TMK 161. Laporan hasil penyelidikan (2)

Featured Image

Ye Peicheng duduk disebelah Qiao Moyu, lalu mengulurkan tangan dan mendudukkan dipangkuannya. Kemudian dia memeluk dan menciumnya.

Ketika Luo Luo melihatnya, ekspresi ganas di wajahnya menghilang. Dia merasa cemburu, “Paman hanya memeluk ibu..” Continue reading “TMK 161. Laporan hasil penyelidikan (2)”

TMK 160. Laporan hasil penyelidikan (1)

Featured Image

Ayah Ye mengambil file itu, dan melambai pada asistennya, memberi syarat agar dia pergi.

Dalam ruang kerjanya, hanya ada ayah Ye sendirian, dia menghela nafas dan membuka segel laporan.

Didalam amplop hanya ada dua lembar kertas, dia memegangnya dan kertas itu terasa berat karena berisi laporan mengenai cucunya. Continue reading “TMK 160. Laporan hasil penyelidikan (1)”

TMK 159. Aku Cemburu (3)

Featured Image

“Luo Luo tau”. Dia menunjuk pipinya, “Yang itu”.

Wajah Qiao Moyu membeku, tetapi melihat Luo Luo dan Ye Peicheng menanti hadiah darinya, dia tidak punya pilihan selain dengan terpaksa memberikan ciuman ringan di pipinya. Continue reading “TMK 159. Aku Cemburu (3)”

TMK 158. Aku cemburu (2)

Featured Image

Ye Peicheng melepaskan Qiao Moyu dan membiarkannya mengangkat telepon.

Dilayar tertulis kata “ Yu”.

Qiao Moyu menenangkan diri dan menjawab, ”Pengasuh Yu ada apa?”. Continue reading “TMK 158. Aku cemburu (2)”

TMK 157. Aku cemburu (1)

Featured Image

Xing Yichen mengabaikan Ye Peicheng, matanya tertuju ke pergelangan tangan Qiao Moyu.

Dia bertanya, “ Gelang  yang baru saja ada dipergelangan tanganmu terlihat sangat indah, mengapa sekarang….” Continue reading “TMK 157. Aku cemburu (1)”

TMK 156. Harapan pemilik tubuh asli menjadi nyata (2)

Featured Image

Xing Yichen berbalik dan memandang Ye Peicheng dengan tajam, dia mencibir, “ Ye Peicheng, malam itu adalah milikmu. Apakah sekarang kau tidak mempercayai Qiao Moyu? Apakah saat ini kau akan mewaspadai aku?”

Mata Ye Peicheng memandang sinis, dia akan berbicara. Tetapi, Qiao Moyu yang berada disampingnya bertanya lebih dahulu,”Aku tidak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Presiden Xing?” Continue reading “TMK 156. Harapan pemilik tubuh asli menjadi nyata (2)”

TMK 155. Harapan Pemilik Tubuh Asli Menjadi Nyata (1)

Featured Image

Berbicara tentang ciuman pertama, Qioa Moyu mulai berkeringat. Jangankan ciuman pertama, bahkan kali pertamanya pun hilang!

Dia bahkan tidak tahu siapa pria yang bersama dengannya ketika pertama kali melakukan ‘itu’, membuatnya melahirkan Luo Luo, bayi yang sangat cerdas dan imut! Continue reading “TMK 155. Harapan Pemilik Tubuh Asli Menjadi Nyata (1)”

TMK 154. Jangan Menolak Aku (3)

Featured Image

Dia menyimpulkan: “Jadi, aku tidak akan bersama denganmu.”

Setelah Ye Peicheng mendengar poin terakhirnya, matanya dipenuhi dengan niat membunuh. Namun, dia masih dengan sabar mendengarkan Qiao Moyu, lalu menanggapi satu per satu: “Pertama. Kau berada di dunia hiburan, dan, memang, aku juga. Tetapi jika kau keberatan dengan fakta itu, maka aku bisa berhenti. ” Continue reading “TMK 154. Jangan Menolak Aku (3)”

TMK 153. Jangan Menolak Aku (2)

Featured Image

Dia seakan-akan tidak mendengar kata-kata Ye Peiqing, dan berjalan langsung ke ruang belajar.

Cahaya dalam ruang belajar itu sangat terang. Dia merasa seolah-olah telah keluar dari neraka dan kembali ke cahaya. Continue reading “TMK 153. Jangan Menolak Aku (2)”

TMK 152. Jangan Menolak Aku (1)

Featured Image

Tak lama kemudian, ayah Ye memperoleh beberapa helai rambut Luo Luo dan Ye Peicheng. Dia dengan hati-hati menempatkan masing-masing rambut kedua orang itu ke dalam kantong plastik, lalu membawa dua cangkir teh: “Nona Qiao, aku minta maaf atas ketidakhadiranku barusan.”

Continue reading “TMK 152. Jangan Menolak Aku (1)”