KPKM: Chapter 212 (Part 2): Nasib Yang Ditakdirkan

Featured Image

Update terakhir untuk minggu iniSeperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Nindi (NindiaRahma)

EditorKak Nadita | Proofreader: Kak Glenn
.
.

Tapi sifat Luo Tan tidak peduli akan sekelilingnya saat marah, bahkan dia juga tidak peduli pada Langit. Luo Tan berkata, “Sebelumnya BiaoMei tidak ingin mengungkapnya tapi saat ini dia ada di tempat tidur. Karena BiaoMei tidak mengatakannya maka biar aku yang mengatakannya. Aku tidak perlu ragu dan tidak akan terlalu banyak berpikir seperti dia. Hanya saja rasanya tidak adil bagi BiaoMei yang telah melakukan begitu banyak hal namun menyembunyikannya dari orang lain tanpa penjelasan.”

Continue reading “KPKM: Chapter 212 (Part 2): Nasib Yang Ditakdirkan”

KPKM: Chapter 212 (Part 1): Nasib yang Ditakdirkan

Featured Image

Update keempat untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Anis (Cichicuit)

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn
.
.

Kediaman Pangeran Rui hari ini sangat tidak biasa.

Semua orang yang datang dan pergi di kediaman memiliki ekspresi serius dan berat, seolah-olah langit tengah jatuh. Bahkan angin yang bertiup sedingin es pun malah menambah keringat dingin mereka.

Tie Yi mengikuti di belakang pemuda dan  berkata pelan, “Tuan, tidak ada jejak yang ditemukan.”

Continue reading “KPKM: Chapter 212 (Part 1): Nasib yang Ditakdirkan”

KPKM: Chapter 211 (Part 2): Bulan Dingin

Featured Image

Update ketiga untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak June (kurenai86dan Kak Nadita (LatifunKanurilkomari)

Editor: Kak Dhie | Proofreader: Kak Glenn
.
.

Suara Qin jenis Jiao Wei yang berat dan tidak sejernih Qin biasa akan lebih sulit untuk menggerakkan hati pendengarnya saat dipetik, namun setiap gerakan Shen Miao panjang dan halus.

Kekhasan suaranya tak terlukiskan, tetapi membuat yang lain terpesona. Sejak bunyi petikan pertama, seluruh aula menjadi sunyi.

Continue reading “KPKM: Chapter 211 (Part 2): Bulan Dingin”

KPKM: Chapter 211 (Part 1): Bulan Dingin

Featured Image

Update kedua untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Shirley (shirleyduassa)

Editor: Kak Nadita| Proofreader: Kak Glenn
.
.

Gerakan pinggul Ye Mei lembut dan sangat menggoda. Matanya penuh energi. Jika seseorang memperhatikannya, seakan-akan dia menjelma menjadi kupu-kupu, terbang berkeliling dan membuat jantung berdebar. Saat mengira kupu-kupu itu telah berhenti di tangan seseorang, tiba-tiba dia kembali terbang sambil memamerkan sayapnya yang berwarna-warni.

Tamu-tamu wanita yang menonton enggan berpaling lagi, terlebih para tamu lelaki. Kaum pria memang suka mainan baru yang menarik. Bola mata mereka seolah menempel pada Ye Mei. Ye Furen dan Ye MaoCai terlihat puas. Dia memiliki kemampuan untuk melahirkan sepasang anak yang luar bisa, dan membuat semua pria mengejarnya seperti bebek. Ini adalah kemampuan yang tidak dimiliki banyak orang.

Continue reading “KPKM: Chapter 211 (Part 1): Bulan Dingin”

KPKM: Chapter 210 (Part 2): Ulang Tahun

Featured Image

Update pertama untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Alamanda (BandariAlamanda)

Editor: Kak Nadita| Proofreader: Kak Glenn

.

Sejak dulu, Lu Wan-er menganggap Xie JingXing sebagai ‘miliknya’, bahkan kehadiran Shen Miao tidak diakui oleh Lu Wan-er. Seorang putri petinggi dari negeri seberang tidak akan mendapat dukungan di Long Ye dan dengan mudah disingkirkan kapan saja oleh kekuatan yang dimiliki oleh Keluarga Lu. Itulah mengapa Lu Wan-er mengabaikan Shen Miao.

