DSAIP 14. Sesuatu Terjadi pada Pangeran Kesembilan

Featured Image

Feng Jin Yuan mengalihkan tatapannya. Dia tidak tahu kapan putrinya mulai bersikap tidak sopan.

Dia baru saja kembali ke kediaman, namun sudah membuat marah Chen shi hanya dengan beberapa kata. Selain itu, dia seolah-olah melakukannya tanpa sengaja. Dia sama sekali tidak mempedulikan dampaknya.

“Ibu mertua!” Chen shi melihat dia tidak bisa mengharapkan Feng Jin Yuan. Dia berbalik ke arah wanita tua itu  berharap menemukan cara untuk membalas sakit hatinya.

Bagi wanita tua itu, perubahan sikap Feng Jin Yuan yang tiba-tiba terhadap Yao shi dan anak-anaknya membuatnya bingung dan dia tidak menyukainya. Tapi dia tidak sebodoh Chen shi. Baru saja, putranya berubah pikiran setelah mendengar sesuatu dari pelayan. Pasti ada sesuatu yang terjadi di luar.

Dia memelototi Chen shi dan menghentakkan tongkatnya ke tanah sekali lagi: “Suamimu sudah membuat keputusan. Apa hak mu untuk mengatakan tidak! Chen Yu, antar ibumu kembali. ”

Wanita tua itu telah memperjelas semuanya, jadi Feng Chen Yu tidak berani membiarkan Chen shi membuat kelacauan lain. Sambil mendekat ke telinganya, dia diam-diam berbisik, “Jangan khawatir, ibu. Ayah sudah mempunyai rencana. Dia tidak akan memperlakukan Chen Yu dengan tidak adil.”

Diam-diam melirik wajah ibu mertuanya, Chen shi memutar saputangan di tangannya dan dengan setengah hati mengikuti putrinya keluar.

Melewati sisi Feng Zi Rui yang masih muda, amarah yang dia terus tekan sepertinya ingin meledak. Dia dengan kasar mendorong Feng Zi Rui.

Bagaimana mungkin seorang anak dapat menahan dorongannya. Feng Zi Rui mundur beberapa langkah dan jatuh ke tanah dengan bunyi gedebuk.

Meskipun kejatuhannya sangat menyakitkan, dia tidak menangis. Sebaliknya, dia menggigit bibirnya, tangannya mengepal erat menjadi tinju kecil. Napasnya menjadi sedikit tidak menentu.

Feng Yu Heng dan Yao shi pergi untuk membantu Feng Zi Rui. Yao shi merasakan sakit hati dan menghapus air mata, sementara Feng Yu Heng dengan ringan menghela nafas. Dengan suara kecil seolah-olah dia bergumam pada dirinya sendiri, namun cukup keras untuk didengar semua orang di ruangan itu, dia mengucapkan beberapa kata. “Keberuntungan yang sangat buruk. Di jalan pulang, sopir kereta tiba-tiba meninggal. Sekarang kita kembali ke kediaman, semuanya juga tidak damai. Jika ternyata keadaannya seperti ini, mungkin lebih baik tinggal di desa saja. ”

Menyinggung kematian sopir yang tiba-tiba dengan sengaja, dia ingin melihat reaksi dari mereka yang hadir.

Dia menyapu pandangannya ke semua orang yang ada dalam aula, dia melihat sekilas psda Chen shi dan Feng Chen Yu yang sedikit tersandung saat meninggalkan ruangan. Mereka kemudian dengan cepat pergi.

Wanita tua itu tidak menunjukkan reaksi, tetapi Feng Yu Heng memperhatikan mata Feng Jin Yuan bereaksi.

Dia mencibir, saat dia memahami situasinya.

Di jalan menuju halaman Willow, Feng Yu Heng menghabiskan waktunya mencoba menebak apa yang dikatakan pelayan itu kepada Feng Jin Yuan. Dia bisa melihat ketika Chen shi mengirimnya  ke sebuah kuil, Feng Jin Yuan dan wanita tua itu diam saja.

Meninggalkan kediaman dan memasuki kuil, ini sungguh mencurigakan.

