BMK 30. Penandatanganan Kontrak

Featured Image

 

[JOANNA]

Sehari setelah pertengkaran dengan Matheus, dia sudah bersikap baik. Nampak seolah dia memiliki tidur malam yang baik. Matheus terlambat bangun hingga hampir waktu makan siang ketika kami tiba di kantor. Kami memiliki hari yang sibuk di kantor, mencoba mempersiapkan kontrak untuk penyerahan proyek besok.

Ketika kami pulang, aku memasak makanan Filipina dan kami makan malam bersama dengan baik.Pada hari penyerahan, aku dan Matheus tiba pertama kali di tempat. Ini menyewa salah satu dari hotel mewah milik keluar Matheus di jantung kota Manhattan. Beberapa kolega bisnis datang dan begitu juga perwakilan dari investor Jepang kami. Seluruh tim untuk proyek Filipina yang dipimpin olehku juga hadir. Seluruh keluar Montes dan Gomes juga ada. Kami menjabat tangan sekali di antara orang-orang yang menandatangani kontrak. Makan malam dimulai ketika Miguel mendekatiku.

“Hai! Selamat,” ucap Miguel.

“Terima kasih.” Aku bisa melihat dari sudut mataku, Matheus berjalan keluar dari tempat acara.

“Sudahkah kau bertanya pada Matheus tentang liburan ke Paris?”

“Ya, dia tidak mengizinkanku. Tapi jangan khawatir, aku mungkin datang jika jadwalku kosong.”

“Apa kau ingin aku berbicara padanya?”

“Tidak perlu, aku bisa mengatasinya.”

Aku bisa melihat Marco, mendekati kami. Dia bergabung dengan kami dalam percakapan. “Hai! Terima kasih.”

“Untuk?”

“Untuk membantu Montes Konstruksi menutup kesepakatan. Aku tahu kau memiliki pengaruh pada keputusan Matheus dalam hal ini.”

“Tentu tidak, Marco. Kau bisa menutup kesepakatan ini karena akua tahu perusahaanmu mampu untuk melayani kebutuhan kami.”

“Tetap saja, terima kasih padamu.” Marco bersikeras.

Miguel tiba-tiba menginterupsi, “Apa itu Sheina?”

Marco dan aku memutar kepala pada arah yang ditunjuk oleh Miguel.Itu benar-benar Sheina, dalam balutan gaun yang menarik perhatian. Dia sangat cantik. Kecantikannya luar biasa dan benar-benar nyata.

Sheina pergi berkeliling dan dengan mudah bertemu dengan teman lama, nampak seperti semua orang mengenalnya secara pribadi. Dia menyapa orang tua Matheus dan orang Miguel juga. Ketika dia melihat kami, dia berjalan mendekati kami.

Apa aku menyebutkan Sheina memegang lengan Matheus sepanjang waktu? Aku merasa berbeda melihat mereka begitu cocok bersama. Aku bisa melihat reaksi Matheus saat mendampinginya. Dia bahagia. Dan aku merasa muram karenanya.

“Aku seharusnya dalam perjalanan pulang. Aku menghadiri forum fasion di salah satu ruangan. Tapi Matheus melihatku. Jadi dia mengundangku kemari.” Sheina menjelaskan. Saat dia berjalan mendekat, aku bisa melihat lebih jelas seberapa cantinya dia. Dengan wajah kecil, mata yang tajam dan menggoda, pipi tirus, lekuk tubuh yang baik dan kaki yang sangat bagus, dia mendapatkan perhatian semua orang.

Ku pikir dia membencimu? Lalu, kenapa kau disini? Aku tahu Matheus memperhatikan reaksiku sepanjang waktu.

Well, senang bertemu denganmu Sheina. Sudah lama sekali.” Miguel mengatakannya dengan sangat ceria. Mereka terlihat seperti teman lama.

“Aku mendengar pamreanmu terjual habis. Keterlaluan, aku tidak bisa membeli satu pun untukku. Ku harap kau akan mengundangku dalam pameranmu yang berikutnya. Tapi selamat, Miguel.” Sheina mengucapkannya dengan semangat.

“Terima kasih. Itu akan benar-benar segera terjadi,” balas Miguel.

“Dan selamat untukmu juga, Marco. Proyek lain dengan Matheus. Aku akan mengunjungi hotel di Thailand, itu benar-benar dibangun dengan baik.”

“Terima kasih, Sheina. Aku tidak ingin mengecewakan seorang klien, khususnya jika dia adalah Matheus Gomes.” Kami semua tertawa akannya.

“Bagaimana denganmu, Sheina?” tanya Miguel. “Apa kalian kembali bersama? Kalian nampak serasi bersama, sebagaimana biasanya.”

Ouch!

“Tidak, Miguel.” Sheina tersenyum. “Bagaimana denganmu, apa dia kekasihmu?” tanyanya, menatap ke arahku. “Kau benar-benar memiliki selera yang bagus. Dia cantik.” Aku tahu itu pujian yang tulus, tapi kenapa aku merasa buruk tentangnya.

Aku merasa bertentangan dengan pernyataannya. Ketika Matheus angkat bicara. “Bukan,” dengan suara yang keras.

Miguel segera menyatakan. “Baiklah, ya. Dia bukan kekasihku. Tapi aku tahu Matheus tidak akan keberatan jika aku menjemput Joanna, setiap pulang kerja.”

“Tentu, dia tidak keberatan.” Henrico tiba-tiba datang menyela. Aku tahu Matheus memberinya tatapan aku-ingin-membunuhmu-sekarang-juga.

Henrico dan Sheina saling menyapa.

Entah bagaimana aku senang Henrico bergabung dalam pembicaraan. Dengan jenaka dia mengubah suasana hati semua orang.

Aku ada di area minuman ketika aku melihat Sheina pergi. Matheus membimbingnya menuju pintu keluar. Mereka berbicara sejenak hingga mereka berdua tersenyum.

Tuhan! Mereka terlihat serasi bersama.

Aku melihat Matheus memberinya ciuman perpisahan, pada kedua pipinya, sebelum dia keluar dari tempat acara.

Aku tidak tahu kenapa, tapi tiba-tiba aku merasa seperti aku ingin menangis. Pulang, dan menangis hingga tertidur.

 

BMK 29. Teman Minum
BMK 31. Berenang di Malam Hari

Author: Deera

Just a girl who loves reading, writing, and imagining a story.

Leave a Reply

Your email address will not be published.