DKMK Chapter 16 – Pernah Menjadi Wanita-nya

Featured Image

Ketika Xin Ai mengatakan bahwa dia telah menyukainya bertahun-tahun, perasaan Lu Jingcheng dengan tidak dapat dijelaskan, sedikit bergetar.

Senyum di wajahnya perlahan memudar, “Aku bisa membantumu, tapi….”

Xin Ai melihat bahwa polisi itu semakin mendekat ke arah mereka, melompat dengan cemas, “Tapi apa, cepat katakan.”

Lu Jingcheng meraih bahu Xin Ai, menggunakan tubuhnya untuk menghalangi Xin Ai sehingga dia tidak dapat melihat ke arah polisi itu berada, “Katakan padaku, siapa namamu?”

“Xin Ai, Xin dari kata kerja keras dan Ai tanaman Mugwort. Tolonglah untuk cepat, aku benar-benar tidak bisa sampai tertangkap,” Sambil Xin Ai terus mendesak Lu Jingcheng, dia sambil berusaha mengintip ke arah luar.

Lu Jingcheng tidak bergerak, “Naik ke lantai 40, memangnya kamu yakin polisi tidak akan mencarimu ke sana? Kalau kamu tidak ingin tertangkap, aku bisa membawamu keluar.”

“Terima kasih, tetapi kamu tidak perlu mencemaskan hal itu. Kamu hanya perlu memberikan akses ke lantai 40 untukku saja…”

Gold Master-mu ada di sana?”

Xin Ai tidak menjawab pertanyaan ini, “Sekarang bukan waktunya untuk mengobrol, sebaiknya, antarkan aku ke atas.”

“Baik, tunggu aku sebentar di sini.”

Lu Jingcheng pergi untuk beberapa menit, kemudian dia kembali dengan membawa sebuah kartu kamar, dan memberikannya kepada Xin Ai. Xin Ai tidak tahu bagaimana cara pria ini mendapatkannya, dia mengucapkan terima kasih dan segera masuk ke dalam lift.

Hotel bintang lima memang merepotkan, walaupun hanya naik satu lantai, tetap harus menggesek kartu kamar baru bisa menekan lantai kamarnya. Kalau tidak ada, tidak akan pernah bisa naik ke atas.

Lu Jingcheng melihat pintu lift yang tertutup, tersenyum sambil menggelengkan kepala, hari ini dia benar-benar telah menjadi orang baik.


Xin Ai keluar dari lift dan dengan cepat dapat menemukan kamar 4018. Dia mengumpulkan segala keberaniannya, merapikan rambutnya, lalu mengetuk pintu.

Saat Jian Si membuka pintu dan melihat Xin Ai, tidak bisa menahan diri untuk mendesah, benar-benar wanita yang menghalalkan segala cara.

Sanye tidak akan bertemu denganmu, kamu pergi saja.”

Xin Ai menjulurkan tangannya dan menghalangi pintu dengan tubuhnya, “Aku tidak akan pergi, aku ingin bertemu dengan Sanye…. Aku sangat membutuhkan bantuannya.”

Jian Si memegang lengan Xin Ai dengan kasar, “Membuat Sanye tidak senang, memangnya kamu mampu menerima konsekuensinya?”

“Aku pernah menjadi wanita milik Sanye, jangan menyentuhku.”

Jian Si terkejut dan segera melepaskan pegangan di tangannya, Xin Ai mengambil kesempatan itu dan menyelinap untuk masuk ke dalam. Dengan cara seperti itulah, Xin Ai berhasil masuk ke dalam kamar itu.

Sesosok tubuh yang tegap itu berada di hadapannya. Saat Xin Ai mendongak, yang pertama kali dia lihat adalah mata hitam dan dalam milik Jian Zechuan. Kaki Xin Ai lemas dan dia jatuh di lantai, namun dia dengan cepat dapat menguasai keadaan, “Tuan Jian, aku mohon, tolong aku… aku mohon…”

Xin Ai hari ini kemari memang untuk minta bantuan Jian Zechuan, dia harus terlihat rendah dan kecil, menyedihkan dan lemah, agar Jian Zechuan bisa tersentuh.

Xin Ai merendahkan alisnya, wajah yang polos dan cantik, bagaikan salju yang meleleh di pegunungan dan awan di dataran tinggi yang begitu sederhana dan harmonis. Seolah-olah dia adalah selembar kertas putih yang belum ditulis dengan guratan apa pun, membuat setiap pria memiliki keinginan untuk melindunginya.

Sayangnya, jurus ini tampaknya tidak efektif untuk pria di hadapannya, dia sama sekali tidak tergerak karena dia adalah Jian Zechuan. Terlebih lagi dia tahu dengan sangat jelas, yang wanita ini tunjukkan di hadapannya semuanya cuma akting, hanya seorang penipu.

Kaki yang panjang dan ramping itu saling bersilang, matanya acuh tak acuh, dan keindahan matanya yang tidak ada tandingannya. Tak lama, bibir tipis yang indah itu terbuka dengan ringan, “Jian Si, buang keluar.”

Mata acuh tak acuh itu seakan sedang menatap wanita itu dengan ekspresi menjijikkan, seperti dia sudah mengerti segala sesuatunya.

Xin Ai mencubit tangannya sendiri, lagi-lagi dibuang ke luar, kenapa pria ini begitu suka membuang dirinya?

Dia menggigit bibir bawahnya, melangkah maju dan berkata, “Aku mohon… aku, kalau aku keluar dari sini, polisi akan menangkapku…”

Suaranya terdengar sengau, tubuhnya bergetar, tidak berani memikirkan apa yang terjadi setelah dirinya ditangkap polisi. Wajah yang terlihat ketakutan, yang biasanya membuat orang tidak sabar untuk mendekapnya di dalam pelukan dan menghalangi wanita itu dari semua angin dan badai yang menerpa.

DKMK Chapter 15 - Menyukaimu Selama Bertahun-tahun
DKMK Chapter 17 - Semakin Melihatnya Akan Semakin Terobsesi

Leave a Reply

Your email address will not be published.