DSAIP 1.1. Kedatangan Phoenix

Featured Image

Dinasti Da Shun, Tian Wu, Tahun ke 21.

Malam itu terang benderang, dan bintang-bintang berkelap-kelip. Serangan petir yang tiba-tiba mengguncang daerah itu, bahkan atap istana kekaisaran sedikit bergetar. Meskipun hujan badai, tidak ada setetespun air hujan.

Di dalam istana, pengawas papan Astronomi dengan cepat bergegas ke aula Surgawi dan bersujud di hadapan kaisar Tian Wu. “Yang Mulia, ada gerakan di langit dari arah Barat Laut. Phoenix telah tiba. ”

Kaisar Tian Wu, memegang cangkir tehnya, sedikit gemetaran. “Barat laut …” Dengan mata setengah terbuka, dia menyuruh penasihat itu kembali. “Berpikir tentang itu, Ming’er harus segera kembali.”

Petir lain menyambar dari langit yang jernih menuju sebuah gua di wilayah barat laut Da Shun. Itu langsung mengenai mayat seorang wanita dan menyambarnya.

Di tengah tumpukan mayat, Feng Yu Heng berjuang untuk mengangkat tubuhnya ke posisi duduk. Kesadarannya masih agak goyah, tetapi tak lama kemudian dia akhirnya sepenuhnya sadar. Saat membuka matanya, dia terkejut melihat kumpulan mayat yang tak terhitung jumlahnya.

“Ya ampun!” Dia mengedipkan matanya dan menggeser tengkorak yang ada di kakinya. Dia melihat sekelilingnya dan berpikir, “Apakah aku benar-benar mati atau tidak?”

Dia jelas ingat sedang berada di helikopter yang meledak di ketinggian di mana tidak ada satupun yang selamat. Sebagai perwira medis berpangkat tinggi di militer, ia mampu mempertahankan kesadarannya pada saat terjadi ledakan. Dia yakin, dia telah mati.

Tanpa ragu, dia telah meninggal. Dia telah meninggal kemudian bereinkarnasi.

Di atas tumpukan mayat, dia berdiri dan merentangkan tangan dan kakinya. Pada saat berikutnya, aliran kenangan membanjiri pikirannya. Namanya Feng Yu Heng, 12 tahun, dan anak perempuan dari istri pertama perdana menteri kiri, Feng Jin Yuan. Tiga tahun lalu, seorang penatua keluarga melakukan kejahatan dan keluarga itu diasingkan ke tanah yang sunyi. Khawatir dampaknya, sang ayah dengan cepat menurunkan ibunya, Yao shi¹, dan mengangkat selir Chen shi.

Seolah itu belum cukup, beberapa peramal jahat muncul dan berkata kepada Feng Yu Heng, “Anak ini mempunyai aura yang jahat. Jika dia diizinkan untuk terus tinggal di kediaman ini, maka suatu hari klan Feng akan menjadi rusak dan terpencar.”

Oleh karena itu, dengan lambaian tangannya, sang kepala keluarga mengirim Feng Yu Heng, Yao shi, dan adik lelaki yang baru berusia tiga tahun, Feng Zi Rui pergi ke sebuah desa kecil di pegunungan sebelah barat laut. Di sana, mereka harus berjuang sendiri.

“Omong kosong!” Dia melihat keseluruhan kehidupan sebelumnya seolah-olah itu adalah film. Feng Yu Heng kemudian tersadar. “Aku telah pindah tubuh!”

Era yang berbeda, usia berbeda, dunia yang berbeda, penampilan yang berbeda, satu-satunya kesamaan adalah namanya.

“Jangan khawatir!” Dia membersihkan tangannya dan dengan tenang berkata, “Kesengsaraan dan penderitaanmu, aku sudah mengerti semuanya. Karena aku sudah di sini, aku tidak akan membiarkan orang-orang yang telah menggertakmu hidup bahagia. Aku akan menagih hutang ini ke kediaman Feng.

Tiba-tiba, desahan lembut muncul di benaknya. Suara seorang gadis melayang dipikirannya dan berkata satu kalimat, “Terima kasih.” Pikirannya sedikit bergetar ketika sesuatu sepertinya perlahan-lahan melayang pergi.

Feng Yu Heng terkekeh. Sepertinya pemilik tubuh sebelumnya tidak rela mati. Hanya setelah mendengar janjinya, dia akhirnya pergi. Namun, untuk ayah seperti itu ada … Untuk memiliki keluarga dengan ikatan keluarga seperti itu, membenci mereka adalah hal yang normal.

Dia adalah orang yang selalu menepati janjinya. Karena dia telah mengambil alih tubuh ini, balas dendam adalah suatu keharusan.

Feng Yu Heng merapikan bajunya yang terbuat dari bahan berkualitas buruk lalu membersihkannya. Dengan menginjak beberapa tubuh, dia memanjat keluar dari kuburan massal. Bahkan sebelum memiliki kesempatan untuk melihat sekelilingnya, suara manusia terdengar.

“Menjual gadis itu ke Rumah Bunga Mabuk² di ibukota prefektur dapat menghasilkan 50 perak. Selama kita bisa membuat penjualan ini berhasil, lupakan menikahi orang sial. Aku akan punya cukup uang untuk menikahi dua gadis muda. ”

“Itu maumu! Kau berani menikahi gadis muda! Bahkan jika aku harus pergi ke penjara denganmu, aku akan memastikan untuk melaporkan kau kepada gubernur! ”

“Ok ok, aku akan berhenti bergosip. Kau benar-benar wanita yang banyak bicara! ”

Feng Yu Heng mengerutkan alisnya. Kenangan pemilik tubuh asli muncul kembali – ibunya sakit, jadi dia pergi ke gunung terdekat untuk memetik ramuan obat. Dia di tangkap dan tak sadarkan diri. Sebelum kehilangan kesadaran, dia melihat ke belakang dan ternyata pria yang telah memukulnya adalah Wang Shu Gen dari keluarga Wang, kepala keluarga dari desa Cun Dong.

Dia bergerak dengan cekatan menuju posisi jam 8 di belakangnya dan menyelinap lebih dekat ke suara-suara itu sambil menyembunyikan diri. Dia dengan cepat melihat sekeliling. Terlihat daerah yang padat penduduk dengan pohon di bukit, dia menyelinap di belakang mereka.


1.  ‘Yao’ : marga wanita sebelum menikah.
2. Rumah Bunga Mabuk : nama rumah bordil

DSAIP 1.2. Pria Tampan yang jahat(1)

2 thoughts on “DSAIP 1.1. Kedatangan Phoenix”

Leave a Reply

Your email address will not be published.