PTBS 107. Pria yang Sedang Jatuh Cinta

Featured Image

Awalnya, Ning Xi siap untuk membayar pakaian itu dengan uangnya sendiri, dan membelinya sebagai hadiah untuk Bakpao Kecil. Dia sama sekali tak menduga bahwa situasi canggung ini akan terjadi.

Dia sangat menyukai pakaian ini. Memikirkan bagaimana sesuatu yang dia niatkan untuk Bakpao Kecil akan direbut oleh seseorang seperti Ying Fanglin, seluruh tubuhnya tidak rela. Pada akhirnya, dia terpaksa mengeluarkan kartu hitam yang diberikan Lu Tingxiao padanya.

Continue reading “PTBS 107. Pria yang Sedang Jatuh Cinta”

PTBS 106. Menemukan ‘Barang’ Unik

Featured Image

“Uhm, maaf, nona ini sudah lebih dulu menyatakan minatnya pada setelan ini.” Pelayan toko itu berusaha menjelaskan dengan penuh penyesalan.

Wanita yang menyambar pakaian itu adalah wanita yang seluruh tubuhnya mengenakan Chanel. Begitu dia mendengar ini, dia langsung mengangkat dagunya dan mengekspresikan rasa tak senangnya. “Apa dia sudah membayarnya?”

Continue reading “PTBS 106. Menemukan ‘Barang’ Unik”

PTBS 105. Beli Beli Beli untuk Bakpao Kecil

Featured Image

Kali ini, wajah Ning Xueluo berubah total, dan dia hampir memekik. “Ning Xi, kau gila!”

Dia tak takut bersaing dengan Ning Xi yang tak peka untuk mendapatkan status ataupun seorang pria. Hal yang paling ditakutkannya adalah jika gadis itu mengungkapkan segala hal mengenai identitas aslinya untuk menghancurkannya.

Continue reading “PTBS 105. Beli Beli Beli untuk Bakpao Kecil”

PTBS 104. Siapa yang Tak Memiliki

Featured Image

Feng Haoyang mencubit kulit di antara alisnya dan akhirnya menyerah untuk berkomunikasi dengan gadis itu. Berusaha menandingi orang bodoh adalah hal yang paling bodoh untuk dilakukan.

Perusahaan telah menghabiskan banyak upaya pada Jia Qingqing, namun, karena masalah ini, segalanya menjadi mustahil untuk dipulihkan. Seberapa besar pun kerugian yang harus mereka tanggung, mereka hanya memiliki satu pilihan: membuang gadis itu.

Continue reading “PTBS 104. Siapa yang Tak Memiliki”

PTBS 103. Siapa yang Salah?

Featured Image

Ning Xueluo ikut berbicara untuk membujuknya. “Sister Ning, aku tahu kau merasa tak nyaman , tapi mau bagaimana lagi, dalam hal ini kau memang bersalah, dan kau tak bisa menarik jatuh perusahaan karena drama pribadi yang terjadi di antara kalian berdua! Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini sekarang adalah dengan minimalkan dampak yang ditimbulkan! ”

Continue reading “PTBS 103. Siapa yang Salah?”

PTBS 102. Anak Gadis? Simpanan Pria Kaya!

Featured Image

Sedetik kemudian, kepala Ning Xi langsung dipenuhi kerutan hitam.

ID Fancy Little Carp Prince diverifikasi sebagai: CEO Glory World Entertainment, Lu Jingli …

Anda adalah pimpinan dari sebuah perusahaan hiburan besar, apa anda tak bisa tidak menggunakan ID memalukan seperti ini? Sungguh, ID ini terkesan milik seorang bocah berusia 13 tahun!

Continue reading “PTBS 102. Anak Gadis? Simpanan Pria Kaya!”

PTBS 101. Pangeran Koi Kecil yang Fantastis

Featured Image

Setelah kembali ke kamarnya, Ning Xi tiba-tiba teringat bahwa dia telah melupakan satu hal yang penting – setelah menyebabkan kegemparan dengan video itu, dia belum memastikan bagaimana perkembangan situasinya hingga saat ini.

Ini semua akibat Jiang Muye, sejak pria itu kembali, dia telah menimbulkan banyak masalah bagi dirinya.

Ning Xi pun menyalakan laptopnya dan buru-buru membaca semua berita terkait.

Continue reading “PTBS 101. Pangeran Koi Kecil yang Fantastis”

PTBS 100. Menggapai Bintang

Featured Image

“Sudah, lompat saja, cepat! Tak usah berpura-pura menjadi gadis anggun!” Jiang Muye mendesaknya dengan gelisah.

Sudut bibir Ning Xi berkedut sedikit dan dia tak bisa berkata-kata. Gadis itu lalu menempatkan tangannya di daun jendela dan melemparkan dirinya keluar, melompat turun ke bawah.

Continue reading “PTBS 100. Menggapai Bintang”

PTBS 99. Memecahkan Jendela di Pagi Buta

Featured Image

Tengah malam, di kantor Departemen PR (Humas) Glory World Grup.

Liang Feixing sedang benar-benar fokus memikirkan insiden Su Yimo yang menyetir kendaraan dalam keadaan mabuk hingga menabrak seseorang, saat dengan tiba -tiba, ponsel pribadinya berdering.

Dia sudah mengambil ancang-ancang untuk segera melemparkan ponsel itu jauh-jauh dengan penuh emosional. Namun, sedetik kemudian, dia mendadak merasakan ketakutan yang besar hingga mengeluarkan keringat dingin begitu melihat ID si penelepon. Dia buru-buru mengatur kembali posisi duduknya dan segera mengangkat panggilan itu dalam kebingungan –

Continue reading “PTBS 99. Memecahkan Jendela di Pagi Buta”

PTBS 98. Hanya Kau yang Bisa Menyembuhkanku

Featured Image

Dua jam kemudian, Lu Jingli akhirnya selesai mengorbankan dirinya dengan begitu mulia, namun, bahkan hingga sedetik sebelum akhirnya jatuh pingsan, dia masih belum berhasil membuat bocah itu, Jiang Muye, mengeluarkan informasi meski hanya setengah kata.

Sebenarnya, Jiang Muye juga sudah berada di ambang batas kesadarannya, namun, dia jelas menyadari bahwa Lu Jingli sedang berusaha menggali informasi dari mulutnya, jadi, dia terus bertahan sampai sekarang.

Continue reading “PTBS 98. Hanya Kau yang Bisa Menyembuhkanku”