Chapter 55

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh xian-xia
.

.

Ah Luo sudah menelan terlalu banyak kepahitan di kehidupan sebelumnya. Dalam kehidupan kali ini, permintaannya sederhana. Dia sudah puas jika orang itu memperlakukannya dengan sangat-sangat baik. Saat dia sedang dalam situasi yang tidak berdaya dan tertekan, orang itu akan melangkah maju dengan berani dan meletakkannya di belakang tubuhnya. Dia akan menjaganya dari menanggung kesulitan dan dari disakiti dan dipersalahkan. Dia akan memuaskan semua keinginannya dan sepenuhnya menurut padanya … Sekarang setelah Ah Luo memikirkannya, permintaannya tidak sesederhana itu. Setidaknya, mengharapkan seseorang untuk benar-benar patuh tampaknya akan cukup sulit.

Zhao Jie baru saja berkata, “Seperti cara pangeran ini memperlakukanmu dengan sangat baik?”

Wei Luo tidak bisa berhenti memikirkan tahun-tahun sebelumnya. Zhao Jie telah memperlakukannya dengan sangat baik. Tindakannya bisa digambarkan sebagai sepenuhnya patuh dan memanjakan dirinya setiap kali. Tapi, Ah Luo tidak pernah menganggapnya. Dia selalu berpikir bahwa mereka tidak berjalan di jalan yang sama. Tidak peduli seberapa baik Zhao Jie memperlakukannya, orang itu selalu memiliki motif tersembunyi. Misalnya, ketika dia mengikat Li Song dengan target untuk membantunya melampiaskan amarahnya, dia melakukannya karena Pangeran Ru Yang dan hanya secara kebetulan membantunya.

Selain itu, perbedaan usia mereka terlalu besar. Dia selalu memanggilnya “kakak” dan di dalam hatinya dia menganggapnya sebagai kakak laki-laki. Dia berpikir bahwa Zhao Jie dan Gao Dan Yang akan menjadi pasangan yang cocok satu sama lain dan tidak pernah memikirkan kemungkinan dia menjadi kekasihnya, jadi bagaimana mungkin Ah Luo memiliki pemikiran yang tidak benar tentang Zhao Jie?

Ah Luo berpikir bahwa dia sedang bercanda. Dia melengkungkan mata almondnya dan mengikuti kata-katanya, “Dia harus memperlakukanku lebih baik daripada kakak. Dia tidak boleh menunjukkan wajah tidak bahagia di depanku atau menindasku.” Ah Luo berhenti dan melepaskan lengan bajunya. Bibirnya yang tipis tersenyum lembut, “Dia tidak bisa setua kakak. Akan lebih baik kalau dia hanya tiga atau empat tahun lebih tua dariku.”

Ekspresi Zhao Jie agak aneh, “Apakah aku benar-benar tua?”

Dia mengangguk dengan berlebihan dan mengatakan kepadanya, “Kakak sembilan tahun lebih tua dariku. Ayah memiliki aku dan Chang Hong sebelum dia berumur dua puluh.”

Zhao Jie, “…”

Gadis itu sepertinya tidak mengerti perasaannya dan dengan acuh tak acuh terus menusuk hatinya, “Tapi kakak sangat tampan dan sepertinya belum berumur dua puluh. Ketika ayah masih muda, dia juga tampan. Tapi dibandingkan dengan kakak, dia langsung tidak bisa dibandingkan.”

Wei Luo berpikir bahwa ia sedang menghiburnya. Namun dalam kenyataannya, kata-katanya mengejutkan bagi Zhao Jie.

Dia membandingkannya dengan ayahnya? Jadi, dia memiliki posisi senior seperti ini di hatinya? Tidak heran gadis itu tetap tidak sadar dan tidak tergerak meskipun dia sudah memberinya petunjuk. Alasan paling mendasar adalah karena ini. Ah Luo tidak pernah menganggapnya seperti itu (sebagai laki-laki), jadi bagaimana dia bisa menggerakkan hatinya?

Zhao Jie menutup matanya. Pergerakannya dalam mengelus tanda cantik di dahinya menjadi lebih lambat dan semakin lambat dan akhirnya berhenti. Dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk membuat niatnya jelas, “Pangeran ini berusia dua puluh dua tahun ini tanpa istri maupun selir. Bukankah terlalu dini bagiku untuk menjadi seorang ayah?”

