DAM 55 – Pergi Sejauh Mungkin (5)

Featured Image

Bahkan, dia sudah menunggu mengatakannya sejak Yusheng memarkir mobil di pintu masuk rumah sakit.

Ketika mereka berada di dalam mobil, dengan banyak luka di sekujur tubuhnya, rasa sakitnya semakin terasa dan dia semakin lemah. Pada saat itu, dia takut tiba-tiba pingsan, jadi dia menggertakkan giginya agar tetap sadar.

Namun, ketika keluar dari mobil, Yusheng menuntunnya, tidak ada kesempatan baginya mengatakan sesuatu. Kemudian serangkaian pemeriksaan menyusul. Sampai saat itu, dia belum punya kesempatan berbicara.

Bukan karena tidak ingin ditemani, dia memimpikan hal itu bertahun-tahun, tetapi dia tahu betul betapa Yusheng sangat benci bersamanya, karena dia menjalani kehidupan orang lain.

Zhi’ai berpikir bahwa jika bukan Yusheng yang diselamatkan, dia tidak akan rela terluka.

Terlebih lagi, tepat sebelum Yusheng membawanya ke rumah sakit, dia memintanya pergi menjauh jika harus papasan lagi.

Ya, pergi sejauh mungkin. Apakah Yusheng menganggapnya menyelamatkannya sebagai cara menggagalkannya?

Dia takut salah tafsir, jadi lebih baik menjelaskan. Kalau tidak, Zhi’ai akan selalu menjadi orang yang disiksa.

Qin Zhi’ai melihat ke bawah, dan setelah beberapa saat ragu, dia berkata dengan lembut, “Ini hanya kecelakaan. Aku tidak bermaksud mengganggumu dengan menyelamatkanmu.”

Gu Yusheng mengerutkan kening saat mendengar kalimat pertama. Apakah dia menyuruhku pergi?

Kekesalan muncul ketika Zhi’ai bergumam berulang kali bahwa dia tidak akan meminta ditemani.

Yusheng mengabaikannya dan mengeluarkan sebatang rokok, tetapi saat memasukkannya ke dalam mulut dia menyadari sedang ada di rumah sakit, karena merokok itu dilarang.

Dia menjadi semakin kesal dan mengeluarkan rokok itu dari mulutnya. Ketika dia akan mengembalikannya, dia mendengar Qin Zhi’ai, yang duduk di belakangnya, berkata sekali lagi, “Malam ini hanya kecelakaan. Aku tidak bermaksud mengganggumu dengan menyelamatkanku.”

Tangan Gu Yusheng yang sedang meletakkan rokok itu tiba-tiba membeku.

Keheningan Gu Yusheng membuat Qin Zhi’ai tidak yakin apakah dia mendengarnya, jadi dia menggigit bibirnya dan mengulangi lagi setelah jeda singkat, “Selain itu, aku akan melakukan hal yang sama jika bukan kamu.”

Sebelum dia selesai, Gu Yusheng melempar rokok ke tempat sampah terdekat.

Hancur akan menjadi kata yang lebih akurat untuk menggambarkannya.

Qin Zhi’ai tahu Yusheng kehilangan kesabaran lagi, jadi dia terlalu takut untuk berkata lagi.

Seperti yang diduga, Gu Yusheng menoleh sedetik kemudian, dan menatapnya dengan tajam, seolah-olah akan mencabik-cabiknya, berkata, “Kalau begitu, jangan ganggu aku lagi!”

DAM 54 - Pergi Sejauh Mungkin (4)
DAM 56 - Pergi Sejauh Mungkin (6)

Leave a Reply

Your email address will not be published.