FG 45 – Menjadi Kaya

Featured Image

“Oh, Xiaocao! Kamu pergi ke gunung untuk menangkap mangsa saat sedang dingin?” Di tengah keraguannya, suara familiar Tuan Muda Ketiga Zhou terdengar dari dekat.

Yu Xiaocao berbalik dan melihat seorang pria muda yang tampan, yang mengenakan jubah berwarna biru, turun dari kereta kuda mewah. Bukankah itu Tuan Muda Zhou Ketiga?

“Tuan Muda Ketiga, suatu kebetulan? Aku baru saja akan mengirim mangsa yang dipesan! Karena kami menangkap banyak mangsa hari ini, aku tidak bisa membawa semuanya sendirian. Jadi, aku meminta bantuan ayah!” Yu Xiaocao sedikit mendorong ayahnya bergerak lebih dekat ke Zhou Zixu. Continue reading “FG 45 – Menjadi Kaya”

FG 44 – Kekecewaan yang Mendalam

Featured Image

“Meminjam uang? Siapa yang akan membayar utangnya?” Nyonya Li menyela.

Yu Hai memelototinya dan menjawab dengan sedikit marah, “Wajar kalau aku yang membayar karena akulah yang meminjamnya! Kakak ipar tertua tidak perlu mengkhawatirkan itu!”

“Kakak ipar kedua, jangan lupa semua uang yang didapat harus diserahkan!” Nyonya Li mengingatkannya dengan keras. Continue reading “FG 44 – Kekecewaan yang Mendalam”

FG 43 – Berhati Dingin

Featured Image

Desa Dongshan tidak terlalu besar, berita menyebar sangat cepat dari sisi timur ke barat. Tadi malam, istri Shuanzhu melalui salju untuk meminta puteri bungsu Keluarga Yu mengobati suaminya. Berita itu sudah beredar ke seluruh desa, jadi pagi ini, seseorang pergi ke rumah Shuanzhu untuk menanyakan kejadian itu.

Setelah itu, Yu Xiaocao mulai diminta merawat pasien. Dia juga belajar dari pengalamannya dan tidak mengandalkan air batu mistik untuk penyakit ringan. Dia hanya akan meresepkan obat untuk penyakit ringan dan hanya menaburkan beberapa tetes air batu mistik ke dalam ramuan untuk penyakit yang lebih kompleks. Semua pasien yang dirawatnya sembuh total. Dengan demikian, reputasinya sebagai ‘dokter kecil di Desa Dongshan’ secara bertahap menyebar ke desa-desa terdekat.

Salju turun selama tujuh hari sebelum akhirnya berhenti. Seluruh Desa Dongshan diselimuti salju putih. Hanya ada warna hitam dan putih yang tersisa. Continue reading “FG 43 – Berhati Dingin”

FG 42 – Bencana Musim Dingin

Featured Image

“Ok! Baik! Ada air panas di panci. Aku akan mengambilnya!” Melihat Xiaocao tampaknya tahu apa yang dilakukan, harapan muncul kembali dalam benak istri Shuanzhu. Dia buru-buru pergi ke dapur mengambil air panas. Dia sangat cemas sehingga hampir tersandung di halaman.

Setelah Yu Xiaocao hati-hati memeriksa denyut nadi Paman Shuanzhu, ia mengeluarkan obat flu penurun demam dari kotak obatnya dan dengan cepat mulai mengunyah obatnya.

“Adik Xiaocao, apakah ayahku baik-baik saja?” Anak perempuan Liu Shuanzhu yang berumur sepuluh tahun, Liu Huifang, merintih saat berjongkok membantu Xiaocao membuat obat dan meminta kepastian. Continue reading “FG 42 – Bencana Musim Dingin”

FG 41 – Sakit Parah

Featured Image

Dokter You pergi selama dua bulan. Penduduk di sekitar Desa Dongshan sesaat merasa tidak ada perbedaan. Tetapi setelah beberapa waktu, mereka merasakan ketidakhadirannya. Saat mereka sakit ringan atau bencana kecil, mereka dapat membayar Dokter You sepuluh hingga dua puluh koin logam. Setelah itu, mereka hanya perlu minum obat dan penyakit mereka sembuh.

Setelah Dokter You pergi, mayoritas penduduk desa yang jatuh sakit masih dapat mengatasinya. Tetapi jika kondisi mereka tidak membaik, mereka harus ke kota menemui dokter. Namun, mereka harus membayar setidaknya beberapa ratus koin logam untuk mengunjungi ruang medis terkecil.

Semua orang tahu cucu perempuan keluarga Yu Tua belajar kedokteran dari Dokter You selama sebulan. Tapi, dia hanya gadis delapan tahun. Mereka lebih memilih menanggung sendiri daripada menyerahkan hidup mereka di tangan seorang gadis kecil. Bisa saja bukan menyembuhkan tetapi malah meperparah penyakitnya! Continue reading “FG 41 – Sakit Parah”

FG 40 – Panen Raya

Featured Image

[Berapa kali kukatakan? Yang diserap adalah apa yang tidak dapat diserap manusia, energi spiritual. Sama sekali tidak mempengaruhi efek obat! Namun, kamu masih menolak percaya padaku. Energi spiritual ramuan obat dari rumah You Tua sangat menyedihkan!] Batu ilahi kecil itu mulai menawar.

[Baik! Jika aku pergi ke kota, aku akan memutar ke Balai Pengobatan Tongren dan membiarkanmu menyerap energi spiritual sebanyak yang kamu inginkan!] Menemukan kentang manis lainnya, Xiaocao fokus memanen kentang dan dengan santai menanggapi Batu Ilahi. Lagipula, dia tidak tahu kapan bisa mengunjungi kota lagi.

