BMK 29. Teman Minum

Featured Image

 

[HENRICO]

Ketika aku tiba di penthouse, aku segera pergi ke kamarku untuk tidur. Sejenis hari yang melelahkan, aku sedang mengganti pakaianku ketika ponselku berbunyi. Itu Matheus.

“Kak?”

“Henrico, aku ingin bertemu denganmu.” Suara Matheus mengekspresikan kekuasaannya seperti biasa.“Baiklah, aku akan mengunjungimu besok.”

“Maksudku sekarang, aku akan menunggumu di samping kolam renang.”

Lalu dia memutus sambungan telepon.

Sejenak, aku menatap lekat phonsel. Mencoba memahami Matheus. Ini hampir pukul satu dini hari. Jika dia tidak menunggu sampai besok, ini pasti sangat penting. Dengan segera aku berganti pakaian yang lebih nyaman dan berkendara ke penthouse Matheus.


Ketika aku sampai pada kolam renang di lantai atas penthouse, Matheus sedang duduk di meja pada bagian ujung. Dia sedang meminum wiski.

Aku mencium aroma masalah.

Kami biasanya minum bersama layaknya saudara. Aku menghubunginya setiap waktu senggang. Hanya agar memiliki orang yang mendengarkanku sementara aku menahan diri dari perbuatan yang salah saat menyelamatkan diri pada waktu yang sama.

Tapi setelah apa yang terjadi di antara Matheus dan Sheina, tidak mudah bagiku untuk berhubungan dengannya sebagaimana kami biasanya.

Aku tersenyum dan berjalan mendekatinya.

“Pasti sangat penting sampai memintaku datang pada jam segini,” candaku.

“Aku tidak mengerti Joanna. Kenapa dia tidak menghindari Miguel? Apa sangat sulit melakukannya?” Dia terdengar tidak sabar.

Aku mencium bau kecemburuan sekarang. “Mengapa tidak kau biarkan dia melakukan itu?”

“Kita semua tahu Miguel.” Dia mengatakannya dengan sangat keras. “Apa kau tahu Henrico, ini semua adalah salahmu.”

Aku mengangguk. “Jadi sekarang semua salahku?”

“Ya. Jika kau tidak membiarkannya berkecan dengan Miguel, aku tidak akan memiliki masalah ini.”

“Apa tepatnya masalahmu, Matheus?”

“Miguel, kita mengenal Miguel.”

“Matt, untuk catatan, itu adalah Miguel yang lama. Aku adalah orang yang benar-benar menolongnya ketika dia hampir tidak memiliki apa pun untuk di makan. Apa yang salah dengan mengejar impianmu? Lihat dimana Miguel sekarang?”

Dia tidak berbicara.

Aku melanjutkan ucapanku. “Beri dia kesempatan. Dia baik untuk Joanna jika itu yang menjadi masalahmu.”

“Apa itu baik untuk Joanna? Dia benar-benar bersikap baik pada Joanna tanpa mempertimbangkan perasaan Marco.”

Well, dia bertanya pada Marco dan meminta izinnya. Dan Marco membiarkannya.”

Matheus terdiam. Untuk sejenak kami terdiam dan hanya kembali minum. Setelah beberapa gelas, aku memecah kesunyian.

“Baiklah, Joanna benar-benar seorang gadis yang baik. Tidak heran, banyak lelaki yang menyukainya. Dan dia cantik dengan caranya,” tegasku.

“Masihkah kau ingat bagaimana dia terlihat sebelumnya? Dia terlihat mengerikan.” Matheus menambahkan sambil menertawakannya.

“Apa itu kata yang pantas untuk mendeskripsikannya? Dia aneh, Kak.” Aku juga tertawa.

“Ya. Dan dia banyak makan. Ketika kami pergi ke Lake Castle, kami makan kue basah pada saat makan malam. Pernahkah kau melihat wajahnya, ketika dia ingin makan sesuatu yang tidak seharusnya dia makan? Dia akan memberimu tatapan anak anjing sambil mengerucutkan bibirnya.” Matheus mengucapkannya sambil tersenyum sepanjang waktu.

Aku hanya membiarkannya melanjutkan.

“Dan apa kau tahu, dia bilang dia heran kenapa dia selalu menang dari saudaranya dalam perlombaan renang. Kita semua tahu kita hanya membiarkannya menang.”

“Aku tidak bisa mengalahkannya. Dia benar-benar seorang perenang yang baik.” Aku mengonfirmasi.

“Baiklah, aku hampir mengakui dia benar-benar baik. Dan masakannya benar-benar enak. Dan sikapnya dalam bekerja sangat baik.” Dia masih tersenyum saat membayangkannya.

“Aku punya sebuah lagu untukmu, Kak, ‘I’m in love with you, and all those little things.” Dan aku tertawa sangat keras.

“Apa yang lucu?” Matheus kembali menjengkelkan.

“Kau tahu apa masalahmu? Ketika kau benci melihatnya dengan orang lain tapi kau tidak melakukan apa pun untuk mempertahankannya. Mungkin kau harus mulai dari dirimu sendiri. Dan izinkan aku mengingatkanmu, lakukan sesuatu dengan kekuatanmu tanpa melukainya. Aku bersumpah, aku akan melupakan bahwa kau adalah saudaraku.” Aku menyatakan.

Lagi, dia terdiam.

 

BMK 28. Aku akan pergi ke Paris
BMK 30. Penandatanganan Kontrak

Author: Deera

Just a girl who loves reading, writing, and imagining a story.

Leave a Reply

Your email address will not be published.