DSAIP 13. Konflik internal

Featured Image

Feng Yu Heng menyatakan keprihatinannya, dia menoleh sedikit  melihat ke arah Chen shi, “Ibu Chen, A-Heng dan ayah berharap agar kau sembuh. Apa pun yang terjadi, aku akan memastikan ayah selalu mengingat kebaikan yang dilakukan keluarga Chen padanya di masa lalu.” Lihat aku juga bisa menjadi licik.

“Cukup!” Feng Jin Yuan tidak tahan mendengarnya lagi. Kenyataannya, kediamannya bukan rumah orang kaya dengan sejarah panjang di ibukota. Tahun itu, ia benar-benar melakukan yang terbaik pada ujian negara dan menjadi juara pertama. Sejak itu, ia meraih kesuksesan di istana kerajaan dengan usahanya sendiri. Hasilnya adalah kedudukan keluarganya saat ini.

Apa yang dikatakan Feng Yu Heng tidak salah. Sewaktu ujian negara, keuangan keluarga Feng menipis. Tidak mungkin mereka mampu membantunya belajar. Berasal dari desa yang sama, satu-satunya putri keluarga pedagang Chen memohon agar dia bisa membantunya secara finansial. Akhirnya, dia bisa mengikuti ujian negara. Chen shi tetap tinggal di desa untuk merawat wanita tua itu selama bertahun-tahun. Namun, setelah ia lulus dengan nilai tertinggi, ia malah menikahi putri dokter kekaisaran, Yao shi.

Ini adalah hutang keluarga Feng untuk keluarga Chen. Tetapi pada akhirnya, bukankah dia mengangkat Chen shi ke posisi istri pertama. Bagaimana mungkin utang ini tidak pernah bisa dilunasi?

“Kejadian masa lalu seharusnya tidak diungkit lagi!”

Mendengar kata-kata ini, Chen shi merasa bingung. “Suamiku, apa maksudmu? Mungkinkah bantuan keluarga Chen yang telah diberikan kepada keluarga Feng tidak nyata? ”

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Lalu apa maksudmu?” Chen shi tak terima perkataannya. Keinginannya untuk berkelahi kembali lagi.

Feng Yu Heng berpegangan pada ibu dan saudara lelakinya untuk menonton adegan yang menghibur. Namun, berlawanan dengan harapannya, seseorang tidak sebodoh itu untuk membiarkannya terjadi.

Melihat situasinya berubah, Feng Chen Yu menutup mulut ibunya lalu menoleh ke Feng Yu Heng dan berkata, “Adik A-Heng, bagaimana kau bisa memanggil ibuku, ibu selir? Apa maksudmu? Kata-kata ini telah membuatnya marah dan kebingungan.” Sambil mengatakan ini, dia diam-diam mencubit Chen shi. “Ibu, adik A-Heng baru saja kembali ke kediaman dan tidak memiliki etika. Sepertinya dia membutuhkan lebih banyak pengajaran. ”

Yao shi sudah lama merasa heran dengan cara Feng Yu Heng menyebut ibu selir Chen. Sekarang setelah Feng Chen Yu mengungkitnya, Yao shi langsung berlutut dan menerima hukuman.

Feng Yu Heng dengan kuat menjaganya agar tetap berdiri. Dia tidak akan membiarkannya berlutut.

Yao shi sangat cemas sehingga dia mulai gemetar dan diam-diam memohon pada Feng Yu Heng: “A-Heng, kita baru saja kembali. Kau tidak bisa bertindak seperti ini. ”

Wajah Feng Yu Heng tersenyum dingin ketika dia berbalik dan membungkuk pada Chen shi. “A-Heng salah. Permintaan maaf untuk … ibu Chen. Hanya saja aku terbiasa memanggilmu ibu selir. Tidak mudah untuk mengubahnya secepat mungkin. ”

Chen shi marah dan ingin menjawab. Mendengar ini, wanita tua itu dengan keras memukulkan tongkatnya. “Kalian semua menjadi semakin tidak tahu aturan! Istri pertama tidak bertingkah seperti istri pertama! Putri seorang selir tidak bertindak seperti putri selir! Aturan dan kebiasaan keluarga Feng-ku, apakah itu hanya untuk pertunjukan? ”

Chen shi memegang tangannya yang terluka. Wajahnya dihiasi dengan air mata, dia dengan sedih menangis, “Ibu mertua! Anda harus meminta tanggung jawab untuk menantu perempuan! ”

“Tanggung jawab?” Wanita tua itu memelototi Chen shi. Dia tidak pernah menyukai menantu ini. Jika keluarga Yao tidak terlibat dalam kejahatan yang memaksa keluarga Feng untuk bertindak, dia tidak akan pernah membiarkan Chen shi menjadi istri pertama. “Katakan padaku, bagaimana kau ingin aku membantumu meminta tanggung jawab?”

