KCYM 18 – Perjalanan Wisata [4]

Featured Image

Zhou Xiao merasa depresi, tangannya diam-diam memutar sebuah kancing. Ketika dia berjalan, dia sangat suka menarik pakaian Zhao Fanzhou, terkadang dia menarik ujung pakaiannya, kadang-kadang menarik mansetnya. Namun, dia belum pernah sampai menarik kancing bajunya. Dia melirik kancing di tangannya dan mengintip pada benang di lengan baju Zhao Fanzhou. Lengan baju yang begitu pendek kenapa harus ada kancingnya? Haruskah memberitahunya tentang ini? Sudahlah, tunggu nanti kembali ke hotel dan menjahitnya kembali saat dia pergi mandi, tapi masalahnya adalah – di mana bisa menemukan benang dan jarum?

Continue reading “KCYM 18 – Perjalanan Wisata [4]”

KCYM 17 – Perjalanan Wisata [3]

Featured Image

Ketika sinar matahari menyinari kamar itu di pagi hari, Zhou Xiao terbangun. Dia masih dalam pelukan Zhao Fanzhou, tetapi posisinya telah berbalik dari membelakanginya menjadi berhadapan. Berdasarkan kualitas tidurnya yang begitu kacau, analisanya berkata bahwa Zhao Fanzhou pasti juga menghabiskan cukup banyak energi untuk tetap dapat mempertahankan dirinya dalam pelukannya tanpa berbuat apa-apa.

Continue reading “KCYM 17 – Perjalanan Wisata [3]”

KCYM 16 – Perjalanan Wisata [2]

Featured Image

Bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini?

Zhou Xiao sangat panik. Dia sebelumnya tidak pernah memikirkan masalah akomodasi selama perjalanan. Ketika dia melihat Zhao Fanzhou menerima sebuah kartu kamar dari pelayan, dia rasanya sudah ingin menangis.

Satu buah kartu kamar! Satu buah! Benar-benar hanya satu buah kartu kamar!

Zhao Fanzhou melihatnya memasang wajah seperti ingin membentur dinding dan berkata dengan kesal: “Kamu tenang saja, aku tidak berniat berbuat macam-macam kepadamu, yang aku pesan adalah kamar twin bed.” Kamar twin bed tetap saja berada di dalam satu kamar, jika dia mendengkur saat tidur Zhao Fanzhou pasti bisa mendengarnya. Eh tidak, kenapa malah membahas tentang mendengkur, yang utama adalah masalah keamanan. Bagaimana tengah malam nanti dia menjadi binatang buas dan menyerangnya?

Continue reading “KCYM 16 – Perjalanan Wisata [2]”

KCYM 15 – Perjalanan Wisata [1]

Featured Image

Sudah hampir liburan musim dingin, tahun lalu liburannya hampir satu bulan. Zhou Xiao dengan hati senang mulai mempersiapkan barang-barang untuk dibawa pulang. Tapi liburan kali ini dia agak sedikit merasa tidak rela, dia dan Zhao Fanzhou belum pernah berpisah untuk waktu yang begitu lama – kecuali saat dia pergi ke luar negeri. Selain itu, kalau Zhao Fanzhou kembali ke rumahnya apakah berarti dia harus setiap hari bertemu dengan tetangganya si Jia Yichun itu? Memikirkan hal ini, dia menjadi tidak percaya diri. Si ‘pecandu alkohol’ (Jia Yichun) itu sebenarnya orang yang cantik. Jika dia tersenyum, dia akan menunjukkan ‘Senyuman seorang gadis cantik’ Jika dia menitikkan air mata, maka dia terlihat seperti ‘Bunga bermekaran di Musim Hujan’. Ditambah lagi, orang itu begitu mudah ditemukan oleh Zhao Fanzhou. Bagaimana jika Zhao Fanzhou sampai menyadari bahwa Jia Yichun jauh lebih cantik darinya? Bagaimana caranya tidak khawatir tentang hal ini? Tapi dia tidak berani memberitahu pikiran sempitnya ini kepada Zhao Fanzhou, takut Zhao Fanzhou akan berpikir bahwa dia adalah orang yang pelit, dia tentu punya harga diri.

Continue reading “KCYM 15 – Perjalanan Wisata [1]”

KCYM 14 – Setelah Badai Berlalu

Featured Image

Ketika terbangun keesokan harinya, semua orang di kamar asrama sedikit merasa tidak nyaman. Mungkin malu dengan apa yang terjadi semalam. Ketika menyikat giginya, Tao Ling memandangi Xiao Lu yang memegang cangkir air minum dan berkata dengan ragu-ragu, “Maaf ya, aku memecahkan gelas kumurmu. Nanti aku akan membelikan yang baru untukmu sebagai gantinya.”

