BMK 33. Cintai Aku

Featured Image

 [MATHEUS]

Aku hanya menatap matanya sambil menahan tubuhnya begitu dekat denganku. Aku tidak pernah menginginkan Joanna seperti aku menginginkannya sekarang.

“Joanna, tolong cintai aku.” Aku mengucapkannya dengan suara lembut.

Aku tidak bisa menahannya lagi, aku menciumnya. Perlahan, lembut dan penuh dengan cinta. Aku menciumnya sangat dalam seperti bibirku mencoba untuk mengingat setiap detail dari bibir lembutnya.

Aku menginginkannya dengan sangat.

Tubuhnya melengkung dalam sukarela. Aku dengan perlahan melepas jubah yang dikenakannya. Aku mencium lehernya dengan lembut. Erangannya membuatku menginginkannya lebih banyak lagi.

Dia menarikku dan menatap mataku. Dengan penuh kasih, dia berbisik. “Matt, tolong cintai aku juga.”

Aku membawanya dikedua tanganku sambil menciumnya dengan lembut sampai kami mencapai kamarku.

Hanya dengan sedikit cahaya dari lampu tidurku, kami b******a.

Dia begitu lembut dan setiap inci dari tubuhnya sangat sempurna dengan caranya sendiri. Dia pemalu dan galak di saat yang sama. Setiap sentuhannya panas dan memicu milikku. Dia liar dengan caranya sendiri. Dan tahu apa yang dia lakukan tanpa mencoba untuk mendominasi. Bahkan di tempat tidur, Joanna adalah pasangan yang selalu ingin kau miliki.

Aku melepaskan semuanya padanya tanpa memikirkan tentang perlindungan. Kami sangat terpuaskan satu sama lain.

 Setelah itu, aku menjatuhkan tubuhku di atasnya.

“Jangan pergi,” bisiknya. “Aku ingin merasakan berat badanmu di atas tubuhku. Tinggallah sebentar saja.”

Jadi aku tetap berada di tempatku. Aku menatap matanya. “Aku mencintaimu, Joanna.”

Air matanya jatuh sekali  lagi.

Membuatku panik. “Kenapa?”

“Aku hanya sangat senang. Aku juga mencintaimu, Matheus.”

Sekali lagi aku menciumnya.

Ketika aku merasa seperti aku semakin menimpanya, aku bergeser ke samping dan kami berpelukan. Pertama kalinya setelah sekian lama, aku memeluk seseorang.

Aku tahu permainan telah selesai. Aku tahu ini adalah Matheus yang baru. Atau lebih baik dari pada versi lama. Aku tidak pernah menginginkan seorang wanita pun seperti aku menginginkannya, bahkan Sheina. Joanna istimewa. Aku tidak mengerti bagaimana perasaanku padanya. Terjadi begitu saja. Aku hanya merasakannya.

Aku bisa merasakan hangan tubuhnya. Dia sangat nyaman. Aromanya seperti surga. Aku memeluknya dengan erat.

Setelah beberapa menit, dia berbalik dan menatapku. Aku bisa melihat dari matanya bahwa dia takut, atau bingung tetapi tidak bisa mengungkapkannya.

 Aku menciumnya dengan lembut. Aku suka menciumnya. Menciumnya terasa seperti sangat memabukkan.

“Aku juga takut,” kataku padanya. “Tapi mari kita lakukan perjalanan ini bersama, Joanna. Percaya padaku.”

Dia menganggukkan kepala.

Aku menatap ke dalam matanya. “Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Bagaimana kita mengatakannya pada semua orang. Tapi satu-satunya hal yang kutahu sekarang ini adalah aku mencintaimu. Dan aku tidak ingin kehilanganmu, Joanna.”

“Aku juga mencintaimu, Matheus.”

 

BMK 32. Perlombaan
BMK 34. Ayo Pergi ke Paris

Author: Deera

Just a girl who loves reading, writing, and imagining a story.

Leave a Reply

Your email address will not be published.