BMK 27. Aku akan Membawamu Pulang

Featured Image

[MATHEUS]

Aku hampir ingin memukul Miguel tepat di wajah. Dan Joanna benar-benar membiarkannya untuk menempatkan wajahnya pada mahakarya itu. Aku tidak mengerti bagaimana perasaanku, tapi aku tahu aku tidak menyukainya.

Aku tahu Henrico menepuk lenganku dan berbisik. “Tidak perlu memukulnya disini. Ibu dan Ayah disini. Tinju Ayah sudah pasti lebih keras dari pada milikmu, Kak.”

Aku tidak berbicara. Aku menatap lekat Joanna dan melihatnya senang dan sangat gembira olehnya, membuatku bahkan ingin membunuh Miguel lebih banyak.

“Sedikit nasehat. Tidak apa-apa jujur pada dirimu sendiri, Kak. Aku tidak akan membunuhmu.” Henrico menyeringai padaku dan berjalan keluar.

Aku juga ingin membunuhmu. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan diriku.

Aku tidak bisa menunggu untuk berakhirnya acara ini.


[JOANNA]

Aku tidak bisa percaya Miguel membuat mahakarya itu hanya dalam beberapa hari. Aku sempat melihat tatapan mata Matheus ketika dia menyadari bahwa Miguel bermaksud menyimpan itu untuk dirinya sendiri, tapi aku tidak terlalu memperhatikan suasana hatinya lagi. Perhatianku semata-mata tertuju pada lukisan.

“Apa kau menyukainya?” tanya Miguel.

“Yeah, benar!” seruku. Aku tersenyum padanya.

“Aku melukisnya berdasarkan ingatanku padamu.” Ucapan yang manis.

“Wow! Ini hanya waktu yang sangat sebentar.” Aku tersenyum padanya.

“Wajahmu terukir dalam ingatanku.” Dia tersenyum menatap pada lusisan. “Aku tidak bisa membawamu keluar dari kepalaku.”

Aku tidak bisa berkata-kata. Aku bisa melihat dari sudut mataku dimana Matheus dan Elle keluar dari tempat kejadian. Apa dia hanya pergi keluar?

“Joanna, aku berharap kau akan membiarkanku pergi keluar denganmu lagi. Menjadi teman kencanku minggu depan. Aku akan berada dalam sebuah liburan di Paris. Biarkan aku membawamu ke Paris.” Dia meminta dengan penuh kesungguhan.

Aku menghela napas. “Aku tidak berpikir itu mungkin. Aku minta maaf.”

“Kenapa?” tanyanya.

“Matheus tidak akan membiarkanku.”

“Oh, jangan bilang kau tidak diizinkan untuk pergi mengambil sebuah liburan?”

“Aku akan mencoba untuk meminta izin dari Matheus.” Aku mencoba menghiburnya.

“Tolong biarkan aku tahu, mungkin aku bisa berbicara dengannya dan memintanya secara langsung jika dia tidak mengizinkanmu.”

Aku mengangguk. “Jangan khawatir, aku akan meyakinkannya. Aku akan senang melihat Paris.”

“Aku telah melihatnya. Dan sejak saat itu, aku perjanji pada diriku sendiri untuk kembali ke Paris bersama seseorang yang spesial.” Aku tersenyum padanya. Dia adalah lelaki yang manis. “Tunggu. Aku punya sesuatu untukmu.”

Aku mengerutkan kening. “Benarkah?”

Dia memberi tanda pada seorang pelayan dan sebuah kotak, kira-kira sebuah foto berukuran 8R diberikan padanya. Dia mengulurkannya padaku. “Bukalah.”

[8R merupakan ukuran foto berstandar Internasional dengan ukuran dalam inchi 8 x 10 inchi dan 20,3 x 25,4 cm dalam ukuran centimeter]

Aku segera membuka kotaknya. Terdapat sebuah lukisan kaca diriku dua tahun yang lalu. Foto yang dia tunjukkan padaku saat kencan buta.

Aku terkagum. Ini dibuat dengan hati-hati yang membuat setiap detail terlukis dengan sempurna. Warnanya sempurna. Ini sangat indah. Benar, Miguel memiliki bakat dalam seni.

Aku hampir kehilangan kata-kata. “Wow!” seruku, terkikik. “Ini sangat menakjubkan. Terima kasih, Miguel.”

Aku memeluknya dengan bahagia. “Terima kasihmu selalu diterima, Joanna.”

Seluruh keluarga Montes dan Gomes mengagumi lukisan kaca yang Miguel berikan padaku. Baiklah, semua orang kecuali Matheus. Dan sejujurnya, wajahnya langsung berkerut sepanjang acara sungguh membuatku terganggu.

Ayolah, tidak bisakah dia berpura-pura senang? Hanya pura-pura.

Hampir tengah malam ketika acara selesai. Pamerannya terjual habis. Aku mendengar mereka menerima jutaan dolar dalam pameran itu.

Seluruh anggota keluarga Montes dan Gomes menjadi tamu terakhir yang tersisa di tempat tersebut.

“Joanna, ayo pulang.” Matheus mengatakannya dengan sangat tegas.

“Tidak apa-apa, Matheus. Aku akan mengantarnya pulang.” Miguel menyela.

“Joanna, ku bilang ayo pulang ke rumah.” Apa dia mengatakan “RUMAH”?

Aku tahu, ada sebuah tekanan di antara kedua lelaki itu. Aku merasakannya dan orang tua mereka berdua juga merasakannya. Tampaknya, keluarga Montes akan mendukung Matheus. Mereka mendapatkan kesepakatan jutaan dolar dengannya. Henrico memberi tanda padaku untuk menenangkan Matheus.

“Tidak apa-apa, Miguel. Aku akan pergi dengan Matheus. Kau bisa membawa Elle pulang. Apa kau setuju, Elle?” Aku bertanya baik-baik.

“Tentu.” Elle menjawab dengan suka cita, mencoba menenangkan semua orang.

“Joanna, tolong biarkan aku mengantarmu pulang.” Miguel tetap belum puas.

“Apa begitu sulit bagi Tuan Montes untuk mengerti bahwa kami tinggal di penthouse yang sama?” Matheus telah memberi tanda sebuah peperangan.

“Tapi-” Miguel mencoba menjawab.

“Miguel, tidak apa-apa. Matheus hanya akan membawanya pulang.” Ibu Miguel mencoba menenangkannya.

“Baiklah, selamat Miguel. Dan terima kasih sekali lagi untuk ini,” ucapku menyela.

Aku akan berjalan mendekati Miguel untuk memberinya ciuman perpisahan, tapi Matheus menarik tanganku dan membawa kami keluar dari tempat acara.

Kami berjalan terlalu cepat. Aku menengok ke belakang pada semua orang dan bergumam, “Maaf,” dan memberi tanda pada Henrico, bahwa aku akan menghubunginya.

BMK 26. Pameran Lukisan
BMK 28. Aku akan pergi ke Paris

Author: Deera

Just a girl who loves reading, writing, and imagining a story.

Leave a Reply

Your email address will not be published.