Continue reading “KCYM 14 – Setelah Badai Berlalu”

KCYM 13 – Pertengkaran

Featured Image

Ketika Zhou Xiao sudah hampir berlari sampai tangga asrama, Zhao Fanzhou berhasil menyusulnya. Dia meraih tangannya dengan keras dan sedikit terengah-engah: “Kamu sebenarnya kenapa?”

“Lepaskan, aku sedang tidak ingin berbicara denganmu sekarang.” Tidak usah tarik-tarikan, memangnya sedang syuting drama!

Continue reading “KCYM 13 – Pertengkaran”

KCYM 12 – Titik Kemarahan

Featured Image

“Bu Guru, hari ini kita tidak usah les ya?” tanya Li Douyou kepada Zhou Xiao. Kalau tidak ingin les kenapa tidak mengatakannya dari awal, untuk apa membuatnya datang, dia jadi tidak bisa pergi kencan dengan Zhao Fanzhou.

“Kenapa? Kalau kamu tidak mau les, aku akan pulang.”

“Bukan, bukan, kita mengobrol, hmm — belajar percakapan,”

“Baiklah,” terserah padanya, lagipula dia adalah bosnya karena dia yang membayar.

“Apa yang harus diobrolkan?” Zhou Xiao paling takut disuruh untuk memulai topik pembicaraan dengan orang lain.

“Apa saja.” Senyumnya begitu ceria, memamerkan gigi putihnya ya?

Continue reading “KCYM 12 – Titik Kemarahan”

KCYM 11 – Tumbuh Dewasa

Featured Image

Pada malam hari, Zhou Xiao terbangun karena suara isak tangis. Dia menekan ponsel di samping ranjangnya, baru jam 3 pagi. Ada masalah apalagi sekarang? Tengah malam begini, siapa yang sedang syuting film horror? Suara isak tangis itu terdengar dari balkon, bercampur dengan suara angin, terputus-putus. Semakin didengarkan, rasanya semakin menyeramkan.

Zhou Xiao mendengar ketua asrama yang tidur di ranjang sebelahnya membalikkan badannya, dia berkata dengan suara rendah, “Ketua Asrama, kamu sudah bangun?”

“Kamu juga terbangun? Membuatku takut saja, siapa yang sedang menangis?” Dari suara ketua asrama, dia bisa mendengar bahwa dia sedang bersembunyi di dalam selimut.

Continue reading “KCYM 11 – Tumbuh Dewasa”

KCYM 10 – Perangkap yang Tak Dapat Dihindari

Featured Image

Dengan memegang teguh keinginan untuk melunasi hutangnya, Zhou Xiao menahan rasa malunya dan mengajak Zhao Fanzhou pergi makan bersama. Rasanya memang menyenangkan makan bersama dengan pria ganteng, tetapi makan bersama dengan pria ganteng yang sudah punya pacar rasanya agak sedikit aneh.

Dia sangat kejam, memilih restoran yang begitu mahal. Tahu begitu hari itu dibunuh pun dia tidak mau duduk di kursi itu. Setelah menggertakkan giginya, dia makan dalam diam, terlalu malas untuk berbicara dengan seorang pemeras.

Continue reading “KCYM 10 – Perangkap yang Tak Dapat Dihindari”

KCYM 9 – Ingatlah Padaku

Featured Image

Hal yang paling tidak masuk akal adalah ketika hanya aku yang memperhatikanmu, tetapi kamu hanya menganggapku seperti angin lalu.

Sore ini, Zhou Xiao selesai mengajar les dan naik ke atas bus. Di dalam Bus tidak terlalu banyak orang, tetapi tidak ada tempat duduk yang kosong. Bus di Kota sering ini seringkali membuat orang takut, apalagi ketika jam pergi dan pulang kantor. Seakan-akan mereka ingin mendesakmu di dalam Bus tanpa ampun. Zhou Xiao masih ingat suatu ketika dia didesak oleh semua orang sampai menempel ke kaca jendela, pemandangan seperti itu memang sangat mirip seperti di drama-drama. Untung saja hari ini tidak terlalu banyak orang, dia menghela napas. Setelah mengajar les selama tiga jam, dia benar-benar tidak ingin di-press seperti ikan sarden.

Continue reading “KCYM 9 – Ingatlah Padaku”