu.

Siapa yang ingin bertengkar sepanjang hari? Siapa yang ingin berurusan dengan banyaknya agenda tersembunyi dari orang-orang?

Jika Feng Yu Heng bisa, Feng Yu Heng lebih suka membawa Yao shi dan Shi Rui kembali ke desa di pegunungan yang ada di Barat Laut. Hidup tanpa rasa khawatir, betapa menyenangkannya hal itu.

Tetapi hal itu tidak mungkin.

Feng Yu Heng mengerutkan alisnya kuat-kuat. Hal itu bukan hanya menyangkut kediaman keluarga Feng. Ada juga orang yang terus muncul dalam benak Feng Yu Heng, Xuan Tian Ming. An Shi pernah memberitahukan nama itu pada Feng Yu Heng. Orang itu bernama Xuan Tian Ming yang kedua kakinya lumpuh dan wajahnya hancur?

Beberapa kebenaran harus diungkap perlahan-lahan dan selangkah demi selangkah. Beberapa hutang juga harus disortir satu-persatu. Beberapa keluhan juga harus dilaporkan satu-persatu.

Tiba-tiba, Feng Yu Heng merasa roknya tertarik.

Feng Yu Heng ragu-ragu dan melihat ke bawah. Feng Yu Heng hanya melihat seorang anak kecil berusia sekitar empat atau lima tahun sedang menarik roknya.

Anak itu cukup gemuk. Wajahnya yang bulat benar-benar menggemaskan.

Feng Yu Heng membungkuk dan mencubit pipi anak itu, sambil bertanya, “Ada apa?”

Anak itu berbicara dengan suara seperti bayi, kata demi kata, “Seorang kakak memintaku untuk memberitahu anda. Silakan datang ke tengah-tengah danau Gedung Dewa Terhormat dan duduk sebentar di sana.”

Setelah anak itu selesai berbicara, anak itu berbalik dan berlari. Ketika anak itu berlari, anak itu memanggil seorang nyonya muda yang berada di pinggir jalan, “Ibu, ibu, aku telah menghafal semuanya.”

Feng Yu Heng tertegun di tempatnya. Gedung Dewa Terhormat, tiga kata ini berulangkali melintas dalam benak Feng Yu Heng. Disertai dengan bunga teratai berwarna ungu, wajah tampan yang dilihat oleh Feng Yu Heng jauh di pegununganpun muncul.

Pada hari itu, Nyonya Zhou datang ke kediaman keluarga Feng dan memberitahu Feng Yu Heng mengenai keberadaan Gedung Dewa Terhormat. Sekarang …

Apakah yang mengundangnya adalah pria itu?


Halo semua, perkenalkan saya GaluhZixia. Mulai chapter 54 ini, saya yang akan melanjutkan terjemahan novel ‘Divine Doctor: Daughter of the First Wife’ ini ya. Jika ada kritik atau saran, silakan dituliskan di kolom komentar  … Akhirnya, selamat membaca semua, semoga terhibur 🙂

 

2
Comments

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • 0