Wei Luo mendongak. Matanya jernih dan pikirannya lurus, “Terlalu dini? Mengapa kakak belum menikah? Kakak sudah tidak muda lagi. Apakah yang mulia permaisuri tidak cemas?”

Gadis itu benar-benar serius ketika dia bertanya tentang pernikahannya. Nada suaranya sama seperti Permaisuri Chen ketika dia menginterogasinya. Bagaimana mungkin Permaisuri Chen tidak cemas? Dari saat sekembalinya ia dari Binzhou, setiap kali dia memasuki istana itu, Permaisuri Chen akan bertanya tentang ini selama lebih dari satu jam. Tidak apa-apa jika dia tidak ingin menikahi Gao Dan Yang. Ada gadis-gadis lain dari keluarga bangsawan yang bisa dia pilih. Tapi, dia terus menggunakan berbagai alasan untuk menolaknya sampai-sampai Permaisuri Chen tidak ingin melihatnya lagi. Dia hanya akan melihatnya lagi setelah Zhao Jie bersedia menikah.

Pada akhirnya, apa alasannya? Itu karena dia (Wei Luo).

Dia masih muda. Terlalu dini untuk menikahinya dan membawanya pulang untuk mencintainya dengan lembut. Dia khawatir gadis itu tidak akan bisa menanggungnya. Dia harus menunggu setidaknya dua tahun lagi. Pada saat itu, terlepas dari apakah itu Song Hui atau Li Song, itu tidak akan menjadi masalah baginya.

Saat ini, lebih penting untuk membuat gadis ini benar-benar mengerti.

Zhao Jie menegakkan tubuhnya, “Khawatir tidak akan mengubah apa pun. Ah Luo, apakah menurutmu kakak ini mirip dengan ayahmu?”

Ah Luo menggelengkan kepalanya dan dengan tulus berkata, “Tidak mirip.”

Dia tersenyum dan bertanya, “Bagaimana kalau dibandingkan dengan kakak Song Hui-mu?”

Wei Luo mengerutkan bibirnya. Matanya berpaling dan dia tidak menjawab pertanyaan ini.

Apa yang perlu dibandingkan? Mereka adalah dua orang yang berbeda. Tidak ada yang mirip. Bagaimana dia bisa membandingkan?

Zhao Jie hanya bisa memegang dagu Wei Luo yang terang dan bersih dan langsung melihat ke wajah kecilnya untuk mengatakan, “Aku hanya sedikit lebih tua darimu. Aku belum tua. Pangeran ini akan marah jika kamu mengatakan ini lagi.”

Wei Luo menatap matanya yang gelap. Mulut kecilnya berhenti tersenyum dan dia agak putus asa berkata, “Aku mengerti. Aku tidak akan mengatakannya lagi …”

Jempol Zhao Jie mengusap lembut dagunya dan dengan ringan menyentuh bibir merah jambu. Dia masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba dihentikan oleh suara dingin yang berkata, “Lepaskan Ah Luo.”

***

Setelah Zhao Jie membawa Wei Luo pergi, Chang Hong awalnya ingin mengikuti mereka, tetapi dia dihentikan oleh Liang Yu Rong dalam perjalanan. Dia bertanya apa yang sedang terjadi. Liang Yu Rong juga tidak tahu apa yang terjadi, tapi karena Ah Luo melakukan ini, dia pasti punya alasan. Liang Yu Rong tidak akan membiarkannya pergi sampai pertanyaannya membawanya untuk menceritakan tentang pertunangannya dengan Li Xiang. Pada saat itu, dia tiba-tiba menyadari niat Ah Luo. Dia akhirnya membebaskan diri dari Liang Yu Rong dan tiba di halaman timur. Dia tidak berharap untuk melihat adegan ini segera setelah memasuki kamar Ah Luo

Zhao Jie memasuki kamar pribadi Ah Luo dan menyentuh wajah Ah Luo. Mereka berdua sangat dekat satu sama lain. Orang asing mungkin berpikir mereka memiliki hubungan yang sangat dekat.

Apa semuanya tidak bisa dibicarakan dengan tenang? Kenapa mereka bersentuhan?

Tatapan Chang Hong terhadap Zhao Jie segera menjadi penuh permusuhan. Dia berjalan maju untuk memisahkan mereka berdua dan menyuruh Ah Luo tetap di belakangnya untuk melindunginya. Dia menatap Zhao Jie tanpa berkata apapun.

