AF 110. Salam Perpisahan

Featured Image

Pada hari setelah pesta bulan penuh untuk si kembar, Liang Enzai bergegas kembali ke Ibu Kota dengan rombongannya, dan pada saat yang sama ia tidak lupa untuk menculik pak tua yang keras kepala itu; Liang Xuanjing, dan kembali ke rumah untuk menghadapi gadis-gadis dan selir-selir yang menyebalkan itu. Niat asli Feng Caiyun adalah untuk tinggal bersama putrinya di sini, dia menolak untuk kembali ke Jing Wang Fu. Tapi dia akhirnya dibawa ke kereta oleh Liang Xuanjing. Continue reading “AF 110. Salam Perpisahan”

AF 109. Jamuan Bulan Penuh

Featured Image

Hari keenam dari bulan lunar adalah hari ketika si kembar menjadi satu bulan penuh.

Langit indah. Tidak bersalju lagi sejak kemarin, tetapi matahari bersinar. Dua hari kemudian, salju di jalan desa dan jalan utama juga mencair. Continue reading “AF 109. Jamuan Bulan Penuh”

AF 108. Kakak yang ‘Pelit’ Datang

Featured Image

Setelah rencana untuk membeli Desa Fan Hua, membangun halaman, dan merenovasi fasilitas umum di kampung, salju pertama tahun ini juga berjatuhan.

Jing Wangfei sepanjang hari tinggal di sayap timur dengan bak tembaga berisi arang terbakar, dan menemani putrinya untuk menggoda cucu-cucunya, yang sangat menyenangkan. Continue reading “AF 108. Kakak yang ‘Pelit’ Datang”

AF 107. Pindah atau Tinggal?

Featured Image

Jing Wangye dan Wangfei ingin membeli seluruh desa untuk putrinya, termasuk beberapa bukit di dekat Fan Hua. Berita itu menyebar ke seluruh kampung itu.

“Kepala desa, apa yang baru saja kau katakan apakah itu benar?” Continue reading “AF 107. Pindah atau Tinggal?”

AF 106. Membeli Desa Fan Hua

Featured Image

Lima hari sebelum pesta genap satu bulan bayi, kepala desa Wang Gengfa datang menemui Lin Si Yao untuk mendiskusikan perjamuan itu.

“Hua mengatakan bahwa pesta bayi keluarga mereka akan berlangsung selama tiga hari. Kalian memulai dua hari sebelumnya. Apa yang harus … ” Apa yang harus kita lakukan? Wang Gengfa menghapus keringat di dahinya. Ini musim dingin, dia berkeringat di depan Lin Si Yao. Continue reading “AF 106. Membeli Desa Fan Hua”

AF 105. Musim Semi Tanpa Batas

Featured Image

[DEWASA; mohon baca dengan betanggung jawab]

“Kau dalam suasana hati yang baik, hm?” Saat itu pagi musim dingin, Lin Si Yao memeluk tubuh Su Shuilian yang lembut dan wangi ketika mereka berbaring di ranjang hangat mereka. Setelah beberapa hari yang sibuk, hari ini adalah kesempatan langka ketika mereka berdua tidak melakukan apa pun. Continue reading “AF 105. Musim Semi Tanpa Batas”

AF 104. Kau juga?

Featured Image

“Sebelumnya … kehidupan sebelumnya?” Su Shuilian menutup mulutnya dengan tak percaya. Surga, apakah dia mendengarnya dengan benar? Long Xi Yue adalah … sama seperti dia? Jiwa yang datang dari dunia lain?

“Ya, kehidupanku sebelumnya,” Long Xi Yue menatap Su Shuilian dan tidak berkedip, ekspresinya serius tanpa sedikit humor. Continue reading “AF 104. Kau juga?”

AF 103. Aku Juga Telah Menjalani Dua Kehidupan

Featured Image

Setelah Jing Wangye dan Wangfei-nya mengungkapkan segalanya kepada putri mereka, mereka mulai menjalani kehidupan mereka dengan santai di Desa Fan Hua. Pada siang hari, mereka bermain dengan cucu laki-laki dan cucu perempuan yang paling manis dan kadang-kadang mengobrol dengan putri mereka. Ketika cucu dan putri mereka tidur siang, pasangan itu menikmati berjalan-jalan di sekitar Desa Fan Hua, menikmati udara segar dan pemandangan alam yang indah di daerah itu. Continue reading “AF 103. Aku Juga Telah Menjalani Dua Kehidupan”

AF 102. Kebenaran yang Mengejutkan

Featured Image

“Sayangku … Kau sangat menderita …” Setelah Jing Wangfei berbicara, dia ingin memeluk Su Shuilian yang terpana yang bersandar di sandaran kepala. Namun, dia takut putrinya tidak akan membiarkan itu, jadi dia bersandar pada Jing Wangye, menangis dan menyeka air matanya. Karena dia tahu Su Shuilian adalah putri yang telah dia ratapi selama puluhan tahun, dia menjadi sangat emosional. Continue reading “AF 102. Kebenaran yang Mengejutkan”

AF 101. Sangat Melodramatis

Featured Image

Tidur Su Shuilian ini telah berlangsung dua hari dan satu malam. Meskipun Long Xi Yue dan Ouyang Xun bergantian memeriksa denyut nadinya secara teratur dan menekankan bahwa dia baik-baik saja dan dia perlu tidur nyenyak karena terlalu lelah, Lin Si Yao masih ketakutan. Dia takut Shuilian akan tidur dan tidak pernah bangun. Kecuali untuk tiga kali makan sehari ketika Si Chong dan Si Tuo menyeretnya ke ruang makan, ia menghabiskan hampir seluruh waktunya di samping ranjang Su Shuilian. Continue reading “AF 101. Sangat Melodramatis”