Mata Chen shi berputar dan memandang ke arah Feng Yu Heng, “Waktu itu, seseorang peramal datang dan berkata gadis ini adalah roh jahat. Setelah kita mengirimnya pergi, kediaman ini damai selama beberapa tahun ini. Tetapi begitu dia kembali, lihatlah gangguan yang ditimbulkannya. Bagaimana kita bisa membiarkan roh jahat tetap tinggal di sini! ”

“Nyonya!” Yao shi menjadi geram. “Bagaimana A-Heng bisa menjadi roh jahat. Itu adalah kata-kata omong kosong dari pria gila! ”

“Lalu bagaimana kau menjelaskan peristiwa hari ini?” Chen shi menunjukkan lengannya untuk dilihat semua orang. “Gadis ini memiliki sifat jahat. Hal ini sudah diketahui oleh semua orang. Menurutku, dia harus dikirim ke kuil di luar kota. ”

Setelah mendengar tentang masalah roh-roh jahat tiga tahun lalu, wanita tua itu memikirkannya untuk sementara waktu. Semua yang ada di aula menjadi sunyi.

Tiba-tiba, seorang pelayan datang dengan tergesa-gesa. Membungkuk disamping Feng Jin Yuan, pelayan itu membisikkan sesuatu ke telinganya. Tak lama kemudian, wajah tanpa ekspresi Feng Jin Yuan berubah dengan cepat.

Lalu pelayan itu mundur. Feng Jin Yuan melambaikan tangannya dan memberi perintah kepada para pelayan: “Bawa selir Yao, nona kedua dan tuan muda kedua kembali ke halaman Willow. Para pelayan akan mendengarkan semua perkataan selir, termasuk makanan, pakaian dan keuangan, akan dilakukan sesuai keinginan ibu selir. ”

“Apa?” Chen shi langsung menjadi marah. Dalam beberapa langkah, dia berdiri di depan Feng Jin Yuan. “Suamiku, apa yang kau katakan?”

Feng Jin Yuan mengibaskan tangan yang memegang pergelangan tangannya dan mengulangi. “Kataku, untuk mengantar Yao shi beserta A-Heng dan Zi Rui untuk menetap di halaman Willow.”

“Sama sekali tidak!” Chen shi langsung menjerit, “Jika mereka tinggal di sini, apa yang akan terjadi dengan Chen Yu-ku?”

Feng Chen Yu dengan cepat menutupi mulut Chen shi. Dia tahu apa maksud Chen shi. Jika Feng Yu Heng tetap di kediaman ini, maka pernikahan itu bukan miliknya. Walaupun memang seharusnya seperti itu, kenyataannya mungkin berbeda.

“Ibu, terlepas dari siapa yang ada di kediaman, Chen Yu masih merupakan putri dari istri pertama. Hal ini tidak akan berubah. ”Melihat situasinya, kedengarannya lebih baik ketika putri dari istri pertama mengatakannya.

Tentu saja, Feng Jin Yuan tahu arti tersembunyi di balik kata-kata Chen shi. Namun Feng Chen Yu menyelamatkannya dengan cara bijaksana. Dia tidak menyia-nyiakan waktunya membesarkan anak perempuan ini. Tidak peduli apa yang dia lakukan, putrinya selalu memuaskannya.

“Ya.” Dia mengangguk. “Chen Yu adalah putri keluarga Feng dari istri pertama. Fakta ini tidak akan pernah berubah. ”Sambil mengatakan ini, matanya melihat ke arah Feng Yu Heng.

Feng Yu Heng juga balas melihatnya. Matanya tidak seperti mata Feng Chen Yu yang sedikit lembut namun menyilaukan. Sebaliknya, matanya tajam dan dalam. Dengan sekali memandang matanya, dia tidak bisa memahami pikiran Feng Yu Heng.

DSAIP 12. Ayah bukan orang yang tidak tahu balas budi
DSAIP 14. Sesuatu Terjadi pada Pangeran Kesembilan

Leave a Reply

Your email address will not be published.