Zhao Jie mundur setengah langkah. Sudut-sudut mulutnya sedikit melengkung tersenyum. Dia tahu bahwa Ah Luo memiliki adik kembar yang sangat protektif. Dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya sebelumnya. Bertemu dengannya hari ini, sikap protektif Chang Hong telah melebihi ekspektasinya. Dia tersenyum dan dengan tenang berkata, “Kamu Chang Hong, kan? Pergelangan kaki Ah Luo terkilir, jadi pangeran ini membawanya kembali. Kamu tidak perlu begitu waspada. Pangeran ini tidak akan melakukan apa-apa.”

Bibir tipis Chang Hong mengerucut menjadi garis. Dia tidak percaya kata-kata Zhao Jie. Jika dia benar-benar tidak akan melakukan apa-apa, lalu ada apa dengan tatapannya ketika dia melihat Ah Luo? Hasrat dan kehausan di matanya terlalu jelas, hanya Ah Luo yang cukup bodoh untuk tidak memperhatikan. Tanggapan Chang Hong terlambat. “Terima kasih banyak karena telah membawa kembali Ah Luo, Yang Mulia Pangeran Jing. Tapi, sekarang sudah larut. Pria dan wanita harus menjaga jarak dari satu sama lain. Jika pangeran terus tinggal, saya khawatir orang-orang akan bergosip. Saya harus meminta Anda untuk pergi. “

Zhao Jie mencoba untuk melihat gadis di belakang Chang Hong, tapi Chang Hong dengan ketat menghalanginya dan dia tidak bisa melihat ekspresinya. Setelah dia memikirkannya, dia memutuskan untuk tidak terburu-buru dengan hasil saat ini. Dia melengkungkan bibirnya dan berkata, “Kalau begitu, pangeran ini akan pergi sekarang. Kaki Ah Luo tidak boleh menyentuh tanah. Sebagai adik laki-lakinya, kau harus ekstra hati-hati padanya.” Setelah dia mengatakan ini, dia tidak tinggal lebih lama lagi. Dia pun keluar dari kamar Ah Luo.

Setelah Zhao Jie pergi, Chang Hong berbalik untuk bertanya kepada Wei Luo, “Ah Luo, apakah dia melakukan sesuatu padamu?”

Wei Luo menunjuk kakinya yang terbungkus dan berpikir bahwa Chang Hong telah bereaksi berlebihan, “Kakak Pangeran Jing, membantuku memakaikan obat dan membungkus kakiku. Chang Hong, bukankah kau terlalu kasar padanya?”

Disalahkan oleh Wei Luo, Chang Hong merasa agak tidak adil, “Dia menyentuhmu.”

Wei Luo membuat jeda. Dia tidak memikirkan tindakan Zhao Jie. Dia berpikir bahwa dia hanya menyentuh wajahnya untuk mendapatkan perhatiannya. Ketika dia masih kecil, Zhao Jie sering mengelus kepalanya dan mengusap pipinya. Sekarang, dia sudah dewasa. Tapi, dapat dimengerti bahwa dia tidak akan segera mengingat ini dan kadang-kadang kembali ke kebiasaan lama.

Tapi sekarang setelah Chang Hong menyebutkannya, tiba-tiba ia menyadari. Tindakan Zhao Jie terlalu intim. Haruskah dia lebih berhati-hati di masa depan?

***

Keesokan harinya, Wei Luo tidak bisa berjalan, jadi dia menyuruh Jin Lu dan Bai Lan membawanya ke taman untuk menyerap sinar matahari. Dia duduk di sofa dan bersandar di bantal. Tepat ketika dia akan tidur siang karena merasa mengantuk, Liang Yu Rong dengan bersemangat datang mengunjunginya.

Wei Luo tidak menjelaskan apa yang terjadi semalam. Dari Chang Hong, dia sudah cukup belajar untuk menebak apa yang kira-kira telah terjadi, tapi dia masih memiliki pertanyaan. Hari ini, Wei Luo tidak bisa pergi ke Bangunan Zhan Yue untuk menonton perburuan, jadi dia tidak pergi dan datang ke sini untuk menemaninya dan juga mengambil kesempatan ini untuk bertanya padanya tentang kejadian semalam.

Liang Yu Rong duduk di seberangnya. Sambil mengambil ceri dari makanan penutup ceri kukusnya, dia bertanya dengan penasaran, “Apakah kamu melakukan itu dengan sengaja?”

Wei Luo menutup matanya dan perlahan berkata, “En.”