Namun berbeda dengan Ye Mei, semua orang tahu bahwa keluarga Ye memiliki hubungan rapuh dengan keluarga Lu. Tidak dianggap teman, juga bukan sebagai lawan. Jika keluarga Ye terkait dengan kediaman Pangeran Rui … Lu Wan-er menjadi hati-hati dan menahan diri untuk berbicara.

Continue reading “KPKM: Chapter 210 (Part 2): Ulang Tahun”

KPKM: Chapter 210 (Part 1): Ulang Tahun

Featured Image

Update terakhir untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Retna (remi7noor)

Editor: Kak Nadita| Proofreader: Kak Glenn
.
.

Pada hari ketiga bulan ketujuh, itu adalah hari ulang tahun Xie JingXing. Semua orang di kediaman Pangeran Rui menjadi sibuk. Dari apa yang dikatakan orang lain, meskipun Xie JingXing sendiri tidak menyukainya, Kaisar Yong Le akan mengadakan perjamuan untuk Xie jingXing di Bi Xiu Lou setiap tahun untuk merayakan Xie JingXing. Semakin banyak Kaisar Yong Le menyatakan bahwa dia menghargai Xie JingXing, semakin baik para pejabat memperlakukan Xie JingXing. Tentu saja kinerja Xie JingXing dalam dua tahun terakhir layak dicermati. Perayaan ulang tahun adalah hari di mana seseorang bisa menyanjung, begitu pagi ada hadiah ulang tahun yang terus menerus dibawa ke kediaman.

Continue reading “KPKM: Chapter 210 (Part 1): Ulang Tahun”

KPKM: Chapter 209 (Part 2): Niat

Featured Image

Update keempat untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Anis (Cichicuit)

Editor: Kak Nadita| Proofreader: Kak Glenn
.
.

Xie JingXing memerintahkan Tang Shu untuk mengantar mereka pergi bertepatan ketika dia akan meninggalkan aula utama, Ye Furen tampak memikirkan sesuatu kemudian berbalik untuk bertanya, “Setelah beberapa hari akan mendekati ulang tahun Yang Mulia.”

Shen Miao terkejut. Dia tidak tahu ulang tahun Xie JingXing karena ulang tahunnya di Ming Qi jelas tidak nyata. Adapun di Liang Yang Besar, dia belum mendengar Xie JingXing membicarakannya.

Continue reading “KPKM: Chapter 209 (Part 2): Niat”

KPKM: Chapter 209 (Part 1): Niat

Featured Image

Update ketiga untuk minggu iniSeperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Nindi (NindiaRahma)

Editor: Kak Nadita| Proofreader: Kak Glenn
.
.

Xie JingXing pergi.

Shen Miao duduk sendirian di depan meja. Jing Zhe masuk lalu melihat ke luar. Sesaat lalu ia berada di luar ruangan dan suara keduanya tidak ditahan karenanya dia bisa mendengar semuanya tanpa tertinggal sedikitpun. Melihat bahwa ekspresi Shen Miao tidak baik, meskipun hatinya gelisah, dia tidak bisa menahan diri untuk berkata, “Furen terlalu dingin pada Yang Mulia.”

Continue reading “KPKM: Chapter 209 (Part 1): Niat”

KPKM: Chapter 208 (Part 2): Interogasi

Featured Image

Update kedua untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Alamanda (BandariAlamanda)

Editor: Kak Nadita| Proofreader: Kak Glenn
.

Mo Qing bergegas masuk ke kamar Shen Miao. “Furen, ada yang ingin hamba sampaikan.”

Shen Miao menyanggah, “Tahan dulu masalahmu. Aku sibuk.”

Mo Qing menjadi ragu. “Bicaralah, Furen.”

Continue reading “KPKM: Chapter 208 (Part 2): Interogasi”

KPKM: Chapter 208 (Part 1): Interogasi

Featured Image

Update pertama untuk minggu ini. Seperti biasa, mohon untuk TIDAK MENULISKAN SPOILER di kolom KOMENTARJADWAL UPDATE dapat ditemukan di TWS COFFEE atau PROFIL TWSChapter ini diterjemahkan oleh Kak Shirley (shirleyduassa)

Editor: Kak Nadita| Proofreader: Kak Glenn
.
.

“Shen Miao, kalau aku tidak memerintahkan orang untuk memanggilmu, apa kau tidak akan datang sama sekali?”

Suasana di ruangan menjadi dingin. Tatapannya setajam pisau dan meskipun wajahnya pucat, kedoknya tidak melemah.

Continue reading “KPKM: Chapter 208 (Part 1): Interogasi”