Berpikir tentang itu, pembunuhan yang terjadi ketika jalan pulang tidak dapat dikaitkan dengan Yao shi atau Feng Yu Heng. Sebagai putri seorang penjahat, Yao shi selamanya akan hidup sebagai selir. Bahkan jika dia kembali ke kediaman, tidak mungkin mendapatkan kembali statusnya.

Sementara Feng Zi Rui meskipun  adalah putra Feng  Jin Yuan, putra Chen shi, Feng Zi Hao, yang akan menjadi kepala keluarga selanjutnya. Zi Rui tidak akan bisa mengklaim keluarga Feng.

Feng Yu Heng merasa lebih yakin. Semuanya terkait dengannya. Masalah pengasingan tiga tahun yang lalu sama sekali bukan masalah sederhana, tetapi keluarga Feng ingin menghindari dari masalah keluarga Yao.

Dia merenung dalam-dalam tanpa berbicara di sepanjang jalan. Yao shi, sedikit khawatir, diam-diam bertanya: “A-Heng, mungkinkah kau lelah mengemudi kereta? Apa…”

“Hm?” Dia berbalik untuk melihat Yao shi, “Ibu, apa yang kau katakan?”

“Aku …” Yao shi tidak tahu harus berkata apa. Dia merenung sambil memgeluarkan beberapa kata. “Bagaimana kau bisa begitu tegas di aula utama?”

“Oh.” Dia melengkungkan bibirnya untuk tersenyum, “Di masa lalu, kita mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh keluarga Feng. Pada akhirnya, apa yang terjadi? Kita dibuang ke desa Xi Ping selama beberapa tahun, apakah ibu tidak merasa marah? ”

Dengan disebutkannya desa Xi Ping, Yao shi bingung. Tiga tahun itu benar-benar mengikis harapannya. Keputusannya untuk kembali ke rumah Feng adalah dengan harapan memberikan anak-anaknya kehidupan yang baik. Memiliki dukungan keluarga Feng lebih baik daripada tetap di desa terpencil.

Nenek Sun, yang telah kembali bersama mereka, tidak tahu sikap keluarga Feng terhadap Yao shi dan bertanya: “Apa yang Tuan katakan mengenai masalah sopir?”

Yao shi menghela nafas dan tidak menanggapi. Feng Yu Heng mengulurkan tangan dan menepuk bahu nenek. “Ayah dan nenek bahkan tidak menyinggung soal itu.” Menjaga sikap dan kata-kata membuatnya sangat tidak nyaman. Dia memutuskan untuk terus berbicara dengan cara yang biasa. “Mereka benar-benar tidak peduli apakah kita hidup atau mati. Mereka bahkan tidak memiliki kemampuan untuk bersikap peduli. Jadi ibu, nenek, jangan repot-repot berharap kediaman Feng akan memperlakukan kita dengan baik. Mereka tidak diam-diam bergerak melawan kita sudah bisa dianggap baik hati. ”

Kata-kata ini diucapkan agar Yao shi mendengarnya juga. Ibu ini selalu perlu dihibur perlahan, tetapi sekarang bukan saatnya. Saat ini, kekhawatirannya terletak pada apa yang dikatakan pelayan itu kepada Feng Jin Yuan.

Karena Feng Jin Yuan telah berubah pikiran dan membiarkan mereka tetap di rumah Feng, apakah itu berarti, untuk saat ini, dia menyetujui pernikahannya dengan pangeran kesembilan. Tapi pernikahan ini sangat bagus. Sebelumnya, keluarga Feng akan melakukan apa saja untuk mengatur pernikahan ini untuk Feng Chen Yu, jadi mengapa Feng Jin Yuan tiba-tiba berubah pikiran?

Dia ingat udara sedih di sekitar tentara yang kembali. Satu-satunya kemungkinan …

Feng Yu Heng tiba-tiba berhenti berjalan. Zi Rui tidak berhenti tepat waktu dan terhuyung-huyung sesudah menabrak punggung kakaknya. Yao shi juga menatapnya, bingung. Dia mengerutkan alisnya tetapi tidak berbicara.

Namun satu pemikiran terlintas di kepalanya – Sesuatu telah terjadi pada pangeran kesembilan!

DSAIP 13. Konflik internal
DSAIP 15. Kenyataan yang sesungguhnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.