Liang Yu Rong mengedipkan matanya karena terkejut dan bahkan lupa memakan cerinya, “Apakah kamu berbohong ketika kamu meminjam buku kakakku dariku?”

Wei Luo tiba-tiba membuka matanya. Matanya yang cerah seperti kolam air yang jernih. Dia tersenyum lebar ketika dia berkata, “Itu tidak dihitung sebagai kebohongan. Guru memang ingin aku belajar skrip kursif, tetapi ayah berkata bahwa anak perempuan tidak perlu tahu begitu banyak dan tidak setuju kalau aku mempelajarinya.”

Liang Yu Rong akhirnya mengerti. Di depannya jelas ada seekor rubah kecil dengan banyak ide cerdik. Seluruh rencana ini hanya untuk mengacaukan Li Xiang! Dia menghela nafas dan secara terbuka mengakui kekalahannya, “Mengapa kau tidak setuju dengan pertunangan Li Xiang dan Chang Hong? Apa yang tidak kau sukai darinya?”

Wei Luo menyingkirkan senyumannya dan berpikir sejenak, “Ketika aku menjadi teman belajar Putri Tianji, aku bertemu Li Xiang beberapa kali di istana. Dia masih sangat muda, tapi dia bekerja sama dengan Zhao Lin Lang untuk menindas Liuli. Di hari yang begitu dingin, mereka mencelakakan Liuli dengan membuatnya jatuh ke dalam danau. Liuli sakit selama setengah bulan dan hampir mati.”

Setelah mengatakan ini, matanya berpaling dan melihat Liang Yu Rong, “Dengan tipe karakter moral seperti itu, apakah kamu pikir dia bisa menjadi orang baik?”

Reaksi terkejut Liang Yu Rong tidak kecil, “Mengejutkan hal seperti itu pernah terjadi!”

Peristiwa ini telah terjadi beberapa tahun yang lalu. Mungkin, Liuli sudah lupa, tetapi dia akan selalu mengingat hal ini. Meskipun pangeran keenam telah menjadi kambing hitam mereka pada akhirnya, Permaisuri Chen mungkin tahu kebenaran ini di dalam hatinya.”

Dia meletakkan jari di bibirnya dan mengatakan pada Liang Yu Rong, “Jangan beritahu orang lain tentang ini. Jika tidak, masalah akan datang padamu.”

Liang Yu Rong mengangguk berulang kali. Dia menutup bibirnya dan memberi isyarat menjahit dengan jarum untuk menunjukkan bahwa bibirnya akan tertutup rapat. Dia pasti tidak akan membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab.

Kedua gadis itu duduk di taman sepanjang pagi. Liang Yu Rong tetap tinggal di halaman timur untuk makan siang dan tidak pergi sesudahnya.

Ketika itu sekitar pukul 3-5 sore, bunyi terompet terdengar ke seluruh Gunung Zhang Xun. Kompetisi berburu secara resmi telah berakhir.

Satu demi satu, orang-orang itu kembali dari gunung dan kembali ke halaman mereka sendiri. Si kepala pelayan membawa orang-orang bersamanya untuk menyimpan hasil buruan dan menghitung siapa yang telah memburu hewan paling banyak, orang itulah yang akan menjadi pemenang kompetisi tahun ini.

Wei Luo ingin pergi mengunjungi Chang Hong dan Liang Yu Rong secara alami ingin pergi mencari kakaknya Liang Yu. Kebetulan, mereka berjalan di rute yang sama untuk pergi ke Halaman Rong. Chang Hong dan Liang Yu Rong tinggal di halaman yang sama. Sebelum Wei Luo dan Liang Yu Rong  sampai di Halaman Rong, mereka melihat sekelompok orang dari jauh membawa seorang pria muda dan memasuki halaman. Pakaian pria muda itu bercampur darah dan dia tampak tidak sadarkan diri.

Jantung Wei Luo melompat. Dia meningkatkan kecepatannya dan berjalan maju. Dia menarik seorang pelayan yang keluar dari halaman dan bertanya, “Siapa orang yang terluka itu?”

Pelayan itu baru akan mencari Pangeran Jing dan si kepala pelayan. Mendengar kata-katanya, dia menjawab, “Ini adalah tuan muda keenam keluarga Duke Ying. Dia terluka saat berburu dan sedang tidak sadarkan diri saat ini!”

Chapter 54
Chapter 56

Leave a Reply

Your email address will not be published.