S3M 19. Kesadaran

Featured Image

Pada awalnya, Wei Wei tidak menganggap turnamen itu penting. Meskipun Da Shen belum pernah terlambat, tapi untuk terlambat beberapa menit itu masih dianggap  normal. Namun, ketika menit berlalu dan pada pukul 7:45, Wei Wei mulai panik. Meskipun Wei Wei tahu Nai He tidak online, tapi dia tetap mengirim pesan.

“Apa kau disana?”

Continue reading “S3M 19. Kesadaran”

S3M 18. Final

Featured Image

Die Meng menyapa Wei Wei terlebih dahulu: “Wei Wei.”

Wei Wei: “Die Meng, kau juga ikut kompetisi?”

Die Meng: “Tentu saja, aku harus ikut dalam kompetisi besar seperti ini.”

Continue reading “S3M 18. Final”

S3M 17: Mainan untuk Istriku

Featured Image

Ungkapan klasik “bertemu musuh di jalan sempit,” mungkin digunakan untuk menggambarkan situasi semacam ini.

Wei Wei melihat ke sisi yang berlawanan, dia tidak bisa menahan untuk terkejut dengan lawan mereka  di pertarungan ronde pertama akumulasi poin.

Continue reading “S3M 17: Mainan untuk Istriku”

S3M 16. Bersamaku

Featured Image

Wei Wei buru-buru menjawab semua pertanyaan dari teman-temannya. Selama waktu ini, tidak ada pesan dari Nai He. Wei Wei menggerakkan mouse untuk memblokir saluran dunia dan semuanya menjadi tenang dalam hitungan detik.

Continue reading “S3M 16. Bersamaku”

S3M 15. Sampai Kita Bertemu Lagi di Jianghu

Featured Image

Yu Gong dan Hou Zi Jiu? Memang benar, mereka akan pergi membunuh bos, tetapi bagaimana mereka bisa merebut bos (yang dilawan) orang lain? Wei Wei masih memiliki kepercayaan pada mereka untuk hal seperti ini. Itu mungkin hanya salah paham.

Continue reading “S3M 15. Sampai Kita Bertemu Lagi di Jianghu”

S3M 14. Quest yang Menyiksa

Featured Image

Ketika menyangkut gosip, kecepatan mengetik Lei Shen Ni Ni bertambah dua kali lipat: pesan lain langsung tiba: “Mereka berada di Kota B. kebetulan. Wei Wei, apa kau di sana?”

[Wei Wei]: “Mm, aku belajar di Kota B”

Continue reading “S3M 14. Quest yang Menyiksa”

S3M 13. Dia Bukan Aku

Featured Image

Pemutar videonya diatur untuk memutar video secara berulang. Sementara Wei Wei masih terpesona, pemutar videonya sudah mulai memainkannya lagi, musik seruling yang bersemangat dimulai, sosok pahlawan dalam cahaya merah di layar, dan baru saja akan turun gunung dengan menaiki kudanya dengan kemegahan tiada tara.

Continue reading “S3M 13. Dia Bukan Aku”

S3M 12. Jubah Putih, Bayangan Merah

Featured Image

Yu Gong kembali setelah beberapa saat dan dengan lemah berkata : “ Aku terluka.”

Mo Zha Ta mengejeknya : “Laki-laki sepertimu bisa terluka hanya karena bokongmu mencium lantai?”

Continue reading “S3M 12. Jubah Putih, Bayangan Merah”

S3M 11. Video

Featured Image

Jika itu bukan karena b*m pesan (pesan berturut2) dari  Lei Shen NiNi, Wei Wei hanya akan berpikir bahwa dia berdiri sampai akhir zaman.

Tentu saja, yang disebut akhir zaman adalah – lampu mati di asrama> o <

Lei Shen NiNi: “WeiWei, kirimi aku videonya. Kirimi aku videonya. ”

Continue reading “S3M 11. Video”

S3M 10. Jahat, Terlalu Jahat

Featured Image

Wei Wei sangat terkejut, sampai lidah nya hampir terjalin seperti simpul, setelah sekian lama akhirnya dia mengetik: “Zhen Shui setuju untuk duel?”

Tidak masalah bagaimana Wei Wei melihatnya. Zhen Shui sama sekali tidak terlihat seperti orang irasional semacam itu.

Continue reading “S3M 10. Jahat, Terlalu Jahat”