DKMK Chapter 15 – Menyukaimu Selama Bertahun-tahun

Featured Image

Meskipun Xin Ai sudah mempersiapkan mentalnya sejak awal, tetapi ketika berhadapan dengan mata Jian Zechuan, jantung Xin Ai masih tidak bisa tidak melompat dengan kencang.

Orang yang belum pernah bertemu dengan Jian Zechuan pasti tidak mengerti, kata-kata ‘Bagaikan Makhluk Surgawi’ yang menggambarkannya dengan tepat. Sebenarnya, Xin Ai bahkan tidak berani menatap wajah itu, karena dia takut akan terjatuh dalam pesonanya dalam sekejap.

Bibir Jian Zechuan sedikit bergerak, seakan menahan tawa dan mengatakan: Aku sudah bertemu dengan banyak wanita semacam kamu.

Detik berikutnya, Xian Ai didorong menjauh olehnya, tanpa belas kasihan.

Kali ini Xin Ai sungguh merasa terfitnah, dia tadi sungguh tidak sengaja.

Lift itu bergerak naik dengan cepat, sampai ke lantai 40 dalam sekejap mata.

Xin Ai mencoba untuk keluar bersama dengan mereka, tidak disangka Jian Zechuan akan berkata, “Jian Si, buang ke bawah.”

Xin Ai merasa kepalanya akan lepas: ‘Apa? Buang…. buang ke bawah?’

Sengaja membiarkannya ikut sampai ke lantai 40, lalu membuatnya kecewa, apakah mempermainkan orang begitu menyenangkan untuknya?

Xin Ai ditahan oleh Jian Si di depan lift sehingga dia tidak bisa bergerak. Xin Ai berteriak dari belakang Jian Zechuan, “Hei, hei…. Jian Zechuan, kamu tidak bisa seperti ini….”

Jian Zechuan mendengar suara jeritan Xin Ai yang terdengar jengkel, sudut bibirnya tidak bisa ditahan untuk naik sedikit.

Pintu lift tertutup. Tidak peduli bagaimana pun Xin Ai mengancam, Jian Si tetap tidak mengatakan sepatah kata pun. Setelah membawanya kembali ke ruangan perjamuan, dan Jian Si segera menyelinap pergi.

Xin Ai sangat marah sampai seperti cacing kepanasan, dia tidak akan menyerah begitu saja. Kalau hari ini tujuannya belum tercapai, dia tidak akan mundur. Dia pasti punya cara untuk masuk ke kamar 4018.

Baru saja kembali ke ruangan perjamuan, Xin Ai melihat Chen Ming yang tubuhnya berlumuran darah, begitu marah sampai tidak terkendali. Dia sedang berada di kerumunan orang yang berusaha mencarinya, selain itu Chen Ming juga sudah lapor polisi, polisi sudah tiba dan sedang mencari siapa pelakunya.

Xin Ai yang melihat situasi berkembang menjadi seperti ini, dengan takut menutupi wajahnya dengan tas. Setelah menemukan sebuah tanaman bonsai, dia pun bersembunyi di belakangnya.

Bajingan ini, kenapa bisa keluar dengan begitu cepat. Tahu begini, tadi harusnya dia mematahkan kedua kakinya biar dia tidak bisa berlari keluar.

Jika polisi berhasil menangkap Xin Ai, dia pasti harus ditahan beberapa hari. Apabila Chen Ming masuk ke rumah sakit dan divonis menderita kecacatan, dia pasti harus dipenjara untuk waktu yang cukup lama. Tetapi, hal yang kurang bagi Xin Ai sekarang adalah waktu, jadi dia tidak boleh sampai tertangkap. Lebih baik dia bersembunyi di dalam kamar Jian Zechuan, polisi tidak akan menggeledah kamar pria itu.

Xin Ai sangat emosional, dia tidak kenal siapapun di sini, menelepon Jian Si juga tidak diangkat.

Pada saat yang kritis, Xin Ai melihat Lu Jingcheng. Saat ini, dia tidak sempat terlalu banyak berpikir dan punya waktu untuk terlalu mempedulikan konsekuensinya. Dia segera berjalan keluar dan menarik Lu Jingcheng, “SOS, Lu Yingdi, tolong bantu aku naik ke lantai 40. Kamu pasti punya cara kan?”

Lu Jingcheng yang dikejutkan oleh kehadiran Xin Ai yang tiba-toba, dia melihat keluar dan menemukan Chen Ming. Dia segera paham apa yang sedang terjadi. Dia sendiri pun merasa bingung, jelas-jelas dia sudah memasang tanda ‘sedang dalam perbaikan’ di depan kamar mandi, kenapa Chen Ming lolos dengan begitu cepat.

Tetapi, dia juga masih tertawa dengan bahagia, “Kenapa aku harus membantumu? Kalau membantumu, apa untungnya buatku?”

Xin Ai segera berkata, “Bukankah kita adalah orang yang saling menyimpan rahasia masing-masing, ke depannya kita pasti akan menjadi teman. Jangan begitu pelit, bantulah temanmu ini.”

“Rahasia masing-masing? Nona pasti sedang bercanda, kenapa aku tidak mengetahuinya, kita sepertinya tidak saling kenal.”

Xin Ai menggertakkan gigi, Lu Jingcheng ini sengaja menggunakan kata-katanya untuk menyerangnya kembali.

“Lu Yingdi, jangan begitu pelit. Sebenarnya aku fans-mu, sudah bertahun-tahun menyukaimu, screensaver di ponselku juga adalah fotomu… Lihat diriku sebagai fansmu yang telah menyukaimu bertahun-tahun, bagaimana kalau… membantuku sekali ini? Apakah kamu tega melihat gadis kecil sepertiku ini digiring ke kantor polisi?”

Mata Xin Ai memerah, memandang Lu Jingcheng dengan wajah menyedihkan. Wajah yang begitu takut dan tak berdaya, benar-benar membuat orang tidak bisa menahan diri untuk merasa kasihan.

DKMK Chapter 14 - Gold Master-ku Sedang Mencariku
DKMK Chapter 16 - Pernah Menjadi Wanita-nya

Leave a Reply

Your email address will not be published.