DAM 90 – Mengorbankan Diri untuk Semua Orang (10)

Featured Image

Gu Yusheng melirik Lu Bancheng, lalu merokok tanpa mengatakan apa-apa.

Dengan kepulan asap yang indah, Gu Yusheng mengeluarkan ponselnya dan memeriksanya, tidak ada pesan pendek atau panggilan telepon.

Selama putaran terakhir Mahjong, Gu Yusheng membuka blokir nomor telepon Qin Zhi’ai, tapi dia masih belum menerima pesan apa pun darinya.

Gu Yusheng memeriksa daftar yang diblokir. Banyak pesan pendek dan panggilan telepon diblokir, tetapi saat memeriksa seluruh daftar, dia tidak menemukan lagi pesan dari Zhi’ai kecuali yang dikirim tiga bulan lalu, yang berisi, ‘Kakek telah kembali dari Hainan, dia mengundang kita makan di Gu Mansion.’

Bahkan jika dia terjebak dalam badai di pinggiran kota, Zhi’ai tidak pernah berpikir memanggilnya minta tolong?

Tiba-tiba, Gu Yusheng teringat adegan saat Zhi’ai makan siang di mobil di jalan yang sibuk, saat dia tidur di ruang kaca pada malam terakhir, dan pembicaraan antara dia dan pengurus rumah tangga pagi itu.

Sepertinya dia benar-benar menepati janji menjauhkan diri darinya. Tapi sejak kapan dia menjadi sangat patuh?

Dia menyuruhnya pergi jutaan kali di masa lalu, tetapi tidak benar-benar pergi.

Kemarahannya saat meninggalkan rumah pagi itu muncul kembali. Gu Yusheng menarik rokok dengan keras, menggertakkan giginya dan menanggapi Lu Bancheng, “Tidak!”

Setelah mengatakan itu, petir menyambar kembali memotong langit yang gelap menjadi dua bagian. Sungguh mengerikan

Guntur yang kencang membuat Lu Bancheng semakin cemas karena ia berhubungan baik dengan Liang Doukou. Dia menoleh Gu Yusheng berkali-kali tetapi lelaki tampan itu tetap bersandar sambil merokok.

Ketika tiba giliran Gu Yusheng mengambil kartu, suara percikan hujan menjadi lebih keras. Lu Bancheng memiringkan kepalanya dan menatap langit yang sangat mengerikan, kemudian mendekati Gu Yusheng dan berkata, “Bahkan jika kamu tidak menyukainya, dia masih istrimu, kamu tidak bisa tinggalkan dia dalam situasi itu, kan?”

Gu Yusheng tiba-tiba berhenti dan melirik layar ponselnya, tetapi masih belum ada panggilan. Dia kembali bermain seolah-olah tidak mendengarnya dan berkata, “Tiga bambu.”

“Kakak Sheng, telepon saja dia! Jika dia sudah sampai di rumah dengan selamat, semua orang bisa tenang. Bagaimana jika dia dalam bahaya sekarang”

“Dia harus dihukum karena sudah membuat semua orang khawatir!” Sebelum Lu Bancheng menyelesaikan kata-katanya, Gu Yusheng tiba-tiba memotongnya dengan suara dingin.

 

DAM 89 - Mengorbankan Diri untuk Semua Orang (9)
DAM 91 - Berhubungan Badan Selesai Berselisih (1)

One thought on “DAM 90 – Mengorbankan Diri untuk Semua Orang (10)”

Leave a Reply

Your email address will not be published.