DAM 211 – Dia mulai berubah sedikit demi sedikit (1)

Featured Image

Gu Yusheng terus mengubah posisi tidurnya. Akhirnya, dia melempar selimut dan melangkah ke kamar mandi.

Setelah mandi air dingin, dia melirik tempat tidur sambil berjalan keluar kamar mandi. Qin Zhi’ai menyusut di bawah selimut dengan tidak ada yang terbuka kecuali bagian atas kepalanya.

Dengan hanya satu pandangan, suasana hatinya, yang baru saja ditenangkan air dingin, berubah tidak teratur. Dia pergi ke ruang ganti dengan sangat cepat mengenakan setelan yang dipilih secara acak. Kali ini ketika melangkah keluar dari ruang ganti, dia bahkan tidak melirik Qin Zhi’ai yang masih di tempat tidur, tetapi mengambil dompetnya dan meninggalkan kamar tidur. Dia mungkin dalam suasana hati yang sangat buruk, karena dia membanting pintu dengan keras.

Mendengar suara bantingan itu, pengurus rumah yang sedang tidur di lantai bawah mengenakan mantel dan segera berlari keluar dari kamarnya. Dia melihat Gu Yusheng berjalan menuruni tangga dengan wajah muram.

Gu Yusheng mengambil sebatang rokok saat berjalan. Ketika memasukkannya ke mulutnya, menyentuh bagian di lidahnya yang telah digigit Qin Zhi’ai sehari sebelumnya. Dia meringis karena kesakitan, kemudian meludahkan rokoknya ke tempat sampah di dekatnya. Dia tampak semakin kesal.

Melihat itu, pengurus rumah tiba-tiba tidak mengatakan apa-apa dan bahkan memindahkan tubuhnya ke dinding. Ketika Gu Yusheng akhirnya keluar rumah dan pergi, pengurus rumah tersentak dan berlari ke kamarnya. Sebelum dia menutup pintu, dia menatap lantai dua dengan khawatir.

Tuan dan Nona Liang baru saja akrab satu sama lain dalam beberapa hari terakhir, apakah mereka bertengkar lagi?

Jika obat-obatan yang Gu Yusheng minum saat terluka belum ada di meja kopi di ruang tamu, pengurus rumah pasti akan berpikir saat Gu Yusheng tinggal di rumah adalah mimpi.

Gu Yusheng, yang lidahnya digigit Qin Zhi’ai, makan bubur selama empat hari penuh. Selama empat hari itu, dia mulai menjauh seperti sebelumnya.

Hari kelima adalah hari Senin, hari di mana para pemegang saham perusahaan mengadakan pertemuan mingguan.

Beberapa hari sebelumnya ketika terluka, Xiaowang membawa banyak dokumen yang perlu ditandatangani ke villa. Kemudian ketika dia pergi ke kantor, dia tidak mengambil dokumen apa pun yang tidak terlalu dibutuhkan.

Dua jam sebelum pertemuan, Gu Yusheng mencari-cari dokumen yang ia butuhkan untuk pertemuan itu, kemudian mengingat bahwa dokumen itu ada di kantornya di rumah.

Tanpa ragu-ragu, Gu Yusheng membungkuk dan menekan tombol speakerphone. Dia berniat untuk menelpon vila meminta pengurus rumah mempersiapkan dokumen dan mengirim Xiaowang untuk membawanya, tetapi ketika akan menelepon, dia memikirkan wanita yang tinggal di rumahnya.

Hampir empat atau lima hari telah berlalu, apakah wanita itu dalam suasana hati yang baik sekarang … Ujung jari Gu Yusheng membeku, dan dia melamun sejenak, sampai akhirnya dia menundukkan matanya dan memutar nomor telepon villa tanpa emosi.

Pengurus rumah mengangkat telepon. Dia mengenalinya sebagai nomor telepon kantor Gu Yusheng. Jadi, sebelum Gu Yusheng berbicara, dia berkata lebih dulu, “Tuan Gu.”

“Ada dokumen di ruang kantor, tolong carikan. Dalam waktu setengah jam, Xiaowang harus membawanya kepadaku,” Gu Yusheng memerintahkan singkat padanya. “Oke, Tuan Gu.” Pengurus rumah berpikir Gu Yusheng akan langsung menutup telepon tanpa mengatakan apa pun, seperti yang selalu dia lakukan sebelumnya. Tapi kali ini, dia menunggu sebentar dan tidak mendengar suara pria itu. Apakah dia berjalan menjauh dari telepon atau lupa menutup telepon? Saat pengurus rumah akan memeriksa, kata-kata datar Gu Yusheng terdengar dari telepon. “Apakah dia baik-baik saja sekarang?” Dia? Hanya dalam satu detik, pengurus rumah menyadari siapa yang dimaksud. “Mi-Nona? Dia, dia akhir-akhir ini …”

 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.