DAM 56 – Pergi Sejauh Mungkin (6)

Featured Image

Dengan muka pucat Qin Zhi’ai, dia mengepalkan tinjunya tanpa sadar, membuat lukanya semakin sakit, dan tubuhnya mulai bergetar tak terkendali.

“Jika kamu ingin menjadi penyelamatku, aku tidak punya komentar, tapi aku tidak peduli kamu menyelamatkanku.”

Tubuh Qin Zhi’ai hancur, seolah-olah akan pingsan kapan saja. Continue reading “DAM 56 – Pergi Sejauh Mungkin (6)”

DAM 55 – Pergi Sejauh Mungkin (5)

Featured Image

Bahkan, dia sudah menunggu mengatakannya sejak Yusheng memarkir mobil di pintu masuk rumah sakit.

Ketika mereka berada di dalam mobil, dengan banyak luka di sekujur tubuhnya, rasa sakitnya semakin terasa dan dia semakin lemah. Pada saat itu, dia takut tiba-tiba pingsan, jadi dia menggertakkan giginya agar tetap sadar.

Namun, ketika keluar dari mobil, Yusheng menuntunnya, tidak ada kesempatan baginya mengatakan sesuatu. Kemudian serangkaian pemeriksaan menyusul. Sampai saat itu, dia belum punya kesempatan berbicara. Continue reading “DAM 55 – Pergi Sejauh Mungkin (5)”

DAM 54 – Pergi Sejauh Mungkin (4)

Featured Image

Saat Qin Zhi’ai bangun, dia mengganggu Gu Yusheng, yang mematung di pinggir jalan.

Tatapannya perlahan bergerak dari jas ke Qin Zhi’ai.

Gaunnya semakin hancur setelah gesekan dengan aspal. Continue reading “DAM 54 – Pergi Sejauh Mungkin (4)”

DAM 53 – Pergi Sejauh Mungkin (3)

Featured Image

Gu Yusheng merasa ad yang tidak beres dan tiba-tiba melihat ke belakang, hanya untuk melihat mobil biru di tengah jalan, parkir di tempat dia didorong.

Seseorang berbaring sekitar dua meter dari bemper depan mobil.

Tidak jauh dari tangan kirinya adalah jas. Continue reading “DAM 53 – Pergi Sejauh Mungkin (3)”

DAM 52 – Pergi Sejauh Mungkin (2)

Featured Image

Qin Zhi’ai larut dalam penghinaan dan ketakutan, dia agak linglung saat terbangun. Karena tidak menyadari situasinya, dia menoleh dan menatap Gu Yusheng dengan bingung.

Dia sudah menangis lama sekali. Meskipun kosmetik yang ia gunakan tahan air, riasannya hancur oleh air matanya, tetapi matanya tetap secantik dan semenarik dulu, bahkan lebih cerah setelah menangis.

Dia tampak cantik dan terlihat sangat polos.

Continue reading “DAM 52 – Pergi Sejauh Mungkin (2)”

DAM 51 – Pergi Sejauh Mungkin (1)

Featured Image

Adegan itu menusuk matanya, lalu Yusheng memandang ke luar jendela.

Mobil menjadi tenang, hanya suara isak halus Qin Zhi’ai yang terdengar dan merasuki hati Yusheng. Dengan masih ketakutan, tiba-tiba dia menoleh ke arahnya dan menatap wanita itu, lalu berbalik dan turun darinya, duduk kembali di kursi pengemudi.

Zhi’ai masih terisak sendirian. Continue reading “DAM 51 – Pergi Sejauh Mungkin (1)”

DAM 50 – Tipuan Kecil yang Terlihat (10)

Featured Image

Gu Yusheng mempererat cengkeramannya seolah-olah tidak mendengar apapun.

Aroma rokok bercampur aroma tubuhnya sangat menyegarkan. Dari dulu Qin Zhi’ai sangat terobsesi aroma Yusheng tetapi saat ini aroma itu malah membuatnya ketakutan.

Tenaga Qin Zhi’ai semakin lemah dia hampir tidak bisa bernapas. Continue reading “DAM 50 – Tipuan Kecil yang Terlihat (10)”

DAM 49 – Tipuan Kecil yang Terlihat (9)

Featured Image

Mungkin dia terlalu sensitif?

Qin Zhi’ai mengerutkan kening. Saat mulai menyingkirkan pikirannya, tubuhnya tiba-tiba terbanting ke depan dengan kencang, dan segera setelah itu, suara gesekan tajam terdengar antara ban dan trotoar.

Kebisingan itu menusuk telinga di jalanan yang gelap dan kosong. Continue reading “DAM 49 – Tipuan Kecil yang Terlihat (9)”

DAM 48 – Tipuan Kecil yang Terlihat (8)

Featured Image

Alasan dia datang dengan secangkir teh jahe pasti karena Nanny Zhang memberi tahu kakek dan kakek memintanya datang, tetapi jika dia tahu aku berbohong, dia pasti berpikir aku ingin tinggal bersamanya sendirian. Biasanya, dia akan marah sekarang. Kenapa dia begitu tenang?

Qin Zhi’ai mengerutkan kening. Kepalanya tetap tertunduk sehingga tidak bisa melihat ekspresinya untuk menebak apa yang dipikirkannya tetapi setelah ragu-ragu sejenak, dia meliriknya dengan cepat.

Ternyata Zhi’ai melihat ketidakpedulian di wajahnya. Continue reading “DAM 48 – Tipuan Kecil yang Terlihat (8)”

DAM 47 – Tipuan Kecil yang Terlihat (7)

Featured Image

Dia diam mematung.

Setelah setengah menit, Gu Yusheng memalingkan kepalanya perlahan dan berkata, “Bagaimana kalau jam tiga?”

Sebenarnya, dia tidak mengerti arti tersirat dari kata-katanya, tetapi mengangguk secara otomatis. Continue reading “DAM 47 – Tipuan Kecil yang Terlihat (7)”