DSAIP 15. Kenyataan yang sesungguhnya

Featured Image

“Kak.” Tangan kecil Feng Zi Rui menggenggamnya  dan gemetar, “Apa yang terjadi?”

Feng Yu Heng berbalik, meletakkan tangannya di kepala Zi Rui dan mengelusnya: “Tidak apa-apa. Ayo pergi. “Kemudian bertanya kepada nenek Sun,” Berapa jauh lagi halaman Willow? ”

Nenek Sun menunjuk ke sebuah jalan kecil di depan dan menjawab, “Melalui gerbang bulan¹ ini , ada jalan setapak, kemudian melewati kolam kecil, lalu taman kecil, dan terakhir 300 langkah di belakang taman.”

Feng Yu Heng tidak bisa menahan tawa. Keluarga Feng harus benar-benar membenci mereka. Belum lagi tempat tinggal baru mereka sejauh ini, pelayan yang akan menunjukkan jalan pada mereka tidak muncul. Untung nenek tahu jalannya. Kalau tidak, mereka pasti harus  menahan malu dan bertanya.

Alasan di balik nama halaman Willow bukan karena ada pohon willow menangis. Menurut Yao shi, “Beberapa tahun yang lalu, dihalaman ini memang ada satu pohon willow. Tuan muda Feng Zi Hao, pada usia 13, telah jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Liu’er. Pada saat itu, Feng Zi Hao masih menjadi putra seorang selir, sementara Liu’er bisa dianggap sebagai anggota keluarga cabang paling baik. Mereka tidak punya hak untuk membuka halaman di manor. Namun, Feng Zi Hao benar-benar menyayanginya dan meminta Chen shi untuk memohon pada ayahmu. Pada akhirnya, ayahmu setuju dan mengizinkan Chen shi menggunakan uangnya sendiri untuk merombak halaman. Dia memberinya paviliun di sudut terjauh dari kediaman ini. Sayangnya, kehidupan gadis itu ditakdirkan berbeda. Sebelum dia bisa pindah ke halaman tersebut, dia tenggelam. ”

“Berbicara tentang hal itu, kematian Liu’er terasa aneh.” Nenek Sun teringat kejadian saat itu. “Aku ingat saat itu, tuan muda memberi tahu Liu’er bahwa dia memberikannya sebuah halaman untuk ditinggali. Liu’er senang sekali. Setiap hari, dia akan pergi membantu di halaman dan bahkan sepanjang hari jika sibuk. Tuan muda dan nona tertua adalah saudara kandung dan tentu saja sangat dekat. Suatu hari, tuan muda harus menghadiri jamuan makan malam dan akan kembali terlambat, sehingga nona tertua yang membawa makan malam Liu’er. Setelah Liu’er selesai makan, dia terus membantu untuk sementara. Ketika dia akan pulang di malam itu, sudah larut malam. Dan saat dia melewati kolam kecil, dia terpleset dan akhirnya tenggelam. ”

Feng Zi Rui takut dengan cerita itu, tangan mungilnya memegang erat tangan Feng Yu Heng.

“Takut?” Dia bertanya pada Feng Zi Rui.

Anak itu mengangkat wajahnya untuk menatapnya. Matanya jelas menunjukkan rasa takut, tetapi dia menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak takut.”

“Bagus.” Dia menepuk punggungnya. “Zi Rui, ingat baik-baik bahwa kau adalah anak dari bangsawan Feng. Kehidupanmu ditakdirkan untuk menjadi lebih sulit daripada anak-anak lain. Kakak perempuan tidak selalu bisa menolongmu. Aku juga tidak bisa tetap ada di sisimu setiap saat dan setiap waktu untuk melindungi; Namun, jangan takut. Hanya dengan berusaha akan selalu memberikan hasil yang baik. Jika kau ingin bertahan hidup di tempat yang kejam seperti itu, kau harus mampu mengatasi setiap kesulitan. ”

Dia tidak menghiburnya. Sebaliknya, dia mengambil langsung memberi tahu Feng Zi Rui bahwa perjalanan hidupnya tidak akan mudah.

Untuk anak berusia enam tahun, meskipun dia tidak akan mengerti semua yang dikatakannya, dia setidaknya harus memberinya peringatan untuknya dan mengutarakan beberapa kenyataan yang sesungguhnya. Dengan cara ini dia akan siap ketika musuh muncul.

Feng Zi Rui mendengarkan kakak perempuannya sejak kecil. Karena Feng Yu Heng mengatakannya, dia akan mendengarkan dengan penuh perhatian. Dia sungguh-sungguh akan mengingat setiap kata.

Yao shi memandang kedua anak itu. Keadaan pikirannya sendiri mulai berubah juga. A-Heng miliknya tampaknya telah menjadi orang yang berbeda setelah dia hilang di pegunungan. Dia menjadi lebih acuh dibandingkan sebelumnya. Dia juga jauh lebih tajam melihat situasi, meskipun tidak sampai bersikap dingin atau sarkastik. Namun, dia tampaknya tidak mau terus ditindas.

Dia merasa sedikit khawatir, tetapi melihat kedua anaknya berpegangan tangan dengan kepala terangkat tinggi, dia juga mulai menginginkan kehidupan yang bahagia. Saat-saat menjalani kehidupan sulit di desa Xi Ping telah berakhir. Mereka sudah pernah makan kotoran dan mengusir tikus dari tempat tidur mereka. Apa yang harus mereka takuti?

Halaman Willow adalah tempat yang sangat kecil. Hanya ada halaman kecil, tiga kamar yang bersih, empat kamar di bagian sayap, dua ruangan belajar dan dapur yang sangat kecil. Beberapa pohon yang ada di halaman telah layu, karena tempat itu sudah lama tidak ada yang tinggali. Awalnya, ada meja dan kursi yang ditempatkan di tengah halaman, tetapi angin dan hujan selama bertahun-tahun membuatnya terlihat sangat buruk dan perlu perbaiki.

Bagian atap ditutupi abu. Jendela juga perlu diperbaiki. Namun, bentuk atapnya tetap bagus. Tampak jelas ketika Feng Zi Hao memperbaiki halaman ini untuk Liu’er, dia melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Feng Yu Heng mengingat hal-hal yang dikatakan oleh nenek Sun. Sehubungan dengan cara Liu’er meninggal, dia merasa curiga, dan karena dia hanyalah anak dari keluarga cabang. Mereka tidak menyelidiki lebih lanjut.

Beberapa pelayan berdiri di halaman. Sepertinya mereka datang lebih dulu dan sudah menunggu. Terlihat tiga pelayan, salah satunya adalah nenek dan dua pelayan.

Melihat Yao shi, nenek itu berjalan duluan. Wajah tanpa ekspresi dengan segera menunjukkan senyum profesional dan membungkuk. “Menyambut selir Yao. Apakah selir mengingat pelayan ini? ”

Yao shi meliriknya dan dengan tenang menjawab: “Nenek Li.”


1.  Gerbang bulan adalah sebuah lubang di dinding. https://en.wikipedia.org/wiki/Moon_gate

DSAIP 14. Sesuatu Terjadi pada Pangeran Kesembilan
DSAIP 16. Bekerja dulu, sesudah itu baru makan

Leave a Reply

Your email address will not be published.