Nyonya Liu, yang tidak pernah mengelak dari pekerjaan atau tanggung jawab, membungkuk tanpa henti menggali kentang manis. Dia diam-diam berpikir: ‘Tahun-tahun sebelumnya, kentang terbesar yang berasal dari tanah berpasir ini tidak lebih seukuran telapak tangan. Namun tahun ini, sepertinya kentang diisi dengan gas, masing-masing lebih besar dari yang berikutnya.’ Continue reading “FG 40 – Panen Raya”

FG 39 – Ucapan Terima Kasih

Featured Image

Setelah itu, Yu Hai menjelaskan apa yang terjadi terakhir kali mereka mengumpulkan seafood. Dari awal hingga akhir, ia menceritakan bagaimana menyelamatkan sang Pangeran Kerajaan dan memindahkannya ke atas terumbu yang berbahaya. Setelah mendengar ini, mata Yu Tua akhirnya terangkat dari tanah dan perlahan dia menganggukkan kepalanya. “Bagus, semua yang kamu katakan itu benar. Menyelamatkan orang yang tenggelam adalah tugas kita para nelayan. Beruntung bangsawan itu mengingat peristiwa ini. Kami jelas bukan tipe orang yang mengharap hadiah karena melakukan sesuatu yang baik. Di masa depan, kita tidak perlu membahas ini lagi.”

Dia tidak berharap kakeknya memiliki kebijaksanaan seperti ini. Yu Xiaocao merasa dia memiliki pemahaman yang sama sekali baru tentang pria tua yang biasanya pendiam, yang memiliki suara otoritas tertinggi di rumah tangga mereka.

Ekspresi Yu Dashan akhirnya berubah jernih dan wajahnya terlihat santai, “Saudara Muda Kedua, aku tidak menyangka kamu beruntung menyelamatkan seorang Pangeran saat mengumpulkan seafood di pantai. Meskipun kita bukan orang yang mengharap hadiah dari bangsawan, kita tidak boleh menolak niat baik mereka, kan? Cepat buka dan lihat hadiah apa yang diberikan pangeran!” Continue reading “FG 39 – Ucapan Terima Kasih”

FG 38 – Pangeran Kerajaan

Featured Image

Yu Xiaocao memperhatikan beberapa bangsawan memalingkan kepala melihat ke arah mereka dan buru-buru menutup mulut adiknya dengan tangan. Siapa yang tahu emosi para pejabat lama ini? Jika akhirnya bentrok, merekalah yang akan menjadi korban.

Di sebelah pemuda berjubah itu ada seorang lelaki tua yang sangat pucat. Mata lelaki tua itu berkilau dan menundukkan kepalanya mengatakan sesuatu kepada pemuda itu. Pemuda itu menarik kendali dan berbalik melihat dari kejauhan di mana kakak beradik itu berada.

Sekarang Yu Xiaocao dapat jelas melihat penampilan pemuda itu. Matanya gelap dan memancarkan aura heroik. Pada pandangan pertama, ekspresinya tampak tenang tetapi, orang bisa melihat dia menyembunyikan ketegasan dan kecerdasannya. Didukung dengan wajah tampan, seluruh sikapnya menjadi lebih mengesankan. Selama sepersekian detik, Yu Xiaocao merasa seolah-olah orang di depannya adalah harimau ganas yang sedang berburu dan bukan pemuda berusia lima belas hingga enam belas tahun. Continue reading “FG 38 – Pangeran Kerajaan”

FG 37 – Dermaga

Featured Image

Mereka pergi tepat seperti yang direncanakan! Yu Xiaocao mengambil sejumlah uang dari dompet rahasia. Setelah berpikir sejenak, dia juga mengeluarkan seutas koin logam dan memasukkannya ke saku dadanya. Musim dingin datang lebih awal, jadi mulai terasa dingin. Banyak orang sudah mengenakan mantel musim dingin yang tebal. Sehingga tidak ada yang tahu Yu Xiaocao membawa seratus koin logam di dalamnya.

Yu Xiaocao gembira melompati jalan saat membawa keranjang besar. Shitou mengikuti dengan bersemangat juga saat menuju arah dermaga. Meskipun dermaga lebih dekat ke Desa Dongshan dibandingkan kota, masih sekitar satu jam berjalan kaki. Karena Yu Xiaocao dalam suasana hati yang baik, dia tidak merasa terlalu lelah pada saat sampai di sana. Mereka tiba di waktu tersibuk dermaga. Nelayan yang melaut baru saja kembali membawa hasil tangkapan. Sudut barat daya dermaga langsung menjadi pasar ikan.

Para pelayan yang ditugaskan majikan mereka sudah di sana lebih awal sehingga dapat memilih ikan dan seafood favorit tuan mereka. Selain itu, pembeli dari restoran, bar, dan rumah makan kecil juga menunggu untuk tangkapan segar hari itu. Continue reading “FG 37 – Dermaga”

FG 36 – Bakat Alami

Featured Image

Meskipun air sungai di gunung mengandung energi spiritual, tetap kurang membantu tuannya. Singkatnya, lebih bermanfaat satu kendi air batu mistik dibanding menyerap energi dari sungai.

Nasib manusia lemah ada di tangannya! ‘Tunggu saja, setelah batu ini terlepas dari keterbatasannya, jangan pernah berpikir untuk mengancamku lagi! Saat itulah kamu akan memohon bantuan!‘ Wujud spiritual batu ilahi itu meronta-ronta dalam air karena marah.

Yu Xiaocao mengabaikannya. Selain dia, tidak ada orang lain yang bisa melihat wujud batu ilahi, jadi tidak masalah. Sebaliknya, ia dan saudara-saudaranya memberi makan anggota favorit keluarga mereka, rusa kecil, sampai kenyang. Continue reading “FG 36 – Bakat Alami”